Kisah Cinta

Kisah Cinta
MELURUSKAN KESALAH PAHAMAN


__ADS_3

Haii, ini aku Rega dari masa depan,, akhirnya kita sampai pada titik ini. Suatu titik di masa laluku dimana aku merasakan kehilangan dan penyelasan yang begitu yang mendalam dan tidak akan pernah bisa kulupakan seumur hidupku. Sebuah kisah yang tidak kuceritakan kepada kalian saat kita berkenalan dulu.. sedih dan tak bisa kutahan air mataku mengalir jika mengingat kembali peristiwa itu.


Tentu aku masih ingat dengan jelas apa yang terjadi pada hari itu, hari selasa tanggal 15 Februari tahun 2011, dua bulan sebelum dilaksanakannya ujian nasional bagi siswa menengah keatas tahun ajaran 2010-2011. Pada tahun itu Ujian Nasional dilaksanakan pada tanggal 18 April 2011.


Parahnya, rasa kehilangan dan penyesalan itu akibat dari kebodohan dan kelemahanku sendiri. Rasanya seperti saat aku sedang bahagia memegang sebuah balon, tapi akibat kelemahanku yang tidak begitu kuat menggenggam benangnya, balon itu terbang melayang kelangit, aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melihat balon itu terbang menjauhiku seolah sedang melihat kebahagiaan pergi meninggalkanku.


Seandainya aku bisa memutar kembali waktu, aku ingin kembali ke hari itu dan mencegah peristiwa itu terjadi. Setelah hari itu, Aku sering memohon kepada Tuhan agar bisa mengijinkanku kembali ke hari itu, aku ingin memperbaiki semuanya. jika Tuhan mengijinkanku melakukan perubahan itu, pasti dia masih bersama sama denganku sampai sekarang.. dan aku tidak perlu menceritakan kisah ini.


Namun apa daya, waktu tidak pernah berjalan mundur, waktu akan terus maju kedepan dan aku tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. yang tersisa hanya rasa penyesalan yang mendalam pada diriku. Penyesalan memang selalu datang di akhir, aku menyesal karena hari itu aku tidak bisa berbuat apa². Aku menyesal kenapa saat itu aku begitu lemah dan bodoh.


Saat dia benar benar pergii, aku baru menyadari bahwa semuanya sudah terlambat. Hari itu dia telah pergi dan tidak akan pernah kembali, dia pergi karena kebodohan dan kelemahanku,,


.


.


15 Februari 2011, sehari setelah Ressa dibawa ke Rumah Sakit.


...–POV REGA—...


Hari selasa, meskipun ini hari selasa tapi aku dan semua siswa di negara ini tidak perlu berangkat ke sekolah karena hari ini tanggal di kalender warnanya merah. Aku tidak akan menyebutkan kenapa hari ini tanggalnya merah, karena takut nanti dibilang Rasis.. hehehe. Jika kalian masih menyimpan kalender tahun 2011, kalian bisa melihat sendiri kenapa hari ini tanggalnya merah.


Pagi ini aku bangun dengan suasana hati yang senang, semalam tidurku nyenyak sekali. kenapa bisa seperti itu ? Mari sejenak kita kembali ke hari kemarin,,


KEMARIN MALAM DI RUMAH SAKIT (14 Februari 2011)


Setelah mengantarkan Rein untuk mengobati lukanya, aku langsung meninggalkan Rein dan Melly untuk bergegas menemui Adit..untuk melihat keadaan Ressa….


Adit Terlihat murung didepan sebuah Ruangan…


” Ressa gimana Dit….? ”


Dia melihatku dengan tatapan yang lemas….


“Tuh di dalemm, kondisinya stabil, tapi kita belum boleh menemuinya,, dia juga belum sadar… kata dokter tadi untung Ressa cepat cepat dibawa kesini.. terlambat sedikit pasti beda lagi ceritanya…..” aku sedikit lega mendengar ucapan Adit tentang keadaan Ressa.


“Syukurlah, untung ada kamu Dit,, jangan lemes gitu.. kamu sudah melakukan yang terbaik… .” ucapku memberikan semangat untuknya


“bukannya gitu, aku ngebayangin kalau Ressa kenapa²… Apa yang harus kukatakan pada kakaknya..? Padahal dulu dia berpesan padaku untuk menjaga adiknya.. ” ucap Adit


Ohh jadi gitu..


” dia pasti marah² kepadaku melihat adiknya seperti ini… ” ucap Adit


” udah tenang aja,, kalau perlu biar aku bantu ngomong ke kakaknya…


” fiuhh… aku paling gak bisa kalau ngomong sama kakaknya, aku selalu lemah jika dihadapannya…. ” lirih Adit


” hmmm? Kamu masih ada rasa sama dia kan…? Ngaku…!! ”


” Apaan sih.. kagak.. aku kan sudah punya Mira… ” tegas Adit


” ohyahh..? Menurutmu bagusan mana tubuhnya Mira dan kakaknya Ressa? ” aku menggodanya .


” bagusan badannya Kakaknya Ressa lah,, …. eh…. ” Adit langsung tersadar kalau dia malah gak belain pacarnya..


” tuh kan… hahahaha.. Apa yang sudah kalian lakukan..? Hahaha…. ”


” sialan… yang pasti lebih bagus dari punya Alexa… hahaha upss….. ” ledek Adit


Sial.. dia membalasku..


” tapi punya kakakmu yang paling istimewaa.. oiyah, gimana tadi Amanda..?” tanya Adit


”kamu tau sendiri betapa hebatnya bela dirinya Rein… Galih dan gengnya tidak berdaya melawan Rein.. padahal aku akan membantunya,,, ”


” halaahh.. Palingan kamu hanya melihatnya dari jauh dan gak berani mendekat… Ya kan…? ” ledek Adit

__ADS_1


” hehehe tau aja.. Emangnya kamu berani? Pasti takut juga ”


” hahaha..gengnya Galih yang takut kalau aku datang.. Haha.. . lalu gimana keadaannya? Apakah dia tidak terluka sama sekali..? ” tanya Adit


” ehmm.. kakinya sedikit memar.. tapi gpp kok, dia juga sedang di rumah sakit ini.. .. ”


” ohhh.. syukurlah…kakakmu memang hebat,, aku ingin belajar bela diri dengannya.. kira² dia mau gak ya menerimaku jadi muridnya… . Btw, kamu tadi mendengar kan apa yang dikatakan Galih? Soal Ressa… ” ucap Adit


” iya aku mendengarnya.. aku juga tidak habis pikir Ressa akan melakukan itu..dan berurusan dengan Galih lagi… padahal aku sudah melarangnya, mencarikan uang untuknya agar dia bisa membeli obat.. kasihan dia, obatnya akan habis, dia sudah bertekad ingin sembuh… tapi malah jadi seperti ini.. ”


“Ressa memang gitu anaknya… Aku tau sejak lama Ressa mempunyai penyakit, tapi Ressa selalu menolak bantuan dariku.. dia tidak pernah mau dibantu dan dikasihani orang lain, . dia selalu berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri… itu yang semakin membuatku merasa bersalah pada kakaknya…” ucap Adit


“Lalu apa yang harus kita katakan pada kakaknya..?”


“lebih baik jangan bilang ke Kakaknya kejadian yang sebenarnya, dia pasti sangat terpukul.. Ressa juga pasti tidak ingin kakaknya tau tentang hal ini..” ucap Adit


“uhmn baiklah… Kamu sudah hubungin keluarganya?”


“sudah.. orang tuanya sedang dijemput sopir rumah kesini… Oiya Ga.. ada yang ingin aku bicarakan denganmu.. ” ucap Adit


“Apa’an?”


“soal Alexa….. ikut aku, kita cari tempat untuk bicara…” ajak Adit


Hmm..? Ada apa ini sebenarnya..? Kenapa semuanya ingin membicarakan soal Alexa denganku,, seolah mereka tau apa yang tidak kuketahui tentang Alexa… aku dan Adit menuju ke sebuah tempat dekat dengan apotek di dalam Rumah Sakit ini, disini ada beberapa kursi panjang untuk pengunjung. dan kami duduk disana…


“Ga… Alexa akan melanjutkan pendidikannya di US…!,..” ucap Adit


Hahh..?


“benarkah..? Dia bilang padamu..?”


“iya. dia sendiri yang bilang kepadaku… . Dia kuliah disana sambil mencari tau tentang keluarga aslinya…” jawab Adit


Aku tidak tau harus senang atau sedih mendengar berita dari Adit tentang itu.. aku senang karena Alexa berusaha mencari keluarga orang tuanya, keluarganya sendiri ,, tapi sisi hatiku yang lain sedikit merasakan sedih karena dia akan pergi untuk waktu yang tidak sebentar, disaat ada harapan untuk kembali dengannya setelah mendengar penjelasan kak Neta..


Jadi malam itu dia akan bicara itu kepadaku, tapi tidak pernah tersampaikan karena Rein tiba² datang.


“seharusnya aku tidak boleh mengatakan itu kepadamu, Alexa melarangku.. Satu hal lagi yang harus kukatakan kepadamu,, aku terpaksa mengatakan ini.. , aku ingin kamu tau yang sebenarnya sebelum semuanya terlambat.. sebelum dia pergi… Ga.. Sebenarnya Alexa mencintaimu… Dia mengatakannya langsung kepadaku.. Dia masih sangat mencintaimu… ” ucap Adit


Deg deg


Jadi benar apa yang dikatakan Kak Neta,?


“dia terpaksa mengatakan tidak mencintamu dan rela menderita berpisah denganmu karena Alexa menyadari sesuatu… Alexa tau kalau Amanda…. ehmm.. Gimana ya ngomongnya… sebenarnya kakakmu…. ” ucap Adit


“Alexa tau kalau Rein punya perasaan kepadaku… ? dia terpaksa mengatakan tidak mencintaiku agar Rein tidak semakin terluka melihat aku bersama dengannya…?”


“ii.. Iyaa.. Itu yang dikatakan Alexa kepadaku…. kamu sudah tau…?” tanya Adit


Semuanya sesuai dengan apa yang dikatakan kak Neta…


“Astaga Alexa.. apa yang telah kamu lakukan…?”


Kenapa aku tidak menyadari itu semua, bodoh.. Bodoh.. Bodoh….


“ehh.. kak Amanda….?” tiba-tiba Rein dan Melly ada di belakang kami… sejak kapan mereka ada disitu ? Rein menatapku tajam.. apa dia mendengar semua obrolan kami tadi…?


“ikut aku…..” Rein menarikku, meskipun dengan jalannya yang tidak sempurna karena kakinya masih terluka.. dia menarikku ke sebuah lorong di rumah sakit ini.. meninggalkan Adit dan Melly di tempat tadi..


“kamu mendengarnya…?”


“aku mendengar semuanya…” jawab Rein


“sialan Alexa.. kenapa dia harus mengatakannya pada Adit….. ”


“Rein….?” dia tidak melihatku,, pandangannya tertuju pada lorong yang sepi ini.. kulihat matanya berkaca kaca.. Lalu dia melihatku…

__ADS_1


“Deek.. benar yang dikatakan Alexa, benar apa yang kamu katakan tadi…. aku punya perasaan padamu, bukan perasaan antara kakak dan adiknya.. tapi perasaan antara seorang wanita dan pria.. ….” tegas Rein


Deg deg


Aku akhirnya Rein mengatakannya langsung kepadaku… Sial.. akhirnya Alexa dan Rein mengatakan sebenarnya perasaan mereka yang sebenarnya kepadaku.


“semuanya terjadi begitu saja, awalnya hanya rasa suka, penasaran dan nyaman saat didekatmu, kemudian berubah menjadi sebuah ketertarikan.. segala hal kecil yang kamu lakukan kepadaku membuatku terbawa perasaan, aku menikmati semua perhatian yang kamu berikan kepadaku…Kamu memang bukan cowok pertama yang pernah hadir di hidupku, tapi sedalam ingatanku, kamu satu²nya yang bisa membuatku jatuh begitu dalam di lingkaran cinta.. memang aneh rasanya, karena kita adalah saudara, meskipun bukan saudara sesungguhnya… aku juga bingung kenapa rasa untukmu bisa tercipta begitu sempurna…” lirih Rein


Aku tidak bisa berkata apa² mendengar pengakuan Rein kepadaku… dia menyatakan cintanya kepadaku langsung


“Fiuhhhh lega rasanya bisa mengatakan itu semua kepadamu.. taukah kamu kalau aku sudah memendamnya sejak lama.. ,,, lalu apa yang akan kamu katakan setelah mengetahui itu semua?” ucap Rein.. Dia memang kelihatan sangat lega setelah mengucapkan itu semua.


Hmm.. Apa yang harus kukatakan padanya..?


“sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama kepadamu Rein…”


Plllaaakkkkk..


Aku ditampar Rein, meskipun tidak begitu kerasss..


“bodoh… tidak seharunya kamu berkata seperti itu,, seharusnya kamu melarangku mencintaimu,, aku ini kakakmu… kita tidak akan pernah bisa bersatu.. aku sudah sadar kok Dek.. beberapa hari ini aku sudah memikirkan semuanya,, meskipun sebesar apapun cintaku padamu,, tapi aku sadar bahwa cinta ini tidak bisa diperjuangkan… kita tidak akan pernah bersatu karena keadaan.. apa nanti kata papa sama bunda kalau tau kita saling mencintai.. ? Hahh.? Mereka pasti bingung… sekarang.. aku hanya akan menyayangimu sebagai kakakmu, aku akan selalu ada untukmu, selalu peduli denganmu, dan mendukung kebahagiaannmu..dan aku tau kamu akan lebih bahagia jika bersama Alexa….” ucap Rein


“Rein…?”


Dia memegang pundakku…


“dekk.. kamu juga berhak bahagia dengan wanita yang sangat kamu cintai.. Alexa.. kamu masih mencintainya kan..? ya harus kuakui aku sempat marah dan cemburu ketika melihat kalian bersama,, kebersamaan kalian sempat membuat hatiku terluka… Sangat sulit Melihat kamu jatuh ke pelukan Alexa. tapi seperti yang kukatakan tadi,, aku sudah sadar Dek.. aku tidak boleh egois menghancurkan kebahagiaan kalian… Deek.. kembalilah pada Alexa… ” Rein tersenyum padaku…


” jangan bicara seperti itu.. aku tidak akan kembali pada Alexa jika itu hanya membuatmu terluka… Aku menyayangimu Rein..”


“Deek.. aku akan baik-baik saja meskipun kamu bersama Alexa… Aku akan bahagia melihat kalian bersama.. kamu kira aku hanya akan diam saja..? Aku juga akan menemukan kebahagiaanku yang lain…. Cintaku kepadamu hanyalah sebuah cerita masa lalu, biarkan cerita itu menguap bersamaan dengan berjalannya waktu…lagipula Alexa memang cocok buatmu,, dia sangat mencintaimu… kalian saling mencintai.. mau nunggu apalagi?” tegas Rein


Aku memeluk Rein.. sangat erat…aku menanangis dipelukannya.. Rein sangat bijaksana dan dewasa, ucapannya begitu tuluss.. Dia merestuiku kembali kepada Alexa. Aku harap dia benar benar menemukan kebahagiannya yang lain.


“makasih Rein.. terima kasih…”


“selama Alexa membolehkanku tidur dikamarmu.. Aku akan mengijinkannya berpacaran denganmu… hihihi… bercanda deekk…” ledek Rein


“dia pasti mengijinkan itu Rein… Pasti…”


“Meskipun kamu sudah bersama Alexa.. jangan pernah meninggalkanku ya Dekk.. aku gak mau sendirian dirumah..” lirih Rein


“janji… Tidak akan kubiarkan kamu sendirian…”


Pelukan kami terlepas..


“Jadi Kapan kamu akan bertemu dengannya? Besok…? Aku akan ikut menemuinya… aku juga mau minta maaf kepadanya.. selama ini aku membencinya karena masalahku dengannya dimasa lalu, sebenarnya dia tidak pernah salah… aku yang terlalu egois tidak mau menerima kenyataan dan melampiaskan semuanya pada Alexa.. .. ” ucap Rein


“jadi kamu akan baikan dengannya…?”


“iya.. Aku sudah memikirkannya, aku juga sharing hal ini dengan Melly… Semoga Alexa mau memaafkan segala kesalahanku,, selama ini aku sangat kasar kepadanya… Hanya karena dendam yang salah aku berbuat jahat kepadanya…” ucap Rein


“dia pasti mau memaafkanmu, dia sangat ingin kembali menjadi sahabatmu lagi Rein….”


Rein tersenyum…


Kemudian Adit, Melly mendatangi kami… dan ternyata Mira juga datang…


“Brow.. ortunya Ressa sudah datang, mari kita menemui mereka…” ajak Adit


“oh yah? Baiklah… …”


“Kak Rega. nih coklat buat kakak,, dan ini untuk kak Amanda….” Seperti biasa, Mira selalu memberi coklat untukkku…


“Selamat Hari kasih Sayang….” ucap Mira Dengan manis…


Hah…? Oiya.. hari ini hari valentine.. aku baru menyadarinya… aku melihat Rein.. dia tersenyum padaku… entah kenapa hari kasih sayang tahun ini momentnya sangat pas sekali bagiku.. dan juga bagi Rein. Aku sangat menyayayangi kakakku..

__ADS_1


__ADS_2