Kisah Cinta

Kisah Cinta
PENGHIANATAN ATAS PERASAAN


__ADS_3

♪ Kaulah Hidupku..Dan juga Matiku..


Kalian percaya akan adanya hukum keberuntungan ?


Suatu keadaan dimana kita akan menerima nasib buruk di masa yang akan datang sesuai dengan banyaknya keberuntungan yang kita dapatkan. Sebenarnya aku tidak tidak terlalu percaya dengan hal semacam itu karena menurutku nasib baik dan buruk manusia semasa hidupnya sudah digariskan oleh sang pencipta.. Tapi malam ini aku merasakan hukum keberuntungan mendatangiku,,, ataukah memang ini semua sudah digariskan kepadaku?


Aku sempat berpikir kalau aku adalah cowok paling beruntung didunia, karena malam ini Alexa mengampuni segala dosaku padanya dan masih memberiku kesempatan meskipun aku telah berbuat buruk dibelakangnya. Alexa menunjukkan betapa besarnya hati dan cintanya padaku. dia memilih tetap bertahan denganku meskipun aku sudah menghianatinya. Tetapi malam yang seharusnya sempurna dan penuh keberuntungan bagiku ini dengan cepat berubah menjadi kemalangan ketika Rein datang menyapa Alexa dengan tamparan yang begitu keras dan menyakitkan.


PPPLLLLLAAAAAAAKKKKKKKK


Aku langsung melihat kearah depan lagi setelah mendengar suara tamparan yang begitu keras.. Kulihat Alexa shock memegang salah satu pipinya.. seseorang menampar pipinya.. dan orang itu adalah…


“Rein….?”


Deg


“MAU MU ITU APA SIH…..?.” Rein berteriak sangat kencang kepada Alexa


Saat Rein akan melayangkan tamparan keduanya, aku reflek berdiri dan menahannya dari belakang. Rein terlihat begitu emosi dan marah kepada Alexa,….. Sedangkan Alexa hanya bisa diam dan mencoba untuk tenang melihat Rein memergoki kami sedang berduaan. Saat Alexa masih bisa tenang setelah ditampar Rein, berbeda denganku,, aku sangat panik,, aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan… Aku masih bertanya tanya kenapa Rein bisa ada disini. Apakah dia mengikutiku sejak aku keluar dari rumah?


” LEPASIN… KAMU TADI KAN BILANG MAU KENCAN DENGAN AMEL… KENAPA KAMU ADA DISINI DENGAN DIA.. KENAPAAA…? APA INI MAKSUDNYA…? ” Tanya Rein padaku dengan nada yang tinggi…


” Rein.. aku….. ” aku tidak bisa berkata apa²,,


” JELASKANNN SEMUA INI PADAKU…!!” Bentak Rein padaku,, aku tidak bisa mengatakan kalau aku berpacaran dengan Alexa.. tak bisa kubayangkan marah dan sedihnya Rein kalau dia tau aku berpacaran dengan Alexa… aku harus mecari alasan yang tepat..


Bentar Rein.. kamu tenang dulu, aku jelasin.. Aku dan dia…. ”


” sudah lama aku berpacaran dengan adikmu…. ” ucap Alexa datar kepada Rein..


Eh… ..? Enteng banget Alexa mengatakannya.


Mendengar ucapan Alexa, Rein semakin kelihatan emosi.. lalu dia menatapku…


” bener apa yang dikatakannya ?” tanya Rein pelan padaku..


” aa.. Aku…. ”


"Dek.. Katakan kamu tidak berpacaran dengannya.. Kamu tidak mungkin bohong kepadaku kan? Katakan kalau yang dikatakannya itu tidak benar…." ucap Rein


Air mata Rein mulai memenuhi bagian bawah matanya… oh sial… aku tidak bisa mencari alasan lagi, Alexa sudah mengakuinya.. Kami ketahuan…. aku hanya bisa tertunduk dihadapan Rein.


“jadi bener..? Jadi Selama ini……. Lalu Amel…?” ucap Rein dengan berat,,,


mungkin saat ini Rein sedang menyusuri ingatannya saat aku pergi tiap malam meninggalkan rumah, berpamitan padanya akan kencan dengan Amel,… Tetapi semua itu hanya palsu. Air mata Rein menetes lebih deras, dia kelihatan sangat terpukul mengetahui selama ini aku berbohong padanya dan berpacaran dengan Alexa.. …


“Rein…..”


“tega kamu Dek……. Tega kamu melakukan ini semua dibelakangku.. ” lirih Rein


Rein pasti sangat hancur menerima kenyataan kalau dia kalah telak dari Alexa. kalah dalam urusan sekolah dan percintaan,, nilai TRY Out nya kalah dari Alexa,, dan Alexa juga telah berhasil mendapatkanku, seseorang yang begitu dicintai Rein.


“ma……” ucapanku tertahan..


Maaf ? kenapa selalu kata maaf yang kukatakan padanya?


“.. INi PASTI GARA² KAMU…..” Ucap Rein pada Alexa…


“kamu sengaja kan melakukan ini semua..? Ini semua hanya akal²anmu kan..? PUASSS ? PUASS KAMU MELIHATKU SEPERTI INI….? HAHHH…?” Rein membentak Alexa dengan penuh amarah.


“KENAPA??? KENAPA KAMU SELALU BEGINI PADAKU ? APA SALAHKU,?? KENAPA KAMU TERUS TERUSAN MENGGANGGU HIDUPKU ??”


KEEEENNNNNAPPPPAAAAAA ? ” tanya Rein bertubi tubi


Aku masih berusaha sekuat tenaga menahan Rein yg daritadi masih berusaha menyerang Alexa.. Tidak seperti dulu saat Alexa membalas cacian Rein dengan menciumku di depannya Rein, kali ini dia hanya diam meskipun Rein dari tadi membentaknya.


“KAMU GAK INGET MAMA SELALU BAIK PADAMU? MAMA SELALU MENYAYANGIMU….. ” Rein masih berteriak dan membentak Alexa dengan air mata yang masih mengalir di pipinya


” LALU SEPERTI INI BALASANMU ATAS KASIH SAYANG MAMAKU PADAMU ?” ucap Rein


Masih tidak ada tanggapan dari Alexa,, kenapa dengannya? Kenapa dia tidak membela dirinya..?


” JAWABBBBB…” bentak Rein


” Rein…. ” ucapku pelan berusaha menenangkannya… semua orang di cafe ini melihat ke arah kami.


” KAMU HARUSNYA MALU SAMA MAMA,,, KEDUA ORANG TUAMU PASTI JUGA MALU TELAH MELAHIRKAN PELACUR SEPERTI KAMU…. ” bentak Rein


“ASTAGA REIN……” mendengar ucapan yang begitu kasar dari mulut Rein, aku langsung membentaknya


Kulihat Air mata Alexa menetes dipipinya


” APPPAAAA….? KAMU BELAIN DIA…? ” Rein membalas membentakku.


” Aku kecewa sama kamu…” ucap Rein padaku.. Lalu dia pergi meninggalkanku dan Alexa…


“Rein……”


aku melihat Rein pergi meninggalkan cafe ini. di Meja kulihat Alexa, tatapannya kosong…. Apa yang harus aku lakukan? Satu sisi hatiku ingin mengejar Rein, tapi satu sisi hatiku yang lain tidak ingin meninggalkan Alexa sendirian. Aku bingung harus memilih yang mana.. aku seperti terjebak diantara dua pilihan yang sangat sulit. aku tidak bisa memilih yang mana… , kedua wanita yang sedang mencintaiku saat ini sedang terluka. Jika aku memilih salah satu diantara mereka berdua, yang lain akan semakin terluka. Sial…….


Aku memandangi Alexa… aku merasakan betapa sakitnya Alexa mendapatkan perlakuan kasar dari Rein malam ini. jiwa dan batinnya terluka..


“AL…..?”


Alexa masih tertunduk, dia sangat terpukul dengan apa yang barusan terjadi, saat aku ingin menenenangkan Alexa,, tiba² tanganku dipegang seseorang… ternyata Rein kembali menghampiri kami,,, dia langsung menarik tanganku..


” BENER BENER KAMU DEK.. KENAPA KAMU MASIH DISINI..? …. ” ucap Rein

__ADS_1


” tunggu.. . Rein… ”


Rein menarikku sampai keluar dari cafe ini, sebelum keluar dari pintu aku melihat Alexa.. dia juga melihatku. .


“AL ? ”


“Maaf….”


.


.


Aku ditarik Rein sampai ke parkiran cafe dan menyuruhku masuk ke dalam mobil. Rein menyetir mobil sendiri kesini? Dia kan masih belajar menyetir….


.


.


Mobil sudah beberapa menit berjalan meninggalkan cafe dengan Rein dibelakang kemudi, Rein masih kelihatan marah..


“Rein….?”


Dia masih diam, fokus melihat ke jalan raya yang cukup padat di malam ini.


.


.


“kenapa? Dari ribuan wanita di kota ini kenapa harus dia..? aku tidak membantumu berubah untuk berpacaran dengannya… Kamu membuatku menyesal telah membantumu berubah… .” ucap Rein pelan.. Masih memandangi jalan raya.


Deg…Astaga..


” karena dia kamu berani berbohong padaku.. Tega banget selama ini kamu membodohiku Dek….” lirih Rein


” aku tidak bermaksud seperti itu Rein… ” dia menoleh sebentar kearahku. lalu menghadap jalan depan lagi..


” Lalu maksudmu apa diam2 dibelakangku jalan dengan dia? Kamu tau kan aku sangat membencinya…? kenapa kamu tega melakukan ini padaku..? selama ini Aku peduli denganmu.. aku selalu berusaha membuatmu senang dan nyaman saat didekatku, aku sedih melihatmu sedang sakit, aku menangis melihatmu babak belur, aku sangat khawatir dan gelisah mendengar kamu hilang.. ,, aku juga membantumu waktu kamu minta bantuanku untuk berubah,, bahkan…. tubuhku juga kuberikan padamu… . Hikss..Tapi kenapa kamu sejahat ini kepadaku… Hiks…” tegas Rein


Rein menangis mengingat semua yang telah dia lakukan untukku..


” aku kayak orang tolol… aku menyesal.. aku menyesal melakukan itu semua padamu.. ” ucap Rein


Deg


Aku tidak mampu berkata apa², Rein memang sangat berjasa padaku, telah banyak hal yang dia lakukan padaku.. tapi aku malah membalas semua itu dengan menyakitinya.


” sekarang ini dia pasti senang dan tertawa puas melihatku seperti ini…dia memanfaatkanmu untuk menghancurkanku lagi. .. ” ucap Rein


Lagi…? Aku mengingat kembali pengakuan Alexa kepadaku..


AL : “…. Tapi setelah mamanya meninggal, Amanda sering murung,, dia tidak seceria dulu.. tapi aku tetap menemaninya,, aku selalu berusaha menghibur dia,,,


..awalnya baik2 saja, tetapi pada suatu malan.. Cowok itu datang kerumahku,,,


… Aku yang masih sangat polos begitu mudah percaya termakan dengan omongannya,..


… Dengan sedikit rayuan, malam itu juga dia mengajakku kerumahnya, dan disana aku kehilangan perawanku…


..asal kamu tau, dia berhasil merenggut perawanku setelah sehari sebelumnya dia merenggut kesucian Amanda..


..Amanda sangat marah kepadaku, dia tidak percaya dengan semua yang kukatakan tentang cowok itu yang hanya mempermainkan kita berdua, dia menganggapku merebut cowok itu darinya..


… Ini tidak adil,, bukan hanya dia yang kehilangan, aku juga kehilangan kehormatanku dan sahabatku…”


” aku sudah tau semuanya,, aku tau apa yang terjadi antara kamu dan Alexa… karena cowok itu kan…?”


Rein terkejut mendengar aku mengetahui masalahnya dengan Alexa…


“stop jangan diteruskan,, ….” ucap Rein


” Alexa gak salah Rein… dia sangat peduli denganmu.,, .dia tidak bermaksud merebut cowok itu darimu,,”


” JANGAN SEBUT NAMANYA….. ” Rein terlihat emosi…. Dia membentakku lagi.


“kalau kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan cowok itu karena telah mempermainkan kalian berdua dan merenggut kesucian kalian….”


Rein menoleh kearahku lagi dengan tatapan yang penuh amarah..


” Alexa tidak pernah bermaksud menghancurkanmu, dia ingin baikan sama kamu,, dia masih menganggapmu sebagai sahabatnya meskipun selama ini kamu membencinya…. ”


” JANGAN SEBUT NAMA PELACUR ITU LAGI… STOPPP.. ” bentak Rein


Aku gak tahan dengan Rein yang masih keras kepala dan kasar menyebut Alexa seperti itu.. . .


” WANITA YANG KAMU SEBUT PELACUR ITU TULUS MENCINTAIKU DAN AKU SANGAT MENCINTAINYA. ,, ”


Air mata Rein menetes lagi dipipinya saat aku selesai mengucapkannya… Kata²ku seperti sebuah tamparan yang begitu keras di wajahnya.


“tidak akan kubiarkan kalian bersama…kalian tidak boleh bersama… ” ucap Rein pelan..


” kenapa Rein? Meskipun Alexa musuhmu.. kenapa kamu melarangku bersama dengannya?”


Belum ada tanggapan darinya,, pandangannya tertuju ke arah depan… kurasakan mobil ini berjalan pelan…


” meskipun dengan wanita lain selain Alexa.. … kamu tetap tidak akan rela.. ..karena kamu juga mencintaiku kan ..? ”


Rein kaget mendengar ucapanku, dia menoleh ke arahku.. mata kami bertemu.. seketika raut wajahnya berubah menjadi sangat marah dan emosi.. Lalu dia melihat kedepan lagi.. Tangan kirinya dengan cepat menggerakkan persneling mobil dan tiba² menginjak pedal gas dengan sangat kuat..

__ADS_1


Seketika mobil ini berjalan dengan sangat cepat… aku sampai kaget dan cepat kupasang safety belt.


”Rein… Pelan pelan…. ”


Rein tidak mempedulikanku, malah kurasakan mobil ini berjalan lebih kencang lagi di tengah² keramaian jalan raya.. beberapa kali mobil ini hampir menabrak beberapa mobil didepannya…


” Rein….. ”


Jantungku berdebar saat Rein menerobos lampu merah, beberapa mobil dari arah samping sampai berhenti mendadak..


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


” Hentikan Rein… kita bisa celaka…. ” kulihat pandangan Rein kosong… entah apa yang ada dipikirannya hingga nekat melakukan ini… padahal dia masih latihan menyetir..


Mobil berbelok, , memasuki Jalanan yang gelap dan sepi.. tapi Rein Nekat melajukan mobil ini di jalur yang salah dan masih melaju dengan kecepatan diatas 80 km/jam


Ada mobil sedan sedang melaju dari arah berlawanan, tapi Rein tetap melajukan mobil ini di jalur yang salah.. . .


Mobil itu sudah semakin dekat…


” Rein…… ”


Deg


Deg


Deg


Mobil dari arah depan itu berkali kali membunyikan klaksonnya dan memberi tanda dengan lampu dim ke arah mobil kami. tapi Rein masih tidak peduli…..


Deg


Deg


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


Saat kedua mobil akan saling bertabrakan, mobil dari arah depan itu membanting setir ke arah sebelah kanan agar tidak menabrak mobil kami… gilaa.. Rein benar² ingin menabrakkan mobil ini…


” REIN… Jangan seperti ini…kamu ingin mati…? . ”


Lagi² Rein tidak mempedulikanku,, dan mobil ini masih melaju kencang di jalur yang salah… memang begini kalau Rein lagi marah,, sadis…. Tapi tidak kusangka dia akan nekat seperti ini… Aku masih memandanginya….


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


Aku mendengar suara klakson dari arah depan.. dua buah sinar lampu terlihat dari arah berlawanan.. saat mobil itu semakin dekat, bisa kulihat kalau itu bukan mobil tapi truck tangki bahan bakar yang sangat besar… Dan tidak mungkin Truck itu akan bisa membanting setirnya dengan cepat seperti mobil sedan tadi….


Rein tidak sedikitpun memperlambat laju mobil ini dan dia tidak memindahkan mobil ini melaju ke jalur yang benar meskipun tau ada truck besar dari arah depan..


” REINNNN….. ” Aku membentaknya saat truck itu sudah semakin dekat.


Deg


Deg


Deg


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


TTIIIIIIIIIIIINNNNNN……


Deg


Deg


Deg


Aku pasrah, Rein benar² ingin menabrakkan mobil ini ke truck itu…


Deg deg


Deg deg


Beberapa Meter sebelum tertabrak, Rein dengan cepat memutar setir ke arah kiri.. Setelah lolos dari terjangan Truck.. dia menginjak Rem dengan kuat.. Seketika mobil berputar putar tidak beratutan hingga akhirnya berhenti di pinggir jalan….. Mobil ini selamat dari tabrakan yang mengerikan… kami selamat….


.


.


Beberapa saat hening, aku masih shock.. dan tidak bisa bernafas dengan normal…. hampir saja kami celaka… .. kemudian Rein meliha ke arahku dan berbicara sesuatu.


” memang benar cowok itu sudah menyakiti perasaanku, dia sudah mempermainkanku… LALU APA BEDANYA COWOK BRENGSEK ITU DENGANMU …? ” ucap Rein


Jleb… kata²nya menusuk hatiku,, aku langsung tersadar..


” Semua cowok memang sama… Semuanya brengsek… dan satu lagi.. Jangan sok tau….. .. AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU…. SEKARANG KAMU TURUN.. … AKU TIDAK MAU MELIHATMU LAGI..TERSERAH KAMU MAU KEMBALI KEPADANYA,,… AKU TIDAK PEDULI..” ucap Rein dengan emosi..


“Rein…”


“TURUUNNN… ” pinta Rein


” Rein.. please jangan seperti ini…. ”


”kalau kamu gak mau turun, aku yang akan turun….. ” pinta Rein sedikit membentak

__ADS_1


Mobil yang dikendarai Rein berjalan lagi, meninggalkanku sendirian di pinggir jalan yang sepi ini….. Kuputuskan untuk berjalan menuju arah rumah sambil berharap semoga Rein baik-baik saja kemanapun tujuannya…


Rein :” memang cowok itu sudah menyakiti perasaanku, dia sudah mempermainkanku… LALU APA BEDANYA COWOK BRENGSEK ITU DENGANMU …? “


__ADS_2