Kisah Cinta

Kisah Cinta
ADA RASA


__ADS_3

Amel : “Aaaacccccchhhhhhhhhhhhh… achhhhhhhhhh…”


Hadeeehh.. Aaaaaaaaaaa sial… pagi² kepikiran lenguhan manja Amel yang begitu menggoda. Masih gak nyangka nih,,, aku telah melakukannya dengan Amel apalagi aku juga mengambil perawannya,, meskipun aku sudah bisa menerima kalau aku telah memperawani seorang wanita tapi aku masih tetap gak rela.. aku masih khawatir Amel akan Menyesal suatu hari nanti… hadeeh, Amel yg kehilangan perawan tapi aku yang tidak rela.


Byurrrrrrrr…….


Di sabtu pagi ini aku sedang duduk di pinggiran kolam renang dibelakang rumah, menggerakkan kedua kakiku di dalam air sambil memandangi Rein yang sedang berenang. oiya, aku pernah cerita belum yah kalau disekolahku tiap sabtu itu libur? Beda dengan sekolah swasta lain yang kebanyakan tidak libur, sekolahku memutuskan meliburkan siswanya di hari sabtu mengikuti peraturan sekolah Negeri.. hari sabtu hanya digunakan para siswa melakukan kegitan ekstra kulikuler,, dan kalian tau sendiri aku tidak pernah ikut ekskul manapun.. aku tidak bisa ikut ekskul musik, Rein melarangku karena Ekskul musik diketuai Alexa…. huftt.. aku pernah berusaha merayu Alexa pacarku agar memasukkan namaku di ekskul musik tanpa aku mengikuti latihan.. tapi katanya…


(AL : “sayang…itu namanya curang. gak mau ah… masuk ekskul balet aja sana… Hahahaha)


Hadeeeh.. yasudah akhirnya aku adalah siswa tanpa ekskul..


Byurrrr………


Ngomong² soal hari sabtu,, berarti sudah 3 hari aku jadi pacar boongannya Amel.. selama 3 malam juga aku bisa bebas bertemu Alexa dengan alasan kencan bersama Amel ketika Rein bertanya padaku.. Hihihi.. Alexa juga menerima sandiwara ini.. dia terkesan sangat santai waktu kuceritakan sandiwara ini padanya dan dia langsung menyetujuinya tanpa berkomentar apapun. hmmm? Dia sangat percaya padaku..


Byurrr……


Oia.. Amel sekarang berubah… dia kelihatan lebih segar dan PD. dia sudah mulai berbaur dengan teman² yang lain.. dan dia bilang padaku kalau dia sangat bahagia.. syukurlah… paling tidak, ada hal yang baik terjadi setelah kejadian malam itu di kamarnya Amel…. Cuman kadang katanya nih, Kelainannya kumat saat lama tidak disentuh cowok… jadi dia memintaku memegangnya sekali setiap hari agar terbiasa… Tiap aku memegangnya aku langsung teringat kejadian malam itu.. Tidak kusangka dibalik penampilan polos Amel selama ini, tersimpan tubuh Amel yang sangat indah..


Byurrr………..


” Dekkkk….?” panggil Rein


” waaaaaaaa……… ”


” hihihihi.. kenapa sih? ” ucap Rein


” kaget tau’…. ”


Sumpah aku kaget saat tiba² Rein muncul ke permukaan di sela² kakiku ketika aku sedang melamunin tubuhnya Amel.


” salah sendiri ngelamun mulu daritadi… ngelamunin pacarmu? ” ucap Rein


” eh..? Iyaa dong..”


” iyadeh percaya,, eh Amel sekarang kelihatan cantik yah? Pasti gara2 tiap malam kamu tunggangin.. Hebat kamu dekk.. ” sindir Rein


Eh…? Oiya.. Rein taunya tiap malam aku kerumahnya Amel.. Tapi emang bercinta tiap hari bisa bikin cewek kelihatan cantik?


” he he he.. ”


” nanti malem kencan lagi..? ” tanya Rein padaku.. kedua tangannya berpegangan di pahaku..


Ehmm. nanti malem harusnya aku main ke kedainya Alexa lagi..


” kayaknya sih iya…. ”


” ohh.. Yauda… ” ucap Rein datar..


Rein kelihatan kecewa? Kenapa…? Dia kecewa aku pacaran dengan Amel…? Sepertinya bukan… mungkin dia kecewa karena tiap malam aku tidak ada dirumah.. mungkin dia kesepian… Sudah seminggu ini aku dan Rein tidak terlalu sering bertemu… aku terlalu sibuk dengan Amel & Alexa… bahkan seminggu ini aku dan dia tidak bercinta…


Rein sedang menyelam tepat di bawah tubuku…


Byurrrr……kepala Rein kembali ke permukaan..


” Rein…? nanti malam jalan yuk….! ”


” hehh? Bukannya nanti malem ada kencan…? ” tanya Rein


” aku pengen kencan dengan kakakku.. ” aku tersenyum padanya…


” hahahaa… seriuss..? Lalu Amel…? ” Rein sekarang tampak bersemangat..


” uda gpp.. besok aja ketemu dia… kan besok ada acara di sekolah..”


” oiya besok ada festival musik ya? Ehmmm.. aku besok mau lanjutin latihan nyetir.. Jadi gak bisa dateng.. Lagian males juga ngelihat cewek sialan itu di atas panggung mulu… ” ucap Rein kesal


Ehh..? Alexa…?


” he hehe… ” aku tersenyum kecut, mendengar Rein masih sebel dengan Alexa..


” so.. kemana nanti kita..? ” Rein bertanya pendapatku…


” terserah Aku ngikut aja… ”


” ehmm.. nonton aja yukk…! Uda lama kita gak nonton bareng… ..mau? . ” ajak Rein


” boleh.. nonton apa? Emang ada pilm bagus..? ”


” Harpot…? ” ucap Rein


” Harry Potter & The Deathly Hallows Part 2? ”


Dia mengangguk…


” emang uda bisa tayang? Bukannya pilm itu gak boleh tayang di negara ini ya karena masalah pajak atau apalah itu….. ”


” iya awalnya sih dicekal sama pemerintah, tapi sekarang sudah bisa tayang disini … Nih yah, temenku aja sampai belain terbang ke singapore hanya untuk nonton itu… ” jawab Rein


Buset.. Tapi iya juga sih.. pilm ke 8 seri Harry Potter yg merupakan seri terakhir itu paling dinantikan semua penggemar di tanah air bahkan di dunia… Eh…malah tidak boleh tayang di negara ini…


Rein :” coba Papa disini.. pasti aku suruh anterin ke Singapore juga… eh, tapi kamu gak bisa ikut Dek karena gak punya paspor… Hihihi”


Paspor ? Apa ituu….? Oiya Rein meskipun masih remaja tapi dia sudah berkeliling dunia loh guys bersama Papa dan Mamanya… Di kamarnya itu berderet foto2 waktu mereka di Paris, Amerika, Korea, Italia, Jepang, Ausy…. aku sampai envy melihatnya… beruntung banget hidupnya Rein.


” Ok Fix nanti malem kita nonton yah…? ” ajak Rein bersemangat

__ADS_1


” iya… ”


Kemudian dateng Mbak Tina…


” Mbak Manda ini jusnya… ” Mbk Tina membawakan jus buat Rein


” iya Mbak Taruh di meja aja.. Makasih Ya.. ” ucap Rein kepada Mbk Tina


” Mas Rega mau juga..? ” tawar Mbk Tina kepadaku


” enggak Mbak.. makasih… ”


” yauda kalau gitu saya mau pamit ke pasar dulu Mbak.. Mas.. ” ucap Mbk tina sambil beranjak pergi


” Oke…. ”


Kemudian Rein naik dan menuju meja yang sudah ada jus jeruk kesukaannya.. setelah meminum Jus itu Rein kembali menceburkan diri ke dalam Air..


30 Menit berlalu… Rein masih asik berenang,,..


“Uda mepet nih waktunya….. ” ucapku dalam hati..


Aku sedang memikirkan cara bagaimana bisa mendapatkan uang sebanyak itu untuk menebus obatnya Ressa, sesuai janjiku padanya. tinggal seminggu lagi obatnya Ressa akan habis.. gimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Tidak ada cara lain selain meminjam pada seseorang.. siapa?


Rein ? Awalnya aku akan meminjam uang ke Rein.. uangnya pasti banyak…. tapi Aku tidak bisa melibatkan keluargaku tentang hal ini.. Apalagi Rein bukan keluarga asliku.. meskipun Rein pasti membantuku tapi aku masih segan meminjam uang padanya… aku sih mikirnya akan meminjam uang ke Kak Neta,, karena dia juga sudah tau hubunganku dengan Ressa… Dia satu²nya kesempatanku untuk mendapatkan uang.. aku harus segera bergerak karena monster di dalam tubuhnya Ressa suatu waktu bisa berontak… dan Ressa akan…….. tidak.. Tidak…. gak boleh terjadi. Ressa sudah bertekad padaku ingin sembuh dari penyakitnya… aku harus bisa membantunya.


Byurrr……


” kamu sekarang sudah punya pacar.. harusnya kamu tidak lagi main² dengan wanita lain….kamu gak mikirin perasaannya Amel saat dia tau kamu tidur dengan wanita lain…? ” tanya Amel


Ehmm.. Amel sih gak masalah.. Orang dia hanya pacar boongan. Hihihi


” ayolah Rein.. Jangan ngomongin Amel… ”


” Deeekk… ” teriak Rein


Dia masih menatapku tajam, kenapa sih dengannya? Bukannya tadi dia merindukanku meskipun dia tidak mengakuinya…


”Gini aja deh, bagaimana kalau kamu jadi pacarku juga… ? .. ”


Rein masih tidak bereaksi, dia masih hanya memandangiku..


” kalau kamu serius ingin aku jadi pacarmu, putuskan Amel….! ” tegas Amel


Eh..?


Kemudian dia berdiri dan berjalan masuk kedalam rumah… meninggalkanku yang sedang kebingungan.


Apa maksudnya dia berkata seperti itu? Jangan² Rein…. … tidak.. tidak mungkin. oh sial apa yang sebenarnya terjadi…?


.


.


Tiba² Rein masuk ke dalam kamarku,


oh My…. Rein cantik banget malam ini.. dia tidak pernah kelihatan secantik ini sebelumnya…


” Bisa bantu aku dek….. ?” Rein membalikkan tubuhnya… Dan memindahkan rambut panjangnya kedepan tubuhnya.


Dia memintaku membantunya mengkancingkan bagian belakang dress yang dia pakai.. aku langsung bangkit dan menuju tubuhnya. saat kudekati tubuhnya, aroma wangi parfumnya langsung menusuk hidungku… punggung putih mulus kelihatan jelas, tanpa ada tali Bra yang menutupi.. Dia tidak memakai Bra… aku mulai mengkancingkan kancing yang jumlahnya hanya tiga ini.. tapi tanganku gemetaran melakukannya,, kenapa jantungku berdebar gini yah didekat Rein. Atau gara² dugaanku soal Rein punya perasaan denganku?


” yuk berangkat.. . ” ucap Rein saat aku selesai mengkancingkan bagian belakang dress nya.


.


.


Sepanjang perjalanan menuju salah satu mall diantar pak Sopir, aku dan Rein tidak mengobrol apapun,.. Sumpah akward banget suasananya.. Rein kebanyakan hanya mengutak atik Handphone barunya…


Bahkan dalam perjalanan menuju Bioskop di lantai atas mall ini, Kami juga tidak bicara apapun… Rein masih asik berselfie ria dengan Handphone barunya.


Setelah membeli tiket, kami duduk di kursi menunggu jadwal filmnya mulai.. lagi² Rein Masih asik berselfie


Dia begitu bangga dengan dirinya malam ini, tak henti²nya Rein tersenyum saat melihat hasil potret dirinya sendiri… yap.. dia memang sangat cantik malam ini… tadi saat perjalanan menuju lantai atas mall ini dia tidak henti²nya dilirik cowok lain… mereka terpesona kecantikan dan keseksian tubuh Rein…


Pacarku Alexa juga cantik, dia mempunyai wajah blasteran bule yang didapat dari almarhumah mamanya,,


sedangkan Amel pacar boonganku, Kecantikan wajahnya khas cewek lokal negara ini..


Tapi kalau Kakakku Rein, Kecantikan wajahnya khas oriental yang diturunkan dari mamanya Rein yang juga cantik. Tapi malam ini dia kelihatan lebih cantik dari biasanya… atau hanya perasaanku saja? Atau jangan² aku juga mulai punya perasaan kepada kakakku ini?.. Tidak… tidak boleeh… Sial, Kejadian tadi pagi membuatku berpikiran seperti itu.. ini semua harus segera diluruskan…


” Rein….? ”


” apa…? ” jawab Rein


Hadeeeh.. Aku semakin deg deg an Rein melihatku seperti itu…


” tadi pagi…… ” haduuhh aku berat banget bertanya padanya..


Dia menatapku, kupandangi matanya….


” lupakan kata²ku tadi pagi…aku cuman bercanda” ucap Rein kemudian dia tersenyum padaku…


Setelah beberapa saat diam, Kemudian kubalas senyumnya…


” Sini Foto berdua….. ” aku ikuti perintah Rein.. aku ikutan selfie berdua dengannya.. kami memperagakan berbagai pose.

__ADS_1


Ckrek..


Rein…. aku tau, meskipun kamu bilang bercanda tapi aku tau yang sebenarnya.


Ckrek


Aku bisa melihatnya dari matamu, mulut bisa berbohong tapi pandangan matamu tidak.


Ckrek


Karena mata mewakili pikiran atau kata hati yang sebenarnya.


Ckrek


Dan pandangan matamu padaku menunjukkan hal lain, pandangan yang sama ketika Alexa melihatku.


Ckrek


Rein.. Aku tau kalau Kamu jatuh cinta padaku.


Kupegang tangan Rein saat kami menuju teater 2 karena pilmnya sudah mulai.. Rein tersenyum. wajahnya memerah…. Kami berdua duduk di kursi paling atas dan paling pojok, tempat duduk favorit bagi pasangan yang ingin bermesraan di dalam bioskop. aku sih asal aja tadi milihnya tanpa bermaksud apa²…


aku duduk paling pojok dekat dengan dinding, Rein duduk disebelahku.. ..diSebelahnya Rein sudah ada ibu² menggendong bayinya yang tertidur.. disebelah ibu² tadi ada anak kecil sekitar umur 3 tahunan, disebelahnya ada anak kecil lagi yang kira² umurnya sedikit lebih tua dari anak kecil tadi… dan disebelah kedua anak kecil tadi ada bapak² yang bisa kutebak dia adalah suami ibu² yg duduk di dekatnya Rein dan bapak dari ketiga anak kecil tadi termasuk bayi yg digendong ibu² itu.


” Ramai banget yang nonton.. ” ucap Rein Kepadaku.. Aku hanya menganggukan kepalaku menanggapinya.


15 menit film sudah mulai, aku masih fokus melihat perjuangan Harry Potter, Hermione dan Ron yang masih berusaha mencari Horcrux nya “you Know Who” untuk segera dihancurkan,, sutradara pilm ini berhasil membuat suasana tegang ketika Harry Potter dan teman²nya memasuki salah satu brankas di Gringotts saat semua barang yang disentuh akan menjadi berlipat ganda..


Lalu semua penonton di dalam bioskop termasuk Rein berteriak kaget saat seekor Naga membakar habis salah satu goblin..


” Kok gitu sih naganya…? Bikin kaget aja… ” ucap Rein


Aku sebenarnya biasa aja ngelihat scene itu, tapi aku kaget karena Rein berteriak…


Dan karena teriakan semua penonton tadi, bayi yang tertidur di gendongan ibu² tadi bangun dan menangis.. ibu itu berusaha menenangkan suara tangisan bayi itu..


” Haduh kasiaan dedeknya… ” ucap Rein bersimpati..


” kamu sih kenceng banget teriaknya…kebangun kan jadinya.. ”


” kaget tau’,, lagipula semuanya juga teriak.. weeeek.. ” ucap Rein


Bayi tadi malah menangis semakin kencang, takut mengganggu penonton lain, ibu itu berinisiatif keluar dari bioskop diikuti satu anaknya.. sedangkan suami dan satu anaknya yang lain masih didalam bioskop.


10 menit semenjak ibu tadi keluar, bapak² tadi akhirnya ikutan keluar menyusul istrinya serta membawa anaknya yang lain. mungkin bapak tadi sadar kalau istrinya tidak segera kembali dan mungkin butuh bantuan suaminya. akhirnya hanya ada aku dan Rein di deretan tempat duduk paling atas di sayap kiri.


” kamu gak capek nonton kayak gitu? ” tanyaku pada Rein, dia nontonnya sambil kepalanya ditempatkan di pundakku…


” enggak… ” ucap Rein Datar


Eh.. malah tiba² dia mengecup pipiku..


”hoi.. Lipstikmu nempel nih.. ” ucapku sambil mengusap pipiku.. Dia hanya tertawa….


” Deekk Cium… ” rengek Rein


Hadeeh manjanya Kumat.. … kukecup sekali pipinya… Tapi Rein malah menaruh telunjuknya di bibirnya…


” hehh..? Disini…? ”


” gak ada yang lihat… ” bisik Rein


Aku lihat kondisi sekitar.. memang posisi duduk kami sangat strategis untuk melakukan apa saja tanpa diketahui orang lain.. tapi masa’ disini?


Saat aku masih kebingungan, Rein tiba² memegang kepalaku dan menyerang bibirku… kami berciuman panas di kegelapan teater bioskop,,, setelah itu bibir kami terlepas.. Rein kembali bersandar di pundakku.. gila sensasinya berciuman di dalam sini menyeramkan, karena takut ada yang melihat…Jantungku masih berdebar kencang.. mungkin Rein bisa merasakan cepatnya detak jantungku karena kepalanya ada dipundakku.. tangan kanannya Rein memegang dadaku.. dia tersenyum.


” pulang aja yuk lanjut dirumah….! ” ajak Rein


” filmnya belum selesai kan….”


Hadeeh…


” iya.. Iya.. Ayo pulang… ”


” oke.. ” dengan cepat dia berdiri dan merapapikan bajunya,, memasukkan pantiesnya ke dalam tas kecilnya…


Rein :” luh.. Malah diem.. Ayo pulang.. ”


Aku :”iyaaa… ”


Hadeeh.. gemes banget sama kakakku satu ini. Terpaksa aku turuti permintaanya,, padahal filmnya masih separoh diputer… sayang banget,, lain kali ajadeh ngajak Adit nonton lagi.


.


.


Sesampainya di kamarnya Rein kami berdua berguling guling diatas tempat tidur melampiaskan hasrat yang terpendam ditubuh kami berdua.. Malam ini dua ronde kami bercinta… hingga akhirnya kami kelelahan dan Rein tertidur di dadaku…


aku tidak habis pikir Rein ada perasaan kepadaku.. bukannya ini tidak boleh? Dia kan saudaraku.. meskipun saudara tiri… statusku yang berpacaran dengan Amel membuat hatinya terluka, dia tidak rela aku berpacaran dengan Amel atau dengan siapapun… padahal pacarku yang sebenarnya adalah Alexa..


bagaimana nanti dia tau aku pacaran demgan Alexa.?


Dia pasti begitu terluka, AAAAAAAA…. Kenapa jadi seperti ini sih? Aku menyayangi kakakku.. apa aku tidak menyadari kalau aku juga punya perasaan padanya? Karena selama ini aku menganggap perasaanku pada Rein hanya sekedar perasaan seorang adik pada kakaknya… Atau sebenarnya aku juga cinta pada Rein? Kalaupun kami saling mencintai, kita tidak akan bisa bersatu karena kami berdua saudara Tiri.. Tidak sepantasnya kami saling mencintai, Apakah kami berdua cukup berani menentang norma itu?


Sudah sangat jelas terbukti Cintanya Rein kepadaku tulus, dia selalu menyayangiku dan peduli denganku.. sedangkan cintanya Alexa? Beberapa kali aku ragu akan cintanya yang hanya kedok untuk menghancurkan Rein…. Tapi bagaimanpun juga mereka berdua sama² membuatku nyaman…


AAAAAAAA aku bingung…aku seperti ombak yang tidak tau pantai mana yang harus kutuju… Aku bingung mana pantai yang benar² pantai yang indah atau mana pantai yang penuh dengan karang yang bisa membuat terluka….

__ADS_1


Atau seharusnya aku sudah tau arah pantai yang salah..? Cuman aku tidak mau menerima kenyataan kalau arah itu merupakan arah yang salah..


__ADS_2