Kisah Cinta

Kisah Cinta
Ep. 6


__ADS_3

Hyun ji membuka pintu .


Krieetttt………"Loh anda ?"


Pria berjubah hitam itu memberikan sepucuk surat pada hyun ji menghilang tiba-tiba .


"ehh tunggu !! sial , dimana dia ?? cepat sekali menghilangnya" . gerutu hyun ji kesal .


"Hyun ji ada apa ? kau kelihatan kesal" . tanya sungjae penasaran .


"Anak itu memberikan sepucuk surat ini lalu menghilang tiba-tiba" .


sungae melirik ji ray sekilas "Jai apakah itu untukmu?" . ji ray hanya mengangguk .


Huuuuuufffffffffffff…


Hyun ji menghela nafas lega .


beberapa saat kemudian .


kring…kring…… handphone ji ray berbunyi .


"Iya?"


"Ji ray , ini aku minho"


"Siapa ?"


"ehh ?? ji ray jangan bilang kau tak mengenaliku" . Ucap minho panik


"Iya"


Dia benar-benar ratu es


guman minho dalam hati


"Aku pacarnya nam gi sekalian ketua kerja sama untuk kegiatan perlombaan festival nanti" .


"Jadi begitu ! jadi apa yang ingin kamu sampaikan" .


"hari ini apakah kau ada waktu ? aku ingin mengajakmu minum teh di luar sambil berbincang bincang" .


"katakan saja ! aku tak punya waktu untuk minum teh denganmu" .


"ini bukan hanya minum teh ji ray , tapi ada hal penting yang harus kita diakusikan" .


"Maka ayo bicara lewat telepon , mengapa harus bertemu?"

__ADS_1


Wanita ini benar-benar menguji amarahku , belum pernah ada seorang wanitapun yang berani menolakku , baru kali ini ! kali ini ternyata aku sedang berhadapan dengan Ratu es yang bahkan tidak pernah mendengarkan orang lain


guman minho .


"Pokoknya ayo kita bertemu , aku akan ke rumahmu sekarang" .


Ji ray melirik hyun ji dan sungjae sekilas dan berkata "Tidak perlu , katakan dimana kau ingin bertemu aku akan pergi kesana" .


"Baiklah" minho tersenyum dan mematikan telponnya.


*Toko Roti Zuzuka*


ji ray tiba di tempat perjanjian .


"Haii!!" minho melihat ji ray dan melambaikan tangannya . ji ray berlajan menuju tempat dimana minho sedang duduk .


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu ? seperti maaf karna datang sedikit terlambat atau…"


"langsung saja ke inti pembahasannya" . sela ji ray memotong penbicaraan minho .


benar-benar gadis yang angkuh , aku sangat tidak menyukai sifatnya.


"Baiklah , pertama mari kita pesan minum terlebih dahulu" .


"Tidak perlu" .


"ehem…ehem…baiklah , jadi aku akan memulainya , ini adalah struktur yang sudah aku buat , jadi skolahmu dan skolahku akan berdampingan , aku ingin meminta pendapatmu , aku memasukan beberapa acara didalamnya , bagaimana menurutmu ??"


"aku mengajakmu untuk berdiskusi bersama , tapi kau begitu cuek dan tidak terlihat peduli dengan kegiatan ini". ucap minho sedikit kesal .


"Bukankah aku sudah bilang untuk mencari ketua osis saja ? aku sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan ini" .


Braaakkkkkkkkk………… minho memukul meja dengan keras membuat para pelanggan di Toko roti itu cukup terkejut .


Ji ray menatapnya dengan ekspresi tak mengerti .


"Kau pikir kau siapa ha ?? kau selalu acuh tak acuh menganggap semua hal ini tidak berarti untukmu , padahal kepala sekolahmu berkata bahwa ketua osis sedang sakit dan memintamu untuk menggantikannya , walau begitu apa kau masih tak punya hati ? apa kau manusia ?? hanya karena kau anak yang berharga di sekolahmu jadi kau bisa berbuat seenaknya ? kalau bukan karena aku sangat membutuhkan kegiatan ini aku juga tidak sudi bertemu denganmu ataupun berbicara denganmu , heh di bandingkan kamu nam gi lebih baik dari segala hal" . ucap minho dengan nada kasar dan ekspresi kesal yang menyelimutinya dia tak mampu menahan amarahnya .


Sekilas Ji ray menatap minho lalu tertinduk tanpa mengatakan apa-apa .


Sial


guman minho kesal , ia bergegas mengambil tas dan dokumennya itu dan bergegas pergi .


Ji ray masih duduk dan menunduk diam .


Minho beranjak ke mobilnya dia membuka pintu mobilnya dan melemparkan tasnya kedalam , sekilas ia melihat kembali kedalam toko dan melihat ji ray masih duduk disana .

__ADS_1


"apakah aku sudah keterlaluan ?? ahh tau ah yang keterlaluankan dia".


minho beranjak pergi .


tanpa terasa air mata ji ray tiba-tiba membasahi pipinya dengan cepat ia menyapu air matanya dan bergegas meninggalkan tempat itu .


Malampun tiba , langit-langit malam terlihat begitu indah ji ray duduk di taman seorang diri sambil menatap bintang-bintang di langit .


Jika menghilang dan menjadi bintang , akankah itu lebih baik ?


ji ray berguman .




Rumah ji ray .


" Bu , ibu taukan kalau aku sangat menyukai minho" . tanya nam gi pada ibunya .


"Iya nak , lalu??"


"Bu , aku ingin segera bertunangan dengannya" .


"Benarkah ? tunggulah sampai papamu kembali dari jerman , ayo kita lakukan pertunanganannya"


Nam gi tersenyum senang . "baik ma , aku tidak sabar menunggu hari itu" .


Ji ray turun dari lantai atas .


"nam gi , Apakah kau tidak melihat sepatu olahragaku?"


"Takkk………" sebuah Majalah yang sejak tadi di pegang oleh ibunya di layangkan padanya.


"Ahhh" ji ray menjerit pelan.


"Dasar anak tak berguna ? skarang kau sedang menuduh nam gi mencurii sepatumu ?" bentak ibunya .


"Bu…bukan bu , Aku hanya bertanya dan…"


"anak ini beraninya kau menjawabku" . teriak ibunya memotong pembicaraan ji ray .


"Sudah bu , ngapain sih ladenin anak bodoh itu" sambung seulgi menyinyir


"Ahh benar-benar membuatku kehabisab tenaga" ucap ibunya mengomel .


ibunya berjalan lebih dulu ke kamarnya .

__ADS_1


"Mengapa dengan sepatu olahragamu ?? aahh kau ingin ikut festival itu dengan serius ? jai jai , sebaiknya kau jangan bermimpi untuk menempel pada pacarku!!" . ucap nam gi sambil tersenyum licik


"Next"


__ADS_2