Kisah Cinta

Kisah Cinta
LELAKI MISTERIUS


__ADS_3

...–POV RESTY—...


Hai Guyss,, ini aku .. Resty. Tau gak guyss,,, Gak ada satupun penjelasan yang bisa menggambarkan apa yang aku rasakan saat ini. Sekarang aku lagi duduk duduk manja di sebelahnya Ega sambil menatap wajahnya yang sedang melihat air mancur menari di komplek Marina Bay Sands, Singapore. Wajahnya tampak terpesona melihat keindahan air mancur raksasa yang baru pertama kali dia lihat. Tapi bagiku, melihat wajahnya lebih membuatku terpesona daripada air mancur.


“ngapain melihatku sambil senyum² gitu?” ucap Rega sambil bertanya kepadaku karena aku ngeliatin wajahnya dari tadi.


“mukamu mesum..xixi” aku menggodanya


Beberapa hari ini dekat dengannya membuatku merasakan lagi sesuatu yang sudah lama tidak aku rasakan. Apa itu ?


LOVE


Sudah lama aku tidak merasakan timbulnya benih benih cinta dalam hatiku, sejak…..


sejak kapan yah?


Aku sampai lupa sangking lamanya. Apalagi sejak aku bertemu dengan Om Danu, sejak bertemu dengan Om Danu aku tidak membuka hatiku untuk siapapun . terpaksa deh cinta yang aku miliki hanya untuk Om Danu seorang. Tentunya kalian sudah tau kenapa aku harus melakukannya untuk Om Danu. Ternyata memang benar benar susah dipaksa cinta untuk seseorang,, huftt..


“perasaanku kok tidak enak yah kalau inget Om Danu” ucapku dalam hati


Gak usah dipikirin deh,, mikirin cowok tampan yang ada didepanku aja,, xixixi. hatiku luluh didekatnya, meskipun dia tidak ngapa²in,, dia hanya diam saja aku suka. Kehangatannya, keramahannya, semuanya tulus untukku. Dia tidak pernah mengharapkan imbalan apapun dengan perlakuannya terhadapku. Biasanya nih, kalau ada yang baik kepadaku itu pasti ada maunya.. aku heran, masih ada cowok kayak gitu di jaman now. Jujur aku akui, aku ingin dia menemaniku setiap waktu.


Apa kamu merasakan hal yang sama denganku Ga?


Atau kamu hanya dekat denganku karena ingin menjamah tubuhku seperti cowok² lain?


Tapi aku ikhlas kok kalau hanya tubuhku ini yang kamu inginkan, seperti yang pernah aku katakan,, tubuhku ini milikmu. Aku memberikannya karena aku sayang padamu.


Walaupun nanti pada akhirnya aku tidak bisa benar² mencintaimu, aku terlalu takut, aku masih belum bisa lepas dari Om Danu. Aku masih membutuhkan dia.


Kurangkul tubuh Ega dari samping, dan kepalaku bersandar di pundaknya lalu kupejamkan


“sudah ngantuk..?” tanya Rega


“He’em,, mukamu bikin ngantuk..”


“Yasudah yuk ke Hotel” ajak Rega


“Gendong..”


“ogahh..” tolak Rega


“Gendooongggg…” aku memanja padanya


“Jauh kali Res..”


“ihh.. kan itu keliatan hotelnya..”


“iya tapi kan masih memutar..” ucap Rega


“bodo’.. gak tak kasih jatah loh malam inii”


“Aku gak butuh jatah darimu.,.” ucap Rega


“ehm,,, gak aku lulusin magang loh”


“dasar curang… yaudah ayo” ajak Rega


“asiiiik”


Dengan terpaksa Ega menggendong tubuhku di punggungnya, tapi dengan tubuhnya yang gagah itu seharusnya berat tubuhku tidak ada apa apanya. Sebenarnya aku memang ngantuk dan capek sekali. Tadi bangun pagi, terus siangnya bercinta dengan Ega, lalu jalan-jalan hingga malam ini.fiuh.. benar benar hari yang melelahkan


“Dingin Ga…” aku mengeluh padanya karena memang dingin sekali malam ini. Kurapatkan tubuhku menekan punggung Ega yang sedang menggendongku.


Dia tidak menjawabku,, xixi,, Ega selalu tidak menanggapi ucapan² nakalku. Hehehe. Ega menggendongku melalui sungai , jalan raya,, sampai ke hotel, bahkan di lift dia masih menggendongku,, xixi. Ega benar benar manly.. dengan lembut dia menaruh tubuhku diatas tempat tidur.. melepas sepatu yang kupakai..


“Bukain bajuku juga,,” perintahku padanya, karena aku memang sudah terbiasa tidur tidak memakai baju. Palingan Cuma lingerie..


“Buka sendirii..!” tolak Rega


“Dasar pelit..”


Aku membuka kemejaku sendiri sambil cemberut,, melepas celanaku sekalian panties yang kupakai. Kulemparkan begitu saja kelantai.. lalu kutarik selimut menutupi tubuh ku.


Setelah beberapa waktu , Ega rebahan di sebelahku.. dia hanya membuka pakaian bagian atasnya. Langsung aku memeluknya dari samping,,


“yakin gak mau dijatah malam ini?”


“sudah ayok tidur…” tolak Rega


“Cium dulu..”


Cup,, Ega mengecup bibirku…


“Good Night..”


Tidak ada jawaban darinya,, mungkin dia malu,,, xixixi, “selamat tidur sayangku…” Tak butuh waktu lama, aku pun tertidur.


...–POV EGA—...


Sepertinya Resty sudah tertidur, aku mendengar nafasnya yang teratur, dan tubuhku sedikit lelah..


“sialan Resty menyuruhku menggendongnya sampai kesini,,” ucapku dalam hati


Tapi anehnya pintanya selalu aku turuti, padahal aku tau ancamannya tidak meluluskanku magang hanya bercanda.


“kamu apakan diriku ini?” Ucapku dalam hati sambil melihat wajahnya yang tertidur seperti anak kecil..


TOK TOK


Dua ketukan terdengar dari pintu kamar hotel, kulihat jam dinding menunjukkan pukul 11 malam waktu singapore.


Siapa malam malam begini? Room service?


Segera aku beranjak dari tempat tidur lalu menghampiri pintu. Kulihat dari lobang pintu, ada seorang dengan tubuh yang kecil sedang membelakangi pintu memakai jaket hoodie hitam. Hingga aku tidak bisa melihat wajahnya.


Siapa sih ?


Kubuka pintu, berbarengan dengan dia membalikan tubuhnya dan melepas hoodie jaketnya.. betapa kagetnya aku melihat siapa orang itu.


“Dias..?”


Dias langsung memelukku,,, Seketika tubuhku gemetar, aku masih tidak percaya kalau ternyata Dias yang datang.


Bagaimana dia bisa tau aku disini?


“Tolong aku Ga..” ucap Dias sambil menangis


Minta tolong?


“kenapa kamu meninggalkanku malam itu? Disaat aku benar benar membutuhkanmu?” tanya Dias


Dia membutuhkanku?


Aku masih tidak bisa berkata apa²..


“Hiks.. hikss” tangisan Dias di pelukanku,,


“Apa karena wanita itu?” bentak Dias sambil menunjuk ke tempat tidur


Oiya gawat… disini ada Resty yang sedang tertidur.


Kemudian dia melepaskan pelukannya lalu menghampiri tempat tidur,,,


apa yang akan dia lakukan?


“tu,,,tunggu..” aku ingin mencegahnya tapi gagal..


Dias sudah berdiri di samping tempat tidur.. dengan gerakan cepat dia menarik selimut yang menutupi tubuh Resty.

__ADS_1


Kemudian dia menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.. kemudian dia tertunduk menangis. Resty masih saja tertidur pulas dengan keramaian di sekitarnya.. “dasar keboo..”


Dias kecewa ?


Kuhampiri tubuhnya,,,


“Dee…?”


“kamu jahat Ga, beginikah caramu membalasku?” ucap Dias berdiri dihadapanku


“tidak..aku…” aku tidak tau harus berkata apa melihat Dias Menangis


“kenapa Ga? Kenapa? Apa karena aku tidak bisa memberikan apa yang diberikan pelacur ini?” bentak Dias


“bukan dee. Dia..”


Kemudian dia memelukku lagi,,,


“Kumohon, kembalilah padaku.. aku tidak setuju dengan perjodohan ini”


Kembali padanya ? kemudian aku melihat Resty yang sedang tertidur…


“maaf Dee, aku tidak bisa” ucapku pelan, kulepaskan pelukannya


“aku sudah melupakanmu,, aku sudah bahagia dengan wanita itu”


“Ega, please tolong aku” ucap Dias sambil memohon padaku


Perlahan – lahan wajah Dias berubah menjadi…


Haaaah ? aku terkejut…


Aku toleh kanan kiri, mencari Dias..


“Selamat Pagi..” ucap Resty.


“Dias Kemana?”


Resty hanya cemberut mendengarku menyebut nama Dias. Lalu pergi ke kamar mandi…


Mimpi ?


Ternyata Cuma mimpi,,,,,


Sial,,, horor banget mimpiku… kenapa harus Dias. Hah.. hah.. aku masih ngos-ngosan. Aku masih menerawang mimpi buruk yang baru kualami. Mencoba mencari makna dari setiap scene di dalam mimpiku.


Dias minta tolong kepadaku?


Kuyakinkan diriku sendiri kalau itu hanya sebuah mimpi, aku tidak punya keturunan seorang dukun, paranormal atau semacamnya yang bisa meramalkan apa yang terjadi pada sebuah mimpi.., jadi tidak mungkin itu sebuah tanda dari alam kepadaku.


ataukah memang sebuah firasat ?


Resty keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, dia tidak berkata apa².. mungkin dia marah karena aku menyebut Dias waktu aku terbangun tadi.


Kuputuskan untuk mandi saja, sejenak kulirik wajah Resty yang sedang melihat cermin di dalam hotel.. wajahnya melihatku tajam melalui pantulan cermin.. Wui,, Horor banget mukanya.


Setelah usai mandi, aku tidak menemukan Resty di dalam kamar,, dimana tuh cewek?. Resty meninggalkan pesan di handphoneku.. “KALAU BUTUH AKU, AKU DI KOLAM RENANG ATAS” pesannya memakai huruf besar semua


mampus,, sepertinya dia benar² marah,,, segera kupakai baju dan menyusulnya.


Marina Bay Sands Hotel memiliki kolam renang yang sangat bagus di atapnya. Benar benar menakjubkan di atas sini,,.dari atas sini kita bisa berenang sambil melihat pemandangan kota Singapore. Pagi ini pengunjung kolam renang tidak begitu ramai, hanya ada beberapa orang. Dan dengan mudah aku bisa menemukan Resty yang sedang duduk di pinggiran kolam renang.


Saat aku akan menghampiri Resty, aku melihat orang itu lagi,, pria yang sama di merlion park kemarin.. orang itu memakai jaket hitam panjang ala korea dengan celana panjang hitam juga, serta kaca mata hitam dan topi bundar yang hitam juga.. tidak mungkin orang itu kesini untuk berenang. Apalagi pandangannya menuju ke arah Resty.


Ah sudahlah,mungkin kebetulan saja, palingan dia juga menginap disini dan tergiur melihat tubuh Resty yang sexy itu apalagi Resty pakai bikini.


Aku duduk di sebelah Resty, kami terdiam cukup lama tanpa berkata apa apa. Resty hanya memainkan kakinya bergerak gerak di dalam air.


“marah?” aku beranikan membuka obrolan..


“kamu mimpiin Dini ?” ucap Resty sambil menoleh ke wajahku


“Whatever…” Resty memalingkan wajahnya kedepan lagi.


“iya.., tapi kan Cuma mimpi Res? Semua orang tidak bisa mengatur mimpinya sendiri” aku mencoba membela diri


“Mimpi seseorang itu menggambarkan suatu harapan , mengungkapkan apa yang kita inginkan” ucap Resty


SKAKMAT, aku kalah telak


“maaf.. lagipula kenapa kamu marah?”


Resty tidak menjawabku, dia bersandar di bahuku. Beberapa saat kemudian dia menceburkan dirinya di kolam renang,,


BYURRR


Resty Kecewa ?


Aku harus membuatnya riang lagi,, akward sekali suasana seperti ini. Kubuka kaos dan celanaku,, lalu kuceburkan diriku juga dan mengejarnya.


“Ayo balapan sampai ujung sana..” tantangku padanya,


“jika kamu menang, akan kukabulkan apapun permintaanmu seharian ini”


“gaya bebas..? siapa takut.” Kulihat sedikit senyum di bibirnya


Resty curang dengan memulai start duluan, segera kususul dia. Meskipun dia berenang duluan nyatanya aku bisa menyusulnya dan sampai di ujung duluan.


“yah kalah,,” ucap Resty sambil cemberut saat sudah sampai di hadapanku.


Tubuh Resty dengan bikini yang basah sangat menggoda, lebih menggoda daripada dia telanjang.


.


.


.


Hari sudah sore ketika kami berdua masih rebahan di tempat tidur. Aku tiduran di perut Resty sambil Sedangkan resty mengusap kepalaku.


“gak pengen jalan² nih?”


“Lemes Ga, disini aja sampai besok” tolak Resty


“besok sudah pulang,, mumpung di singapore masa Cuma di kamar mulu”


“biarin,, capek Ga,,” ucap Resty


“ ayo jalan kemana gitu kek? yauda aku jalan² sendiri”


Kemudian aku beranjak dari tempat tidur,, memakai celana dan bajuku.


“Loh..loh.. ikuuuttt” rengek Resty


.“ayo cepet, keburu malem..”


“iya..iya..bawell..” ucap Resty


Aku masih menunggu Resty berdandan,,


“uda,, yuuk..!” ajak Resty


Baju yang dia pakai sangat menggoda siapapun yang melihatnya,


“Kenapa?” tanya Resty


“Gpp.. ayoo..”


“tunggu,,tunggu,, nitip handphone Ga”

__ADS_1


“hah?”


“aku gak bawa tas, takut ada copet" ucap Resty sambil memberikan hapenya kepadaku


“yauda sini..” kumasukkan hapenya di saku celanaku.


Kami berdua berjalan jalan menyusuri jalanan kota Singapore, cukup ramai malam ini, beberapa jalan ditutup karena sebagian jalan di dalam kota digunakan sebagai lintasan Grand Prix Singapore F1. Pantesan banyak sekali turis dari kemarin.


Kami sempatkan makan malam di suatu Restoran pinggir jalan… kemudian kami kembali jalan-jalan bergandengan di jalanan yang sangat sepi di sekitar lintasan F1.


DEG


Ditengah perjalanan langkahku berhenti,, kulihat dari kejauhan


“Pria itu lagi…” ucapku dalam hati,


Kenapa dia bisa disini? Ini bukan suatu kebetulan,,, dia benar benar mengikuti kami.


Siapa dia? Aku tidak mengenalnya…


“Kenapa Ga? Kok berhenti”


Kulihat Wajah Resty,,


Aku ingat,,


tadi pagi pria itu tidak melepaskan pandangannya dari Resty ketika di kolam renang. Dia mengincar Resty.


Kenapa?


“jangan lewat sana..” ucapku


Segera kutarik tangan Resty berbalik arah, sedikit berlari,,,


“loh kenapa? kan lebih cepet lewat sana..” tanya Resty penasaran


Tidak kujawab pertanyaan Resty,, sempat aku menoleh kebelakang, pria itu berjalan cepat menyusul kami berdua,,,


DEG..DEG..DEG,,


Dia benar benar mengincar Resty,,


Saat aku dan Resty melewati sebuah pertigaan dekat dengan taman,,,tiba² dari arah kiri ribuan orang berjalan melewati kami. Orang – orang itu usai menonton pertandingan F1. Tubuh kami bertabrakan dengan beberapa orang..


“siall,,”


Tiba – tiba gandengan tanganku terlepas,


“tidak…jangan terlepas”


Segera kuraih lagi tangan Resty, dan sesegera mungkin aku memaksa berjalan menerobos kerumunan orang ..


Sangat susah melepaskan diri dari gerombolan orang-orang ini


“Excuse me”


“permisi…”


“Nyuwun Sewu..”


“numpang lewat..”


Ucapku ketika menerobos gerombolan orang orang itu..


Dan akhirnya, kami terbebas dari lautan orang – orang tadi,, “fiuhh…”


“excuse me sir..” seseorang memanggilku, aku menoleh kebelakang…


“waaaahhhh…”


Aku terkejut mengetahui tangan yang aku gandeng bukan tangannya Resty, melainkan seorang bule cantik.


Walahh,,, Cantik sih, tapi bukan dia yang harusnya kugandeng.


“Sorry..sorry..” ucapku kepada bule cantik itu,,


Lagian tu bule mau aja dari tadi aku gandeng,..


Langsung aku berlari menuju lautan manusia itu,, kucari kesana kesini.. kanan kiri depan belakang.


Masih belum bisa kutemukan Resty. Pikiranku kemana mana,


Diamana Resty ? apa dia sudah ditangkap pria itu?


Aku membayangkan tadi Resty dibekap oleh pria tadi lalu dimasukkan ke dalam mobil van, lalu dibawa ke suatu tempat dan diperkosa, lalu Resty dibunuh dan dibuang di sungai singapore..”


“tidakkkkkkk…”


“Sialll…”


“oiya,,” kuambil handphone dan mencoba menghubungi handphone nya Resty…


“Tringgggggggggggggg”suara dering handphone dan kurasakan ada getaran di saku celanaku…


“Fuckkkkkkkk..” handhpone nya Resty di saku celanaku,.,


Aku mulai kebingungan,, Resty Dimana Kamu?


Aku mencoba terus mencari,, masih berlarian melihat ke setiap sudut sepanjang jalan yang masih sangat ramai dengan orang.


“Ega tolong aku…” suara Resty meminta tolong terbayang di pikiranku


“Ega tolong aku” kemudian terlintas suara Dias dengan kalimat yang sama…


Lagi ?


Haruskah aku merasakan kehilangan lagi?


“Aku tidak boleh kehilangan wanita yang kusayang lagi.. “ ucapku dalam hati


Aku akan tetap mencarinya sampai ketemu…


Aku tetap berlari mencari Resty, hoshh..hosh,, nafasku sampai tidak teratur akibat berlari


“egaaaaaa,,” suara Resty lagi


Kali ini Suaranya terdengar nyata,, suaranya dari sebelah kiri..


HOSHH..HOSHH..HOSHH..aku menoleh..


Di salah satu kursi taman, disana Resty sedang duduk sambil melambaikan tangan, dengan satu tangannya membawa ice cream.


Aku menghampirinya,, kemudian dia berdiri dari tempat duduk saat aku sudah didapannya,, langsung kupeluk erat tubuhnya. rasanya lega sekali melihat Resty lagi,, dan tidak terjadi apa apa padanya.


“dari tadi aku ngeliat kamu lari lari mondar mandir,, nyariin aku ya? Xixixi” ucap Resty


Kulepas pelukanku dan kami duduk di kursi taman itu.


“jadi kamu dari tadi disini..?”


“iya, tadi aku beli ice cream dulu,, pengen,,, nih,,, mau?” ucap Resty menawarkan ice cream kepadaku


Aku langsung rebahan di tempat duduk, dan kepalaku ada di pangkuan Resty. Kepalaku diusap olehnya..


“aku mencarimu dari tadi.. berlarian sampai kehabisan nafas”


“maaf.. sini aku kasih nafas tambahan..”


CUP

__ADS_1


__ADS_2