Kisah Cinta

Kisah Cinta
HARI HARI YANG BERAT


__ADS_3

Langit sangat gelap, awan mendung itu seakan mengerti apa yang kami rasakan. Aku ditemani Amel, Ressa dan Rein serta beberapa orang sedang berdiri menatap penuh kesedihan pada sebuah gundukan tanah di sebuah pemakaman. Kulihat Mira bersandar lemas di badannya Adit agak jauh dari sini.


Tangisan terdengar dari beberapa orang termasuk kedua orang tua angkat Alexa, teman-teman Alexa di sekolah juga banyak yang datang, juga ada beberapa perwakilan guru yang datang turut serta mengantarkan Alexa ke perisitirahatan terakhirnya termasuk Kak Neta dan Kak Fanny. Mereka berdua daritadi melihatku,,, Aku mencoba tabah, sekuat tenaga aku tidak ingin menangis karena Alexa memintaku untuk tidak bersedih.


Aku tertunduk disini, kupegang batu nisan ini.. tidak menyangka begitu cepat Alexa meninggalkanku, meninggalkan Rein sahabat baiknya yang kini sedang menangis di atas gundukan itu, Rein juga sangat terpukul atas kepergian Alexa, karena Alexa mengorbankan nyawanya untuknya.


Alexa sudah pergi, tapi aku masih tidak bisa merelakan kepergiannya,, aku tidak sanggup menghadapi kenyataan ini.. tak bisa kubayangkan bagaimana hari-hariku kedepan tanpa Alexa lagi,, aku masih berharap kalau aku sedang bermimpi dan segera bangun dari mimpi buruk ini.


Perlahan air mataku menetes, kututup mataku dengan tanganku,, Amel dan Ressa memegang pundakku, mencoba menenangkanku..


Kemudian aku berdiri, Amel dan Ressa memelukku, mereka menangis sambil memelukku.


Setelah itu semua orang pergi, yang tersisa hanya orang tua angkat Alexa dan beberapa kerabatnya. Sebelum mereka pergi, mereka yang tau aku dekat dengan Alexa memintaku untuk tegar, tetap tabah, tidak bersedih, dan segala macam support yang biasa di berikan kepada orang yang baru kehilangan orang terdekatnya untuk selama-lamanya.


Dengan mata yang merah, dan terisak… Rein mengajakku pulang,,,


“aku masih ingin disini..” Rein mengerti dan meninggalkanku,,,


Aku masih menatap makam Alexa, bahkan saat semua sudah pergi, aku masih ada disini…. Tatapanku kosong, sesekali aku tersenyum sendiri mengingat saat saat masih bersamaya, mengingat ketika aku bersamanya di tempatnya bekerja, di sekolah, di ruangan eskul musik, di taman, dibioskop, dikamarku…. , lalu air mataku menetes lagi… sampai akhirnya 2 jam kemudian aku meninggalkan tempat ini.


“Bukan,,,, bukan Alexa yang ada di makam itu…” ucapku dalam hati…


Ketika aku keluar dari komplek pemakaman ini, aku melihat seseorang,


Winry ? tadi tidak kulihat dia ada di dalam,,, kenapa di amasih disini ?


Dia melihatku,, lalu dia menghampiriku… langsung kuusap semua air mataku..


“Kamu masih disini…?” tanyaku pada Winry,, Winry tidak menjawabku, dia langsung memelukku erat.


“aku menunggumu seniorr,,,” ucap Winry


Dengan mobil , Aku diantar Winry pulang kerumah,,


.


.


Jam 11 Malam hujan turun sangat deras, pikiranku tidak tenang memikirkan Alexa…


“Aku harus kesana,,,,,,” ucapku ke dalam hati,,, segera aku beranjak dari tempat tidurku, memakai jaket dan keluar kamar,,, aku langsung turun ke bawah,, saat aku akan membuka pintu rumah Rein menahanku dari belakang.


“mau kemana…?” tanya Rein


“aku mau menemui Alexa,, “ ucapku padanya, lalu kubuka pintu ini,, tapi Rein menarikku lagi..


“Lepasin Rein,, kamu tidak lihat hujan itu ? Alexa pasti kedinginan disana,, aku akan menemaninya,,,,”


Rein langsung meneteskan air matanya saat aku mengucapkan itu,,, lalu dia memelukku dan menangis.


“Alexa sudah pergi Dek,,, dia sudah pergi.. relakan kepergiannya..“ ucap Rein kepadaku sambil menangis,,


Benarkah ? benarkah Alexa sudah pergi ? sebagian diriku sadar dan tau Alexa sudah pergi untuk selamanya, tapi sebagian diriku yang lain masih percaya bahwa Alexa masih hidup,, dia sedang berada di suatu tempat dan sedang menunggu kedatanganku..


.


.


Hari hari setelah kepergian Alexa merupakan hari-hari yang sangat berat untukku. Aku masih belum bisa merelakan kepergian Alexa, aku masih belum bisa menerima kenyataan. Aku selalu terbangun di tengah malam , peristiwa pahit ketika Alexa tertabrak selalu datang di tidurku,, sejak saat itu aku selalu takut untuk menutup mata… di sekolah pikiranku kosong, aku sering tenggelam dalam pikiranku sendiri,,, semua teman-temanku kuhindari, padahal mereka selalu berusaha menghiburku,,, tiap jam istirahat aku pergi ke ruangan eskul musik, dan hanya berdiri memandangi pintu ruangan eskul musik yang tertutup sampai dengan jam istirahat usai, aku berharap tiba² Alexa keluar dari pintu itu,, tapi pintu itu selalu tertutup.


Setiap pulang sekolah Rein dan teman-teman yang lain selalu mengajakku ke makam Alexa,, tapi aku selalu menolaknya,, kukatakan pada mereka bahwa yang ada di makam itu bukan Alexa, aku tidak akan pernah kesana lagi… aku lebih memilih datang ke tempat Alexa bekerja,, disana aku duduk sambil memandangi meja kasir berharap Alexa tiba² muncul dan menyapaku,, Tapi Alexa tidak pernah muncul.


SEMINGGU SETELAH KEPERGIAN ALEXA


Jam isitirahat berbunyi, sama seperti hari hari sebelumnya,, aku langsung pergi ke ruangan eskul musik. Dan sama seperti hari-hari sebelumnya Pintu ruangan ini tertutup.. kupegang gagang pintu ruangan ini berniat untuk membukanya, tapi pintu ini tidak bisa terbuka,, berkali kali kucoba memutar gagang pintu ini, tapi tetap tidak bisa terbuka…


“AL…?”


Dok dok , Kuketuk pintu rungan ini pelan,,,


“AL.. buka pintunya,,,,” Tidak ada jawaban dari Alexa,, ‘


Dok Dok Dok, kuketuk pintu ini lebih keras.


“AL aku tau kamu kamu didalam,, buka pintunya….”


Ketukanku di pintu semakin keras,, dan suaraku semakin keras


DOK DOK DOK DOK


“ALEXAAA…. BUKAA PINTUNYA ,, AKU TAU KAMU DIDALAM,, KENAPA KAMU TIDAK MAU KELUAR,,?”


DOK DOK DOK DOK DOK


“ALEXA,,,KELUARLAH,, KUMOHON KELUARLAH,,,,,” ucapku sangat keras sambil meneteskan air mata..

__ADS_1


Karena keributan yang kutimbulkan, semua siswa datang ke ruangan ini,, mereka semua berkumpul melihat miris kearahku yang daritadi mencoba menggedor pintu ruangan eskul musik. Tidak ada satupun dari mereka yang berani mendekatiku,,, sampai akhirnya teman-teman yang mengenalku juga datang,, Ressa, Amel, Adit dan Mira,, dan juga beberapa guru datang termasuk kak Neta dan Kak Fanny,,,, Rein akhirnya datang juga ditempat ini,, kemudian datanglah Winry, dia langsung mendekatiku… sebenarnya Rein akan menghampiriku tapi ditahan oleh kak Neta ketika melihat Winry memelukku.


“Senior,,, Menangislah jika ingin menangis,, jika kamu inging marah, marahlah,,,, jangan ditahan..!! karena itu hanya akan membuatmu sakit,,, keluarkan semua kesedihanmu… ” ucap Winry kepadaku didalam pelukannya,,, disaat semua orang menyuruhku untuk tetap tegar ,tabah dan tidak terlalu larut dalam kesedihan,, Winry datang menyuruhku untuk marah , menangis, melampiaskan semua kecewaku atas kepergian Alexa…,,, aku langsung menangis di pelukan Winry,,,,


“Hikss.. Alexa, Win…”


“Aku tau apa yang kamu rasakan,,, aku juga pernah merasakannya….” ucap Winry


Aku ingat Winry bercerita kepadaku tentang cowok yang sangat dicintainya yang juga pergi meninggalkannya untuk selamanya, kami sama sama ditinggalkan orang yang sangat kami cintai.


.


.


MALAM HARINYA


Rein masuk kedalam kamarku membawa sepiring makanan, melihatku rebahan di tempat tidur, dia langsung duduk di tempat tidurku..


“Dek,, makanlah sesuatu…” ucap Rein


“aku tidak lapar,,,,”


Lalu Rein meletakkan piring itu di meja belajarku…


“Sampai kapan kamu mau seperti ini terus ? Hatiku hancur melihatmu seperti ini dek,, sadarkah kalau selama ini kamu menghindariku, menghindari teman-temanmu,, ” ucap Rein kepadaku, kulihat matanya berair,,,


“ Lalu apa maumu..?,, sebaiknya kamu jangan mempedulikanku,, tinggalkan aku sendirian,,” ucapku kepadanya datar,,


“Dek,, mungkin memang kamu tidak membutuhkanku,, tapi aku membutuhkanmu…Kamu tidak ingat kenapa Alexa pergi ?,, dia mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku …… ALEXA PERGI KARENA AKU.. … APA KAMU TAU RASANYA SEPERTI APA ?” tiba² Rein berteriak kepadaku,,,,


“bagaimana aku bisa hidup dengan kenyataan seperti itu ? hah ? Apa kamu sama sekali tidak peduli dengan perasaanku ? padahal aku sangat membutuhkanmu, tapi kamu sama sekali tidak peduli denganku,,” ucap Rein


Astaga,,, aku sama sekali tidak memikirkan itu..


“sepertinya kamu memang tidak membutuhkanku,, kalau seperti ini, seharusnya Alexa membiarkan aku ditabrak mobilnya bajingan itu,, biarkan aku yang mati, biar Alexa tetap hidup dan kamu tidak perlu lagi bersedih ditinggal Alexa… itu yang kamu mau ?” Ucap Rein kepadaku,,, air matanya menetes deras di pipinya..


“Maafkan aku Rein,, maafkan aku,,,, aku tidak mau kamu pergi meninggalkanku,, jangan bicara seperti itu,,,, Aku Cuma merindukannya,, aku merindukannya Rein… “ kupeluk kakakku yang sedang menangis


Bodohnya aku hanya memikirkanku sendiri, seharusnya aku juga memikirkan Rein,,


“maafkan aku Dek,, Alexa harus pergi karena aku,, Maafkan aku…” Rein pasti juga sangat sedih karena kepergian Alexa, tapi dia tetap tegar dan kuat, dia tidak menunjukkan kesedihannya kepadaku,, tidak seperti aku yang tidak bisa menahan meratapi kesedihanku. Aku akan mencoba sekuat tenaga menahan kesedihanku ini, agar Rein tidak khawatir denganku lagi, aku akan mencoba bersikap biasa didepannya, dan dihadapan teman-temanku. Rein dan teman temanku pasti juga sedih melihatku seperti ini Mereka semua peduli denganku, aku yang tidak sadar dengan semua perhatian mereka kepadaku selama ini,,


“Kamu sudah makan..? temani aku makan….” Ucapku pada Rein..


Rein mengusap air matanya,,, lalu mengambil piring makanan tadi.


Rein benar-benar menyuapiku malam ini,,


“istirahatlah…” ucap Rein kepadaku setelah selesai menyuapiku,,, aku hanya mengangguk kepadanya dan dia keluar dari kamarku,,


Beberapa saat kemudian seseorang masuk ke dalam kamarku, aku langsung kaget melihatanya masuk ke dalam kamarku, dan menutup pintu kamarku, kemudian duduk disebelahku…


“AL……?”


“Hai cengeng,,, kamu ituuu,, cowok kok cengeng banget sih…” ledek Al


Aku masih tidak percaya dengan yang kulihat,,,


“AL..? ini beneran kamu…?”


“Peluk aku, agar kamu percaya kalau ini memang aku…” ucap Al


Langsung kupeluk tubuhnya,, Dia benar² Alexa,, aroma tubuhnya sama…. Semakin kupeluk erat tubuhnya… tapi tunggu dulu… aku langsung melepas pelukanku… aku melihatnya lagi,,


“Berhenti menatapku seperti itu,,, iya aku tau,, aku sudah meninggal… dan kamu membunuhku…” ucap Al


Hah…?


“Aku tidak,,, AL,, bukan,,,, “


“Jangan salahkan Galih,, dan tentunya jangan menyalahkan Amanda,,aku kasihan padanya,, dia sangat sedih dan merasa bersalah padaku, jangan semakin membatnya bersedih dengan sikapmu akhir akhir ini,,,, padahal kamu satu satunya orang yang membunuhku…” Alexa tersenyum kepadaku…


“Cintaku padamu yang membuatku berani melakukan itu,, ternyata mencintaimu bisa membunuhku…” ucap Al


“AL.. maafkan aku,, aku tidak bisa berbuat apa² waktu itu… kenapa harus kamu ,,? kenapa kamu yang harus pergi ? ” aku menangis di hadapan Alexa…


Dia mengusap air mataku,,


“Heii,, sudah kubilang untuk tidak bersedih,,percayalah,, aku bahagia sayang,, aku sudah bertemu kedua orang tuaku, ternyata mereka sudah menungguku,, aku juga sudah bertemu mamanya Amanda,,, aku sangat bahagia…” ucap Al


“Tapi aku masih membutuhkanmu AL … bagaimana aku bisa menjalani hari-hari esok tanpa kehadiranmu,, ? bukankah kamu pernah berjanji padaku untuk menemaniku mengisi lembaran lembaran hidupku ?”


“Maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku,, aku harus meninggalkanmu lebih dulu, aku tidak bisa menemanimu lagi,, bukan aku yang akan mengisi lembaran hidupmu sampai akhir nanti,, akan ada wanita lain yang akan menemani dan mengisi setiap lembaran hidupmu, dan kamu akan bahagia bersamanya,, jangan terlalu bersedih karena aku harus pergi, kita sudah menulis kisah kita seindah mungkin,, yang harus kamu lakukan sekarang, bukalah lembaran baru hidupmu,, tulislah dengan cinta, kebaikan, kehangatan, dan kebahagiaan.. aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaanmu,, karena masih akan ada banyak orang-orang disekitarmu yang menyayangimu..” ucap Al


“bagaimana aku bisa bahagia dengan wanita lain,? Aku masih mencintaimu,, hanya kamu yang bisa membuatku bahagia…. Please jangan pergi.,, tetaplah disini,, atau ajak aku kemanapun kamu pergi,,,,”

__ADS_1


“Sayang,, memang jiwaku telah mati, tapi tidak dengan cintaku padamu,,, aku mencintaimu.. aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun , cintaku akan selalu abadi hanya untukmu,,, meskipun kamu tidak bisa merasakannya lagi,,, aku akan selalu ada disini…” ucap Al


Alexa menyentuh dadaku,,,


“percaya padaku…, aku akan selalu menemanimu,,, aku akan selalu berada disampingmu,, aku akan ada di setiap hembusan nafasmu, disetiap air mata yang menetes dari matamu,,, jadi kumohon jangan bersedih lagi.., karena aku akan sedih jika melihatmu bersedih…. Jika kamu merindukanku, tutup matamu, dimanapun kamu berada,, kamu akan menemukanku… oke,, ? ayolah jangan sedih,,,, kamu jadi tidak kelihatan lucu lagi kalau menangis seperti itu… tersenyumlah untukku,, plisssssssss…” ucap Al


Kuusap air mataku, dan aku tersenyum kepada Alexa….


“nah gitu dong,, ini baru kesayanganku,,,sudah saatnya aku pergi,,, peluk aku sayang,,,” ucap Al


Kupeluk tubuh Alexa,,,,


“aku akan sangat merindukanmu,,,,”


“kamu bolah merindukanku,, tapi ingat,, jangan bersedih lagi,,,,” ucap Al


Pelukannya yang awalnya kurasakan hangat, perlahan mulai hilang,,,


Dan Alexa benar-benar sudah pergi lagi,,


“AL….?”


Aku langsung terbangun,,,,


Mimpi ?


Ternyata aku bermimpi,, Alexa datang dalam mimpiku,,, Rein tiba-tiba masuk kedalam kamarku,,,


“Dek,,,? Kamu gak kesekolah,,,,,?” tanya Rein


Hmm? Sudah pagi,,,,? Ini pertama kalinya kau bisa tidur nyenyak……


“Rein,,, maukah kamu menemaniku menemui Alexa…?”


“hmmm? Tentu…… “ Rein tersenyum kepadaku….


Hari ini aku dan Rein tidak kesekolah, Rein menemaniku mendatangi makamnya Alexa,, Rein sangat senang mengetahui akhirnya aku mau mendatangi makamnya Alexa lagi.


Kupadangi batu nisan yang terukir nama Alexa diatasnya,,,,


“AL…


Alexa……


apakah kamu bisa melihatku ?


apa kamu bisa mendengarkanku ?


apakah kamu mendengar kesedihan hatiku ?


apakah kamu bisa merasakan betapa besar kehilanganku ?


Jika kamu bisa melihatku,


Jika kamu bisa mendengarkan suara hatiku


Aku ingin kamu tau,,


Aku sangat mencintaimu,


Aku sangat menyayangimu, ,,


Berbahagialah disana sayang,,,


Aku akan selalu mendoakanmu dari sini,


Bernyanyilah bersama bidadari bidadari surga,,


Tuhan akan menjagamu disana,,


Tuhan akan mengabulkan segala permintaanmu,


karena sekarang kamu lebih dekat dengannya,,


terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku dan mencintaiku,,


tidak ada yang lebih indah dari besarnya cintamu kepadaku,,


meskipun kamu sudah pergi,


tapi kamu tidak akan pernah pergi dari hatiku…”


“selamat jalan sayang..”


Aku sama sekali tidak menangis mengatakan itu semua, sesuai janjiku kepada Alexa untuk tidak bersedih lagi,,, malah Rein yang meneteskan air matanya mendengar ucapanku tadi.. kupeluk tubuh kakakku ini.

__ADS_1


“jangan menangis Rein,, Alexa tidak ingin kita bersedih,,,,”


__ADS_2