
Astaga?
Kulihat beberapa botol obat dari plastik berserakan di atas tempat tidur bahkan ada yang terjatuh di lantai… kukumpulkan semua botol obat yang terdiri dari beberapa macam nama obat dan ukuran itu ..
kalian tau apa yang membuat botol botol obat itu tampak sama?
Semua tempat obat itu sama² tidak ada isinya.. kosong…. Aku langsung Panik dan khawatir
… Oh Tuhan… apa yang terjadi denganmu Ress…? dimana kamu sekarang?
Aku langsung keluar kamar,. Dan berusaha mencari Ressa… Aku mencarinya di sekeliling penginapan ini.kuperiksa satu demi satu beberapa kumpulan anak.. terutama anak kelas 11
Aku begitu khawatir dengannya, dengan apa yang terjadi padanya.. mungkinkah penyakitnya kumat Lalu dia kehabisan obat? Kapan kejadiannya? Tadi malam,,? Aku takkan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada Ressa karena tidak kembali ke kamar semalam saat Ressa sedang membutuhkanku, dia pasti kesakitan,, sedangkan aku malah enak enakan dikamarnya Kak Neta.. Sial… Oh Tuhan… dimana dia,?
“ngeliat Ressa nggak?”
“Ressa disini…?”
“ada yang tau Ressa dimana?”
Aku bertanya pada beberapa anak yang kutemui, tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaan Ressa.. tapi aku masih akan berusaha mencarinya.
“Ressa itu yang mana ya kak?” jawab seorang siswa saat kutanya tentang Ressa..
“yang anaknya segini,, agak chubby., manis…..”
…….. : “………….?” anak tadi tampak kebingungan dengan penjelasanku..
“sudahlah lupakan….” aku langsung meninggalkannya
Aaaaaaaaaa.. bodohnya aku malah tanya ke anak kelas 10. Mungkin Sangking paniknya, kemudian aku melanjutkan pencarianku lagi.. Mencari ke beberapa kamar kamar para siswa yang berderetan…
beberapa gedung kumasuki termasuk hall, tetap tidak kutemukan dia…
Kini Aku sudah sampai di depan kamarnya Adit.. Aku harap Ressa ada di dalam kamar ini.. Kubuka pintu kamar ini, didalam Adit sedang ngobrol dengan dua teman yang lain termasuk Dio ketua kelas, Tidak ada Ressa disana…
“nahh.. ini dia anaknya.. . kemana aja dari kemaren? Ditanyain Ressa mulu tuh. … .” tanya Adit
Bukan saat yang tepat menjawab pertanyaan mereka..
“nanti aku ceritain…. Ehmm. Dit.. Lihat Ressa nggak?”
__ADS_1
“emang dikamarnya gak ada..? Terakhir…. ketemu dengannya tuh semalem di kantin..” ucap Adit
“aku mencarinya kemana mana gak ada Dit….” jawabku masih panik…
“kenpa sih bro..?” Adit tampak kebingungan melihatku
“ehmmmmm. tadi pagi waktu aku sholat subuh kayaknya ngeliat Ressa deh… dia berjalan sendirian…” jawab Dio
Langsung kuhampiri Dio yang sedang duduk diatas tempat tidur.. Dan kugoyang goyangkan badannya..
“Kemana dia ? Kemana perginya….?”
“woi… Woi…. Santai dong… Aku gak tau perginya kemana.. aku cuman ngelihat sebentar….” jelas Dio
Sial… kemana sih Dia… aku harus berpikir kira² kemana perginya Ressa pagi tadi…
(Ressa :” kamu sih tadi tidurnya pules banget… tadi jalan² sama Adit.. Gak jauh dari penginapan di dalam hutan… ada sungai yang airnya jernihhhhh dan dinginnnn banget… bagus tempatnya. Suasananya tenang dan nyaman banget disana,, cocok buat meditasi,,…. besok pagi aku ajakin kesana.. “)
Aku langsung teringat ucapan Ressa kemaren.. Iya disana… Pasti dia ada di sungai itu.
“ehmmm Dit.. Sungai yang kamu kemaren datengin sama Ressa letaknya dimana…?”
“sungai…? arah sana… ” Adit menunjukkan suatu arah di didepan.. aku langsung lari keluar dari kamar..
Sorry Dit.. tidak ada waktu menjelaskannya… aku harus segera menemukan Ressa.. aku hanya ingin memastikan keadaanya. dan semoga tidak terjadi sesuatu dengannya.
Aku berlari cukup kencang menuju bagian samping penginapan ini, diujungnya ada pagar tembok yang cukup tinggi, tembok itu memisahkan area penginapan dengan Hutan dibalik tembok itu, dan juga sebagai pelindung dari apapun yg akan masuk dari arah Hutan… disana ada pintu kecil yang hanya bisa dilalui orang untuk menuju keluar…
Aku masih berlari masuk ke dalam hutan, tak peduli dengan semak² dan tanaman liar di dalam Hutan, aku masih berlari lurus kedepan sesuai arahan Adit. beberapa kali kakiku tersandung akar pohon yang mencuat dari dalam tanah. Dan juga kedua tanganku tergores sesuatu yang sangat tajam ketika melewati semak semak tadi.
Semakin masuk ke dalam Hutan keadaanya semakin gelap.. karena hutan ini terdiri dari kumpulan pepohonan yang sangat tinggi dengan daun daunnya yang begitu lebat, sehingga menghalangi sinar dari matahari yang membuat suasana didalam Hutan begitu menyeramkan.. . sebenarnya aku takut, takut akan hewan seperti ular, macan, beruang, singa, buaya, Naga.. eh? Emang hewan hewan seperti itu ada di Hutan ini? Haha… gak tau deh… tapi aku lebih takut lagi jika tidak bisa bertemu Ressa lagi.
Semakin masuk lagi kedalam Hutan aku semakin tidak bisa berlari cepat, begitu banyak rintangan yang harus dilewati seperti pohon besar yang roboh, semak semak yang semakin susah dilewatin, jalan yang semakin terjal.
apa benar arahnya kesini? atau Jangan jangan aku malah tersesat?
Seandainya saja aku punya kekuatan seperti Edward Cullen dalam novel Twilight, aku pasti bisa berlari sekencang mungkin meskipun ada di dalam Hutan… Samar samar aku mendengar suara aliran air dari arah depan.. , pasti disana sungainya….
Eh?
Tiba tiba setelah melewati semak² yang cukup lebat satu langkah kakiku tidak merasakan tanah,, waktu kupaksakan untuk tetap melangkah, tubuhku malah jadi tidak seimbang dan terperosok kedepan. ternyata aku tidak menyadari kalau dibalik semak² tadi adalah sebuah jurang yang dalamnya sekitar 5 Meter,, langsung tubuhku berguling guling di miringnya jurang ini,, beberapa kali tubuhku terbentur sesuatu sampai akhirnya tubuhku berhenti saat menabrak sebuah pohon besar.
__ADS_1
“arghhh…….”
Kurasakan segala bagian tubuhku rasanya sakit dan perih… Sial.. Punggungku sakit sekali….. bahkan aku tidak bisa mencoba untuk berdiri.. sakit bangett.
“Bunda.. tolong aku…..”
“Rein….” andai saja ada Rein,, dia pasti langsung tau kalau terjadi apa² denganku…
Beberapa menit aku masih meringkuk di bawah pohon besar ini, merasakan sakit yang luar biasa di beberapa bagian tubuhku.. Di tengah² rasa sakit yang kurasakan, terdengar suara aliran sungai yang lebih kencang daripada tadi.. sepertinya aku sudah semakin dekat dengan sungai itu… dengan sekuat tenaga aku mencoba bangkit sambil berpegangan pohon besar ini,, aku tidak akan menyerah,, keadaan Ressa lebih penting daripada rasa sakit yang kualami.
Saat aku sudah berhasil berdiri, kulihat keadaanku,, beberapa bagian kaki dan lenganku lecet dan lebam.. Kurasakan juga sedikit darah di atas pelipis mataku sebelah kanan.
Aku mencoba kembali berjalan,, Beberapa langkah, aku masih tidak kuat berjalan, kakiku masih susah melangkah.. tapi akhirnya bisa segera terbiasa walaupun tidak bisa berjalan dengan cepat.
Dari kejauhan aku lihat cahaya yang cukup terang … Sepertinya itu sungainya.
Aku berjalan menuju arah cahaya itu.. Beberapa menit kemudian aku sudah menjangkau cahaya ini.. .. ternyata benar.. cahaya ini berasal dari cahaya Matahari yang sinarnya tidak terhalangi pepohonan karena ada sungai meskipun masih tidak begitu terang.
Air yang jernih dan arus sungai yang tidak terlalu kencang terpampang dihadapanku, mungkin lebar sungai ini sekitar kurang lebih 5 meter,, kulihat ke arah sebelah kiri.. Tidak bisa kulihat ujung sungai dari sini… lalu kulihat ke arah sebelah kanan…
DEG
Aku terkejut melihat sesuatu di sebelah kanan, dari arah seberang sungai ini ada seseorang yang tergeletak di pinggiran sungai ini..
dan itu Ressa…
Reflek aku langsung masuk ke dalam sungai,
NYESSS
Dingin banget sungai ini, dinginnya langaung menusuk kulitku… aku berjalan melawan arus sungai menuju Ressa.. kulihat dia tidak bergerak sama sekali, tanpa memakai baju.. hanya Bra dan Panties menutupi tubuhnya….
“Ress….. Ressa…” teriakku padanya…
Tetapi tidak ada tanggapan darinya, tubuhnya masih diam. mungkinkah dia…?
“Oh Tuhan…. tidak.. Tidak…..”
Kugerakkan semakin cepat langkahku didalam air.. Untungnya sungai ini tidak begitu dalam,,
Aku langsung menuju ke tubuhnya saat aku sudah berhasil melewati sungai ini.. Kulihat Ressa terpejam,,..
__ADS_1
“tidak… tidak… Ress…” ucapku…