Kisah Cinta

Kisah Cinta
KESALAHAN TERINDAH


__ADS_3

CKLEK.. Kubuka pintu kamar..


Lohh?


Aku kaget melihat Rein tidur diatas tempat tidurku.


Kenapa dia tidur disini ? padahal 2 hari kemarin dia sama sekali tidak mempedulikanku,,, Haruskah kubangunkan dia ?


Melihat wajah Rein, aku jadi teringat semua yang dikatakan Alexa kemarin…. Langsung ku tutup pintu kamarku dan menguncinya. Setelah itu aku rebahan di sebelahnya dan kupandangi lagi wajahnya. Aku mengingat lagi apa yang dikatakan Alexa…


(Alexa : “……….dia berhasil merenggut keperawananku setelah sehari sebelumnya dia merenggut kesucian Amanda..”)


(Alexa : “………………….. aku dan Amanda hanya dijadikan bahan taruhan”)


(Alexa : “………Amanda bilang kalau dia mencintai cowok itu, dan ingin menikah dengan cowok itu…”)


Aku membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Rein ketika dia dihianati cowok yang sangat dicintainya, bahkan dia telah memberikan hal yang paling berharga dari dirinya untuk cowok itu.., aku bisa merasakan betapa menyesalnya dirinya telah memberikan kehormatannya pada orang yang salah. Cowok itu mempermainkan Cinta Rein yang begitu tulus, padahal yang diinginkan Rein hanya mendapatkan kasih sayang yang sempat hilang saat mamanya meninggal,,,, Aku yang pada dasarnya orangnya cengeng dan punya rasa empati yang tinggi langsung meneteskan air mata memikirkan itu semua,,,


Cewek seperti Rein tidak pantas diperlakukan seperti itu,, takkan kubiarkan dia mengalami hal yang sama,, aku akan sekuat tenaga menjaganya, meskipun selama ini dia yang menjagaku,, aku akan selalu…


Tiba tiba Rein membuka mata, dia melihatku yang sedang meneteskan air mata memandanginya.


“kamu kenapa…?” tanya Rein


“Aku menyangimu Rein…..”


“hah? kamu sakit ? tiba-tiba ngomong gitu,,,, pakai nangis segala lagi….” ucap Rein sambil memegang dahiku,,,


Hadeeeh,, aku gak pantes ngomong gitu kepadanya yah? Aku langsung mengusap air mataku,,,


“hehe,, pengen aja ngomong gitu,,, itu tadi air liur bukan air mata,,,”


“hahaha aneh² aja,,,, dari mana semalaman gak pulang? Aku menunggumu disini sampai pagi,, sampai ketiduran” ucap Rein dengan ekspresi cemberut..


Dia menungguku semalaman?


“ehmm. Adit menyuruhku tidur di rumahnya. ,” aku berbohong kepadanya,,,


“uda berani bohong yah? Semalem aku hubungi rumahnya Adit,, kamu tidak ada disana..! ucap Rein


Whattt ?


“eh,, anu,, itu malamnya,,,” aku bingung mau berkata apa padanya, aku ketahuan.


“aku mengkhawatirkanmu tau, kalau terjadi apa² denganmu gimana? Apa yang harus kukatakan ke Bunda,,? Katakan sejujurnya, dari mana kamu semalaman ?” tanya Rein


Aku gak mungkin mengatakan kalau semalam tidur sama Ressa..


“parfum siapa yang menempel ditubuhmu? Ini bukan parfummu..siapa cewek yg Tidur denganmu semalam…?” tanya Rein


Whatt..? Segitunya dia mengetahuinya… Aku semakin tersudut…


“atau jangan² semalam kamu telah melakukannya ? Dengan siapa? Katakan..!” tanya Rein


Waaaaaaaa.. kok tambah runyam gini,,,


“katakan siapa yang sudah…….” ucap Rein memojokanku


CUP,


Nekat kucium bibirnya saat dia masih berbicara.


Aku masih tidak tau bagaimana cara berciuman, aku hanya menempelkan bibirku di bibirnya. Dia begitu kaget dengan seranganku yang tiba²…


Beberapa detik kemudian aku melepaskan bibirnya. .masih Tidak ada rsepon darinya, Dia hanya diam saja.. dia melihatku tajam,,,


Akankah dia marah padaku? Bisa kenak gampar lagi nih….


“Maaf….”


CUP,


dia tidak marah…. dia malah menyium Bibirku. Kali ini matanya terpejam.… tiba² matanya terbuka lalu dia lepaskan ciumannya.


“tutup matamu jika sedang berciuman…” ucap Rein


Eh? Kenapa?


Belum sempat aku memikirkannya dia menciumku lagi.. bibirnya kembali menyentuh bibirku dengan mata terpejam.. aku mencoba melakukan yg dikatakannya untuk memejamkan mataku.


Benar benar sensasi yang berbeda daripada aku membuka mata. Dengan menutup mataku, aku bisa lebih fokus merasakan indra perasaku yang semakin kuat,, aku bisa merasakan gerakan bibirnya yang menyedot dan menggigit bibirku.. Tiba² kurasakan kepala bagian belakangku dipegang dan ditekan olehnya…. Jantungku berdebar menikmati permainan bibir Rein.

__ADS_1


Kemudian dia memalingkan wajahnya,, dia yg dari tadi tidur miring menghadapku kini melihat ke langit² kamarku.


“kamu beda sekarang… jangan buat aku menyesal sudah membantumu berubah..” air mata Rein menetes di pipinya…


Bodoh.. Bodoh.. Bodoh.. Aku sangat bodoh… aku tadi bilang menyayanginya, tapi kenapa aku sekarang malah membuatnya menangis.


“maafkan aku…” kupegang tangannya…


“aku janji akan mengatakannya, tapi tidak sekarang… Satu hal yang pasti, suerrr aku belum melakukannya jika kamu ingin tau..”


Masih tidak ada tanggapan darinya..


“aku ingin melakukannya denganmu…” ucapanku barusan sukses membuatnya melihatku lagi.. dia menatapku dengan tajam.


“kita sudah bahas ini sebelumnya,, jangan melakukannya denganku.. Lakukan dengan… .!” ucap Rein


“Dengan yang masih virgin?..” kupotong kalimatnya…


“kenapa aku tidak boleh memilihmu?”


“kenapa kamu ingin melakukannya denganku..? Kenapa?” ucap Rein dengan sedikit nada yg meninggi…


“karena aku tidak ingin menyesal dikemudian hari melakukan pertama kalinya dengan orang yang salah….”


Dia sepertinya terkejut dengan ucapanku..


”aku tau kalo permintaanku ini merupakan suatu kesalahan, tidak seharusnya aku meminta kakaku sendiri melakukannya denganku, tapi aku tidak akan pernah menyesal jika pertama kali kulakukannya denganmu..seseorang mengatakan padaku untuk melakukan pertama kalinya dengan orang yang kusayang, dan kamu satu²nya cewek yang kusayangi,, ”


Cukup lama dia diam seperti memikirkan segala yang aku ucapkan tadi.. aku berharap dia bisa memahaminya. Jujur kali ini aku ingin melakukan dengannya bukan karena 100% nafsu, bukan karena dia cantik dan sexy, tapi karena memang aku ingin dia menjadi yang pertama dan aku sangat sayang padanya. Tapi semisal dia tetap gak mau, Aku akan terima dengan lapang dada.


“kamu yakin dengan yang kamu ucapkan? ” jelas Rein


“aku tidak pernah seyakin ini…”


“sumpah aku kaget kamu bilang gitu,, tapi… aku terima alasanmu, aku akan melakukannya denganmu..!” Rein tersenyumm,,,


Seriusss ini bukan mimpi kan ?? Yeahhhhhhhhhhhh… aku juga tersenyum memandanginya…


“lakukan sekarang….!” perintah Rein


Loh?


“iya lakukan sekarang..!” ucap Rein memastikan


Aku memang pengen melakukan dengannya tapi maksudku juga tidak sekarang ini.. Dipagi ini. Aku belum siap kalau harus melakukannya sekarang,, Aku juga butuh menyiapakan segala sesuatunya termasuk mental atau baca2 referensi dll.


“aku belum siap kalau sekarang.. hehe..”


“sekarang atau tidak sama sekali..!” ancam Rein padaku..


Ohhnooo.. seriusan sekarang nih? Aku jadi gugup…


“apa yg harus aku lakukan..?” aku harap dia membimbingku..


.


.


Setelah beberapa lama diam dia mengatakan sesuatu…


“bunda akan punya cucu…!” ucap Rein


“ma.. Maksudnya…?”


“kamu sudah menghamiliku Dek….” jawab Rein


Astaga apa yang aku lakukan? aku lupa tentang proses terjadinya sesuatu kehamilan itu ****** yang keluar di dalam ****** wanita akan membuahi sel telur. Waduh gimana ini? Apa kata bunda nanti…? Apa kata teman²ku? Masa’ iya aku harus nikah muda,? Masa’ aku nikah dengan kakakku sendiri…? Apa kata orang² nanti..?


Waaaaaaaaaa Duarrrrrrrr… kepalaku seperti meletus membayangkan itu semua.


Aku sangat panik sambil memegangi kepalaku…


Sedangkan Rein? Dia masih santai rebahan di tempat tidur.


“kenapa Dek..? Jadi panik gitu sih..? Xixixi..” tanya Rein


“kamu akan hamil Rein…”


“salah sendiri dikeluarin didalem.. padahal aku sudah bilang jangan di dalem…jangan di dalem” ucap Rein


“apa’an? Kamu dari tadi mendesah gitu kok… gak jelas bilang apa..”

__ADS_1


“tapi trus gimana?? ..”


“mau gimana lagi? Uda terlanjur… lagipula aku juga pengen punya dedek bayi kecil.. yeeeee.. Xixi” ledek Rein


Buset… santai banget dia ngomongnya… Membuatku semakin tertunduk lemas. Ohh masa depanku.. maafkan aku..


“uda santai aja kali Dek.. belum tentu juga jadi bayi… doakan aja tidak sampai hamil.. aku sedang tidak dalam masa subur kok..” ucap Rein


“ehhh..? Jadi gak bisa hamil…?”


“ya masih tetep bisa.. Meskipun kemungkinannya kecil..” jelas Rein


Tetep aja masih khawatir…


GRUkk Grukkk.. grukkk.. aduh perutku bunyi.. laper banget rasanya. Semalaman aku tidak makan juga.


“laper Yah..?,,,akan aku masakin sesuatu untukmu…!” ucap Rein


“emang bisa masak..?”


“bisa dong.. Tunggu yah…!” ucap Rein


Setelah itu Rein memakai kembali Korset dan Pantienya… dan keluar dari kamarku.. kulihat jam menunjukkan masih pukul 8 Pagi… dari tadi masih jam 8? Rasanya lama banget…


Aku rebahan lagi di tempat tidur,, kutarik selimut menutupi tubuhku.. aku masih lemas, bahkan masih tidak kuat untuk sekedar memakai celana…


Eh aku sudah tidak perjaka yah? Rasanya luar biasa tadi bisa melakukannya,,, aku tersenyum sendiri memikirkan itu.. Hari ini, atau tepatnya pagi ini akan kuingat semur hidupku… hari ini pertama kali aku melakukannya dengan Rein..kakak tiriku, aku senang melakukan pertama kali dengannya. jadi jika di masa depan aku bilang kakakku merenggut perjakaku itu bohong… nyatanya aku yang memaksanya merenggut perjakaku.. Memang ini sungguh tidak wajar, dan benar benar suatu kesalahan melakukannya dengan kakakku sendiri meskipun dia kakak tiriku,. Jadi jangan ditiru yah.. Biarlah ini kutanggung sendiri.. karena bagiku ini merupakan kesalahan terindah yang pernah kulakukan seumur hidupku.


Hoammmmm.. kok rasanya sangat ngantuk banget yahh? Kupejamkan mataku sejenak tapi malah ketiduran.


BEBERAPA HARI KEMUDIAN


Di sabtu sore ini aku sedang duduk² di sofa lantai 2… Sudah 3 hari berlalu sejak aku melepas perjakaku.. selama itu juga aku belum pernah melakukannya lagi. sebenarnya pengen sih,, apalagi aku yg baru sekali melakukannya punya keinginan begitu besar untuk mengulanginya lagi,, benar kata Rein, sekali melakukannya aku akan ketagihan, aku ingin melakukannya dengan Rein lagi.. Tapi, seperti yg dikatakan Rein,, kemarin itu pertama dan terakhir aku melakukan dengannya,, aku jadi ragu mengajaknya lagi… Huft.


Tidak ada kejadian yang perlu diceritakan Selama 3 hari di sekolah,, hanya aku sekarang lebih akrab dengan Ressa,, ternyata dia anaknya manja banget… dia juga terus²an menagih janjiku untuk melakukan dengannya, tapi selalu kutolak,, aku masih gak berani melakukan dengan cewek lain, lagipula aku juga masih ragu melakukan lewat lobang belakangnya, apalagi jika mengingat malam itu,, dia sangat begitu kesakitan.. aku aja gak tega ngeliatnya, Apalagi melakukannya. Tapi tetap aja dia bersikeras ingin melakukannya denganku… Katanya dia tidak ingin meninggalkan dunia ini dengan meninggalkan hutang padaku.. Bahkan dia menyuruh Adit membujukku agar mau melakukannya,,,


Lalu beberapa kali aku berpapasan dengan Alexa,, tidak ada perbincangan yang panjang diantara kami seperti di cafe kapan hari,, dia hanya menyapaku sambil melihat keadaan sekeliling.. mungkin dia takut dilihat Rein lagi ngobrol denganku.


Keesokan harinya aku terbangun karena merasakan kedinginan.. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.. kota ini benar2 dingin… Rein masih tertidur disebelahku.. Dia pasti sangat kecapek’an… kupandangi wajahnya, aku mengingat kejadian semalam sampai jam 4 subuh tadi… tak terhitung berapa kali kami melakukannya… kemudian tiba² tubuhnya bergerak dia memelukku..… sepertinya dia juga kedinginan.. Gimana gak kedinginan.. kami berdua tidur telanjang tanpa tertutup selimut…


tok tok tok


Kudengar pintu kamarku diketuk…


” Mas Rega… ada telepon dari Mas Adit.. ” ucap Mbk Tina


Adit? Ngapain tuh bocah minggu² telepon..


”bilang aja masih tidur mbak… ”


”katanya penting Mas… ” ucap Mbk Tina


”uda sana angkat dulu… ” perintah Rein


” hufttt… ”


Kupakai pakaianku seadanya.. dan keluar dari kamar.


.


Aku : halo


Adit : halo bro.. lagi dirumah bro?


Aku : lah kamu kan telepon di rumahku?


Adit : oiya.. Hahaha


Aku : ada apaan?


Adit : bro gawat.. cepetan kesini bro..


Aku : gawat kenapa? Ngapain kerumahmu?


Adit : uda cepetan, ada yang pengen ketemu Sama kamu..


Aku ; siapa?


Tuttttttttttttttttttt


Sialan ditutup…

__ADS_1


__ADS_2