
KEESOKAN HARINYA,
Aku terbangun saat merasakan sesuatu yang lembut sedang meraba raba wajahku. Begitu mataku terbuka, yang kulihat pertama kali adalah ciptaan Tuhan paling indah yaitu wajahnya Meta,,wajahnya sangat dekat sekali. Sesuatu yang lembut kurasakan di wajahku tadi adalah belaian lembut jemari tangannya. Meta tersenyum ketika melihatku terbangun.
“Morning Bee,,,,” Sapa Meta,,
“Morning sayang,,” lalu mataku terpejam lagi, masih mengantuk banget.
Hampir setiap saat aku menghabiskan malam bersama dengan Meta, dia selalu bangun terlebih dahulu. Ketika kutanya, dia bilang tidak ingin aku mendahuluinya bangun di pagi hari, dia takut jika aku tiba² pergi saat dia masih tertidur.
Tiba tiba aku merasakan Meta mengecup bibirku sekali,,
“bangun Bee,, sudah siang,,,” ucap Meta
“Hmmm,, satu ciuman lagi,, aku akan bangun,,,” ucapku menggodanya,,,
Meta menuruti mauku, dia menciumku lagi beberapa kali, sampai aku terbangun. Aku melihat sekeliling kamar yang begitu berantakan setelah pertempuran gairah semalam,
“Rein mana Bee..?” tanyaku padanya
Kenapa aku tanya Rein kepada Meta? Karena memang semalam kami tidur bertiga, terakhir kuingat semalam aku tidur diapit tubuh mereka berdua. bahkan saat ini aku dan Meta berada di kamarnya Rein.. Aku masih terbayang kejadian kemarin,, Melihat Meta dan Rein berciuman bibir didepan kedua mataku, lalu saat jari jemari kecil Meta meremas kedua payudara Rein yang besar, sungguh pemandangan yang begitu indah dan nakal. Aku jadi tidak sabar melihat pemandangan seperti itu lagi secepatnya,, mumpung Rein belum berangkat ke Korea, hihihi.. Ya, tepat sekali,, aku tau apa yang ada dipikiran kalian,, kemarin sore sampai malam tadi kami melakukannya bertiga.. Diruang tamu, ditempat tidur, di kamar mandi.. kemarin mereka berdua menggila, liar,,, dan aku sangat menyukainya, hahaha, meskipun bukan pertama kalinya melakukannya, tapi kali ini rasanya sungguh berbeda karena aku melakukannya dengan dua wanita yang sangat menyayangiku.
“Katanya tadi dia mau masak sesuatu untuk sarapan,,,” balas Meta
“Ohh,,,”
Aku bergerak, membalikkan tubuh Meta yang masih telanjang agar tidur miring membelakangiku.. lalu kupeluk tubuhnya dari belakang,kemudian kuciumi lehernya.. kadua tanganku melingkar di atas perutnya yang langsing. Tangannya Meta memegang punggung telapak tanganku dan mengusapnya…
“Bee.. aku ingin bikin Tato namamu disini,,,” seru Meta,, memindahkan satu telapak tanganku di bagian bawah perutnya..
__ADS_1
“nanti aku akan selalu memakai kaos mini agar orang orang bisa melihatnya,, apakah kamu akan menyukainya…?” tanya Meta meminta pendapatku,
“Terserah kamu sayang,, tapi kenapa harus namaku,,? Bukan kupu kupu atau bunga, atau simbol simbol aneh,,,”
“Biar semua orang tau kalau aku milikmu,,, “ ledek Meta
“Hmmm kamu nih, yauda bikin aja,,, pasti sakit banget. apalagi diperut..”
“Gapapa,, rasa sakitnya gak seberapa kok dibandingkan dengan rasa sakit yang kuderita untuk mendapatkanmu,,,” ucap Meta
Hadeeehh,, semakin kudekap tubuh Meta dari belakang,, lalu kuciumi bagian belakang lehernya dan punggungnya..
Tiba-tiba pintu kamarnya Rein terbuka,, dan yang membukanya adalah Rein,,
“astaga kalian ini,, masih kurang aja semalem,,,?” Rein berdiri didepan pintu kamarnya sedikit terkejut dengan apa yang kulakukan dengan Meta diatas tempat tidurnya,
“Rega tuh Rein yang mulai….” ucap Meta
“Dekk, pakai bajumu,, ada yang ingin bertemu denganmu,,,” ucap Rein
Hmm?
“Siapa pagi pagi begini,,?”
“Ini sudah siang Deeek,,, Lebih baik kamu bertemu langsung dengannya,, dia menunggumu dibawah..” jelas Rein
Siapa sih..? aku langsung turun dari tempat tidur,, memakai kembali celana dan kaosku kemudian keluar dari kamar,,
“Siapa sih Rein yang datang..?” Kudengar Meta bertanya kepada Rein saat aku keluar dari kamar,, tapi Rein juga tidak menjawab Meta,, Meta dan Rein berjalan mengikutiku dari belakang,,
__ADS_1
Dari lantai dua, aku bisa melihat seseorang berdiri membelakangi tangga, aku belum tau siapa orang itu, aku hanya melihat rambut panjangnya.. lalu aku mulai menuruni anak tangga kemudian,,,
“Senior..”
Deg,
Astaga aku mengenali Panggilan dan suara itu. apakah mungkin dia…? Saat aku sudah mendekatinya, aku bisa melihatnya, Didepan mataku, berdiri memandangku sosok wanita yang sudah tidak asing bagiku atau bagi rumah ini karena dia dulu sering datang ke rumah ini,, aku begitu terkejut dengan kedatangannya, jantungku berdegup dengan cepat, tubuhku menegang, aku sampai tidak melanjutkan langkahku menuruni anak tangga,,, mataku masih menatap wanita itu, wanita yang dulu pernah dekat denganku dan dia yang dulu pernah kucintai.
“Winry…?”
Dia memang Winry, bagaimana dia tiba tiba dia berada disini,,? Bukankah dia sudah,,,, dia sudah,,,
“Senior, Aku kembali,.. untukmu…” sapa Winry
.
.
.
.
.
.
.
“Oh Shitt,,, please jangan lagi,,,,” teriak Meta
__ADS_1
Tamat