
KEESOKAN PAGINYA
...–POV Ega—...
“Bee bangun..”
“Bee?”
“bangun sayang,,”
“aku sudah bangun bee..”
CUP, Meta mencium keningku.. Meta terlihat sangat cantik, masih memakai gaun putih yang dia pakai semalam,,
“aku pergi dulu ya Bee..”
“Mau kemana Bee?”
Meta tidak menjawabku, dia hanya tersenyum manis sekali…. Kemudian dia berjalan mundur menjauhiku…
“Bee tunggu,,,!”aku ingin mengejarnya, tapi tubuhku tidak bisa bergerak,,, hingga akhirnya Meta sudah tidak kelihatan lagi,, dia sudah pergi
“Beee..” aku berteriak memanggilnya…
Kemudian Aku terbangun dari tidurku,,, Mimpi?
Aku memimpikan Meta… kuambil handphoneku yang sempat kubanting semalam saat Meta mengirimkan pesan padaku. . kubaca lagi pesan yang dikirim olehnya
“it’s Over”
Meta mengakhiri hubunganku dengannya,, aku tidak percaya dia mengatakannya tanpa ada penjelasan… ini tidak boleh terjadi,, aku tidak terima diputuskan seperti ini,,seandainya dia benar benar ingin mengakhiri semua ini,, aku ingin tau alasannya,, karena Resty? Aku masih belum mengerti apa hubungannya Resty dengan hubunganku dengan Meta. Atau memang selama ini Meta hanya main-main denganku? mungkinkah seperti itu? “Fuckkkk..”
Kurasakan kepalaku sangat berat sekali,,, kulihat jam dinding jam 12 siang,,, aku tertidur masih dengan memakai pakaianku semalam.. aku merenung di atas tempat tidur,,
Apa yang akan aku lakukan?
Siapa yang harus aku tuju terlebih dahulu,,,
Meta?
Resty?
Atau.. Dias..
DEG
Aku teringat sesuatu tentang telepon dari Linda semalam.
FLASHBACK SEMALAM
Aku : Halo..
Linda : Ga,,,, (aku bisa mendengar kalau dia sedang menangis..)
Aku : Halo Lin,, kamu kenapa?
Linda : Dias Ga… hikss
DEG .. Dias ?
Aku : ada apa lin dengan Dias?
BLEB.
Loh ? sial handphoneku mati kehabisan baterai,,,
“Fuckkkk… ” ..
“Fuckkkkk..”
Kenapa pada saat seperti ini? Kupegang hapeku kugerakkan tanganku keatas,, ingin kubanting hapeku,,, tapi tidak jadi
‘’Gak jadi deh,,, sayang handphone mahal” ucapku dalam hati,,
Kemudian aku kembali tertunduk lesu di pinggir jalan,, aku menyesali karena tidak bisa melakukan apa apa. Ada apa dengan semua wanita wanita disekelilingku…
“huft..” aku pun berdiri dan berjalan kaki menuju jalan raya,,, sambil menunggu jika ada taxi yang lewat.. lebih baik aku pulang ke kost saja,, sambil menunggu kabar dari Meta.
.
.
Sesampainya di kost,, segera kutancapkan charger ke handphoneku dan sesaat kemudian ada pesan masuk dari Meta waktu handphoneku sudah menyala,,,
“It’s Over”
Aku emosi membaca pesannya,, tidak ragu kubanting handphoneku ke bawah,,,
Aku tertunduk diatas kasur.. “apa maksud semua ini?” aku menangis di atas tempat tidur,,
Kenapa seperti ini lagi?
perasasaan ini pernah kurasakan saat Dias mengatakan dia dijodohkan orang tuanya… hatiku hancur lagi, patah hati lagi,,,
aku menangis merenungi nasibku yang selalu gagal dalam percintaan.. hingga aku tertidur.
.
.
DOK DOK DOK
“Bee.. kamu didalam?”
Kuputuskan untuk ke apartemen Meta terlebih dahulu, setelah dari tadi aku coba menghubunginya tapi hapenya tidak aktif.
DOK DOK DOK
__ADS_1
“Meta buka pintunya..”
Dia tidak ada didalam? Kemana dia?
“aku pergi dulu bee..” bayangan mimpiku semalam terlintas,,
Mungkinkan Meta ada di tempatnya Resty? Tidak ada salahnya dicoba,,, aku akan menuju ke apartemen Resty..
.
.
DOK DOK DOK
“Resty aku tau kamu didalam,, buka pintunya”..
Aku mencoba mengetuk pintu kamar Resty,, setelah aku sampai di apartemennya. Aku yakin dia didalam, karena aku melihat mobil Resty warna pink mencolok di parkiran.
Beberapa kali ketukan masih tidak ada jawaban..
Aku tertunduk bersandar di depan pintu kamar apartemen Resty… aku sudah mulai menyerah,,
Kenapa Resty tidak mau menemuiku? Atau dia pergi dengan Meta? .. kenapa tidak ada seorang pun menjelaskan padaku apa yang sedang terjadi..
Dengan langkah yang gontai aku berjalan meninggalkan lorong ini,,, didalam pikiranku aku masih berpikir jika Meta mempermainkan perasaanku,, atau Resty juga ikut andil di dalamnya.
.
.
Kutinggalkan apartemen Resty, Hingga akhirnya aku sampai disini,,, kembali kesini mengingatkanku akan hari hariku dengan Dias,, aku sudah berada di luar rumah kost Dias dan Linda.
Apa yang akan aku temukan di dalam?
Apakah Dias ada dialam?
Aku masih ragu untuk ketemu dengan Dias lagi sejak kejadian malam itu.. aku tidak ingin bertemu Dias,
Lalu apa maksud telepon Linda semalam?
“hari ini sungguh burukk,, mungkinkan akan lebih buruk lagi?”
Aku memutuskan untuk tetap menemui Linda., atau Dias?
DOK DOK DOK
Hanya butuh tiga kali ketukan pintu langsung terbuka,, tidak seperti 2 pintu yang tadi aku ketuk… aku berdebar penasaran siapa yang membukakan pintu.. akankah Dias? Sumpah aku belum siap bertemu dengannya…
“Fiuh,,,” ternyata Linda
“Loh Ega..?” linda tampak terkejut dengan kedatanganku,, seperti biasa,,Linda selalu berpakaian mini jika berada didalam kost.
“Hai Lin,,,” aku mencoba memandangi ke dalam kamar, seperti mencari sesuatu,,,
“Dias di dalam?” ucaku pelan padanya,,,
“Itu yang mau aku bicarakan semalam,,” ucap Linda sambil menarikku masuk ke dalam kamar,,
“ada apa Lin..?” tanyaku penasaran,,,
“Dias Ga,,” raut muka Linda tampak bersedih
“Sejak dia pulang 2 minggu lalu, sampai sekarang dia belum balik..” ucap Linda
Hah?
“selama 2 minggu juga dia tidak masuk kantor,, tanpa ada kabar dan pemberitahuan,, bahkan dia tidak menghubungiku sama sekali, aku sudah berkali kali mencoba menghubunginya, tapi nomornya tidak aktif… aku takut Ga,, aku khawatir dengannya,, sebenarnya Dias tidak setuju dengan perjodohan itu” ucap Linda
DEG, aku merinding mendengar kalimat Linda. Dias tidak setuju dengan perjodohan itu? Pikiranku kembali mengingat kejadian malam itu,, ketika Dias menangis mengatakan kalau dia sudah dijodohkan. Aku merasa sangat bodoh meninggalkannya malam itu,, membiarkannya menangis di café itu tanpa mendengarkan penjelasan darinya… “Fuck,,,” mungkinkah malam itu Dias ingin aku membantunya lepas dari perjodohan itu,,,?
“atau Dias mencintaiku juga?”
“Fuck.. fuck….” Kenapa aku sangat bodoh sekali,,, masihkah ada kesempatan?
Ataukah sudah terlambat? Saat ini mungkin Dias sudah menikah dengan jodoh dari orang tuanya,,
Ya, mungkin sudah terlambat…
“Rumah orang tuanya di kota ini juga Kan,? Kamu sudah mencoba kesana?”
“kemarin siang aku kesana Ga,, rumahnya kosong,, makanya itu aku takut” Linda kemudian menangis..
Reflek kupeluk tubuhnya, Linda menyambut pelukanku,,,,, pelukannya sangat erat
“Sudah jangan khawatir,, mungkin Dia sedang berada di keluarga pasangan yang dijodohkan dengannya, mungkin saja dia sibuk mengurusi segala hal tentang pernikahannya sampai tidak sempat menghubungimu” ucapku menenangkannya, wajar jika Linda khawatir,, Dias adalah sahabat baiknya sejak kecil,,
“Kamu gpp kan Ga..? aku tau kamu sempat mendekati Dias..” ucap Linda
“aku sudah ikhlas kok Lin,,”
Mendengar ucapan Linda, Linda masih tidak tau aku berpacaran dengan Meta,, Artinya Meta menuruti permintaanku untuk tidak mempublikasikan hubungan kami ke Linda Dan Dias. Tapi percuma juga sih,, aku dan Meta sudah berakhir,, haruskah kuceritakan ke Linda? Gak usah deh,,,
Linda tersenyum,,
“makasih ya Ga,, aku jadi sedikit agak tenang,, Dias pasti kembali atau menghubungiku..” ucap Linda
Aku tersenyum padanya…
“kamu sudah makan Ga?” tanya Linda
Oiya,, aku belum makan dari pagi,,,
“pasti belum,, temani aku makan diluar dulu yah,, setelah itu kamu bisa meninggalkanku” ajak Linda
“kenapa enggak..?”
“Yeee,, eh tapi,, kamu mau nunggu aku mandi dulu gak,,? Hehehe” ucap Linda
__ADS_1
“ehmm,, oke,,gak masalah”
Linda beranjak dari tempat tidur,, dia berjalan menuju kulkas,,Kemudian dia membawakan satu botol minuman untukku,,
“nih Ga,, soda gpp kan, atau mau yang lain?” ucap Linda
GLEK,
“susu,, eh,, maksudku tidak masalah lin” gawat aku keceplosan,,,
Mendengar ucapanku. Reflek Linda menyadari kalau *********** kelihatan dan menutup bagian depan kaosnya dengan tangannya..
“hmmm. Ega nakal,,,” rengek Resty
“sorry,,sorry,, gak bermaksud Lin,,”
“dasar cowok,,, hehehe uda gpp,, anggep aja rejekimu , aku mandi dulu yah” ucap Linda
“Fiuhh,, “ untung aku gak ditabok sama Linda,,, segera kuminum beberapa teguk minuman yang diberikannya padaku..
Beberapa menit setelah Linda masuk ke Kamar mandi,,, aku melihat sesuatu di meja Rias,, aku mendekati meja itu,, dan duduk di kursinya.. di kaca meja itu, menempel beberapa foto Linda dan Dias. “Aku sedikit merindukanmu” ucapku dalam hati saat kupegang foto Dias,, tak terasa kuusap wajah yang ada di foto itu,,, aku tersenyum.
Beberapa detik kemudian Linda keluar dari kamar mandi,,hanya dengan memakai handuk dan tubuhnya yang masih basah.. dia melihatku..
“ehmm aku bisa keluar dulu Lin,,”
“uda gpp,, disini aja,, aku mau ambil baju doang,, nanti aku ganti di dalam kamar mandi.. jangan GR kali Ga.. hahaha” ucap Linda
“he he he..”
Kemudian Linda berjalan melewatiku menuju lemari pakaian, bisa kuhirup wangi sabun dari tubuhnya. Saat melintas tepat di hadapanku,, kakinya tersandung kakinya sendiri.. dia akan jatuh..
Tapi dengan cepat kutarik tubuhnya,, bukan,,,ternyata yang tertarik itu handuknya bagian depan,,, ,,, tubuh Linda malah jatuh ke arahku..
BRUGG
Tubuhku jatuh kebelakang tempat tidur,, dengan tubuh Linda ada diatas tubuhku, kedua kakiku merangkul kedua kaki LInda… Tubuhnya kini telanjang karena handuknya terlepas akibat tarikanku.
Payudara besar Linda menggantung tepat dihadapanku,, kedua tangannya berada di samping tubuhku,, menahan tubuhnya agar tidak menindihku,,, cukup lama posisi seperti itu,, aku masih melihati payudara Linda yang menggantung bebas. Melihatku memandangi ***********,,, Linda reflek menutupi *********** dengan satu tangannya
Linda tajam melihatku,, mata kami bertemu,, nafas kami berdua tidak teratur…
Apakah dia akan marah ?
“kamu pernah melakukannya Ga?” ucap Linda pelan
“haaah,, maksudnya?”
“kamu pernah bersetubuh..? tanya Linda
“pe,,pernaah..”
“bahkan seminggu ini aku tidak pernah absen melakukannya..” ucapku dalam hati.. tapi apa maksudnya dia menanyakan itu?
“kamu mau melakukannya denganku..?” ajak Linda
Whatttt,,? Linda mengajakku bercinta…
“Ta.. tapi Lin…”
“kalau kamu mau ayo kita lakukan,, tapi kalau kamu tidak mau juga gpp.. aku akan pakai bajuku dan kita keluar makan” ucap Linda
“Tapi.?”
Linda : “Kenapa ? Tenang aja Ga,, no relationship, no emotions, just s*x..”
Linda mengajakku bercinta tanpa adanya perasaan diantara kami,,tidak kusangka Linda mau melakukannya denganku, tapi lagi lagi,, kenapa? tidak adakah alasan lain? Atau Linda hanya tidak bisa menahan nafsunya,, seperti Resty. haruskah aku menerimanya? Sisi hatiku yang lain bilang,, kenapa enggak? Sudah tidak ada hati yang kujaga,, hubunganku dengan Meta sudah berakhir,,, aku sendiri lagi sekarang.. lagipula ini…
“just s*x..?”
Mendengar ucapanku seolah dia menyadari kalau aku mau melakukannya,, dibuka lagi tangan yang menutupi ***********,, *********** itu kini menggantung bebas lagi di hadapanku.
Linda tersenyummm,, Aku seperti mendengar sesuatu dari arah pintu kamar ini,,, saat aku akan menolehnya , Linda memegangi kepalaku
Dan kami melakukannya
.
.
Bercinta dengan Linda sedikit membuat pikiranku freshhh,,, DRTT DRTT DRTTTT , ada panggilan di handphoneku,, saat aku sudah di atas motor arah pulang ke kost. Terpaksa kuberhentikan motorku,, kulihat dari layar hapeku yang retak ternyata ada apanggilan dari Resty,,
Aku : Halo.. Res?
Resty : Datanglah kesini,,
TUTTTTTTT
Inilah saatnya aku menemukan jawaban yang aku cari,,, segera kubalikkan arah motorku menuju Apartemen Resty.
BEBERAPA JAM LALU, SAAT REGA & LINDA BERCINTA
...–POV Dias—...
Sudah 2 minggu aku tidak kembali ke kost,, Linda pasti memarahiku,, aku siap jika Linda memarahiku, awalnya dia pasti tidak mau berbicara padaku,, hihihi,, aku kangennnn sekali dengannya,,, maaf ya Lin…
Aku terpaksa tidak kembali kost dan tidak bisa kerja karena tiba tiba keluarga Galih mengajak keluarga besarku dan keluarga besarnya umroh bersama. Terpaksa aku harus ikut,,, baru semalam aku sampai di tanah air,, aku sempat menolak ikut karena aku belum ijin ke kantor,, ayahku malah bilang aku tidak perlu kerja lagi,, “Huftt..” bisa menginjakkan kaki di tanah suci untuk pertama kali tak aku sia siakan sama sekali,, aku gunakan waktuku disana untuk berdoa dan memohon petunjuk,,, aku juga memohon agar perjodohanku dengan Galih dibatalkan,, dan aku juga berdoa agar aku bisa disatukan dengan Ega… semoga Tuhan mengabulkan doaku..
Aku masih berharap bisa berpasangan dengan Ega,,
Aku berhasil merayu ayahku untuk tetap bisa kerja dan kembali ke kost.. akan aku gunakan kesempatan ini untuk meyakinkan Ega bahwa aku menolak perjodohan ini. Dan semoga dia mau mengerti,,,
“disini saja Pak,,” ucapku pada supir Taxi saat sudah tiba di depan Kost
“Senang bisa kembali kesini…” ucapku dalam hati,,,
Saat aku masuk pintu gerbang kost.. aku melihat motor Ega parkir da halaman kost..
__ADS_1
“loh Ega disini..?” ucapku dalam hati,,,
Aku sangat senang sekali mengetahuinya,, tidak kusangka bisa secepat ini ketemu dengannya lagi,, aku berjalan dengan penuh semangat menuju ke kamarku