
Kami berdua tiba di “Royal 1989 PB”, Mungkin PB itu artinya Pubs & Bars,, didepan pintu masuk terlihat kerumunan orang yang akan memasuki tempat ini, didepan jalan belasan mobil bergantian datang dan pergi mengeluarkan penumpang mereka, pria pria berpenampilan maskulin didampingi wanita wanita dengan pakaian mereka yang elegan berjalan beriringan bergantian memasuki tempat ini. Tak kusangka bakal seramai ini, mungkin karena hari libur,, atau mungkin karena tempat ini sudah cukup populer dikalangan warga ibukota.
Meta menggandeng lenganku ketika kami berjalan menuju pintu masuk, disana kami disambut pelayan pria kecil berpenampilan rapi dan ramah yang mengantarkan kami ke tempat duduk yang telah kami pesan sebelumnya,,, di dalam,, suasana begitu ramai,, banyak sekali orang yang berkunjung,, bahkan banyak sekali pasangan yang turun ke lantai dansa, jadi merasa kurang menikmati jika aku dan Meta memaksa untuk ikutan turun kesana. tempat ini masih sama seperti dulu saat aku dan Meta pertama kalinya kesini, lantai dansa itu, piano yang dulu kumainkan juga masih ada ditempatnya,semuanya masih sama kecuali bagian ramainya pengunjung yang datang,,
Sambil melihat orang orang berdansa, aku dan Meta duduk saling berhadapan sambil berbincang dan menikmati wine yang telah kami pesan. Kami melanjutkan obrolan kami semalam mengenai bagaimana aku bisa membebaskan Resty dari Danu,,
“Darimana kamu mendapatkan semua bukti bukti kejahatan orang itu..?” tanya Meta penasaran,,
“uhmm kalau itu aku mendapatkannya dari seorang teman,,,”
“Teman? Dia seorang polisi..?” tanya Meta
“Bukan,, sebenarnya aku tidak diperbolehkannya bercerita tentangnya kepada siapapun, tapi sepertinya tidak masalah kalau aku menceritakannya kepadamu,, dia bisa mendapatkan semua data data itu karena dia adalah seorang peretas…”
“Hmm, hacker,,? mereka kan kriminal dan penjahat dunia maya Bee..? Bagaimana kamu bisa berteman dengan seorang hacker..?” tanya Meta heran…
“Tidak semua hacker itu melakukan tindakan krimanal sayang,,, Dia melakukannya hanya untuk kebaikan kok, tapi aku tidak bisa mengatakan apa saja yang sudah dia dan kelompoknya lakukan,,,, dia teman kuliahku,, di dunia maya bawah tanah atau mereka menyebutnya dunia underground dia dijuluki sebagai The Spectre atau hantu karena kemampuannya bisa menembus dan memperoleh akses ke suatu jaringan dengan tingkat keamanan yang sangat ketat, setingkat militer,, sebenarnya dia bukan teman kuliahku,,meskipun di kampus yang sama tapi kami berbeda fakultas, aku kenal dan dekat dengannya karena kami dulu tinggal serumah,,, berbanding terbalik dengan julukannya sebagai hantu, padahal sebenarnya dia itu bidadari sesuai nama aslinya adalah Angel ”
Mendengarku menyebut nama Angel, Meta terlihat kaget…
“Cewek..? ,dan kalian pernah tinggal serumah…?” Tanya Meta kaget,,,
“Hehe iya dia cewek,, tapi tidak hanya aku dan dia bee yang tinggal dirumah itu,,, ada beberapa teman yang lain juga…”
Termasuk Winry….
“dulu saat kuliah aku dan teman² yang lain patungan untuk menyewa sebuah rumah dibelakang kampus…”
“oohh,, pasti asik tuh, pasti dulu kamu setiap hari tidur dengannya.. ya kan..?” tanya Meta
“eh? Hehee…”
Segitu jelasknya kah sampai Meta bisa mengetahuinya…? Bahkan aku yang merenggut perawannya Angel, aku tidak akan mengatakan hal itu kepada Meta,, dia pasti akan semakin bete mendengarnya,,, ya,, Angel adalah teman kuliahku,, Aku, Winry , Angel dan teman teman yang lain tinggal serumah selama 4 semester… menurutku Angel itu mirip banget sama Rein, tubuhnya, wajahnya, bahkan binalnya sama seperti Rein,,,cuman dia agak tertutup awalnya,,, jadi meskipun Rein tidak menemani hari hariku selama masa kuliah karena dia tinggal di asrama kampusnya, tapi aku merasakan kehadiran Rein melalui Angel… teringat kadang malam hari aku tidur dikamarnya atau dia tidur dikamarku untuk melepaskan hasrat atau sekedar menghangatkan tubuh dimalam hari karena dinginnya kota sebelah,,,
Angel juga merasa bersalah atas perginya Winry,, itu sebabnya dia selalu minta maaf kepadaku setiap aku bertemu dengannya atau setiap aku menghubunginya,,,, padahal dia sama sekali tidak salah..
Meta masih diam saja menunduk sambil memadangi wine di dalam gelas,,,
“Bee,,? Kamu marah..? aku sudah tidak berhubungan dengan Angel lagi Bee.. percaya padaku..”
“iya aku percaya kok..” ucap Meta masih lemas,,, meskipun sepertinya dia tidak ikhlas dengan ucapannya,, aku akan mencoba mengalihkan pembicaraan..
“oiya,, kapan kamu berencana mulai magang lagi dikantor Advokat,,? Kurang setahun kan Bee..?”
“Uhmm. Kalau soal itu, aku masih ingin menikmati hari hariku bersamamu dan keluargaku Bee,, kenapa? aku pernah hampir mati karena kecelakaan itu,, pada malam itu didalam mobilku yang terbalik di pinggir jalan aku tidak bisa berhenti berpikir tentang segera meninggalkan dunia ini,, aku sangat ketakutan Bee… aku takut tidak bisa bertemu lagi dengan Papa, Mama, Neta,, aku takut tidak bisa bertemu lagi denganmu, aku takut tidak bisa melakukan lagi apa yang aku suka dan apa yang belum aku lakukan didunia ini.. tapi malam itu aku tidak mau menyerah, sambil menangis di jalanan yang sepi aku berteriak meminta pertolongan,,, aku masih yakin pasti ada yang akan menolongku, aku yakin kamu akan datang menolongku Bee… tapi,,, setelah menunggu cukup lama menahan sakit disekujur tubuhku ,kamu tidak datang, pada akhirnya tidak ada orang yang datang menolongku,,kemudian aku tidak bisa merasakan tubuhku lagi, aku tidak bisa mengeluarkan suara lagi dari mulutku, dan aku tidak bisa melihat apa apa lagi,, aku bertanya tanya dimana keberadaanku saat itu? karena yang kulihat hanya kegelapan, ,, aku semakin ketakutan dan berpikir kalau aku mati… setiap hari yang kurasakan hanya kesunyian dan dingin di dalam kegelapan,,, Sesekali aku merasakan ada yang memegang tanganku, mengusap keningku, kadang aku bisa mendengar suara Mama, suara Kak Neta yang sedang menangis didekatku, tapi aku tidak bisa melihat mereka, aku tidak bisa membuka mataku… kemudian pada suatu waktu, samar samar aku mendengar suaramu Bee,, aku mendengar suaramu memanggil manggil namaku,, di kegelapan itu aku meraba raba dan berjalan menuju asal suaramu,, saat itulah akhirnya aku membuka mataku setelah sekian lama tidur panjang,, meskipun kamu tidak menolongku saat kecelakaan itu, tapi kamu menyelamatkanku, membangunkanku dari tidur panjangku,,,,”
Meta bercerita tentang kejadian saat dia kecelakaan dengan mata yang berair,, kupegang tangannya diatas meja..
“Mama bercerita kepadaku, kalau ada seseorang yang menolongku malam itu, orang itu juga yang membawaku ke rumah sakit dan yang menghubungi keluargaku… Kalau tidak ada orang itu, hari ini aku tidak akan berada disini bersamamu,, sehari setelah aku bangun dari koma orang itu datang menjengukku setelah diberitahu Papa,,, Papa sangat berterimakasih dengan orang itu dan ingin memberikan hadiah yang cukup besar untuknya karena telah menyelamatkanku,, tapi orang itu tidak mau menerimanya,, ternyata masih banyak orang baik di dunia ini... Karena kejadian itu lah saat ini aku hanya ingin menghabiskan waktuku dengan keluargaku, masih ingin menikmati hari hari denganmu,, melakukan semua yang aku cita citakan sebelum aku menyesal tidak akan pernah bisa melakukannya,, salah satunya keinginanku yaitu ingin keliling dunia,, sudah lama aku mempunyai keinginan untuk menjelajahi dunia, tapi belum pernah terlaksana… ikutlah denganku !!” pinta Meta kepadaku,,,
“Membayangkan penderitaan yang kamu alami, Aku menyesal Bee,, aku sangat menyesal malam itu aku tidak datang menolongmu, aku tidak ada disisimu saat kamu sendirian dan ketakutan,,. maafkan aku, aku memang bodoh..”
Bukannya mencari keberadaan meta, aku malah pulang ke kota sebelah lari dari semua masalahku sampai aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya dengan Meta. Aku benar benar merasa tidak berguna bahkan untuk pacarku sendiri…
Kugenggam tangannya Meta dengan kedua tanganku…
“Aku berjanji, mulai sekarang dimanapun kamu berada aku akan selalu berada disisimu, tidak akan kubiarkan kamu menderita dan sendirian lagi,, aku akan selalu menemanimu Bee, aku akan selalu berusaha membuatmu tersenyum sampai akhirnya kamu melupakan kejadian malam itu,,, aku akan ikut kemanapun kamu pergi,,”
“tunjuk di Peta negara mana saja yang ingin kamu datangi,, aku akan menemanimu dan akan aku jadikan kamu Ratu dari setiap Negara yang akan kita datangi nantinya…”
“hahaha,,jujur aku tidak paham apa maksudmu, tapi aku suka saat kamu mengucapkannya…” balas Meta
“Bagaimana kalau kita mulai dari Paris…” ucapku padanya sambil memperlihatkan sesuatu di handphoneku padanya…
“Tiket pesawat ke Paris untuk dua orang minggu depan..? Astaga Bee ini beneran..?” tanya Meta masih ragu,,,
“ya,, Ditambah voucher Hotel selama 7 hari disana.. seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, hanya kamu dan aku di Paris,,, Rein menyiapkan itu semua untuk kita..!”
“hmm aku seneng banget Bee… aku ingin berteriak senang disini sekarang juga..” ucap Meta
“Eh..? hahaha,, “
“hmm aku semakin jatuh cinta sama rein,, dia baik banget..” imbuh Meta
Hehh? Cinta?
“aku sudah merencakan ini semua tapi..tapi tidak secepat ini,, aku jadi semakin tidak sabar menunggu minggu depan..” ucap Meta terlihat sangat senang dan antusias dengan rencana liburan ke Paris minggu depan.. begitu juga denganku,,, menghabiskan 7 hari liburan berdua dengan Meta di Paris pasti sangat menyenangkan,, meskipun sebenarnya aku bukan tipe orang yang terbiasa dengan hal yang berlebihan, keromantisan dan kemewahan, tapi untuk Meta yang sangat spesial bagiku, Paris adalah tempat yang tepat.. berdua menikmati keindahan kota paris,, Tempat yang tepat bagi kami berdua untuk semakin mempererat hubungan kami berdua dan setelah itu kami akan bahagia… selamanya..
“Bee..? apa yang sedang kamu pikirkan,,?” Meta membangunkanku dari lamunanku,, aku tersenyum menatap Meta..
“aku memikirkan Happy ending bersamamu Bee…” ucapku padanya,,, Meta langsung tersipu…
“aku tidak mau Happy Ending denganmu,, aku maunya Happy terus bersamamu,, endingnya dibuang saja….” rengek Meta
“hahaha,, ya itu boleh juga,,,,makin cinta kamu Bee”
“Bee.. kenapa kamu masih mencintaiku meskipun kamu tau aku dengan Resty masih,,,,,”
“apakah mencintai seseorang harus ada alasan?” Potong Meta cepat…
Hmm,, pikirannya sama sepertiku,, aku dulu sering berpikir seperti itu saat aku berpacaran dengan Alexa, dekat dengan Winry ataupun dekat dengan Dias..
__ADS_1
“aku tidak punya alasan yang tepat kenapa aku mencintaimu,,sejak pertama kali bertemu denganmu di acara Reuni itu aku langsung jatuh cinta kepadamu.. banyak orang bilang kalau kita akan jatuh cinta dengan orang yang sama hanya satu kali,, menurutku itu tidak benar,, karena setiap aku melihatmu, aku jatuh cinta lagi,,lagi,,,dan lagi,,” ucap Meta
Hihii gantian Meta yang membuatku tersipu,,
“kuakui memang saat itu aku mencintaimu hanya karena rasa ingin memiliki ragamu, saat itu kamu bagaikan seorang pangeran charming yang sedang tersesat di acara reuni itu yang membuatku ingin kenal lebih dekat denganmu,, ditambah Resty terus terusan meledekku karena aku tidak memiliki seorang kekasih,, itu sebabnya aku memaksamu untuk menjadi kekasihku,, hihi,, tapi aku yakin kamu juga belum memiliki perasaan apapun denganku ketika kamu mau jadi kekasihku,, kamu terpaksa menerimaku karena kamu kamu hanya ingin merasakan tubuhku kan,,? Apalagi dihatimu saat itu masih ada Resty,,, kita berdua mengawali hubungan kekasih tanpa didasari cinta yang semestinya,, tidak ada proses pdkt atau saling mengenal terlebih dahulu,, aku mencintaimu karena ketertarikanku padamu, sedangkan kamu mencintaiku karena nafsu.. Apa aku salah..?” tanya Meta
Eh..? buset bener banget yang dikatakannya,,,
“Tapi pada akhirnya Cinta yang belum pernah kurasakan sebelumnya datang menyapaku, seperti sebuah cinta yang tidak pernah direncanakan sebelumnya,, semakin hari cintaku kepadamu semakin bertambah, bertambah dan terus bertambah,, setiap hari aku selalu merindukanmu,dan kini aku tidak hanya ingin memiliki ragamu, aku ingin memilik hatimu, kehidupanmu,dan aku ingin memiliki masa depanmu… apakah semua alasan itu sudah cukup memuaskanmu? Tapi aku sedang berusaha mencintaimu tanpa suatu alasan,,, Kak Neta pernah bilang,, jika kita mencintai seseorang karena suatu alasan,,, maka cinta kita ke orang itu akan hilang jika alasan untuk mencintainya itu sudah tidak ada lagi dalam diri orang itu. jadi,, aku akan menjadikanmu satu satunya alasan kenapa aku mencintaimu…” ucap Mera
Aku langung merinding dan terkejut mendengar ucapan Meta, yang barusan diucapkannya itu adalah kata kata yang diucapkan Alexa kepadaku yang tidak sengaja didengar oleh Kak Neta,,,, jadi kak Neta masih mengingat kata kata Alexa itu dan mengajarkannya kepada Meta…
“kamu mengingatkanku dengan seseorang di masa lalu Bee,, seorang wanita yang dulu kuanggap sebagai…. HOME”
“siapa? Wanita bodoh yang tadi kamu bilang telah meninggalkanmu ?” tanya Meta
“Yup,, kalian berdua sangat mirip,, kecantikan kalian selalu berhasil menakjubkanku, kalian sama sama memilik sisi romantis yang selalu bisa membuatku luluh, Sama sepertimu,dia tidak pernah lelah mencintaiku, tidak pernah sekalipun menyerah denganku meskipun aku masih bingung dengan hatiku sendiri.. dia sangat tulus mencintaiku dan setia mencintaiku… kalian berdua sama sama memanjakan hatikku dengan cinta yang sempurna,,,”
satu satunya perbedaan Alexa dan Meta adalah sadisnya Meta,, tapi aku tidak akan mengatakan itu kepada Meta,, bisa bisa dia melemparkan gelas wine itu ke wajahku… Sadisnya Meta itu sama seperti Rein…
“seharusnya aku senang wanita itu meninggalkanmu,, tapi aku heran, kalau dia sangat mencintaimu kenapa akhirnya dia meninggalkanmu,,,?” tanya Meta
“Dia meninggalkanku untuk selamanya Bee,, dia sudah bersama Tuhan disurga…”
“Oh My God,, I’m so sorry…” ucap Meta bersimpati kepadaku…
“apa yang terjadi Bee..?” tanya Meta
”aku membunuhnyaa….”
“haah..?” Meta sangat terkejut mendengar ucapanku..
“setidaknya itu yang dikatakannya kepadaku saat dia mendatangiku di mimpiku..dia berkata kalau cintanya kepadakulah yang telah membunuhnya,,,yang sebenarnya terjadi dia mengorbankan nyawanya untuk Rein saat ada seseorang yang dendam kepada Rein dan ingin mencelakainya… dia pergi di pelukanku Bee,, aku bodoh saat itu hanya diam dan tidak bisa berbuat apa²,,, itu sebabnya aku sempat panik saat Resty bilang kamu kecelakaan.aku takut hal yang sama terjadi denganmu…”
“Astaga Bee,, kok bisa gitu sih..? aku yakin orang itu sudah mendaptkan hukuman yang setimpal…” balas Meta
Hfff,, kugelengkan kepalaku,,,,
“kenyatannya tidak ada keadilan atas kejadian itu,, orang yang merenggut nyawanya tidak pernah diadili dan terbebas dari segala hukuman yang seharusnya dia dapatkan,,”
“kapan kejadian itu terjadi? Belum sampai 10 tahun yang lalu kan? ..” tanya Meta kepadaku,,,
“Belum,,” jawabku singkat
“jadi belum expired, dan hak untuk menuntut dan mengadukan perkara belum gugur,,,kamu dan Rein masih ingat kejadian itu? tanggal, tempat kejadian perkara…?” tanya Meta dengan serius…
“aku dan Rein tidak akan pernah lupa hari itu Bee.. semuanya masih kuingat dengan jelas…”
Eh..? oiya lupa kalau Meta adalah calon pengacara,,, tapi,,
“aku tidak tau keberadaan orang itu Bee,, ada yang bilang dia sudah pindah ke luar negeri dan menetap disana,,,”
“kamu yakin..?” tanya Meta
.
.
SEMENTARA ITU, DIAS, LINDA DAN GALIH SUDAH SEJAK SATU JAM YANG LALU BERADA DI TEMPAT YANG SAMA DENGAN REGA DAN META
(POV TS)
“Kukira Dengan mengajakmu kesini kamu bakalan lupa dengan pertanyaanmu semalam.. baiklah kalau kamu masih penasaran,, sebenarnya ini bukan sesuatu yang baik untuk diceritakan, tapi semoga kalian berdua bisa mengambil pelajarannya..” jawab Galih atas pertanyaan Dias yang masih penasaran dengan masa lalu yang sangat disesali Galih dan membuatnya seperti sekarang.. Dias dan Linda yang duduk bersebelahan dihadapan Galih terlihat antusias menunggu cerita Galih…
“Jika kalian bisa melihat jauh didalam mataku, di bagian paling gelap di dalam diriku,,disana kalian akan menemukan hantu yang sedang bersembunyi,,, iblis itu sudah ada disana sejak dulu… masa remajaku begitu liar, nakal, dan tersesat,,, sama sekali tidak peduli dengan Agama,,, aku bisa memberitahu kapan semua itu berakhir, tapi aku tidak tau bagaimana semua itu bermula,,, dulu aku bagaikan seorang Raja, punya segalanya berkat kekayaan orang tuaku, apa yang aku inginkan pasti langsung terpenuhi, mempunyai anak buah yang selalu mengawalku kemanapun aku pergi,,, power dan kekuasaan membuatku bebas melakukan apa saja yang aku mau, masa remajaku penuh dengan kegiatan yang tidak berguna, membuat onar dan kekacauan, menyusahkan banyak orang, alkohol, bercinta dengan banyak wanita, membenarkan semua hal yang seharusnya salah….. sampai akhirnya datang hari dimana aku melakukan sesuatu yang sangat sangat mengerikan… aku,,,,,” Galih memejamkan matanya,, dia terlihat begitu berat melanjutkan kalimatnya yang sebenarnya terutama didepan Dias…
“jangan dipaksa jika kamu berat mengatakannya,, sudah jangan dilanjutkan” ucap Linda menyadari reaksi Galih… Sedangkan Dias masih memandangi Galih…
“apa yang terjadi..? apakah itu ada hubungannya dengan Alexa? apa yang membuatmu menyesal dan menghukum dirimu sendiri dan melarang dirimu sendiri untuk bahagia?” tanya Dias penasaran
“Dee,, kamu kok tanya gitu sih…?” Linda begitu heran dengan Dias yang masih memojokkan Galih,,
“Maaf aku tidak bisa mengatakan apapun tentang Alexa… tapi benar sekali Dee,, , sudah sepantasnya aku menjauhi kebahagiaan,, dengan iblis yang ada didalam jiwaku, aku hanya akan menghancurkan kebahagiaanku ataupun kebahagiaan orang lain,,, akan kulalui sisa hidupku ini hanya untuk membantu orang lain, aku sungguh tidak peduli dengan diriku sendiri atau kebahagiaanku,,,” lirih Galih
“apakah kamu sadar kalau penyesalan yang berlebihan itu adalah perbuatan yang tercela,,? aku sama sekali tidak melihat kegelapan didalam matamu,malahan disana aku bisa melihat harapan dan cahaya yang sangat terang dan hangat.. semuanya belum terlambat, kamu harus meruntuhkan tembok penyesalan dihatimu yang dibangun oleh kesalahan masa lalumu,,,, sudah saatnya kamu move on dari masa lalumu dan Alexa,, temukan kebahagiaanmu melalui seseorang yang bisa kamu sebut sebagai rumah untuk tempatmu kembali,,” ucap Dias menasehati Galih
“terima kasih Dee,,, uhm,,Aku tidak yakin bisa meloloskan diri dari iblis di dalam diriku,, tapi aku akan mencoba apa yang kamu katakan,,, apakah kamu bersedia membantuku? Dan menunjukkan bagaimana caranya untuk bahagia..?..” tanya Galih
“Aku mau membantumu,, untuk itulah aku sudah memutuskan,,,,”
Galih dan Linda menantikan apa yang akan dikatakan Dias,,,
“Aku putuskan untuk mengenalkanmu dengan Linda,,, seperti yang kukatakan tadi, Linda adalah sahabat baikku dan aku yakin kalian akan cocok,,,”
Galih terkejut dengan apa yang dikatakan Dias, begitu juga dengan Linda yang tiba² syok mendengar ucapan Dias,,
“heeeehhh??,,, Deee,, Andre sudah melamarku,,,!!” ucap Linda sambil menunjukkan cincin yang ada ditangannya,,,
“eh..?” gantian Dias yang sekarang kaget…
“hhahahahaha hahaha,,,” mereka tertawa geli melihat Dias yang malu karena gagal menjodohkan Galih dengan Linda,,,
__ADS_1
“Lin,,, temenin aku ke toilet,,,,,” ucap Dias sambil berdiri,,,
“hahahaha,, iya²,, bentar ya Galih,,,,” Ucap Linda yang masih tidak bisa berhenti menahan tawanya..
Kemudian Dias dan Linda pergi ke toilet meninggalkan Galih sendirian di meja,…
.
.
KEMBALI KE MEJANYA REGA DAN META
...—POV REGA—...
“kamu yakin..?” tanya Meta
“aku tidak tau pasti,,, tapi seperti itu informasi yang kuperoleh,,, karena dari dulu aku selalu berusaha mencoba mencarinya…”
“sayang banget,,, dulu kamu begitu menyayangi wanita itu ya Bee..?” tanya Meta kepadaku,,
“namanya Alexa Bee.. dan memang dulu kami saling menyayangi..seperti yang kita lakukan sekarang…”
“dia pasti wanita yang sempurna… kalau kamu tidak keberatan, ceritakan lebih banyak tentang Alexa,,, aku akan berusaha menjadi kekasih yang sempurna untukmu seperti Alexa…” ucap Meta
“Bee sayang,, tidak perlu berusaha menjadi orang lain,, jadilah dirimu sendiri, karena itu yang akan menjadikanmu terlihat sempurna dimataku…”
Meta tersenyum mendengar ucapanku,, kemudian dia mendekatkan tubuhhnya ke meja,, lalu menahan dagunya dengan kedua tangannya diatas Meja,,,
“lihat aku lebih dekat, pasti aku akan terlihat lebih sempurna lagi dimatamu…” pinta Meta kepadaku,,,
Kuturuti permintaannya dengan mengikuti apa yang dia lakukan,, wajah kami berdua sangat dekat diatas Meja,,
“kamu benar benar sempurna sayang,,,,” ucapku tepat dihadapannya,,,
“aku sangat bahagia bisa bersamamu hari ini, besok dan selamanya,,, kamu adalah hal yang paling berharga dihidupku saat ini,, karena kamu adalah duniaku,,”
“Sejak kapan kamu bisa merangkai kata kata romantis Bee…? Kayak bukan kamu ,,,,” tanya Meta
kami saling berpadangan selama beberapa saat, sambil tersenyum sampai akhirnya kami tidak bisa menahan diri untuk berciuman di keramaian itu,,,, kalau ada yang melihat kami pasti mereka akan iri melihat kami yang sedang bermesraan,,, Kami cuek meskipun ada yang melihat kami,, namanya juga lagi kasmaran,, serasa dunia hanya milik kami berdua..
Tapi entah kenapa saat kami masih berciuman tiba tiba saja aku membuka mataku, tidak biasanya aku berciuman dengan mata yang terbuka… dan pada saat mataku terbuka itulah aku melihat seseorang disisi lain tempat ini… membuatku begitu syok dengan siapa yang kulihat, aku langsung melepaskan ciumanku dengan Meta dan berdiri dari kursi,,, Meta kaget dengan reaksiku yang tiba tiba.
Sambil berdiri aku melihat orang itu dari kejauhan,, badanku tiba tiba kaku,, aku melihat hantu… bukan hantu seperti semalam yang kulihat,, tapi aku melihat hantu dari masa laluku…
Galih..? aku sangat yakin orang itu adalah Galih,,, aku tidak akan pernah melupakan wajahnya meskipun sedikit berbeda dengan dulu,, dia memang Galih yang sedang duduk sendirian di tempat ini,,,, bayangan kejadian saat Galih menabrak Alexa dengan mobilnya terlintas di pikiranku,, gambaran itu saat ini seperti diputar terus menerus di pikiranku… membuat tubuhku merespon gambaran yang diputar putar ulang itu dengan perasaan marah dan emosi….
Badanku yang kaku mulai bergerak, aku berjalan begitu saja ke arah mejanya Galih dan meninggalkan Meta yang sedang kebingungan,,,
“Bee.. mau kemana..?” tanya Meta kepadaku, atau seharusnya yang diucapkan Meta kepadaku tapi aku sama sekali tidak mendengarnya,, aku bahkan tidak mendengar lagi suara keramaian tempat ini, aku hanya fokus melihat Galih dengan tatapan kosong… di tempat sebesar ini rasanya seperti hanya Galih yang kulihat lainnya terlihat gelap…. Sampai aku tidak menyadari menabrak beberapa orang yang menghalangi jalanku…
Saat sudah hampir mendekati Galih jantungku semakin berdetak kencang, adrenalinku meninggi… dan ketika aku sudah berada disamping Galih yang sedang duduk melihat layar handphonenya,, kupegang pundaknya dan kuremas kuat… Galih langsung melihatku,, dia langsung mengenaliku terlihat dari reaksinya yang syok ketika memelihatku..
“ka..mu…?” Galih kaget melihatku
Aku yang sudah sangat emosi langsung memusatkan energiku di kepalan tanganku dan dengan cepat memukul wajah Galih dengan kepalan tangan kananku dengan sangat kuat,,, Galih yang tidak siap langsung tersungkur kesamping menabrak meja dan jatuh ke lantai.. meja dan kursi yang didudukinya juga ikut roboh.. suasana seketika menjadi heboh,, kudengar beberapa wanita berteriak melihat keributan yang kutimbulkan… dan beberapa orang langsung mengelilingi tempatku berdiri tanpa ada yang melerai,,,
Aku masih berdiri tegak melihat Galih yang terlentang di lantai sambil memegangi pipi kirinya,,,, kemudian saat Galih mencoba bangkit,, dengan cepat aku mengambil begitu saja botol bir yang ada di atas meja pengunjung yang lain.. aku yang sudah kalap langsung memukulkan botol itu ke arah wajah Galih. Dengan ayunan yang kencang botol itu mengarah ke wajahnya Galih tapi saat sebelum botol itu mengenai wajahnya dia menahan pukulanku dengan tangannya untuk melindungi wajahnhya,,, botol yang kuhantamkan padanya langsung pecah menjadi beberapa bagian. Galih langsung merasakan kesakitan di tangannya,,
Aku masih memegang potongan botol bir ditanganku yang ujungnya sangat tajam,, akal sehat sudah tidak mengendalikan pikiranku,, tubuhku sudah dikuasai oleh dendam yang sangat mendalam kepadanya… aku seperti dikuasai hantu yang ada didalam diriku …. kulihat ujung botol yang pecah itu,, begitu tajam,, aku bisa membalas perbuatannya terhadap Alexa sekarang ini juga.. ya.. aku akan membalas perbuatannya,,,
Kemudian tiba tiba dengan ajaibnya akal sehatku kembali menguasai tubuhku saat mendengar suara wanita yang berteriak memanggil namaku, dan itu suaranya,,,
“EGAAA,,?” aku langsung menoleh ke arah suaranya Dias,,,
Dias berdiri tak jauh dariku dikerumunan orang yang mengelilingiku berdampingan dengan Linda…
Kenapa mereka ada disini..?
“Dias…?”
Jantungku semakin berdetak kencang ketika melihat Dias,,, dia berjalan mendekatiku,, sambil menatapku dia berjalan cepat mendekatiku tapi kemudian dia hanya melewatiku,,, dia malah menuju ke Arah Galih yang masih tersungkur di lantai menahan kesakitan dan memeriksa keadaan Galih.
“Galih kamu gpp…?” tanya Dias kepada Galih
Hahh…? Dias mengenal Galih,,,?
“Ega,, apa yang kamu lakukann..kenapa kamu melakukan ini pada Galih?” tanya dias padaku,,,
Aku sangat syok,,,Dias benar benar sudah mengenal Galih,, apa hubungan mereka,,? Oh Shitt,,,,, atau jangan jangan dia yang dijodohkan dengan Dias? Atau malah mereka sudah menikah? Tidak .. ini tidak boleh terjadi,, tidak akan kubiarkan Dias menikah dengan pria seperti Galih….
Tiba tiba dari belakang ada yang memegangku,,,
“kamu kenapa sih..?” tanya Meta kepadaku,,,
“Meta…?” Linda berjalan mendatangiku dan Meta,,,
“Linda,, dan Dias….?” Meta juga kaget mendapati Dias dan Linda berada ditempat ini…
“astaga Bee,, pria itu yang aku ceritakan tadi,, seseorang yang telah menyelamatkanku dari kecelakaan malam itu, namanya Galih.. kalau tidak ada pria itu aku pasti sudah mati,,, kenapa melakukan itu kepadanya..?” tanya Meta
Ohh Fuck…….
__ADS_1