Kisah Cinta

Kisah Cinta
KEBERSAMAAN


__ADS_3

...—POV REGA—...


Dias yang duduk diatas motorku masih tenggelam didalam pikirannya sendiri. Walaupun dia sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tetap saja dia masih bersikap seperti semalam saat aku makan berdua dengannya, melamun dan mengabaikanku. Dia juga tidak ikut menemaniku masuk kedalam toko helm. Bahkan dia tidak menyadari kalau aku sudah keluar dari toko helm.


“Dee,,?,” kusapa dia saat aku sudah mendekatinya. Dias langsung melihatku dan mencoba tersenyum…


“…aku belikan sesuai warna favoritmu, biru….” Kuberikan helm yang telah kubeli padanya,,,


“Bagaimana kamu bisa tau warna favoritku,,?” tanya Dias heran kepadaku,,


“ehmm,, album kenangan SMP.. “ ucapku padanya…


“hahaha,, Ega,,Egaa… aku suka kepolosanmu,, perhatianmu kepadaku itu tulus tidak dibuat buat ,,” ucap Dias kepadaku..


Itu pujian kan,,? Hihi Dias memujiku,, eh tapi dia malah memberikan helm itu kepadaku lagi,,,


“hmm..?”


kenapa dia mengembalikan helm itu kepadaku,,? Dia gak suka dengan helmnya..?


“Tolong…” ucap Dias , kemudian Dias mempersembahkan senyum terindahnya kepadaku, hadeeh,, aku paling nggak kuat lihat senyumnya Dias,, apalagi dia sedang manja banget memintaku untuk mengenakan helm itu di kepalanya,, seperti permintaanya, kupasangkan helm itu di kepalanya tak lupa mengancingkan sabuk helmnya,, sampai bunyi KLIK.. jadi deg degan gini ya,, apalagi Dias sama sekali tidak berpaling menatapku saat kupasangkan helm dikepalanya… semoga lain kali aku tidak hanya mengenakan helm di kepalanya,, tapi memasangkan sebuah kalung yang indah di lehernya,, hihihi


“makasih,,, satu lagi,,, boleh kupinjam jaketmu Ga? Aku tidak kuat lama² kena angin.. ” ucap Dias,,


“boleh dong,,,” segera kulepas jaketku dan kupasangkan di belakang tubuhnya…


“jangankan jaket, hatiku juga bisa dipinjam kok Dee, atau bisa kamu miliki sepenuhnya,,,” ucapku dalam hati,,, jadi nyesel, kenapa aku tidak bawa mobil aja ke kota ini.


“yuk,, berangkat,, kamu mau ajak aku kemana sih Ga..?” tanya Dias kepadaku,,,


Aku masih tidak sadar dengan pertanyaannya,,, aku masih memandang Dias yang sudah memakai jaketku, bayangkan,, jaketku yang ukurannya gede, dipakai Dias yang tubuhnya kecil, Bahkan kedua telapak tangan Dias terpaksa tersembunyi di dalam lengan jaket itu,,,bukannya aneh, menurutku Dias malah kelihatan imut dan lucu memakai jaket yang kebesaran.


“lucu banget sih kamu Dee,, aku nikahi juga Nih… hihi” ucapku dalam hati.


“Ga..? kita mau kemana..?” tanya Dias sekali lagi


“ehmm,, kamu akan mengetahuinya saat sampai disana..” ucapku padanya,, setelah itu kami berangkat …


.


.


“Hmm..? Mimpi..?” ucapku didalam hati saat kubuka mataku,,,


Dias ? memori saat aku jalan bersama dengan Dias, aku ingat saat itu aku mengajaknya ke stadion sepak bola dengan tujuan membuat dia ceria lagi dari apapun masalah yang sedang dia pikirkan, yang ternyata yang ada didalam lamunannya adalah tentang perjodohannya. Kenapa tiba² memori itu datang di mimpiku? Sial,, mungkin gara² semalam Rein menyebut namanya,,


Kemudian aku mendengar suara yang riuh dari depan rumah, suara cemprengnya Ressa terdengar menggema diseluruh rumah. Meskipun aku sudah bangun dan duduk diatas tempat tidur, tapi aku masih belum bisa terlalu lama membuka mata, ngantuk banget setelah semalaman diteror makhluk halus di rumah ini. Jika mengingat lagi bentuknya, sama sekali tidak bisa dikatakan halus, sebutan yang pas untuk setan semalam adalah makhluk kasar dan menyeramkan. Oh ****,, tidak seharusnya aku meledek bentuk Setan itu,, bisa bisa nanti malam dia mendatangiku lagi.


Heran,, kenapa tiba tiba aku seperti punya kekuatan indera keenam yang bisa berkomunikasi dengan Setan.. aku tidak pernah meminta kekuatan ini,, kenapa gak kekuatan yang lain, seperti bisa terbang atau bisa invisible,, kan seru.. kekuatan bisa berbicara dengan setan,, emangnya aku pengabdi setan,,?.. sial…. Kan gak asik ya waktu lagi jalan aku bertemu dengan Spiderman, kemudian dia bertanya


“Woi,, tong.. apa kekuatanmu..?” lalu aku jawab,,


“aku bisa bicara dengan setan bang…”


Sumpah gak keren banget,,, mana bisa ngelawan Thanos dengan kekuatan seperti itu..? nyobain Audisi masuk the Avengers pun pasti tidak lolos di putaran pertama… yakin deh…


Hadeeh,, pikiranmu malah kemana mana,,,, siang ini aku sudah berjanji kepada Meta untuk menemaninya sampai malam,atau mungkin sampai pagi. Akhirnya,,,, aku sudah tidak sabar bertemu kekasihku. Aku berencana mengajaknya ke tempat yang dulu kami datangi, tempat dimana dulu Meta mengajakku berdansa. Aku juga akan memberikan sesuatu untuknya, sebuah hadiah dari Rein untuk kami berdua. Meta pasti senang… Tapi sebelum itu, pagi ini,,,,, eh..? aku langsung membuka mataku lebar lebar saat mengingat akan ada teman lama yang datang kesini pagi ini. atau jangan jangan mereka sudah datang..? aku langsung keluar dari kamar dan menuju depan rumah.


“heeeyyy…….” Sapaku pada mereka yang sedang duduk di sofa, mendengar suaraku, mereka langsung melihatku.


Ternyata mereka memang sudah sampai di rumah ini, ada Adit,


AMEL Si Putri Malu… Dulu sih gitu, kalau sekarang dia lebih terlihat seperti Bad Girl yang selalu ingin dihukum papanya,, hihihihi


Dan juga ada MIRA Si Amoy Cantik, putih mulus,,, mantannya Adit.. sumpah gak luarnya aja yang putih, dalemannya putih semua,,


Beberapa hari yang lalu memang kami sengaja janjian untuk bertemu hari ini disini, bertepatan dengan hari libur, meskipun bukan hari minggu. Maksud kedatangan mereka bertiga sudah pasti ingin bertemu dengan Ressa,, sama sepertiku, sudah lama mereka tidak bertemu dengan Ressa dan sempat putus asa dengan tidak adanya kabar dari Ressa selama beberapa tahun. Tapi akhirnya, setelah sekian lama, hari ini mereka bertiga bertemu dengan Ressa,, Mereka pasti sangat senang bisa bertemu lagi dengan Ressa, begitu juga dengan Ressa yang pasti senang bisa bertemu dengan teman temannya saat sekolah dulu.


Adit yang duduk dekat denganku berdiri bermaksud akan memelukku, tapi dari belakang Mira mendahului Adit memelukku.


“Kak Regaaa.. lama tidak bertemu…” ucap Mira sambil memelukku…


“padahal aku yg lebih lama tidak bertemu dengan Rega…” protes Adit…


“Hei Mir,, apa kabar,,?”


“Istimewaaa,,, hihi…” balas Mira


Kurasakan pelukan Mira semakin erat,..hmm telah banyak yang telah kami lalui saat kuliah dulu.


“Kalau tidak karena kamu dan dia, mungkin sekarang aku tidak akan berada disini…” ucap Mira… pelukan kami terlepas,,,,


“udah jangan diinget inget lagi,,,, yang penting kamu sekarang baik baik saja, tetap cantik seperti dulu, sehat dan bahagia… kamu bahagia kan..?” tanyaku padanya.. Mira tersenyum dan menganggukan kepalanya… lalu dia memelukku lagi…


“Kak Rega,, aku kangen bangeeeet sama kamu,,,,,,” ucap Mira

__ADS_1


semua yang ada di ruang tamu menatap kami, bingung dengan apa yang kami obrolkan.. Adit, Amel, Ressa maupun Resty tidak ada yang tau apa yang telah aku lalui bersama Mira dan Winry saat kuliah dulu,, mungkin di rumah ini yang tau hanya Rein.. btw, kemana dia? Aku tidak melihat Rein di ruang tamu…


“Udah Mir,, tuh mantanmu ngelihatin mulu,, kamu gak kangen sama dia..?”


“bodo amat… aku lebih kangen sama kamu Kak daripada sama dia,,” ucap Mira


Hadeeeh,,,,,


Rein muncul dari belakangku,, aku mencium aroma yang sangat wangi dari tubuhnya,, sepertinya dia habis mandi…


“Heii,, kaliann…?” sapa rein…


“Hmm,, kak Mandaaa..” Mira langsung bergantian memeluk Rein…


“Ga,,,?” Adit menjulurkan tangannya,,


Kusambut tangannya dan kupeluk tubuh sahabat baikku saat sekolah dulu ini.…


“Gile benerr, Amanda semakin sexy aja Bro,., dia uda punya pacar?” bisik Adit kepadaku


Tiba² pelukan kami bertambah dengan Ressa yang memeluk kami berdua, lalu Amel juga ikutan memeluk kami…


“aku kangen kalian semua,,,” ucap Ressa sambil menangis,,,


“kami semua merindukanmu Ress… kami sangat senang bisa bertemu lagi denganmu dan kami bersyukur mengetahui kamu sudah sembuh..” ucap Amel


Kami berempat yang merupakan teman sekelas saat sekolah dulu saling berpelukan senang akhirnya bisa berkumpul lagi setelah sekian lama. Kami menepati janji yang dulu kami ucapkan sebelum kami berpisah bahwa akan bertemu lagi suatu saat nanti. Tak ayal sesi berpelukan ini bertahan cukup lama..


Setelah itu kami semua mengobrol di ruang tamu, bercengkrama dan saling bertanya kabar masing masing. Di sofa panjang duduk Adit, Amel serta Ressa, di sofa satuan disana duduk Resty,, dua tempat duduk yang tersisa diduduki aku dan Mira, sedangkan Rein dengan santainya duduk di pangkuanku. Bisa kucium aroma tubuh Rein yang begitu wangi habis mandi,, Semua wanita yang pernah kutiduri ada disini,, Rein, Resty, Amel, Mira, bahkan Ressa… hihihihi,,, Semuanya berkumpul jadi satu, seneng deh semuanya bisa akur,, wkwk


Yang aneh adalah daritadi Amel menatapku,, dia daritadi memperhatikanku. ada yang salah dengan wajahku? ,, atau dia mau ngajak main bapak anakan lagi kayak kemaren,,? Hahahaha,, tidak,,tidak,, Aku harus mengingat ada seseorang yang akan terluka jika aku masih aja meniduri wanita lain..Oiya,, sudah jam 9 pagi. aku belum sama sekali menghubungi Meta… kukirimkan pesan untuknya


Good Morning My Beautiful Queen ❤


“kamu sekarang kelihatan bersihan ya Dit..” ucap Ressa kepada Adit mengomentari penampilan Adit yang sekarang,,,


“Emangnya dulu kotor…?” tanya Adit


“Iya,, Dulu kamu kan kotoran,,, hahaha,,” canda Ressa, semua orang tersenyum,,


“sialan lu..” balas Adit


“Dia kan sekarang sudah menjadi seorang produser musik terkenal,, seorang artis harus menjaga penampilannya.. ceweknya pasti banyak tuh…” Celoteh Amel…


“ohyah..? Berapa banyak Dit cewekmu…?” tanya Ressa


“hmmm,, padahal dulu paling males loh dia disuruh belajar,,eh tapi,,, kode ngajak balikan tuh Mir,,, hahaha..” celetuk Ressa


“sorry, gak minat…” ucap Mira langsung memalingkan wajahnya..


“oiya,,Nama panggungmu kok Aneh banget sih Dit..? ALOR .. nama apaan itu..?” tanya Ressa kepada Adit


“aneh kan..? semakin aneh, semakin mudah diinget banyak orang…” ucap Adit


“Jangan jangan ALOR itu singkatan ya Dit..? ehmm,, Adit LOve,,,, Ressa…. Bener nggak sih..?” tanya Amel


Mendengar analisa Amel tentang nama panggungnya Adit, membuat Resty yang sedang minum sampai tersedak,, hmmm? Kalau memang benar apa yang dikatakan Amel, bukan Ressa arti dari huruf R tersebut, melainkan Resty,, kulihat Resty jadi salah tingkah sendiri..


“Eh,,eh,, sok tau kamu Mel,,” Ucap Adit kelihatan panik sambil melihat Resty…


“Bener Seperti itu Dit…? Kamu mencintaiku,,,? Segitunya kamu merindukanku Dit..? Mira,, aku benaran gak tau soal ini, sumpah deh,,,,, ” hadeeh,, Ressa masih aja gak nyadar..


“Ressa,, Aku sudah tidak peduli sama dia,,, bukan urusanku,,!!” ucap Mira


“hmm,, Kalian dulu putusnya kenapa sih,,,? Dit,, minta maaf ke Mira !!” ucap Ressa


“Kita putus baik baik kok,, emang aku ada salah Mir..?” tanya Adit kepada Mira


“Enggak,, males aja berurusan dengan Mantan..” ucap Mira


“..aku seneeeng banget bisa ketemu dengan kalian disini…kalian tau, Salah satu doa yang selalu aku panjatkan setiap hari ketika terbaring di rumah sakit adalah hari ini,, aku ingin bertemu dengan kalian lagi, aku selalu memohon seandainya memang Tuhan tidak mengijinkanku untuk sembuh, setidaknya Tuhan mengijinkanku bertemu dengan kalian sekali lagi sebelum aku pergi. Setiap hari aku selalu teringat semua tentang kisah kita dulu,, kenangan indah kita, masa masa sulit yang kita lalui, pertengkaran kita, canda tawa kita,, setiap hari aku merindukan sekolah kita, ruang kelas, kantin, lapangan upacara,, tempat tempat yang menjadi awal kisah persahabatan kita dimulai,, aku kangen mendengar obrolan mesumnya Adit dan Rega, Aku kangen melihat Amel yang selalu salah tingkah jika dekat dengan Rega, aku kangen Mira yang selalu memberikan coklat untukku, aku kangen kak Amanda yang selalu menampar Rega.. aku kangen itu semua..


Rasa sakit dikepalaku tidak sebanding dengan rasa sakit dihatiku jika tidak bisa bertemu dengan kalian lagi sebelum aku pergi. Pernah suatu hari saat aku dalam masa masa kritis aku berpesan kakakku, kukatakan kepadanya untuk menyampaikan kepada kalian rasa terima kasihku karena selalu ada untukku, selalu menjagaku saat sekolah dulu.. kalian tau apa yang dikatakan kakakku,? dia bilang 'Gak mau… Katakan sendiri kepada mereka, untuk itu kamu harus sembuh,dan kamu pasti sembuh..'. Kakakku tidak pernah menyerah denganku.


Selain karena untuk kakakku, kenangan kenangan bersama kalian dulu dan keinginan untuk bertemu kalian lagi lah yang membangkitkan tekad dan semangatku untuk terus berjuang melawan penyakitku, hingga akhirnya aku benar benar sembuh dan bisa bertemu dengan kalian disini.


Sekarang aku bisa mengucapkan Terima kasih langsung kepada kalian semua,,


terima kasih,,,, terima kasih ..


kalian adalah teman teman terbaik yang kumiliki…” Ucap Ressa sambil meneteskan air mata, yang langsung dipeluk Amel yang ada disebelahnya.


“Ressa, kita ini bukan teman,, kita ini….keluarga.. .keluarga ini tidak akan lengkap tanpamu..” ucap Amel sambil memeluk Ressa.


Ressa berhasil merubah suasana ruang tamu yang sebelumnya penuh dengan canda tawa seketika menjadi haru. Tidak hanya Ressa yang menangis, semuanya juga ikutan sedih sekaligus bahagia merasakan apa yang diucapkan Ressa. Begitu juga dengan Rein yang sedang duduk dipangkuanku ikut terisak sambil merangkulkan lengannya di leherku.

__ADS_1


“Keluarga kita akan semakin lengkap jika kak AL dan Winry ada disini…” imbuh Ressa.


Semua orang langsung melihatku setelah mendengar ucapan Ressa barusan,,,


Hadeeeh,,, Ressa benar benar bisa dengan cepat merubah suasana… kali ini dia membuat suasana hatiku menjadi drop..,karena diantara semua yang ada disini mungkin hanya aku satu satunya yang paling merasa kehilangan dan merindukan mereka berdua. Kudengar samar samar Amel membisikkan sesuatu kepada Ressa,, tapi memang benar apa yang dikatakan Ressa, seandainya Alexa dan Winry ada disini. Bisa berkumpul bersama sama seperti dulu lagi.. aku akan membayar berapapun agar itu bisa terjadi. Tapi itu tidak mungkin… Kupejamkan mataku dan kutarik nafas dalam dalam…. Tiba tiba aku merasakan hangat pelukan yang dulu kurasakan saat Alexa memelukku..


“AL…?” ucapku dalam hati,,,


“Deek,, ingat masa depanmu,, Meta..” ucap Rein pelan,, ternyata Rein yang memelukku,,, aku mencoba tersenyum padanya.


“Siapa Alexa dan Winry..? kenapa mereka tidak ikut kesini,,,?” tanya Resty tiba²…


Rein langsung berdiri dari pangkuanku,,


“Ikut aku belanja ke pasar terdekat yuk Ress,, aku ingin memasakkan sesuatu untuk mereka,, nanti aku ceritakan siapa itu Alexa dan Winry, dan kenapa mereka tidak ikut kesini,,,” ucap Rein kepada Resty,,,


“Boleh,,, yuk,,,” ucap Resty sambil berdiri,, dan mereka berdua pergi….


Tak lama, kudengar handphoneku berbunyi,, ada pesan balasan dari Meta :


Good Morning My Beautiful Queen ❤


Morning… Can’t Wait to see you.. ❤


Hahaha, berbalas pesan dengan Meta membuatku senyum senyum sendiri. Jadi gak sabar ingin segera bertemu dengannya. Lagi, kita tidak akan bisa kembali ke hari kemarin atau hari sebelumnya ataupun hari hari yang telah kita lalui dengan penuh penyesalan. Benar kata Rein, tidak perlu susah susah merenungi masa lalu yang gagal kita upayakan, karena masih ada masa depan yang harus diperjuangkan. Hidup ini terlalu singkat hanya untuk bersedih ditinggalkan orang orang yang tidak akan pernah kembali, seperti kesedihanku yang tidak akan bisa kembali bersama dengan Alexa, Winry ataupun Dias.. karena masih ada Meta yang akan selalu membuatku tersenyum dan bahagia sepanjang hari ini, besok, dan sampai kapanpun nantinya,,, karena Meta adalah masa depanku.


Sekali lagi, tidak ada seorangpun yang bisa kembali ke hari kemarin,,, tapi siapapun bisa memulai lembaran baru hari ini.


.


.


Setelah itu Rein dan Resty dibantu Mira memasak di dapur. Sedangkan aku, Adit dan Ressa menyiapkan meja makan, kami bawa meja makan itu keluar rumah karena kita sepakat untuk makan bersama di luar rumah sambil menikmati asrinya suasana pepohonan disekitar rumah. Amel dari tadi sibuk bicara dengan handphonenya di dalam mobilnya sendiri sambil membuka laptopnya. Sepertinya pekerjaannya Amel tidak mengenal hari libur. Btw, aku belum tau pekerjaannya dia.


Hinga akhirnya berbagai macam makanan sudah dihidangkan diatas meja, dan kami semua sudah menempati masing masing kursi mengelilingi meja panjang didepan rumah. Ditemani rindangnya pepohonan, Kami semua makan Sambil tetap berbincang bincang sesekali membully Adit. Ressa tak henti hentinya memuji betapa enaknya masakannya Rein, dia makannya lahap banget. Adit, Amel dan Mira kaget saat aku bercerita kalau semalam kami diteror hantu,,, Adit bilang beruntung dia tidak datang semalam,,, ya,, seandaianya mereka disini pasti seru kayak dulu…


Tapi Kalian tau..? aku Seneeeeeennnng banget bisa ber-reuni lagi seperti ini bersama dengan teman teman lamaku. Bisa Berkumpul, bercanda dan tertawa lagi dikelilingi teman teman dan keluargaku… Ini semua seperti mimpi yang jadi nyata.. karena momen seperti ini adalah salah satu impian yang ingin kuperjuangkan…


Aku tidak boleh berpuas diri,, masih ada impian impian lain yang belum tercapai dan masih harus diperjuangkan.


“Kak Amel kerja dimana..? bukannya dulu ingin jadi seorang pramugari yang bisa keliling dunia..?” tanya Mira kepada Amel… hmm,, pertanyaan yang bagus,, semuanya pada menunggu jawaban dari Amel,, karena hanya pekerjaan Amel yang belum ketahuan…


Amel yang duduk dihadapanku berpikir agak lama menjawab pertanyaannya Mira… oiya,, sepanjang sesi makan tadi sampai sekarang,, Amel masih tidak henti hentinya menatapku…


“Banyak hal yang telah berubah dihidupku Mir,,,bukankah akhirnya kedewasaan yang menentukan segala hal..?” ucap Amel


“Ngomong apa sih kamu Mel..? lalu kamu sekarang kerja apa..? pengangguran..?” tanya Ressa..


“hahaha,, aku bekerja sebagai seorang Agen,,,” ucap Amel


Hah..? tuh kan benar seperti dugaanku,, dia seorang agen rahasia,,


“Hehh..? Agen beras? Atau Agen pulsa….?” tanya Ressa lagi


“Bukan,, Agen Biro Perjalanan Wisata,, kalau kalian ingin berwisata didalam atau diluar negeri,, hubungin aku yah,, nanti aku kasih harga teman,,,” Ucap Amel santai….


Ohh,,, kirain… ternyata seorang agen travel… gitu aja misterius banget…


.


.


Setelah sesi makan makan bersama usai,, aku duduk santai di kursi kayu panjang yang ada di beranda rumah meninggalkan teman teman yang lain di ruang tamu,, aku ingin mengabari Meta kalau sebentar lagi aku akan berangkat menjemputnya,, tiba² Amel datang dan duduk disebelahku…


“Rega.. kamu gapapa..?” tanya Amel padaku.,,


“hmm,,? gapapa,, emangnya kenapa.,,,?” tanyaku balik,,,


“ehmm,, apakah akhir akhir ini ada kejadian yang ingin kamu ceritakan,,? Selain diteror hantu semalam,,?” tanya Amel


Hmm,,? setelah daritadi pagi dia tidak henti hentinya menatapku,, kenapa dia tiba tiba bertanya seperti itu..?


“nggak ada kok Mel.. semuanya baik baik saja,,,”


“syukurlah,, aku harap kamu bisa lebih berhati hati ya,, jangan bertindak bodoh..” Ucap Amel


Hah..? apa sih maksudnya..?


“ii,,iya,,,” jawabku terbata,,,


Sumpah Amel aneh banget,,,, kemudian tiba tiba saja dia menyadarkan kepalanya di pundakku..


“kamu gapapa Mel,,? Istirahat aja didalem,,,” Amel terlihat lelah banget, seperti ada yang sedang dia pikirkan,,


“Gapapa kok, cuman capek aja setelah melalui hari hari yang berat,,,pekerjaanku terkadang membuatku lelah, kadang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku murung bahkan terkadang aku bisa menangis karenanya,, terkadang aku bertanya kepada diriku sendiri apakah aku masih bisa bertahan dengan itu semua.. ” ucap Amel

__ADS_1


segitu beratnya kah menjadi seorang agen travel..?


“sama sepertimu,, semalam aku bertemu dengan Hantu,,, hantu yang sangat menyebalkan,,,” ucap Amel masih bersandar di pundakku dengan mata yang terpejam,,,


__ADS_2