
PAGI HARINYA
TIIINNNNN
TIIINNNNN
Kudengar suara klakson mobil dari halaman depan, Kak Neta sudah datang menjemputku sampai pagi inipun aku masih belum tidur,, sepertinya sudah harus berangkat kusempatkan masuk ke dalam kamarnya Rein,, dia masih tertidur. Kudekati dia dan kukecup keningnya
semoga semuanya baik-baik saja
Kemudian aku turun menemui kak Neta,, di halaman depan sebuah mobil sedan mewah berlogo tiga bintang sudah terparkir,, kaca mobil langsung terbuka.. aku melihat ke dalam mobil,,,
” kak Fanny? “ Kulihat hanya ada kak Neta di dalam mobil, di kursi belakang ada beberapa kantong plastik.
”Fanny sudah berangkat semalam,,,” ucap Kak Neta
Mobil sudah berjalan menyusuri jalanan kota ini, lama perjalanan yang harus ditempuh dengan kecepatan seperti ini adalah sekitar 3 jam untuk mencapai kota sebelah. Aku dan kak Neta beberapa kali terlibat dalam suatu obrolan yang panjang. Terkadang hanya sunyi yang terjadi diantara kami, ditemani suara radio mobil.
”apa kata kakakmu?” tanya Kak Neta
”Hmm..? dia sedang tidur,,, aku belum bilang kepadanya..”
”kalian belum akur yah?” tanya Kak Neta
” maksudnya,,,,?“ kulihat kak Neta hanya tersenyum
Bagaimana dia bisa tau aku sedang marahan dengan Rein ? seharusnya kak Neta tidak tau kalau putusnya hubunganku dengan Alexa adalah karena Rein. Apakah dia tau?
“Tidurlah,,, sepertinya semalam kamu terlalu sibuk menunggui kakakmu tidur” ucap Kak Neta
Buset,, lagi² bagaiamana dia bisa tau sih? Aku lakukan sesuai perintahnya,, perjalanan masih panjang, masih 2 jam lagi untuk mencapai kota sebelah…lebih baik aku tidur
.
.
Entah berapa lama aku tertidur, kurasakan mobil ini berhenti
”kita sudah sampai?” tanyaku pada kak Neta
” Sebentar lagi,, kita sedang berada di sekolahnya adikku,,, yuk ikut aku kedalam. Aku kenalkan dengannya..” ucap Kak Neta
” Hmm..? gak deh,,, aku tunggu disini aja”
” yasudah,, tunggu bentar yah.. ” Kak Neta keluar mobil dengan membawa semua kantong plastik yang tadi berada di kursi belakang.
Kulihat tulisan besar yang ada di dekat pintu masuk sekolah, SMA NEGERI SEKIAN SEKIAN. Sekolah ini merupakan salah satu SMA unggulan di kota ini. Aku jadi penasaran apakah temanku SMP dulu ada yang sekolah disini ? Jika bicara tentang teman masa SMP, aku jadi teringat dengan seseorang yang dulu selalu membuatku tetap bersemangat berangkat tiap hari kesekolah meskipun dulu aku selalu di bully,,,
Bagaimana kabarnya Dias sekarang,,? aku masih teringat betapa manisnya senyum Dias.. tidak akan pernah terlupa. Semoga suatu saat nanti aku bisa bertemu lagi dengannya, melihat senyuman itu lagi. Semoga….Aku memang tidak bisa memilih di masa yang akan datang untuk dipertemukan dengan orang-orang yang aku harapkan, Orang lain entah itu yang sudah kukenal atau orang yang baru kukenal datang dan pergi di kehidupanku membawa dan meninggalkan warnanya masing-masing yang sudah pasti akan semakin membuat kehidupanku lebih berwarna. Mereka datang dan pergi di kehidupanku bukannya tanpa alasan, Sang pencipta mempertemukanku dengan mereka agar aku lebih memahami tentang hidup ini. Aku tetap bersyukur bisa bertemu dengan Alexa meskipun dia pergi meninggalkan luka, karena dengan bertemu dan terluka olehnya, aku bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk kedepannya.
Pertemuanku dengan orang-orang baru seperti sedang melakukan perjalanan, dalam melakukan suatu perjalanan pastinya kita akan menemui sebuah persimpangan kan? atau bisa disebut juga persimpangan kehidupan, di persimpangan itu aku dipertemukan dengan berbagai macam jenis orang dengan tujuan hidup yang berbeda-beda. Ada yang tujuannya sejalan denganku tapi hanya untuk sesaat, ada yang berlawanan arah, atau hanya bertemu saat di persimpangan itu saja. Di Persimpangan kehidupan juga perpisahan sering terjadi, saat aku dan seseorang atau lebih memiliki jalur dan arah tujuan yang berbeda, aku dan dia harus berpisah di persimpangan itu walaupun perpisahan sering kali tidak kuhendaki, aku hanya bisa pasrah harus berpisah dengannya sambil berharap akan dipertemukan lagi di persimpangan yang lain. Mungkin suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan Dias, atau mungkin suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan Alexa, atau juga bisa jadi suatu saat nanti aku dan Rein akan berpisah, dan itu akan sangat aku sesali jika benar-benar terjadi..
Memang saat ini aku masih melalui jalan kehidupan ini sendirian, hingga nanti akhirnya aku akan menemukan seseorang yang mempunyai arah tujuan yang sama denganku, dan kami akan melalui jalan kehidupan ini bersama sama. setelah pengalamanku dengan Alexa, aku tidak akan buru-buru menemukan seseorang itu, karena perjalanan yang akan kami tempuh nanti akan sangat panjang dan melelahkan, aku harus bisa menemukan orang yang tepat, yang tidak akan pernah lelah melalui perjalanan itu bersama sama denganku, yup.. aku harap akan menemukan orang yang tepat, di waktu yang tepat dan di persimpangan yang tepat..
Oiyah.. Satu hal lagi yang menarik tentang sebuah persimpangan kehidupan, di saat saat tertentu dan tidak terduga, aku tidak menyadari jika suatu persimpangan telah tercipta antara aku dengan seseorang yang akan mengisi kehidupanku di masa yang akan datang, tapi karena satu dua hal, aku dan dia belum dipertemukan di persimpangan ini,,, seandainya kami berdua bertemu di persimpangan ini, mungkin segala sesuatunya nanti tidak akan menjadi rumit dimasa depan.
...—POV NETA—...
Mumpung sedang di kota ini, aku sempatkan untuk bertemu dengan adikku tersayang, dia pasti marah-marah melihatku ada disekolahnya. Hihihi.
Nah itu dia.
” Adeeeekk.. “ aku berteriak ke arahanya dari kejauhan,
Meta dengan wajah juteknya langsung berjalan menuju ke arahku,
”Kakak ngapain pake acara kesini segala sih ?” ucap Meta dengan sebal,,,,
"hmm,, segitunya sama kakak sendiri,, ” kuhampiri dia.. kuciumi kedua pipinya.. tapi dia masih aja cemberut…
” nih oleh²,,, titip buat mama juga ya Tuan Putri.”
“kakak ingat saat terakhir kali kakak kesini..? semua cowok disekolah ini heboh, semuanya pada tanya kepadaku tentang kakak.” ucap Meta kesal
Aku ingat, saat itu aku langsung masuk ke dalam kelasnya Meta saat pelajaran berlangsung hanya dengan memakai celana mini ketat dan tanktop..
”hahahaha,, kenapa Dek,,? Gara² itu, kamu jadi gak laku lagi yah? Hahahahaha” ledek Meta
“ishh sudah sana pergi.. kenapa gak langsung dibawa ke rumah aja sih,,, “ Ucap Meta masih kesal kepadaku..
” ehmm, aku gak ada rencana pulang Dek,, papa pasti marah kalau aku pulang tapi cuman bentar,, ”
”hmmm..? katanya sampai besok disini.?” ucap Meta
”aku ada acara nanti malam, mau menginap di apartemennya Fanny aja.. oiya, di mobil ada pangeran tampan dan lucu dari kota sebelah…. dia seusia denganmu, kamu pasti suka,,”
” hehh..? siaapa ? muridmu Kak? Kenapa kamu bawa kesini.? “Tanya Meta penasaran
” aku mengajaknya bersenang senang nanti malam di kota ini kami akan menghabiskan malam bersama” bisikku padanya.,,
”ckkckck,,, aku laporinin kak Vian baru tau rasa,,,, ” sindir Meta
”laporin aja, aku sudah bosan dengannya,,, silahkan ambil kalau kamu mau,,, hahahaha”
”Ishh gak mau,,, jelek,,,, nanti malem Pasti sama kelompok arisan itu yah?” tanya Meta
“Klub sosialita Dek SO-SI-A-LI-TA..”
”whatever..” jawab Meta
”mau aku kenalin dengan cowok itu?”
” mau,,, mau,,,, siapa tau dia nanti akan jadi pangeranku,,,”,, ucap Meta antusias..
__ADS_1
” Meskipun dia habis aku pake,, kamu masiih mau,,,?”
“Hmm,, dipake apa?” tanya Meta
” hahaha.. lupakan,, kamu masih kecil,,,”
Meta memasang lagi wajah juteknya,,,,
”Kak,, kamu pikir aku akan selamanya jadi anak kecil..? kamu kira aku gak ngerti apa maksudmu? Ohh please,,, meskipun kakak sudah tidur dengannya aku tidak peduli,,, yang penting dia setia, mau menerima aku apa adanya dan,, yang penting dia Hot.. Di kota ini sudah tidak ada cowok yang seperti itu… Lagipula di jaman seperti ini mana ada cowok yang masih perjaka?” ucap Meta
Sumpah aku kaget adikku bicara seperti itu,
”wah,,wah,,, adikku sudah dewasa ternyata,,, jangan jangan kamu sudah,,,,,,”
”Apa.?” tanya Meta
” next time, kamu harus menceritakannya padaku,,,, “aku tersenyum kepadanya.. Meta benar² menjelma jadi wanita yang sangat persis denganku
”jadi mau dikenalin gak nih..?” ucap Meta
”iya,,iya,,,,”
Aku dan Meta berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman sekolah, beberapa siswa melihatku, aku tersenyum kepada mereka
”jangan ganjen kenapa sih Kak” Meta memprotesku.,..
”apa sih dek,,? Orang aku cuman senyum kepada mereka,,”
Sesampainya di mobil, aku langsung membuka pintu
” Loh?”
“kenapa kak?” tanya Meta
”kemana tuh anak..? padahal dia aku suruh nunggu di dalam mobil.” Aku melihat sekeliling, tidak ada tanda-tanda keberadaan Rega
”ahh gimana sih?, yauda aku masuk dulu ya kak,, sudah ditungguin temen²” ucap Meta meminta ijin pamit kepadaku
”Hmm,, yauda deh,, salam buat papa mama ya Dek,,,”
”iyaa.“ Ucap Meta sambil sedikit berlari menuju kedalam sekolah
Beberapa detik kemudian Rega datang
”Uda ketemu adikmu,,,?” tanya Rega
"kamu dari mana..? adikku tadi kesini mau berkenalan denganmu.”
”Beli Cilok.. Mau..?” Rega menawariku bungkusan makanan kepadaku,, hmmmm, mau bagaimana pun juga dia masih anak kecil
”Makanlah sendiri,, ayo kita berangkat lagi”
”hmm.. oke.” jawab Rega
.
.
Berjarak sekitar 60 menit dari sekolah adiknya Kak Neta , kami sudah sampai di sebuah apartemen yang lumayan besar. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari sekolah tadi, tapi perjalanan terasa lama karena macet. Sudah hampir 2 tahun aku meninggalkan kota ini, jalanan masih macet seperti biasanya. Tidak ada perubahan…
“kamu tinggal disini kak? ” ucapku pada Kak Neta saat kami sedang menunggu didepan lift.
”Fanny yang tinggal disini, aku sudah membeli sebuah apartemen tapi masih dalam proses pembangunan,, akhir tahun nanti baru bisa aku tempati” jelas Kak Neta
”ohh,, jadi kak Fanny sudah disini,,?”
”Hmm.. Fanny pulang kerumah orang tuanya,, dia menyuruh kita menginap disini, daripada harus menyewa hotel.” ucap Kak Neta
”Lalu Kenapa kak Fanny tidak bersama sama dengan kita?”
“Kenapa kamu daritadi tanya Fanny? Suka?” tanya Kak Neta
“eh,, enggak,,enggak,,,”
”hahahahaha, gpp kok kalau suka,, Fanny memang orangnya baik, banyak yang suka dengannya… tidak pilih pilih teman, selalu hangat kepada siapapun, aku sudah berteman dengannya sejak lama,,, dia satu²nya teman yang aku percaya didunia ini,, seandainya di itu cowok,, aku akan menikahinya,,,, hahaha” ucap Kak Neta
”hehehe…” Kelihatan banget sih memang mereka sangat dekat, bahkan terlalu dekat
”lagipula aku yang meminta Fanny untuk tidak mengganggu kita, ada yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Kak Neta
”aku,,? Tentang apa.?”
“Alexa.” jawab Kak Neta
Deg Deg
Apa maksudnya..? kenapa kak neta ingin membicarakan tentang Alexa?
Beberapa detik kemudian pintu lift terbuka, kami berdua masuk ke dalam lift ini. Aku tidak terlalu konsen dengan lantai berapa yang akan kami tuju, aku masih bertanya tanya kira² apa yang akan dibicarakan kak Neta tentang Alexa
Akhirnya kami berdua sampai di kamar apartemennya kak Fanny, besar dan luas banget, sepertinya ini kamar paling mahal di apartemen ini. Orang kaya juga ternyata kak Fanny. Aku bisa melihat jacuzzi model klasik di balkon kamar ini,
Meskipun aku ada didalam kamar ini, kak Neta tidak ragu membuka segala pakaiannya dihadapanku. Hanya menyisahkan panties yang menutupi area kewanitannya. Apakah dia mau mandi?
”Aku mau tidur dulu,,, “ Kaka Neta naik ke atas tempat tidur
”katanya mau bicara..?”
”tidur dulu, baru kita bicara,, kamu pikir gak capek nyetir berjam jam..? sebaiknya kamu juga tidur ,, nanti malam kamu tidak akan bisa tidur sampai pagi” ucap Kak Neta
Hmmm.. acara itu yah..?
Akhirnya aku ikutan tidur disebelahnya kak Neta, dia membelakangiku
__ADS_1
Meskipun dia menyuruhku tidur, nyatanya aku tidak bisa tidur,, banyak sekali yang aku pikirkan. Rein,, aku memikirkan Rein,, apakah dia baik² saja ? apa dia sudah makan ? tadi sebelum berangkat aku titip pesan ke Mbak Tina supaya memasakkan sup untuknya.. semoga dia memakannya. Apakah dia akan mencariku jika aku tidak ada dirumah 2 hari ini..? apakah dia akan marah karena itu ? aku rindu saat dia memarahiku saat aku pulang telat,, aku rindu seperti dulu lagi dengannya,,,
“Rein,,, maafkan aku,, aku hanya bisa membuatmu bersedih.. aku ingin kita seperti dulu lagi ”
Tak terasa air mataku menetes memikirkan kesalahanku pada Rein,,
”apa yang kamu tangisi..?” tanya Kak Neta
Aku kaget saat Kak Neta tau aku sedang menangis disebelahnya,, segera kuusap air mataku
”Alexa.. ? kakakmu.. ? Cintamu..?” hufff,, kamu benar² tidak bisa membiarkanku istirahat sebentar, baiklah mari kita bicara”
Kak Neta membangkitkan tubuhnya.. dia turun dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar ini, dan melepas pantiesnya.
”Lepas pakaianmu.!!“ Perintah Kak Neta kepadaku
Hmm..? apa yang akan dia lakukan..? aku ikuti kak Neta . Kulihat dia berjalan menuju jacuzzi yang kulihat tadi..
”buruan lepas semua pakaianmu..!!” perintah Kak Neta
Sepertinya dia ingin mengajakku berendam bersama.. segera kulepas semua pakaianku sesuai permintaannya..
”Kita bicara disini,,, Peran apa yang sedang kamu mainkan dalam hidupmu..?” ucap Kak Neta
“hahh…?”
“Antagonis,? protagonis,? Figuran..? Atau kamu hanya seorang penonton yang menyaksikan suatu drama sambil duduk manis makan cilok..?” Aku jadi bingung dengan pertanyan Kak Neta.. Tunggu dulu…
“kenapa harus memainkan peran…? Memainkan suatu peran berarti kita tidak bisa memilih jalan hidup kita sendiri… Bukannya hidup ini adalah sebuah pilihan ? Aku lebih memilih menjadi sutradara yang mengatur hidupku sendiri… ”
“jangan mencoba menjadi Tuhan, Tuhan adalah sutradara dari panggung sandiwara yang kita sebut dunia… ” ucap Kak Neta
“hidup bukan lagi bicara tentang pilihan… hidup adalah tentang memainkan sebuah peran.. ” sambung Kak Neta
“protagonis, aku memilih menjadi protagonis…. Bukannya pilihan yang paling baik adalah memilih yang sebaik-baiknya pilihan..?”
Kak Neta tersenyum dengan ucapanku,,
“Deek… kita juga tidak bisa memilih suatu peran, entah itu antagonis atau protagonis,, sebab peran apa yang kita mainkan hari ini belum tentu sama dengan hari esok. dan yang berhak menilai apa peran kita adalah penonton.. orang lain, orang lain yang bisa menilai kita ini orang seperti apa… ucap Kak Neta
“bukannya Tuhan yang sudah menentukan peran kita di dunia ini..? katamu tadi Tuhan adalah sutradara…?”
“Kamu bisa saja menganggap dirimu adalah seorang protagonis, yang mewakili kebaikan,,sedangkan yang lain yang berseberangan dengan pikiranmu dan selalu berbuat buruk adalah seorang antagonis lalu sisanya adalah figuran… jika ada sesuatu yang buruk terjadi pasti penyebabnya adalah seorang protagonis, dan kamu sering mengabaikan figuran karena perannya di hidupmu tidaklah penting.. Kenyatannyaa tidak ada protagonis sejati didunia ini… Setiap manusia di dunia ini adalah protagonis dan antagonis, Tuhan menanamkan dalam diri manusia kebaikan dan keburukan.. dan jika kita menganggap orang lain adalah figuran… kita juga figuran dari peran orang lain…” ucap Kak Neta
” sampai kapan panggung sandiwara ini akan berakhir..?”
” kenapa sayang..? Kamu sudah lelah melakoni dramamu..? ” tanya Kak Neta
” jika ini semua hanya sebuah panggung sandiwara, tidak adakah yang nyata…? Tidak bisakah aku meninggalkan semua permainan peran ini? Aku lelah dengan semua yang tidak nyata…. ”
” Perasaan… satu²nya yang nyata adalah perasaan…. sayang… panggung ini tidak akan pernah usai. Biarkan drama tetap bermain di panggungnya masing², entah itu drama percintaan, tragedi, komedi, misteri,, yang penting ingatlah yang nyata adalah perasaan., perasaanku, perasaanmu, perasaan orang lain adalah suatu kenyataan.. meskipun kita sedang memainkan sebuah peran yang kadang tidak sesuai dengan keinginan kita , perasaan kita tidak akan pernah berkata sebaliknya.. ” ucap Kak Neta
“apa yang sebenarnya ingin kamu katakan…? Apa hubungan itu semua dengan Alexa..? ”
“Menurutmu,, Peran apa yang sedang dimainkan Alexa…?” tanya Kak Neta
Deg Deg
“Ohh.. Dia pintar memainkan peran,, dia memainkan perannya dengan sangat baik,,,”
“lanjutkan…..” ucap Kak Neta
Aku masih belum mengerti apa maksudnya,
“dia berhasil membodohiku selama ini, dia selalu berkata cinta kepadaku, tapi ternyata cintanya kepadaku tidak nyata, dia hanya sedang memainkan peran.. Sungguh akting yang sempurna dan sangat alami, dia benar-benar hebat melakukannya…”
Mengingat itu semua semakin membuat dadaku sesak..
“kamu percaya begitu saja?” tanya Kak Neta
“Dia mengatakannya langsung kepadaku, selama ini dia hanya memanfaatkaanku untuk……”
“Untuk….?” tanya Kak Neta
Apakah aku harus mengatakan kepada Kak Neta kalau selama Alexa memanfaatkanku untuk menghancurkan Rein.. ?
“kamu tidak perlu tau….”
“baiklah, kamu percaya dengan apa yang dikatakannya…? Apakah tidak sedikitpun kamu berpikir bahwa dia terpaksa mengatakan itu padamu…?” tanya Kak Neta
Deg Deg
“apa maksudmu…?”
“Bagaimana kalau sebenarnya cinta Alexa kepadamu itu nyata, satu²nya yang tidak nyata adalah ketika hari itu dia mengatakan tidak mencintaimu? Hari itu dia sedang memainkan peran dan mengkhianati perasaannya sendiri…” ucap Kak Neta
Deg Deg,
aku shock mendengar ucapan kak Neta, Tidak mungkin..
“tidak mungkkin dia seperti itu, kenapa dia harus melakukan itu…? Tidak.. Dia tidak pernah mencintaiku…”
“kamu tau apa alasan sesungguhnya saat mencintai seseorang..?” tanya Kak Neta
“hentikan semua pertanyaan pertanyaan itu…” ucapku pada kak Neta dengan emosi..
“alasan cinta yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mencintaimu bukan karena fisikmu.. karena itu hanya nafsu.,juga bukan karena kebaikanmu, karena cinta akan lenyap saat kamu berbuat jahat kepadanya… Alasan cinta yang sesungguhnya adalah saat alasan dia mencintaimu adalah kamu.. Hanya kamu… tidak ada alasan lain.. dengan alasan seperti itu tidak alasan untuk berhenti mencintaimu selama dia masih bisa melihatmu, satu²nya yang membuat cinta itu sirna adalah ketika dia tidak bisa lagi melihatmu, atau kamu hilang dari muka bumi ini…”
Deg Deg.. kata kata itu?
Deg Deg
“pernah dengar kalimat itu?” tanya Kak Neta
__ADS_1
Deg Deg
Kata² itu yang pernah dikatakan Alexa kepadaku,, kenapa Kak Neta tau kalimat itu..? Apa hubungannya dia dengan Alexa…?