
19 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik
Akhirnya setelah beberapa jam menunggu, Baru saja aku mendapat kabar kalau ketujuh teman kami sudah sampai di bagian utara kota sebelah, dan mereka sudah siap menerbangkan Drone yang mereka bawa. Drone? Yapp,, kami menyebarkan lima drone untuk menyisir wilayah bagian Utara kota melalui udara untuk mencari mobil van tersebut. Drone drone itu pun saat ini sudah terbang memecah langit kota sebelah. Jika kalian tinggal di wilayah utara kota sebelah, coba keluar rumah sekarang juga,, mungkin kalian bisa melihat beberapa drone melintas diatas rumah kalian.
Kamera yang terdapat disetiap Drone tersebut terhubung dengan monitor yang ada disini, Sehingga kami yang ada di Dome juga bisa ikut melihat apa yang dilihat setiap Drone.
.
1 Jam Berlalu,,,
.
2 Jam Berlalu,,,
.
Meskipun drone telah beberapa kali berputar putar menyisir dari udara, tapi Kami belum bisa menemukan mobil van itu, ternyata mencari mobil itu tidaklah mudah. Kami khawatir jika mobil tersebut terparkir didalam sebuah rumah atau sebuah gedung sehingga drone drone tersebut tidak bisa melihatnya. Semua back Up Baterai Drone yang teman teman kami bawa juga sudah terpakai. Diperkirakan drone drone itu hanya bisa bertahan selama 30 menit.
Apalagi hari sudah semakin gelap, akan semakin sulit mencari van itu saat malam..Shitt,,,,,
“Jasmine,, perlihatkan view satelit wilayah utara kota sebelah,,,” perintah Kirana,,
“Done…” balas jasmine
Seketika apa yang diminta Kirana sudah terpampang di layar besar ruang tengah,, dengan serius Kirana memperhatikan layar itu,,,
: “Disana,,,,” ucap Kirana, lalu dia mencoba menghubungi teman teman kami yang ada di kota sebelah.
__ADS_1
“What,,,?”
“Arahkan semua drone ke pelabuhan,,,,” ucap Kirana kepada teman teman kami melalui hanpdonenya,, lalu dia melihatku,..
“Trust Me…” ucap Kirana dengan percaya diri,,,,
Aku tidak pernah meragukan intuisi yang dimiliki Kirana, Seakan dia memiliki kemampuan memahami apa yang terjadi tanpa harus membutuhkan perhitungan yang rasional. Selain itu, dia adalah salah satu yang terbaik dari kami.
Seketika kelima Drone itu terbang menuju pelabuhan, aku dan Jasmine serius melihat layar layar rekaman video dari drone drone tersebut. Sedangkan Kirana masih memperhatikan view satelit area pelabuhan kota sebelah. Beberapa kali dia mondar mondar kembali ke mejanya lalu melihat layar besar lagi.
“Disana… aku yakin mereka disana,,,” ucap Kirana tiba tiba sambil menunjukkan di layar besar sebuah bangunan di dekat pelabuhan. Sebuah bangunan yang membelakangi laut. Aku mendekati layar,,,
“Itu,,,,,” yang kulihat adalah sebuah gedung tua terbengkalai membelakangi laut,,
“aku sudah memeriksa profil tempat itu, gedung itu adalah sebuah terminal kapal pesiar yang sudah tidak terpakai sejak lama,, Mereka pasti disana…” Ucap Kirana meyakinkanku.
“Arahkan semua Drone ke gedung itu….” perintahku kepada teman teman kami yang ada di kota sebelah..
Aku dan Kirana langsung melihat salah satu rekaman video dari drone yang pertama kali sampai di gedung tua itu.dan aku melihat baru saja sebuah mobil van keluar dari gedung tua itu, dan mobil itu adalah mobil yang membawa kedua temannya Rega, persis perkiraan Kirana.
“Kita menemukannya,,,” aku sangat lega dan senang akhirnya bisa menemukan lokasi dimana kedua teman Rega dibawa. Aku langsung memeluk Kirana,,, dia juga kelihatan sangat lega..
“uhmm,,, maaf merusak suasana,,,tapi coba lihat ini,,,,,” ucap Jasmine,,
“ ada apa Jasmine…?” ucapku sambil mendekati mejanya, dia sedang serius melihat sesuatu di layar komputernya,,,
“aku mencoba masuk ke database kepolisian barangkali ada record tentang gedung itu,,, dan ini yang kutemukan….” jelas Jasmine
__ADS_1
“Fuckk,,,Fuckkk,, Fuckkkkkkkkkkk…”
Aku begitu terkejut dengan apa yang kubaca tentang profil gedung tua itu,, menurut kepolisian, gedung tua itu terindikasi digunakan sebagai markas penjahat paling berbahaya di kota sebelah, pembunuh bayaran paling keji yang dijuluki KillBill ,,, di database itu juga dituliskan dosa dosa yang pernah dilakukan penjahat itu, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, obat obatan terlarang, kepemilikan senjata api ilegal dan lain sebagainya yang membuat merinding bagi siapapun yang membaca profilnya.
Tubuhku langsung lemas setelah membaca database kepolisian itu, memikirkan tentang apa yang akan Rega hadapi disana, atau apa yang menanti Rega disana.
“Angel… apa yang akan kamu lakukan…?” tanya Kirana cemas kepadaku.
“Suruh mereka kembali,,,,” ucapku lirih kepada Kirana untuk menyuruh teman teman kami yang ada di kota sebelah agar segera kembali kesini. Sedangkan aku duduk lemas memegang handphoneku,, setelah beberaa saat berpikir,,lalu aku menghubungi Rega…
“Aku sudah menemukan dimana mereka….” ucapku kepada Rega melalui sambungan telepon,,,
“Dimana? Cepat kirimkan lokasinya kepadaku,,,,” perintah Rega
“Rega,,kamu harus tau,, tempat itu berbahaya, kamu tidak akan kesana kan,,?” ucapku sambil meneteskan air mata,,,
“Regaa,,,?” Kirana tampak terkejut saat aku menyebut nama Rega,,,
“Apa maksudmu,,? Aku harus menyelamatkan mereka,,” ucap Rega
“kumohon Rega,,, Berjanjilah kepadaku kalau kamu tidak akan kesana,,,plisss..” aku masih memohon kepada Rega agar dia tidak ke tempat itu,,,
“Ohh Shit…. Angel cepat berikan lokasinya kepadaku,, sudah tidak ada waktu lagi,,,” perintah Rega
Sambungan telepon dengan Rega terputus, dengan berat hati dan perasaan campur aduk terpaksa aku kirimkan lokasinya kepada Rega.. setelah itu kulemparkan begitu saja handphoneku ke lantai, dan aku menangis sejadi jadinya.
Kirana langsung menenangkanku,,,
__ADS_1
“aku takut terjadi apa apa kepadanya,,,” ucapku sambil menangis dipelukan Kirana…
Rega tetaplah Rega,, dia tidak akan hanya diam saja ketika orang orang disekitarnya kesusahan atau sedang kesulitan. Sekali lagi, setiap pilihan selalu ada “1” atau “0”, ya atau tidak, untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu,,, dan Rega memilih nomor “1” yang artinya Rega harus pergi ke tempat berbahaya itu,,