Kisah Cinta

Kisah Cinta
AMANDA REIN


__ADS_3

“WOWWW Gede bangettt..”


Ucapku dalam hati ketika pertama kali memasuki rumah ini. Rumah lamaku di kota sebelah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rumah ini. Interior rumah ini juga fantastis, diisi dengan furnitur –furnitur dengan kualitas bagus,, aku masih melihat sekeliling ruang utama rumah ini. Lukisan pemadangan desa menempel di dinding ruang tamu, disana juga ada jam kuno setinggi 2 Meter, kalau kulihat ke arah belakang rumah ini, dari sini terlihat kolam renang yang airnya berkilau terkena sinar matahari, tepat di bawah tangga menuju lantai 2 ada sebuah piano classic berwarna hitam. Lalu pandanganku menyusuri anak tangga dari bawah sampai ke atas,,, lalu aku terkejut dengan apa yang kulihat.


‘DENG DENG DENG DENG DENG DENG DENG DENG DENG”


Jam kuno yang aku sebutkan tadi berbunyi sangat keras sebanyak sepuluh kali ketika aku melihat sesuatu di anak tangga paling atas.


“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…bundaaaaaaaaaaa..” aku berteriak ketakutan, teriakanku membuat bunda yang sedang didepan mengambil barang² berlari masuk ke dalam rumah.


“Kenapa Ga? Ada apa?” ucap Bunda


“iii,,ituu,,,” tanganku gemetar menunjuk ke arah atas, di anak tangga paling atas, disana ada sesosok wanita dengan rambut panjang menutupi wajahnya dan tubuhnya bersandar di pegangan tangga. Begitu menyeramkan….


“Amanda,,,?” teriak Bunda


Amanda ? bukan setan yah ?,,,


“Xixixixixi,,,, Bundaaaaaaa…” cewek itu sedikit berlari menuruni anak tangga menuju kami dan langsung memeluk bunda..


Eh jadi ini yang namanya Amanda ? bunda sering menceritakan tentangnya padaku…


“kamu ngapain kayak gitu?..Ega Sampai ketakutan..” ucap bunda sambil mengusap rambut Rein.


“hihihihi,, ternyata benar apa kata bunda, dia anaknya penakut,,,” ejek Rein


Aaaaaa Sialan,, dia mengerjaiku… Bunda cerita apa aja tentangku padanya?


“Ega,,,, ini Amanda.. mulai sekarang dia adalah kakakmu..” ucap Bunda


“Hai Rega,,,” Rein tersenyum padaku,,


Kalian pasti bingung dengan apa yang terjadi.. kalian masih ingat di awal-awal cerita ini aku di masa depan pernah mengatakan, setelah lulus SMP aku pindah ke kota ini karena bunda menikah lagi dan akhirnya memutuskan meninggalkan kota sebelah dan pindah kesini ikut suami barunya. Sedikit cerita tentang ayah baruku yang kudengar dari bunda, pekerjaannya adalah seorang konsultan specialist engineering jalur kereta api. Karena pekerjaannya itu beliau sering berpegian ke beberapa tempat di dunia ini, dia bukan asli warga Indonesia,, Bunda bertemu dengannya ketika dia sedang menangani proyek jalur kereta bawah tanah di kota sebelah, bahkan waktu pernikahan dengan bunda, dia hanya seorang diri tidak ditemani keluarganya yang ada di luar negeri. Sebelum mengenal bunda, dia sudah menikah dengan seorang perempuan asal korea waktu ada proyek disana, kemudian dia memboyong istrinya ke Indonesia karena sedang ada proyek jangka panjang disini,,, dan hasil pernikahannya itu dia dikaruniai seorang putri namanya Amanda Rein.


Jadi Rein adalah saudara tiriku,


Tapi Ibunya Rein sudah meninggal sekitar 5 tahun yang lalu karena sakit, selama 5 tahun ini kebanyakan Rein tinggal sendiri di rumah sebesar ini hanya ditemani beberapa pembantu, ayahnya sering bepergian untuk pekerjaannya. Dan sekarang pun ayah kami tersebut sudah meninggalkan Indonesia karena ada proyek di Belanda. Beliau berangkat seminggu setelah pernikahannya dengan Bunda. Beliau berpesan kepada Bunda untuk pindah kesini sekaligus menjaga Rein. Dan akhirnya hari kepindahan itu pun tiba.


“Bunda mau merapikan barang-barang dulu,, kalian ngobrol-ngobrol dulu yah,,,” ucap Bunda


Selepas ditinggal Bunda, aku hanya duduk manis di sofa sambil melihat bunda seliweran memasukkan barang,, sedangkan Rein, dia duduk diseberang sofa sambil melihatku.aku yang dasarnya anak pemalu, keringet dingin dilihatin dia dari tadi,,,


Benar kata Bunda, Rein begitu cantik dengan wajah oriental yang didapat dari ibunya. Kulitnya putih langsat dengan kaki yang jenjang, tubuhnya langsing sangat terlihat dimana dia pagi ini hanya memakai tanktop dan bawahan rok kotak kotak sepaha , rambutnya hitam panjang di urai kedepan menutupi bongkahan aset berharganya yang,,,, astaga aku baru menyadari kalau bulet bener asetnya itu,, lah dia kan masih SMA, kenapa tubuhnya sudah bisa seperti itu? Dia hanya setahun lebih tua dariku, ,, dengan keindahan tubuhnya plus tinggi tubuhnya itu, Rein bisa dibilang memiliki tubuh sempurna untuk wanita seusianya.


“aku masih gak nyangka punya adek,,” ucap Rein tiba².


“hehe…” aku hanya tersenyum menanggapinya


“ehmmm….. jadi nanti kita bisa jalan bareng, sekolah barengan, main bareng, makan bareng, renang bareng, tidur bareng, mandi bareng,, gimana menurutmu?…,,,,,,,,dek” ucap Rein dengan sedikit penekanan kata “dek”


Buseet,, Yang lainnya sih oke,, tapi yang bagian tidur bareng dan mandi bareng itu masih belum bisa diterima akal sehatku.


“hehe,, aku bisa tidur dan mandi sendiri,,,”


Kemudian Rein berpindah duduk di sebelahku, sangat dekat sekali….,



“Kenapa? kamu gak mau mandi sama kakakmu?……. Dek” Rein mengatakannya sambil mendekatkan ke tubuhku,, Reflek aku geser tubuhku menjauhinya,,


“aku uda Gede…hehe”


“masa’? coba lihat……… Dek” Rein menggeser duduknya lagi ke tubuhku.


Heh? Mau liat apa?


“Dekkk…..?” melihat tidak ada jawaban dariku Rein malah semakin mendekatkan tubuhnya, tanpa menggeser duduknya membuatku semakin tersudut dan menggeser tubuhku, kemudian…


BRUGGGGggG, Tubuhku jatuh dari sofa. “aduhh..”


“hahahahahahahahahaha, ,,,”


“Aaaaaaaaaaaaaaaaa,,, dia mengerjaiku lagi,,,”


“Ega kok duduk dibawah sih,,?” Bunda yang kebetulan lewat didepan kami menegurku..


“eh,, enak Bun.. Adem lantainya…”


“Hmm aneh aneh aja.,, ini barangmu masukin kamar” ucap Bunda


“iy…..”


“biar saya saja Bu’ ….” Mbak² asisten rumah tangga menawarkan bantuan.


“Uda gpp mbak, biar Ega sendiri yang masukin barangnya” ucap Bunda


“Mau dibantu masukiiiin..?” Rein mengucapkannya dengan melihatku sambil mengedipkan satu matanya.


Gilaaaa,,, Nih cewek mesum abisssss, ,


“Jangan..jangan.. Biar Ega sendiri” ucap Bunda


“Gpp Bun, sekalian aku tunjukin kamarnya…” ucap Rein


“Yasudah kalau gitu, makasih ya Amanda,,,,” kemudian Bunda pergi ke belakang


“Ayo dek ikut aku” Rein berjalan menuju ke arah tangga,


“katanya mau bantuin,, tapi dia gak membawa satu pun barangku” ucapku kesal dalam hati


.


.


“ini kamarmu,,,Gimana? Suka?….Dek “ ucap Rein


Kami tiba di sebuah kamar di lantai 2 rumah ini,


“Bagus….” Ucapku sambil melihat sekeliling kamar ini, memang kamar ini bagus dan luas, dengan kamar mandi di dalam kamar, bakalan betah disini ni kayaknya.


“mama dulu pernah bilang kalau kamar Ini rencananya disiapkan untuk adikku, Tapi….” Ucapannya terhenti, aku reflek menolehnya,, raut wajahnya berubah jadi sedih. “dia pasti merindukan mamanya..”.


“kamarmu dimana?” aku spontan menanyakan itu agar mengalihkan kesedihannya.


“Eh,, kenapa tanya kamarku? Jadi mau tidur bareng nih?” ucap Rein ,sial,,, sepertinya aku salah pertanyaan.


“Hah,,enggak ,, enggak,,bukan gitu maksudnya..hehe”


“Tuh,, kamarku” Rein menunjuk sebuah pintu ruangan yang ada diseberang kamarku,,,


“kalau malam-malam kamu ketakutan tidur sendiri, kamu bisa tidur disana denganku,,,” ucap Rein


Woi,, emangnya aku anak TK gak berani tidur sendiriii…


“Tapi ketuk dulu yah kalau mau masuk,,” kemudian Rein mendekatiku dan berbisik kepadaku,,


“Soalnya aku kalau tidur gak pakai baju,,” ucap Rein ditelingaku dengan perlahan,,,

__ADS_1


GLEK,


Kenapa dia mengatakan itu padaku, aku langsung membayangkan Rein yang tidur telanjang,,, terbayang gambar² yang sering kulihat dari majalah milik Dika sahabatku waktu SMP di sekolah, pilm² yang sering kami lihat bersama waktu aku menginap di rumahnya.


“tapi pakai piyama,,,,hahahahahahaha, ihh,, pasti kamu pikirannya mesum ya dek? Bilangin bunda loh..!” ledek Rein


Kamu yang dari tadi mesum,,sialan tiga kali aku dikerjain,,, ”sambutan keluarga baru macam apa ini..” kemudian dia pergi meninggalkan kamarku.


Setelah kurapikan barang-barangku, aku tiduran ditempat tidur yang empuk ini,,, rasanya sedikit lelah badanku,, kupejamkan mataku perlahan, didalam pikiranku aku memikirkan aset berharga milik Rein,,, “seandainya saja aku bisa memegangnya,,,” Beberapa detik kemudian kubuka lagi mataku…..


“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,aduuh”


Aku terkejut ketika kubuka mataku wajah nya Rein tepat di hadapanku, sangking kagetnya hingga kepalaku terbentur kepalanya..


“sakit tau,,,” ucap Rein sambil mengelus keningnya,,,


Rein berdiri di samping tempat tidur,,, dari pandanganku yang lagi rebahan di tempat tidur, terlihat jelas betapa bulat ***********,,,


“lah kamu, bisa kali ketok pintu dulu,,,,” aku juga mengelus keningku sendiri.


“pintunya gak ditutup, ya aku langsung masuk aja,,.hehe.. btw, kamu mau tidur?” ucap Rein


“ehmm, enggak juga,, cuman agak capek aja abis merapikan barang²..”


“buruan mandi,, setelah itu ikut aku” ajak Rein


“kemana?”


“kencan,,,” ucap Rein


“Haah?”


“kenapa ? gak boleh kencan sama adek sendiri..? uda sanaaaaa mandii,,, atau mau mandi bareng?” ucap Rein dengan senyum menggoda..


“Oke,,,”


“heeeeh? Serius mau mandi bareng? “ tanya Rein penasaran,,,


“Maksudnya, Oke, aku mandi sendiri,,,,” aku mengucapkannya sambil turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi,,,


“Yaaaaahh,,,” Rein tampak kecewaaa,,,


Di dalam mandi tanpa membuka celanaku, aku langsung berfantasi membayangkan Rein,,, kegiatan seperti ini bukan pertama kali kulakukan,, bagi remaja yang sedang memasuki masa puber dimana pertumbuhan hormon begitu pesat, aku tidak bisa menahan libido ketika melihat, mendengarkan atau merasakan rangsangan bahkan sekecil apapun rangsangan itu. kami para remaja sangat rentan dengan hal² yang berbau seksualitas,, atau Cuma aku saja yang merasakan ini?


DOK DOK DOK


Aku terkejut suara pintu kamar mandiku diketok,,,


“lagi ngapain dek? Ngebayangin aku yah?.. xixixi” tanya Rein


SHOCK, Rein masih di dalam kamarku? Oh tidak,, dia mendengarkanku gak yah? Sial,,, aku sangat malu jika benar benar dia tau apa yang aku lakukan,,,,Segera kuhentikan aktivitas ku dan melanjutkan mandi.


Setelah selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi dengan kepalaku duluan,, aku pastikan cewek mesum itu tidak ada lagi disinii,, ternyata dia sudah pergi.


“hmm,, syukurlah”


Kubuka lemari pakaian dan kucari baju yang pas untuk kencan.


“Hehhh ..Kencan,,?”


Masa’ iya siang-siang gini dia ngajak aku kencan,, kuambil kemeja favoritku, kulihat cermin besar yang menempel di lemari,,, haruskah kumasukkan kemeja ini? Seperti cowok cupu yang lain? Aku bingung harus berpakaian seperti apa.. aku cuman tidak ingin membuat cewek secantik Rein malu jalan denganku,,, tunggu,, tunggu… cewek secantik Rein jalan denganku? … gokill,, ini pertama kalinya aku akan jalan berdua dengan cewek,, meskipun dia kakak tiriku,, tetap aja dia cewek,, hehehe


Kusemprotkan parfum di segala penjuru tubuhku, sampai aku terbatuk sendiri menghirup aromanya,,, setelah itu aku keluar kamar dan turun tangga,, disana ada Bunda.


“Loh,, ganteng bener anak bunda? Mau kemana..?” tanay Bunda


“sama Amanda..” aku hanya mengangguk menjawabnya,,


Kulihat Bunda mengibaskan telapak tangannya di depan hidungnya ketika aku melewatinya…


“Kenapa Bun..?”


“Gpp Kok,, hati² yah.” ucap Bunda sambil tersenyum…


Hmm,,?


“Yuk,,,” kudengar suara Rein dari arah belakang,,,ternyata dia di sofa menungguku,,,



Rein terlihat begitu cantik,, dia hanya mengganti atasan tanktopnya yang tadi dia pakai, masih dengan rok yang sama. Dengan tambahan aksesoris topi dikepalanya, cute banget. Seandainya saja dia bukan kakakku,, pasti dia gak mau jalan denganku,, hahaha. .Melihatku yang sudah siap, dia berjalan mendekatiku. Dan Setelah pas dihadapanku, dia melakukan gerakan yang sama seperti dilakukan Bunda Tadi,,


“Kamu pakai parfum apa sih Dek…?” ucap Rein sambil menutup hidungnya,,,


Eh kenapa? kudengar Bunda tertawa keciil sambil berjalan kebelakang,, sumpah aku malu dan tertunduk, beberapa saat kemudian Rein mendekatiku dan melepaskan satu kancing kemejaku paling atas,,, gokil, aku tidak pernah mendapatkan moment seromantis ini dalam hidupku,,, dia melihat wajahku lalu melepas kacamata yang kupakai,,


“keliatan cute tanpa kacamata..” woww, Rein memujiku,, aku jadi tersipu,,,


“iya tapi akunya nggak keliatan…”


“hihihi,, yasudah yuk” ajak Rein


Dengan ditemani sopir, Rein mengajakku keliling kota ini, mulai dari tempat² menarik, mall, restauran yang biasa dia datangin,, kami sempat makan siang disana, kemudian kami jalan² ke sebuah mall,,, setelah bosan di dalam mall, dia mengajakku ke sebuah taman yang cukup rame di sabtu sore ini.. kami berdua jalan-jalan menyusuri track jogging di taman ini sambil ngobrol banyak hal, beberapa kali anak kecil menggoda Rein,,,


“Neng,,, pacarnya jelek amat,,hahaha”


Sialan tu bocah,, aku jadi gak pede pada diriku sendiri jalan berdua dengannya,,,


“Jangan didengerin,,,” ucap Rein


“Memang benar ucapan mereka, kamu gak malu jalan sama aku? kita ini bagaikan beauty & The Beast”


“hahahaha,, kamu ini,, ngapain malu? Kamu itu adekku,, ehmm mungkin suatu hari nanti kamu bisa melepaskan diri dari kutukan ini dan berubah menjadi seorang pangeran tampan” ucap Rein memberi ku semangat


“tunggu,,tunggu,,jadi kamu mengakui kalau aku cantik?” Rein mendahuluiku berjalan,, kemudian menghadapku..


“Ehh,,,”


“Hmmm ,, makasi loh,, haha” kemudian Rein memegang satu tanganku,, dan menarikku


“Sini aku gandeng,, biar kamu tau kalo aku sama sekali gak malu jalan denganmu…” ucap Rein


Halus sekali tangannya,, aku jadi senyum senyum sendiri, dia menggandeng tanganku disetiap kemanapun langkah kami berjalan,, sampai tak terasa langit sudah berubah gelap. Kami masih di taman, sedang duduk di sebuah kursi panjang menghadap air mancur di tengah taman ini… Rein memeluk tubuhnya sendiri,, sepertinya dia kedinginan,, kulepas kemejaku dan kupakaikan ke tubuh bagian belakangnya agar menutupi lengannya.


“Hmm manisnya adikku,, makasih yah,, kamu nggak kedinginan?” ucap Rein


“gpp kok, kaos ini cukup tebal.” Sebenarnya sih enggak,, kaos yang kupakai tipis banget,,, dinginnya kota ini langsung menghujam tubuhku, tapi aku lebih gak tega hawa dingin ini menyakiti rein,, ceileh,


“Ehmm,, maaf soal tadi di kamar mandi,” aku mencoba membuka obrolan lagi, mendengar ucapanku memabahas kamar mandi reflek dia menolehku,,


“Hehh? Jadi kamu beneran ngebayangin aku? seriusss? Padahal aku cuman asal loh tadi,,, hahahaha” ledek Rein


“eh,jadi tadi,,,?”


“no no no. aku malah menggali kuburanku sendiri,,, tidaaaaaaak”


“ha,,ha,,ha,, beneran aku tadi Cuma asal,, hmm,, ternyata kamu beneran nakal ya dek,,, bilangin bunda lohh,, masa’ kakak sendiri dimesumin” ucap Rein

__ADS_1


“jangan,, jangan dong..”


“iya,, iya,,, tenang aja,, aman,lain kali bilang aja kalo butuh bantuan,,” bisik Rein padaku,,,


GLEK


“mau dong,,” ucapku dalam hati,,,


“oke,,,” ucap Rein


“apanya..?”


“Kamu bilang mau kan,,?” ucap Rein


“hah? padahal Aku mengucapkannya di dalam hati,,” eh,, aaaaaaaa keceplosann,, tegas ku


“tuh kan,, hahahaha, aku ini masih ada keturunan keluarga Edward Cullen,, aku bisa baca pikiran orang,,, apalagi pikiran cowok mesum,, hahaha” ledek Rein


“busett, serem banget nih cewekkk…” ucapku dalam hati,,,


“apa kamu bilang?” tanya Rein


“eh,, kagak,, kagakk,,”


“berhenti berpikir, berhenti berpikir,,”


Sesaat kemudian suasana menjadi hening,,,


“kulihat Bunda begitu sayang padamu,,” ucap Rein


“Bunda memang sangat sayang padaku, selalu peduli denganku, aku sungguh beruntung punya ibu seperti bunda”


Kemudia Rein menyandarkan kepalanya di bahuku, dia tampak bersedih,,,,


“maaf aku gak bermaksud…”


“Gpp kok, kamu pernah merasa merindukan ayahmu?” tanya Rein


“tidak,, sejak kecil aku tidak pernah ketemu dengannya,, bunda selalu bilang kalau ayahku sudah pergi jauh dan tidak akan kembali..bagaimana denganmu? apa kamu merindukan mamamu?”


“Tidak juga, malahan aku membencinya” ucap Rein dengan kesal


“kenapa? kamu tidak boleh bicara seperti itu, dia itu mamamu..!”


“kamu tidak tau apa² tentangnya.. dulu waktu mama terbaring sakit selama beberapa bulan,, mama berjanji padaku untuk tidak pernah meninggalkanku sendirian,, tapi apa kemudian yang terjadi? Dia pergi,, Dia meninggalkanku Ga, dia tidak menepati janjinya,, aku sangat membencinya, Beberapa bulan setelah kepergiannya, itu merupakan hari-hari yang sulit bagiku, dia tega meninggalkanku sendirian berbulan bulan di rumah sebesar itu ketika papa sedang berada di luar negeri,,, hiks,, dia jahat Ga. Dia jahat padaku., hiks” perlahan air mata Rein menetes,,,


Walaaahh, kok dia jadi nangis gini,, aku bingung harus ngapainn,, ,


“ehmm,, kamu pasti terbiasa.. seperti aku” aku mencoba menghiburnya,,


“jangan samakan aku denganmu,, kamu tidak akan mengerti bagaimana rasanya, sejak lahir kamu sudah terbiasa hidup tanpa ayah, kamu beruntung tidak sempat mengukir kenangan dengannya,, hiks,, sedangkan aku ? aku pernah mengukir momen bahagia dengan mamaku Ga, bahkan seumur hidupku selalu bahagia jika didekatnya, dia begitu menyayangiku Ga,,, lalu kini dia pergi membawa semua kebahagiaan itu,, aku begitu kehilangan kebahagiaan itu Ga, tidak ada lagi yang sayang padaku seperti mama menyayangiku,,hikss” ucap Rein sedikit kesal,,,


“apa kamu bisa merasakan itu semua ? Hah?” ucap Rein sedikit teriak,, orang² yang disekitar kami pasti bisa mendengar teriakannya,,


Kuberanikan diri memeluknya di kursi taman itu,, Rein benar, aku tidak seharusnya membandingkannya denganku,, dia begitu menyayangi mamanya meskipun dia tidak mengakuinya.


“Maaf, kamu benar,,, tapi sebenci apapun kamu sama mamamu, dia tidak akan pernah membencimu, dia akan selalu menyayangimu meskipun kamu tidak bisa merasakannya lagi, dan meskipun kamu tidak bisa melihatnya, dia akan selalu disisimu, bersamamu, menjagamu,,, ketahuilah kalau mamamu sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik,, dia tidak menderita lagi karena sakitnya” mendengar ucapanku,, Rein semakin menangis sejadi-jadinya…


.


.


Sesaat kemudian dia sudah mulai tenang, dia melepaskan pelukanku,,


“makasih Ga,, aku akhirnya sadar,, Aku merindukannya Ga,, aku mencintainya,,,” kemudian Rein mengambil tisu di tas kecilnya,, tapi langsung kuambil,,, dengan tisu itu kubasuh pipinya yang basah. Dia tersenyumm…


“Mulai sekarang Aku akan berusaha menyayangimu Rein, seperti mamamu menyayangimu,, bahkan bunda juga pasti menyayangimu” dia tersenyum lagi


“Rein,,?”


“aku lebih suka nama belakangmu,,” aku tersenyum padanya,,,


“mamaku juga menyukainya,,, mama pasti tersenyum di atas sana,, ya kan ma?” ucap Rein sambil melihat keatas


“boleh,,?”


“panggil aku sesukamu,,”kini Rein memelukku,,


“yuk pulang,, bunda pasti khawatir” ajak Rein


Dan kami pun pulang,,,,


,


.


Di malam minggu ini aku sedang duduk di pinggiran kolam renang di dalam rumah,, aku masih tidak menyangka bisa mendapatkan keluarga baru, seorang ayah baru dan seorang kakak, kakak perempuan yang sangat cantik,, hehe, , untungnya aku dan Rein bisa langsung klop saat hari pertama kami bertemu, sejak hari pertama aku bisa langsung dekat dengannya,, mungkinkah bisa lebih dekat lagi? Entahlah,,,,


Oiya Rein sedang berenang loh,, tunggu ya kalau dia keluar dari kolam,, akan aku tunjukkan betapa sexy nya dia dengan bikini yang dia pakai malam ini.


Mungkin aku yang sekarang ini belum terlalu bisa membaca karakter seorang Rein,, karena memang baru ketemu sehari,,, tapi aku di masa depan pasti menyadari kalau Rein itu anaknya cantik romantis dan sadis seperti Meta, kadang Binal, mesum dan Eksinisionis seperti Resty, tapi dia juga bisa kalem dan penuh perhatian seperti Dias,, dan penuh kejutan seperti Linda.


“Mbak Manda,, ada tamu Mas Tony..” ucap Mbk² ART


Eh,, Tony ? siapa?


Mendengar teriakan mbak² ART, Rein berhenti berenang dan menuju pinggiran kolam renang,,,


“bilangin dia Mbak kalau aku lagi keluar…” tolak Rein


“Iya Mbak,,” ucap Mbk² art


“Siapa ?”


“Pacarku…!” tegas Rein


“Ohh,,”


Ohhh Rein uda punya pacar,, wajar sihh,,, cewek secantik Rein pasti banyak yang ndeketin,, malah aneh kalau dia gak punya pacar..


“Hehh,, ayo sini temenin renang..” ajak Rein


Aku : “Males dingin,,”


“nanti aku peluk,,,” ucap Rein


GLEKKK,


“mau dong kalau dipeluk keadaan dia seperti itu,, xixixi” ucapku dalam hati,,,


“Tuh kan mau,, sudah ayo sini” ucap Rein


“waaaa, dia beneran bisa baca pikiran orang nih?”


“gak mau..”


“yakin gak mau?” kini Rein menampakkan tubuhnya ke permukaan

__ADS_1


“WOWWW Gede bangettt..”


__ADS_2