
“Wwwuaaaaaaa….”
“Metaaaaaaaa,,,” teriakku…
“Gaaaa…? Kamu kenapa?….” tanya Resty disebelahku….
“Hahhh..? Resty…?”
“Kamu mimpi buruk,,,?” tanya Resty
Ternyata cuman mimpi ya?,,,, untunglah…. Sial,, kenapa aku bisa mimpi seperti itu.
“Iya,, mimpi enak,, eh,, maksudku mimpi buruk,,,,”
“Mimpi gimana,,,? Kokk kamu teriak menyebut Meta…?” tanya Resty
“Serem Ress,, mending aku gak cerita,, hehe,, jam berapa sekarang,,?”
“hmm, masih jam 6 pagi,,,, tidurlah lagi kalau kamu masih mengantuk,,, ntar siangan aja kamu ke Rumah Sakit” ucap Resty
“hari ini kamu mau kekantor,,,?”
“iya,, aku harus tetap ke kantor biar orang itu tidak curiga,,,” ucap Resty
“yauda aku antar..”
“Gpp kok Ga aku bisa naik Taxi,, kasihan kamu pasti capek karena semalam ,,hihi..” ucap Resty
“udah gpp kok Ress…”
“hmmm, yaudah deh,, sana mandi dulu,,, biar aku masakkan sarapan buat kamu dan Ressa…” ucap Resty
“Lah kmu gak makan..?”
“ehmm,, aku maunya sepiring berdua sama kamu,,, hihihi..” balas Resty
.
.
“nih aku buatin kopi biar gak ngantuk,,,,,” ucap Resty
Hmmm…? Kok sama kayak mimpiku semalam… cuman kali ini Resty bersiap untuk mandi,,
“aku mandi dulu ya…” balas Resty
“Ciee, …uda kayak pengantin baru aja… hahah..” ucap Ressa,,
Kami sedang berada di ruang tamu kecil di rumah ini,,, Ressa duduk di hadapanku,, setelah Resty masuk ke dalam,, Ressa berpindah duduk disebelahku,, dia geleng geleng melihatku..
“kenapa,,,?”
“Semalam aku gak bisa tidur gara² kalian,,, Resty kamu apain aja sampai berisik seperti itu?” tanya Ressa
“Bukan untuk anak kecil…”
“Hehhh,, kita ini seumuran,,, Mau dong Ga dibikin berisik kayak Resty,,, hihihi..” ledek Ressa
“Gakk,, bilangin Resty nih…”
“bilangin aja gpp,, aku juga akan bilang kepadanya kalau dulu kamu sering bercinta denganku,,,”
Eh,,?
“KAAAAKkkkkkkkk,,,,,,,” Teriak Ressa,,,, dan langsung kubungkam mulutnya dengan tanganku,,,
Hadeehh,, Ressa pagi² rese banget..
.
.
“ini mobil rental Ga..?” tanya Resty kepadaku sebelum dia masuk mobilku…
“ini mobilku Ress,, hehehe,,”
“hahhh? Kamu punya mobil sebagus ini…?” tanya Resty heran padaku,,
“Belum tau ya Kakk,, Rega ini orang kaya tau’…..” Ressa menimpali di belakang kami,,,
Wajar saja Resty terheran heran, selama ini aku dikenalnya sebagai cowok yang biasa aja ekonominya,, dan memang aku tidak pernah menceritakan tentang keluargaku kepadanya..
“hahaha,, bukan aku,, tapi Papa tiriku yang kaya,, nanti aku ceritakan sambil jalan..”
“Kak Amanda ajakin kesini Ga,,, aku kangen dengan kak Amanda,,,,” ucap Ressa
“iya next time,, dia sedang sibuk sekarang,, aku juga sudah memberitaunya tentang kamu,,, dia sangat senang sekali mendengarnya…”
.
.
Setelah pagi itu mengantar Resty ke kantor, aku langsung menuju ke Rumah Sakit untuk menemani Meta… tiap hari aku menemaninya disana meskipun tidak sampai menginap, karena tiap malam aku kembali ke rumah kecil tempat Ressa disembunyikan, tentunya dengan Resty,, aku juga mengunjungi tempat kost lamaku dan sesekali tidur siang disana..…. 3 Hari kemudian Meta diperbolehkan keluar dari rumah sakit, meskipun belum fit sepenuhnya. Kondisi kesehatannya masih harus terus dipantau, itu sebabnya dia sekarang tinggal di Rumah orang tuanya agar ada yang mengawasi.. selama 4 hari kemudian aku selalu menemani Meta di rumahnya waktu siang sampai malam hari,, dia bilang sudah tidak sabar pengen jalan². Shopping , ke café dll… dia bosen dirumah. Tapi mamanya Meta melarang Meta keluar rumah sebelum dia benar² fit.
Tidak seperti ucapan Resty pada malam pertama kami bertemu lagi yang dia bilang terakhir kalinya kami bercinta,,, kenyataannya Selama 7 hari itu tiap malam sampai menjelang pagi aku dan Resty beradu kelamin kami di rumah kecil itu,, perlahan Resty sudah tidak murung lagi,, dia sudah kelihatan lebih ceria dia bilang kalau dia bahagia ada aku yang menemaninya tiap malam. Untungnya suami Resty sedang berada di luar pulau… jadi Resty bisa bebas kemana mana walaupun harus selalu memberikan kabar ke orang itu agar tidak curiga..
Sebaliknya, selama 7 hari itu aku tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berduaan dengan Meta kekasihku karena dia masih tidak diperbolehkan keluar rumah oleh orang tuanya. Kami juga tidak bisa bebas bermesraan di rumahnya, orang tuanya selalu mengawasi dan Kak neta juga sering datang bersama dengan suaminya. Meskipun Meta bilang gpp,, tapi aku masih sungkan… Akhirnya aku dan Meta hanya bisa menahan rasa rindu untuk bermesraan,, kami hanya bisa memadu kasih kami lewat saling memandang dan saling menggenggam tangan meskipun kami hanya sedang duduk berdua menonton TV di rumahnya. hanya itu yang bisa kami lakukan di rumahnya selama beberapa hari,,,
Tapi tidak hari ini, hari ini adalah hari minggu,, dan Meta sekarang duduk berdua denganku didalam mobil..
setelah memohon dan memelas kepada papanya,, akhirnya Meta diperbolehkan keluar rumah asal tidak pulang terlalu malam.
__ADS_1
“mau kemana kita …?” tanyaku padanya
“terserah bawa aku kemana aja,,, yang penting aku bisa berduaan sama kamu…” ucap Meta
“Ini kan masih siang,, mau makan…?”
“Bee,, aku tadi bilang berduaan,, bukan makan….” ucap Meta
“Lalu mau kemana…?”
“Terserah kemana aja yang penting berdua….” balas Meta
“iya tapi kemana…?” lama lama aku jadi gemes sama dia,,
“huhhh Gak peka banget sih kamu jadi cowok,, bawa aku ke tempat dimana kita bisa berduaan, bermesraan, pelukan, ciuman kalau perlu bisa bercinta…. Gitu aja pake dijelasin sih…” ucap Meta
Hadeeehhh,,,,
“ini masih siang Bee,, memangnya harus ya…?”
“sejak kapan kamu menjadwal waktu untuk bercinta,,,? kamu gak mau…? Atau kamu lebih suka melakukannya dengan Resty dibandingkan denganku? Iya..?” tanya Meta kesal kepadaku.. mukanya Meta langsung berubah jadi jutek banget…
“bukannya gitu Bee,, baiklah,, bagaimana kalau ke apartemenmu..?”
“gak bisa,, ada nenek sihir disana….” ucap Meta datar masih dengan wajah yang jutek… dia marah…
Hmm..? jadi kak Neta tinggal di apartemennya Meta? Persis seperti mimpiku kapan hari,,,
“kalau gitu ke kost ku aja.. gimana…?”
“terserah…” ucap Meta singkat dan datar,,, kulirik Meta,, dia masih kelihatan sebel,,dia langsung kelihatan bad mood saat menyebut nama Resty,,.
.
.
Mobilku sudah sampai di depan rumah kost, dan aku sedang memakirkan mobilku agak jauh beberapa rumah dari rumah kost,,, karena di rumah kost ini tidak disediakan parkir untuk mobil.,,
“Bee,, kebelet nih,, aku masuk duluan ya,,,!!” ucap Meta
“Hmm oke,, masih ingat kan kamarnya yang mana,,?” tanyaku padanya sambil memberikan kunci kamar kostku…
“Iya inget,,” ucap Meta lalu dia keluar dari mobilku,,
.
.
Setelah memakirkan mobil dan memastikan tidak menghalangi jalan,, aku masuk ke dalam kost dan menuju kamarku,,, ketika kubuka pintu kamar,, ternyata ada Meta tepat dibalik pintu,, dia kelihatan sangat emosi,,, dan.,..
PPPLLAAAAAAKKKKKKKKKK… Wajahku ditampar sangat keras oleh dia… busett,, panas banget…
“Siapa wanita cantik tidak memakai baju itu..? kamu sengaja mengajakku kesini agar aku melihat wanita itu..? MAUMU APA SIH BEE..?” ucap Meta masih penuh dengan emosi,,,
Wanita,,? Aku langsung menoleh ke arah tangan Meta menunjukk ke arah jendela,, disana ada seorang wanita yang sedang berdiri bugill… Oh Shitt,,,
“Bee,, dia itu kakakku…”
“hehhh? Kakak…?” ucap Meta
“Rein,, bagaiamana kamu bisa disini…?” tanyaku pada Rein dan dia tersenyum mendatangi kami dengan kedua tangannya menutupi bagian² sensitifnya
Rein sekarang sudah berdiri tepat dihadapan Meta,,, kini mereka saling berhadapan dan saling memandang beberapa saat… dua orang yang aku sayangi dan aku cintai bertemu untuk pertama kalinya,, tinggi mereka berdua hampir sama,, cuman,, ya Rein paling juara soal bentuk tubuh,,,, hehe
“hai,, maaf ya.. aku tadi sedang mau mandi saat kamu tiba² masuk… kenalin.. namaku Amanda Rein,, aku kakaknya Rega…” ucap Rein sambil menjulurkan tangan kanannya yang tadi dia pakai untuk menutupi *********** ke arah Meta,, Meta menyambut tangannya Rein,,, Rein sangat percaya diri… sedangkan Meta yang malah kelihatan gugup…
“Meta,,,,” ucap Meta kaku sambil melihati kedua payudara Rein yang terbebas tanpa ada ada yang menutupi,,,
“ohh jadi ini yang namanya Meta… Rega cerita banyak tantang kamu,,, kamu bisa panggil aku Amanda, atau Rein seperti Rega memanggilku,,,.. Rega memanggilku kakak hanya saat dia sedang pengen….” ucap Rein
“Rein…” aku memotong kalimatnya
“Pengen dibeliinn sesuatu.,… aku mandi dulu ya..“ ucap Rein pada Meta,,lalu berjalan menuju kamar mandi..
Meta berbarbalik badan mengahadapku sambil memegangi dadanya…,, mukanya terlihat sangat shockk dan pucat…
“Bee,, kamu gpp…?”
Meta memegang tanganku dan mengarahkan ke dadanya,,,,
“kamu bisa merasakannya kan,,? Jantungku berdebar debar Bee….” ucap Meta
Deg Deg Deg Deg Deg Deg
“ya aku merasakannya….” Memang bisa kurasakan jantungnya Meta berdegup kencang,, kenapa dia bisa seperti ini setelah bertemu dengan Reinn
“Gilaaaa, aku sampai deg degan berhadapan dengan kakakmu,,,,,, kakakmu cantik banget Bee…dan tubuhnya ituloh,, bisa kayak gitu ya,,?” ucap Meta sambil memegangi *********** lalu meremas *********** sendiri,,,,,,
“Sumpah jauh banget dengan punyaku…” ucap Meta lagi dengan ekspresi pasrah..
“sudah kalah besar jauh sama punyanya Resty dan kakakku,, sekarang kalah lagi dengan punya kakakmu….” Meta semakin sedih, membanding bandingkan *********** dengan punya Resty, Kak Neta dan Rein,,
“hahaha,, iya kalah jauh,,,,”
Mendengar ucapanku,,,Meta menatapku tajammm,,,
“ehh..?,, Meskipun kalah jauh sama mereka,, tapi aku tetap menyukai punyamu Bee.. ” meskipun punya Meta kecil bahkan hampir tidak ada,, tapi aku mencintai dia apa adanya,, cieee,,,
“Aku gak terima,, aku harus operasi….” ucap Meta
Hadeeeehhh…
__ADS_1
“, tanpa ragu dia bugil didepanmu,, apa memang dia biasa seperti itu dirumah? Kamu sering ngeliatin punya kakakmu sendiri yah? Ngaku…..” ucap Meta
Jangankan cuman ngelihatin,,, sudah habis tuh *********** Rein sama aku,, hahaha,, tapi gak mungkin aku ceritakan ke Meta,,
“Ehh,, engggaakk,, tadi aja aku gak lihat….”
“Hmmmm….” balas Meta
“Beee,, “ ucapku sambil memegangi pipiku yang masih panas,,,,,
“eh..? masih sakit ya..? maaf Be,,, maaf banget aku gak tau kalau dia kakakmu…hehe” ucap Meta sambil mengelus elus pipiku,,, lalu dia cium dengan bibirnya…
.
.
Dengan adanya Rein di kost,, niatku dan Meta untuk berduaan kembali gagal,,,, kami bertiga ngobrol basa basi didalam kamar,, Meta terlihat canggung ngobrol dengan Rein, beberapa kali dia salah tingkah sendiri…
Beberapa jam kemudian aku dan Meta memutuskan untuk keluar mencari makan, hari sudah semakin sore… Rein tidak ikut dengan kami meskipun tadi aku mengajaknya, katanya dia tidak ingin mengganggu.. dan sekarang Aku dan Meta berada di dalam mobil lagi menuju restoran….
“..ohh,, jadi dia kakak tirimu…..” ucap Meta saat daritadi aku bercerita tentang Rein..
“meskipun kakak tiri,,,, bagiku,, Rein adalah kakak terindah, kasih sayangnya kepadaku begitu besar,, ”
“enak yah punya kakak seperti itu,,,, gak kayak nenek sihir itu..” ucap Meta
“Hmm,, kak Neta juga sayang kepadamu Bee,, mungkin terkadang kamu melihatnya dia tidak peduli,,, padahal sebaliknya dia sangat perhatian denganmu, memang dia tidak pernah mengungkapkan langsung kasih sayangnya kepadamu, tapi dia menunjukkannya dengan sikapnya … apa kamu tidak tau,, saat kamu sedang koma,, dia selalu khawatir denganmu,, memelukmu, menciummu sepanjang malam,, sambil meneteskan air matanya…”
“iya aku tau semua itu,,, tetep aja dia itu seperti nenek sihir,,,,” ucap Meta
Hadeeehh,, meta tau kasih sayang kakaknya kepadanya,, cuman dia tidak mau mengakuinya,,,
“Resty gimana Bee..?” tanya Meta
“uhmm,, Resty baik kok,, aku kan selalu menemaninya tiap malam di rumah adiknya… ”
“Ohhh….” balas Meta
“Dia sekarang sudah kelihatan ceria lagi Bee… sudah bisa tersenyum lagi dan centil lagi seperti dulu,,dia baik baik saja sekarang,,, ”
“yaiyalah,,, kamu kan menemaninya setiap malam,,dia pasti senang…. Kamu juga pasti senang ada yang menemani tidurmu setiap malam… iya kan.? Apalagi Resty yang centil dengan tubuhnya yang menggemaskan.. kamu pasti suka” ucap Meta sedikit kutangkap nada sinis dari nada bicaranya,,,
Ehh..? Meta langsung tau kalau aku tidur dengan Resty setiap malam tanpa memberi tahu dia… apakah inikah yang dimaksud dengan naluri seorang calon pengacara yang selalu berpikiran logis..? atau ini hanya naluri seorang kekasih yang sedang cemburu.
“aku tanya sama kamu,, tolong jawab dengan jujur….” ucap Meta
“hmm..?”
“Sebelum kamu berpacaran denganku,,, kamu kan dekat dekat dengan Resty,,, dia atasanmu,, setiap hari bertemu.. kemana mana selalu berdua,, ke Singapore juga cuman berdua… kamu pernah mencintainya…?”
Hmm,, kenapa Meta bertanya tentang perasaanku kepada Resty,,,
“Kenapa tiba² bertanya seperti itu,,,?”
“Ahh.. aku sudah tau jawabannya,,, kamu pasti juga baper saat bersama dengan dia….” ucap Meta
“iya deh iya,,, jujur dulu aku mencintainya….”
“sampai sekarang…?” tanya Meta dengan cepat…
“Bee,,, sekarang aku mencintaimu…”
“Mencintai Resty juga kan… ?” tanya Meta
Daritadi Meta menilai sendiri bagaimana perasaanku kepada Resty,, apa aku terlihat memang masih mencintai Resty..? jelas-jelas aku sangat mencintai Meta… atau aku yang tidak sadar dengan perasaanku terhadap Resty..?
“sekarang aku tau,, kamu mau berpacaran denganku karena kamu tidak bisa bersama sama dengan Resty,, padahal kalian saling mencintai,,, iya kan..? … ini hatiku, bukan tempat persinggahan…”ucap Meta
kulirik lagi Meta, dia kelihatan sebel,,,
Dulu Aku mau berpcaran dengan Meta kan karena dia memaksaku,,,,
“Kamu kan yang memaksaku untuk jadi kekasihmu…?”
“JADI KAMU TERPAKSA BERPACARAN DENGANKU…?” Teriak Meta..
Sial salah ngomong,,,, semua yang kukatakan akhirnya hanya akan membuatku semakin kelihatan salah,,, kenapa Meta jadi marah² gini sih…
“setelah kamu bisa membantu Resty lepas dari orang tua itu,,, sebaiknya kamu menikah dengan dia….” Ucap Meta datar..
“kenapa kamu tiba² begini sih…? Kamu marah akhir² ini aku dekat dengan Resty…?”
“tidak…” ucap Meta singkat..
“bukankah kamu yang menyuruhku menemani dan menghiburnya…? Aku melakukan seperti yang kamu minta Bee…”
Meta menatapku dengan tatapan matanya yang tajamm,,
“kamu memang gak pernah mengerti perasaan wanita…. Aku mau pulang..!” ucap Meta datar
“kita kan mau makan Bee…”
“antarkan aku pulang,, atau turunkan aku disini… biar aku pulang sendiri…” balas Meta
Dengan terpaksa kuantarkan Meta pulang sesuai permintaannya,, aku tidak mengerti kenapa tiba² dia seperti ini,, benarkah dia marah karena aku dekat dengan Resty lagi? Padahal aku hanya menuruti permintaanya…
“aku masuk ya Bee…?” kutanya padanya sebelum dia keluar dari mobilku,, kami sudah sampai didepan rumahnya..
“,, aku mau tidur,, pulanglah sana ke Resty…” bentak Meta
BBBRAAAKKKK, Pintu mobil ditutup sedikit keras olehnya…., Fix,, dia beneran marah karena aku dekat dengan Resty lagi.
__ADS_1