
Hyun ji membuka pintu .
Krieetttt………"Loh anda ?"
Pria berjubah hitam itu memberikan sepucuk surat pada hyun ji menghilang tiba-tiba .
"ehh tunggu !! sial , dimana dia ?? cepat sekali menghilangnya" . gerutu hyun ji kesal .
"Hyun ji ada apa ? kau kelihatan kesal" . tanya sungjae penasaran .
"Anak itu memberikan sepucuk surat ini lalu menghilang tiba-tiba" .
sungae melirik ji ray sekilas "Jai apakah itu untukmu?" . ji ray hanya mengangguk .
Huuuuuufffffffffffff…
Hyun ji menghela nafas lega .
beberapa saat kemudian .
kring…kring…… handphone ji ray berbunyi .
"Iya?"
"Ji ray , ini aku minho"
"Siapa ?"
"ehh ?? ji ray jangan bilang kau tak mengenaliku" . Ucap minho panik
"Iya"
Dia benar-benar ratu es
guman minho dalam hati
"Aku pacarnya nam gi sekalian ketua kerja sama untuk kegiatan perlombaan festival nanti" .
"Jadi begitu ! jadi apa yang ingin kamu sampaikan" .
"hari ini apakah kau ada waktu ? aku ingin mengajakmu minum teh di luar sambil berbincang bincang" .
"katakan saja ! aku tak punya waktu untuk minum teh denganmu" .
"ini bukan hanya minum teh ji ray , tapi ada hal penting yang harus kita diakusikan" .
"Maka ayo bicara lewat telepon , mengapa harus bertemu?"
__ADS_1
Wanita ini benar-benar menguji amarahku , belum pernah ada seorang wanitapun yang berani menolakku , baru kali ini ! kali ini ternyata aku sedang berhadapan dengan Ratu es yang bahkan tidak pernah mendengarkan orang lain
guman minho .
"Pokoknya ayo kita bertemu , aku akan ke rumahmu sekarang" .
Ji ray melirik hyun ji dan sungjae sekilas dan berkata "Tidak perlu , katakan dimana kau ingin bertemu aku akan pergi kesana" .
"Baiklah" minho tersenyum dan mematikan telponnya.
*Toko Roti Zuzuka*
ji ray tiba di tempat perjanjian .
"Haii!!" minho melihat ji ray dan melambaikan tangannya . ji ray berlajan menuju tempat dimana minho sedang duduk .
"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu ? seperti maaf karna datang sedikit terlambat atau…"
"langsung saja ke inti pembahasannya" . sela ji ray memotong penbicaraan minho .
benar-benar gadis yang angkuh , aku sangat tidak menyukai sifatnya.
"Baiklah , pertama mari kita pesan minum terlebih dahulu" .
"Tidak perlu" .
"ehem…ehem…baiklah , jadi aku akan memulainya , ini adalah struktur yang sudah aku buat , jadi skolahmu dan skolahku akan berdampingan , aku ingin meminta pendapatmu , aku memasukan beberapa acara didalamnya , bagaimana menurutmu ??"
"aku mengajakmu untuk berdiskusi bersama , tapi kau begitu cuek dan tidak terlihat peduli dengan kegiatan ini". ucap minho sedikit kesal .
"Bukankah aku sudah bilang untuk mencari ketua osis saja ? aku sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan ini" .
Braaakkkkkkkkk………… minho memukul meja dengan keras membuat para pelanggan di Toko roti itu cukup terkejut .
Ji ray menatapnya dengan ekspresi tak mengerti .
"Kau pikir kau siapa ha ?? kau selalu acuh tak acuh menganggap semua hal ini tidak berarti untukmu , padahal kepala sekolahmu berkata bahwa ketua osis sedang sakit dan memintamu untuk menggantikannya , walau begitu apa kau masih tak punya hati ? apa kau manusia ?? hanya karena kau anak yang berharga di sekolahmu jadi kau bisa berbuat seenaknya ? kalau bukan karena aku sangat membutuhkan kegiatan ini aku juga tidak sudi bertemu denganmu ataupun berbicara denganmu , heh di bandingkan kamu nam gi lebih baik dari segala hal" . ucap minho dengan nada kasar dan ekspresi kesal yang menyelimutinya dia tak mampu menahan amarahnya .
Sekilas Ji ray menatap minho lalu tertinduk tanpa mengatakan apa-apa .
Sial
guman minho kesal , ia bergegas mengambil tas dan dokumennya itu dan bergegas pergi .
Ji ray masih duduk dan menunduk diam .
Minho beranjak ke mobilnya dia membuka pintu mobilnya dan melemparkan tasnya kedalam , sekilas ia melihat kembali kedalam toko dan melihat ji ray masih duduk disana .
__ADS_1
"apakah aku sudah keterlaluan ?? ahh tau ah yang keterlaluankan dia".
minho beranjak pergi .
tanpa terasa air mata ji ray tiba-tiba membasahi pipinya dengan cepat ia menyapu air matanya dan bergegas meninggalkan tempat itu .
Malampun tiba , langit-langit malam terlihat begitu indah ji ray duduk di taman seorang diri sambil menatap bintang-bintang di langit .
Jika menghilang dan menjadi bintang , akankah itu lebih baik ?
ji ray berguman .
•
•
Rumah ji ray .
" Bu , ibu taukan kalau aku sangat menyukai minho" . tanya nam gi pada ibunya .
"Iya nak , lalu??"
"Bu , aku ingin segera bertunangan dengannya" .
"Benarkah ? tunggulah sampai papamu kembali dari jerman , ayo kita lakukan pertunanganannya"
Nam gi tersenyum senang . "baik ma , aku tidak sabar menunggu hari itu" .
Ji ray turun dari lantai atas .
"nam gi , Apakah kau tidak melihat sepatu olahragaku?"
"Takkk………" sebuah Majalah yang sejak tadi di pegang oleh ibunya di layangkan padanya.
"Ahhh" ji ray menjerit pelan.
"Dasar anak tak berguna ? skarang kau sedang menuduh nam gi mencurii sepatumu ?" bentak ibunya .
"Bu…bukan bu , Aku hanya bertanya dan…"
"anak ini beraninya kau menjawabku" . teriak ibunya memotong pembicaraan ji ray .
"Sudah bu , ngapain sih ladenin anak bodoh itu" sambung seulgi menyinyir
"Ahh benar-benar membuatku kehabisab tenaga" ucap ibunya mengomel .
ibunya berjalan lebih dulu ke kamarnya .
__ADS_1
"Mengapa dengan sepatu olahragamu ?? aahh kau ingin ikut festival itu dengan serius ? jai jai , sebaiknya kau jangan bermimpi untuk menempel pada pacarku!!" . ucap nam gi sambil tersenyum licik
"Next"