Kisah Cinta

Kisah Cinta
BERUSAHA MENATA HIDUP BARU


__ADS_3

“aku tau, kamu pernah tidur dengan kakakku….” Ucap Meta kepadaku,,


Saat ini aku sudah diruangannya Meta lagi,, hanya berdua dengannya.. aku lagi duduk diatas ranjangnya, bersebelahan dengan Meta yang duduk bersandar diatas tempat tidur.. Aku kaget Meta langsung berkata seperti itu kepadaku… dan bagaimana dia bisa tau..?


“sudahlah jangan berbohong,, dia selalu bersikap seperti tadi pada cowok yang pernah tidur dengannya,, apalagi kalian dulu pernah dekat sebagai guru dan murid,, ya kan,,,? ” ucap Meta


Hadeeeh,, aku tidak bisa menyembunyikannya…


“iya, tapi itu sudah lama sekali Bee,, maaf,,, jangan salahkan kakakmu,,,”


“tidak, aku tidak akan marah kepadanya, ataupun kepadamu karena hal itu,,, Memang nenek sihir itu gak bisa lihat barang bening dikit,, tapi itu masa lalu kalian,,, tidak ada yang harus disalahkan..yang ingin aku tau,, Selain kakakku dan Resty,, siapa lagi orang yang kukenal yang pernah tidur denganmu,,? Dan selama hampir dua bulan ini siapa saja yang menyelimutimu tiap malam..? kali ini aku bertanya sebagai kekasihmu,,,,” tanya Meta serius kepadaku…


Ehmm Linda, dia kenal dengan Linda,, kak Fanny? Apa dia mengenal Kak Fanny juga,,,?, lalu dua bulan ini,,, Kakakku Rein, dan Amel,,, apa aku harus mengatakan yang sesungguhnya..? ,, Sial,,,


“Bee…..” panggil Meta


Tidak,,, aku tidak bisa mengatakannya…


Sial,,, dia menekanku,,,


“segitu banyaknya kah sampai kamu tidak bisa menjawabnya…? BBBEEEEE….?” ucap Meta


Langsung kucium bibirnya saat dia masih berbicara,,, awalnya dia kaget,, tapi akhirnya dia menyambut bibirku,, kupegang lehernya,dan dia memegang badanku….kedua mata kami terpejam dan bibir kami saling berpagutan…. Lama²ciuman kami semakin panas… Meta semakin mengerang,,, dan gestur tubuhnya kelihatan semakin tidak tenang…


Ciuman kami terlepas saat tiba² kami mendengar suara Kak Neta,,, kami berdua langsung tersipu malu…


“kalian ini,,, mentang² baru ketemu,,, Papa Mama diluar Dek,,….” ucap Kak Neta


“Bodo’… keluar sana, dasar Nenek sihir,, ganggu aja,,,…” ucap Meta cuek pada kakaknya,,


Kulihat jam tangan, sudah jam 5 Sore,,


“aku harus mencari Resty,, aku tadi datang bersamanya… kenapa daritadi dia tidak kesini..” ucapku kepada meta…


Aku semakin khawatir dengannya yang sedang terluka perasaannya..


“hmm? Aku tadi lihat Resty sendirian didekat Taman….” ucap Kak Neta kepadaku


Meta diam melihatku seperti memikirkan sesuatu….


“Bee.…” Meta memegang kepalaku dan dia mendekatkan wajahnya di wajahku,, dan dia membisikkan sesuatu…


“hahh,,? Kamu yakin…?” aku kaget dengan ucapannya,,,


“iya,, uda sana,,, kembalilah kesini besok,,, dan kamu harus menjawab pertanyaanku tadi…” ucap Meta


“Baiklah,,, “ kukecup kening Meta sekali dengan lembutt..


.


.


Ternyata Benar yang dikatakan Kak Neta,, Resty sedang duduk sendirian di taman menghadap air Mancur yang ada di tengah² Rumah Sakit ini.. sudah pasti dia kelihatan murung dan sedih..


“Ress,,,,” aku menyapanya dan duduk disebelahnya..


“Hai,, gimana tadi ketemu Meta..? dia pasti senang bertemu denganmu…” ucap Resty


“ya gitu deh, aku juga senang bisa bertemu dengannya lagi… meskipun ada sedikit kehebohan tadi,,, kenapa kamu tidak ikut masuk…?”


Dia menggelengkan kepalanya,,,


“kamu tau kenapa….” ucap Resty


“Kamu mau pulang.? ayo aku antar…!”


“tidak perlu,, tetaplah disini bersama Meta,,, aku bisa pulang sendiri..” ucap Resty datar kepadaku…


“Meta yang menyuruhku mengantarmu….”


Malahan Meta menyuruhku menemaninya malam ini,, aku tidak yakin kenapa Meta menyuruhku seperti itu,,, tapi sepertinya Meta juga tau perasaannya Resty kepadaku,, dan merelakanku untuk sahabatnya yang juga mencintaiku,,, lagi² aku dianggapnya seperti barang yang bisa dibuang atau dipinjamkan seenaknya sendiri..


“katakan padanya aku baik² saja,,,,” ucap Resty


“kamu tidak sedang baik² saja Ress,,,” kupegang pipinya dan dia sempat kaget, dan menjauhkan wajahnya dari tanganku… walaupun tertutupi dengan make up nya, tapi aku bisa melihat memar di wajahnya,,,


“apakah orang itu yang melakukan ini padamu…?”


Dia tidak menjawabnya….


“mau sampai kapan kamu akan terikat dengannya..? lihatlah apa yang dia lakukan padamu,,, kenapa kamu masih bertahan dengan orang seperti itu,, hanya demi uang dan kemewahan gaya hidup kamu rela menjual tubuhmu seperti seorang pelacur ?”


Dia kaget dengan ucapanku dan langsung menamparku dengan sangat keras….


PPPLLAAAAAAKKKKKK, kedua kalinya aku ditampar hari ini. Untung wajahku ini sudah kebal karena dulu sering ditampar wanita terutama Rein…


“AKU MEMANG PELACUR,, PUAS…?” Teriak Resty padaku sambil berdiri dan menangis… dia pasti terluka aku berkata seperti tadi,, tapi aku sengaja mengatakannya,, aku ingin tau yang sebenarnya,,, aku yakin Resty tidak melakukannya demi uang..


Aku ikut berdiri dan memeluknya, dia sempat menolak pelukanku tapi tetap kupaksa memeluknya…


“maafkan aku,…..”


“aku malu Ga,,, aku malu kamu tau diriku yang sebenarnya,,, aku ingin lepas dari orang itu,, tapi aku tidak tau caranya…” lirih Resty


“Meta tau akan hal ini…?”


Resty menganggukkk…


“aku bisa membantumu Ress, aku dan Meta akan membantumu….”

__ADS_1


Resty melepaskan pelukanku dan duduk kembali,,,


“Orang itu tidak akan pernah mau melepaskanku,,, apalagi sejak dia menjadikanku sebagai pemulus kerjasama bisnisnya,,,, orang itu bukan orang sembarangan Ga,,,dia bukan sekedar orang mesum yang ingin mempunyai istri simpanan,,, orang itu bukanlah manusia,, dia adalah laba² di tengah jaring kejahatan seribu benang, dan dia bisa mengendalikan semua benangnya dengan sangat baik,,, mungkin saja saat ini orang²nya ada disekitar kita sedang mengawasiku, dia tidak memperbolehkanku bertemu denganmu lagi,,,”


Ucap Resty sambil melihat sekeliling… jadi Resty membahayakan dirinya sendiri dengan bertemu denganku… aku tau sejak awal orang itu bukan orang sembarangan,,,


“Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian karena berusaha membantuku.. biar aku sendiri yang akan memikirkan caranya agar bisa lepas dari orang itu…“ ucap Resty


Kupegang tangannya Resty….


“Percaya padaku aku bisa membantumu,,”


Aku memang tidak tau bagaimana selama ini orang itu memperlakukan Resty… dia bisa bebas bercinta dengan Resty sebelumnya, karena dia merasa memiliki Resty setelah memberikan apapun kepada Resty, suatu hubungan saling membutuhkan antar manusia,,,seperti hubungan seorang pelacur dan pelanggannya,,, tapi tidak malam itu, aku melihatnya sendiri, orang itu memperkosa Resty,,, orang itu tidak bisa dibiarkan,, apalagi saat ini Resty dianggap sebagai Aset berharga yang bisa membantu kerajaan bisnisnya,,, aku harus menyingkirkan orang itu,,,


“aku punya sebuah rencana,,, setelah kukatakan kepadamu bagaimana rencanaku,,, kamu bisa memutuskan kira² rencanaku akan berhasil atau tidak… kita jalankan rencana itu jika kamu merasa rencana itu akan berhasil,,, tapi jika tidak,, aku akan mencari cara lain…sampai ketemu cara yang tepat agar orang itu bisa melepaskanmu…”


Setelah mendengar ucapanku Resty memelukku,,,


“Makasih ya Ga…. kamu pengen tau alasanku mau menjadi istri simpanannya…? akan kuajak kamu menemuinya….” ajak Resty


“siapa..? orang itu…?” dia menggelengkan kepalanya…


“Adikku… akan kuceritakan semuanya saat kamu sudah bertemu dengannya…” ucap Resty


Hmm..? Resty punya Adik…?


.


.


SEMENTARA ITU DI TEMPAT LAIN


Di ruangan yang cukup lumayan lebar terjadi perbincangan antara 3 orang dan salah satunya adalah Amel.


loh ? nagapain Amel disitu…?


“Kami telah mendapatkan konfirmasi,,,” ucap Amel kepada seorang Pria yang duduk disebuah kursi dan meja yang dipenuhi dengan tumpukan kertas dan sebuah laptop.. kita sebut saja Mr. X,, sedangkan Amel berdiri di hadapan orang itu dengan seorang pria lagi disebelahnya,, sebut saja,, Partner..


“Kamu melihatnya sendiri…?” tanya Mr. X kepada Amel memastikan apa yang dilaporkan Amel kepadanya


“Tidak,, Tapi….” ucap Amel


“info ini sangat akurat,,sekarang ini dia berada disini, dikota ini.,.…,” ucap Partner


“kita harus segera bertindak sebelum dia menghilang lagi dalam waktu yang lama,,” ucap Amel untuk mencoba meyakinkan Mr. X..


Setelah berpikir agak lama, Mr. X kembali berbicara… “ini yang akan kita lakukan,,, lakukan pengintaian, jangan lakukan apapun…! Cukup awasi dia dari jauh,,, ingat!! Dari jauh,,,,,”


“Pengintaian…? Ohh Fuckkk… kamu tidak mendengarkan yang kami bicarakan dari tadi? Info ini sangat akurat,,, dia benar² ada disini,,!!,“ Amel terlihat kecewa dengan apa yang diucapkan Mr. X


“Amel,, apa aku harus mengingatkan kegagalanmu di kota sebelah..? Kalian terlalu dekat sebelumnya,, hingga akhirnya dia menghilang lagi… kamu juga mengatakan hal yang sama saat itu,,, info yang akurat,, tapi apa hasilnya…?” ucap Mr. X


“Shittt……” Amel mengumpat


Amel dan Mr. X saling bertatap muka terjadi ketegangan diantara mereka berdua,,, Partner mencoba menarik Amel dari ruangan itu,,,,


“ayo kita segera pergi dari sini,,, sebelum dia menghilang lagi…” ajak Partner


Akhirnya Amel dan Partner meninggalkan ruangan itu,, dengan pintu ruangan yang dibanting sangat keras menunjukkan betapa kesalnya Amel dengan Mr. X… diluar ruangan Amel tak henti²nya mengumpat dan mengutuk apa yang diucapkan Mr. X…. hmm,, Amell kok jadi gitu ya sekarang…? Serem tapi cool,,, hihi


.


.


DITEMPAT LAIN DIWAKTU YANG SAMA


...—POV DIAS—...


Hari berganti dan waktu terus berjalan, sudah satu bulan lebih aku memakai cincin yang sama dengan yang dipakai Galih. Sebelum acara lamaran itu, Galih meminta kepada keluarga kami untuk hanya aku saja yang memakai cincin tunangan ini tetapi keluarga kami berdua tetap meminta kami memakai cincin tunangan masing-masing. Sebenarnya aku tidak keberatan dengan permintaan Galih, dia tidak perlu memakai cincin tunangan itu.Tapi Memasang cincin tunangan di kedua jari pasangan sudah menjadi kebiasaan di Negara ini, khususnya bagi mereka yang masih percaya dengan budaya dan adat istiadat lokal. Menurut mereka, cincin yang kami pakai ini memiliki arti sebagi simbol bahwa kami saling terikat atau kami telah berkomitmen untuk tetap bersama-sama hingga hari pernikahan nanti. Jika menganut budaya asing, cincin ini hanya dipakai wanita, untuk menunjukkan kepada orang lain jika dirinya tak lama lagi akan menikah dan sebagai penanda agar pria² lain tidak mendekati mereka karena mereka sudah terikat dengan seseorang.


Dulu aku pernah bermimpi dan membayangkan akan dilamar seorang yang kucintai dengan cara yang romantis, sebuah kejutan spesial tak terduga yang akan bisa membuatku menangis bahagia sambil mengatakan “Aku mau menikah denganmu”. Aku dan Linda sering berandai andai andai mengenai prosesnya dan kami tertawa bersama sambil berharap salah satu dari impian kami akan terwujud suatu saat nanti. Tapi tidak ada satupun dari impianku itu yang menjadi nyata, aku dilamar oleh pria yang tidak aku cintai, cincin tunangan ini sudah terpasang di jariku tanpa ada adegan romantis yang menyertai, tanpa adanya kejutan spesial dari dia untukku, malahan acara lamaran itu sudah direncanakan sebelumnya.


Bukan selamanya aku tidak akan bisa mencintai Galih, tapi aku belum begitu mengenalnya. Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, bagaimana aku bisa hidup berdua dengannya dalam ikatan pernikahan yang sakral tanpa adanya basic cinta diantara kami dan bagaimana aku bisa mencintainya jika aku belum begitu mengenalnya. Aku bukan tipe wanita yang mudah begitu saja jatuh cinta kepada seorang pria, sifat seperti itu sudah aku tanamkan sejak dulu karena sejak kecil aku sudah didoktrin orang tuaku untuk tidak dekat dengan pria manapun karena aku sudah dijodohkan dengan anak dari teman Ayahku, hal itu aku membuat sebuah pagar tinggi yang melingkari hatiku sendiri agar tidak ada pria yang mendekatiku.


Kini saat Galih yang seharusnya menjadi pemilik hatiku, tapi aku masih belum bisa mencintainya,, ironi bukan ? mengingat selama ini aku membatasi diriku sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan seorang pria karena Galih, seseorang yang harusnya kucintai. Seharusnya Galih mempunyai akses langsung menuju hatiku, dia sudah mempunyai kunci pagar yang yang mengelilingi hatiku, tapi saat dia sudah membuka pintu pagar itu, hatiku sudah tidak ada disana.


Kemana hatiku pergi ? siapa yang telah mengambilnya?


Ega.. Dia pelakunya.


Pertemuan kembali dengannya yang begitu singkat berhasil membuatku seakan sedang berlari lari diatas pelangi yang memancarkan warna warni yang begitu indah. Membuatku merasakan Cinta yang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia. Sebuah rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, dan aku bersyukur pernah merasakan rasa itu meskipun hanya sebentar saja. Cinta yang luar biasa dari seorang yang luar biasa,,,, Tatapan matanya kepadaku begitu indah, aku seperti sedang melihat hamparan bunga yang sangat menyejukkan. Membuatku terhanyut dengan segala yang dilakukannya kepadaku, hingga aku tidak menyadari kalau dia sedang meloncat kedalam pagar hatiku dan membawa pergi hatiku bersamanya sampai….


Sekarang…


Astaga apa yang sedang kupikirkan,? walapun hari sudah berganti dan waktu sudah berlalu kenapa aku masih memikirkannya. Kulihat sekali lagi cincin yang melingkari jariku, aku sudah berkomitmen dengan perjodohan ini. Aku harus bisa melupakannya..


“Kamu tidak lapar..?” Tanya Galih kepadaku, dia pasti melihat aku daritadi hanya diam sedang memikirkan sesuatu, bahkan sama sekali tidak menyentuh makanan yang sudah kupesan..


Sore ini aku dan Galih sedang berada di sebuah Restoran di tengah kota. Hampir 2 Bulan aku sudah bertunangan dengannya tapi ini pertemuan kami kedua kalinya setelah acara lamaran itu,, selama ini dia harus berada di kota sebelah katanya untuk membantu bisnis Ayahnya sekaligus menyiapkan kepindahannya kesini,, dia sekarang sudah membeli sebuah Rumah di Kota ini,,,


“sebenarnya aku belum lapar,,,” ucapku padanya… lalu dia berhenti makan…


“ Kalau begitu aku juga belum lapar,,, aku tidak mau makan sendirian,,,” ucap Galih kepadaku,,


“eh, gpp kamu makan aja,,,”


Dia menggelengkan kepalanya,,,


“jika aku makan sekarang,, siapa nanti yang akan menemanimu makan..?” ucap Galih kepadaku lalu tersenyumm..

__ADS_1


Dia kelihatan ramah,, apa dia sengaja berbuat seperti itu untuk menarik perhatianku..?


“bagaimana kalau kita jalan² sebentar..? aku tadi lihat taman di sekitar sini,,, , ,mungkin dengan jalan² sebentar di taman kamu akan lapar dan kita bisa kembali kesini,,,”


Hmm..?


“ayolah,, Cuma jalan² sebentar,,,” ajak Galih


.


.


Akhirnya aku dan Galih sudah berada disebuah Taman,, astaga, tempat ini semakin membuatku mengingat Ega,,,kenapa dia mengajakku kesini? Sebuah Taman bunga yang sama saat aku habiskan malam dengan Ega… aku teringat saat Ega datang dengan nafas yang tersengal dan meminta maaf kepadaku karena membiarkanku menunggunya lama disini..


Aku dan Galih hanya berjalan jalan mengelilingi jalan setapak tanpa ada kata kata yang keluar dari mulut kami,, membuatku semakin tenggelam dalam ingatanku tentang Ega… setelah beberapa kali berputar mengelilingi taman ini,, Galih mengajakku duduk disebuah kursi yang disediakan di tempat ini… aku duduk bersebelahan dengannya,,, aku lihat sekeliling,,, di kursi² yang lain juga diduduki pasangan 2 pasangan lain,, mereka tampak mesra dan akrab dengan senyum dan tawa mereka,, tidak seperti aku dan Galih…


“Siapa pria malang itu…?” tanya Galih kepadaku…


“Hmm,,?”


“Pria malang yang akhirnya harus berpisah denganmu karena perjodohan kita…" ucap Galih meneruskan kalimatnya


Eh..?


“Maaf,, karena perjodohan kita, kamu harus berpisah dengannya,,, aku tidak bisa mencegahnya , orang tua kita sangat bersikeras agar pernikahan kita terjadi… tapi aku punya solusinya.. katakan kepada pria itu untuk menunggu 3 bulan setelah pernikahan kita,,, karena setelah 3 bulan kita urus perceraian kita… “ ucap Galih


Aku sangat kaget dengan apa yang dia katakan,, dia juga menolak perjodohan ini,?


“kamu hanya perlu berpura pura menjadi istriku selama 3 bulan,, kamu tidak perlu melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri,,,,,dan aku janji tidak akan pernah menyentuhmu… kita harus merencanakannya dengan baik agar orang tua kita percaya kalau pernikahan kita tidak bisa dipertahankan,,, untuk itu kita harus berteman dan saling mengenal agar bisa bekerjasama supaya semuanya berjalan lancar,,oke? Supaya kita lebih akrab,,, kita mulai dengan apa warna kesukaanmu..? “ ucap Galih


“tunggu ,, tunggu dulu.. tahan semua idemu itu,,,,,” ucapku padanya sambil memegangi kepalaku,,,


Semuanya diluar dugaanku selama ini, aku tidak menyangka jika Galih punya ide seperti itu, aku kira dia menyetujui perjodohan ini…


“apakah aku terlalu cepat menjelaskannya..?” tanya Galih


“kamu tidak setuju dengan perjodohan ini,,? Pernikahan itu bukan untuk main main… Nikah itu ibadah, apa kamu tidak membayangkan dosa yang akan kita tanggung ketika kita main main dengan ibadah…?”


Ucapku padanya,, dia begitu kaget dengan ucapanku,,, sebenarnya aku sadar kalau setengah hatiku yang lain menyetujui rencana Galih… disaat aku sudah menerima perjodohan ini,, Rencana Galih seakan membuka kembali harapan masa depan sesuai dengan yang aku inginkan,,,,


“Aa,,aku, tidak menyangka reaksimu akan seperti ini,,,, aku kira kamu akan langsung setuju dengan ideku ini… karena siapa sih dijaman sekarang yang mau dijodohin..? apalagi wanita secantik kamu,, pasti banyak yang deketin, dan pasti sudah mempunyai seseorang yang sudah kamu pilih sendiri sebagai pendampingmu… apa kamu benar² mau menikah denganku…? Tanyakan kepada hatimu…” ucap Galih


Tidak,, hatiku paling dalam tidak menginginkan pernikahan ini terjadi,, bahkan hatiku tidak bisa menjawabnya karena hatiku sekarang dibawa cowok lain,,, tapi..


“Aku hanya ingin mematuhi keinginan orang tuaku,, Aku tidak mau membohongi orang tuaku dan orangtuamu dengan idemu itu…”


“bukankah pernikahan kita nanti hanya akan di akad kan dengan suatu kebohongan…? Karena kita menikah tanpa dilandasi dengan cinta, kita sudah melukai kesakralan pernikahan itu sendiri.. pernikahan bukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban,,jika kamu nanti menjadi istriku apa kamu yakin bisa benar² mencintaiku? Apa kamu bisa ikhlas melayaniku sebagai seorang istri?,,,, aku merasa pernikahan kita tidak akan pernah berhasil karena kita menikah berlandaskan keterpaksaan,,, yang ada akan terjadi sebuah neraka pernikahan karena kita tidak benar² saling mencintai, ujung ujungnya kita akan saling membenci dan menghianati, dan hanya akan menimbulkan berbagai masalah,,,,. Bukankah agama kita mengharapkan sebuah pernikahan dapat memayungi sepasang suami istri untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan kepada Tuhan… ” ucap Galih menjelaskan


“Astaga,, aku tidak berpikir sejauh itu,,,,” lagi lagi aku harus terkejut dengan ucapannya Galih, ternyata Galih seorang pria yang berpikiran luas,, dia mempunyai gambaran yang lebih besar terhadap suatu keadaan… dan ilmu agamanya juga tinggi.. dia benar² pria yang sudah sangat dewasa dan bijak dalam mengambil keputusan.


“Kamu harus membatalkan pernikahan ini sebelum semua itu terjadi,, kita tidak perlu berbohong dengan pura² menikah…!!” ucapku sedikit panik kepadanya,,, ya,, semua itu tidak akan terjadi jika kami batal menikah…


“seandainya aku bisa melakukannya,, tapi aku tidak bisa… aku harus tetap menikah denganmu, sesuai janjiku kepada orang tuaku… dulu saat remaja aku sangat tidak setuju dengan acara perjodohan ini, aku menolaknya, apalagi aku seorang lelaki, tak terhitung berapa kali aku dan keluarga bertengkar setiap kali kami membahas tentang perjodohan itu,, aku selalu melawan dengan membawa wanita² lain ke rumah…


Tapi akhirnya pada suatu waktu aku melakukan hal yang sangat buruk ,dan membuatku terjerat dalam suatu masalah yang akan menghancurkan masa mudaku bahkan masa depanku,,, aku tidak bisa berbuat apa², orang tuaku bisa menolongku lepas dari jerat itu dengan syarat aku harus berjanji menuruti semua perkataan mereka termasuk menikah denganmu… sejak saat itu aku menuruti segala apaa yang mereka katakan, termasuk sekolah di luar negeri,,,,”


Ucap Galih, yang kemudian dia menutup matanya,,, aku bisa melihat kesedihan dalam raut wajahnya… apa yang terjadi dengannya di masa lalu? Haruskah aku bertanya?


Kuambil nafas dalam²,,


“..jadi pernikahan kita tidak mungkin dibatalkan,,?,,, tidak sepertimu, dulu aku tidak sepenuhnya menolak perjodohan ini, karena sejak dulu aku sudah membatasi dekat dengan cowok manapun, aku sudah siap jika memang perjodohan ini akan benar benar terjadi,,, tapi semuanya berubah sejak aku bertemu dengan seorang cowok, kehadirannya membuatku merasa berat dengan perjodohan kita… karena cowok itu juga yang membuatku selama ini cuek denganmu,, aku minta maaf… bagaimana denganmu? Kamu menolak pernikahan kita karena ada wanita yang saat ini sedang dekat denganmu….?” Kuberanikan bertanya padanya,


Galih menggelengkan kepalanya….


“tidak,, aku tidak dekat dengan siapapun,,, aku melakukan ini semua karena kamu,, seperti yang kukatakan tadi, karena aku merasa kamu akan menolak pernikahan kita karena ada seseorang yang sudah dekat denganmu,, karena aku tidak ingin kamu terpaksa menikah denganku, terpaksa mencintaiku,,,, cinta bukan untuk dipaksakan,, pernikahan mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, kerinduan, dan kesetiaan dikala suka dan duka,, aku merasa tidak akan mendapatkan itu semua darimu,,, ehm,, maaf bukan bermaksud, aku yakin kamu wanita yang baik, ramah, angggun dengan kecantikanmu, tapi itu semua bukan untukku… jadi komohon kamu ikuti rencanaku,dan kamu bisa kembali ke pria itu…. “ ucap Galih


Jadi Galih merencanakan itu semua hanya karena aku? Astaga,,, Baik sekali dia… apa untungnya bagi dia? benarkah dia tidak dekat dengan wanita manapun? Dengan ketampanan, kekayaan, dan kepintaran ilmunya… seharusnya dia bisa mendapatkan wanita yang jauh jauh lebih dariku..


“benarkah itu semua kamu lakukan karena aku? Apakah ini hanya sebagai alasanmu saja agar aku menyetujui rencanamu? Padahal kamu sudah punya seseorang wanita yang kamu cintai…..”


“hahaha,, jadi kamu masih ragu? Aku tidak masalah jika kamu memang tidak percaya dengan niatku… tapi memang kulakukan ini semua untuk kamu... Dan seseorang yang kucintai? Aku sudah lupa rasanya mencintai seorang wanita,,,, bukan berarti aku menyukai pria loh yah… dulu saat masih remaja aku pernah mencintai seorang wanita,, kami pacaran,, tapi dia menganggap cintaku hanya main², karena memang dulu aku bukan pria yang baik,, aku gonta ganti dan mengencani beberapa wanita dibelakangnya,, sampai akhirnya kami pisah dan dia mencintai pria lain,, tapi aku tetap masih mencintainya walaupun dia sudah jatuh dipelukan cowok lain…. Suatu hari aku berbuat hal yang sangat buruk kepadanya, dan malam harinya aku dikabari bahwa dia telah pergi dan takkan pernah kembali… … aku membuat wanita yang sangat kucintai pergi,,, dan dia pergi karena kesalahanku, kebodohanku.. sampai sekarang aku menyesalkan hari itu..” ucap Galih


.


.


Benarkah yang saat ini kulihat? Galih meneteskan air matanya…? Segitu beratnya rasa kehilangan cintanya…? Apa yang terjadi? Apa yang dia lakukukan?


“Kesalahanku, apa yang aku perbuat tidak mungkin bisa dimaafkan,, bahkan penderitaanku selama 2 tahun setelah kepergiannya belum cukup untuk menebus kesalahanku… setelah kepergiannya aku mengalami depresi dan beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupku sendiri karena bagiku itu satu²nya cara agar aku bisa menebus kesalahanku,,,, diluar negeri segala hal dilakukan orang tuaku termasuk membawaku ke dokter psikiater untuk menyembuhkan kejiwaanku, aku juga dikenalkan dengan seorang tokoh agama disana, dia menyuruhku untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan… hingga akhirnya aku bisa semangat untuk terus hidup sampai sekarang ini.. Dokter psikiaterku berkata , Mungkin tidak selalu tentang mencoba memperbaiki sesuatu yang rusak. Mungkin ini tentang memulai dari awal dan menciptakan sesuatu yang lebih baik ,, kata² itu masih kuingat dan kupegang sampai sekarang,, akhirnya aku tau seberapa besar usahaku, bahkan dengan kekayaan orang tuaku,, aku tidak akan bisa memulihkan kesalahanku,, yang bisa kulakukan saat ini adalah untuk memulai lagi menata hidupku dan selalu berusaha berbuat baik dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun…. Itu juga saat ini yang kulakukan kepadamu,, aku tidak ingin kamu merasakan berpisah dengan orang yang kamu cintai,,, seperti yang pernah kurasakan dulu…” lirih Galih


Aku merasakan ketulusan disetiap kata yang dia ucapkan, Galih sungguh pria yang baik terlepas dari segala apapun kesalahannya di masa lalu,,, semua orang pasti punya kesalahan baik disengaja ataupun tidak tapi semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berubah asalkan dengan niat yang benar benar tulus untuk berubah.. hanya Tuhan yang bisa menilai ketulusan niat Galih untuk bertaubat dan berubah… semoga Tuhan bisa memaafkan segala kesalahannya,, karena Tuhan maha pengampun dan maha penyayang..


Jika memang Galih bukan jodohku,, aku rasa aku bisa berteman dengannya,,, hanya karena obrolan beberapa saat dia berhasil membuatku mengagumi kedewasaannya…


“Biru…”


“hmm..?” balas Galih


“kamu tadi bertanya warna kesukaanku kan?,, warna kesukaanku biru…”


Dia tersenyum kepadaku….


“kalau boleh tau,,,siapa nama wanita itu…?”


Dia menatap kelangit….


“Alexa…. “ balas Galih


Dia diam beberapa saat sambil memandangi bintang² dilangit.. tiba² perutku berbunyi dan sangat keras,,, aku kaget dan malu karena Galih mendengarnya…

__ADS_1


“kamu sudah lapar…?” tanya Galih


Aku hanya terseyum tersipu dan mengangguk pelan….


__ADS_2