Kisah Cinta

Kisah Cinta
LEMBUR


__ADS_3

Akhirnya kuputuskan untuk membantu Resty malam ini. Lagipula aku sangat yakin kalau Meta cuman bercanda, bisa aja kan dia malam ini malah gak dateng lagi ke klub itu.


“ngapain balik?” ucap Resty saat aku sudah di dekatnya tapi dia tidak menatapku .


“aku bantuin…” mendengar kalimatku Resty langsung menatapku.


“Ciuss…?” ucap Resty


Aku tidak menjawabnya, hanya meletakkan tas yg kubawa di meja


“yeeeeeeee… kamu memang pahlawanku Ga” ucap Resty


Reflek Resty langsung memelukku erat, setelah beberapa detik spontan dia melepaskan pelukannya.


“ups,, sorry” ucap Resty karena senangnya


“gpp”


Kenapa jadi akward gini yah pelukan dengan Resty, atau jangan jangan kita sedang … … ah gak mungkin. Gak mungkin. Jujur memang aku akui karena kejadian kejadian di Singapore aku jadi semakin dekat dengannya. Tapi sejak kejadian dengan Dias, aku masih terlalu takut untuk terlalu vulgar memperlihatkan perasaanku kepada Resty.


Apa benar ini cinta? aku masih tidak berani mengatakan padanya, aku takut kejadianku dengan Dias terulang lagi. Lagipula Resty tidak pernah menunjukkan perasaanya kepadaku,, dia hanya menganggapku sebagai pemuas nafsunya yang gede itu. Atau dia sudah punya cowok? atau jangan jangan benar yang digosipkan Rendy?.


“ayo kita selesaikan.. semangat.!!” Semangatku kepadanya


“Yeeahh semangaaattt..” ucap Resty tak kalah semangat dariku.


Akhirnya kamipun berdua fokus mengerjakan data data itu, sesekali ada obrolan kecil diantara kami,, kini kulihat Resty menyandarkan tubuhnya di Kursinya dengan matanya terpejam. Sepertinya dia sudah kelelahan. Tinggal sedikit lagi dokumen dokumen ini sudah selesai. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam..


“tidur aja dulu Res,, tinggal dikit lagi biar aku selesaikan”


“hmm,, makasih ya Ga, capek banget pundakku” ucap Resty


Resty memijat pundaknya sendiri, dengan mata yang masih terpejam. Reflek aku membantunya memijat pundaknya… kuposisikan kursiku berada di belakang kursinya.


Kupijat pundaknya dengan kedua tanganku.


Kemudian Kubuka sedikit resleting bagian belakang bajunya, agar aku bisa memijat langsung pundaknya tanpa terhalangi bajunya. Tidak ada penolakan dari Resty.

__ADS_1


“iya disitu Ga.. jago juga kamu pijatnya”


Setelah beberapa pijatan, dia mulai rileks.. nafasnya teratur,,,


Terlihat rambut rambut halus di bagian tengkuknya yang mengintip dari jilbab yang dia pakai,, Setelah cukup lama memijat pundaknya tanganku berpindah ke lengannya.. kedua lengan Resty kupijat dengan kedua tanganku dari luar bajunya. Sepertinya Resty menikmatinya, matanya masih terpejam.


"udah Res" ucapku


"makasih ya, karna aku,, kamu jadi batal ketemu dengan temenmu,”


“uda gpp..”


Aku duduk di kursi kerjanya menghadap Resty


“siapa sih? tanya Resty


“temen..”


“kamu uda punya temen lain di kota ini selain aku , Rendy, Shinta dan cewek itu..?” ucap Resty


Cewek itu? Mungkin yang dimaksud Dias..,


“cewek..?” tanya Resty


“iya..”


“cieee, gebetan baru ni ceritanya” ledek Resty


“Cuma temen kok,,”


“bagaimana denganmu? Kamu sudah punya cowok,,?” nekat kutanyakan padanya,,


Dia terdiam cukup lama,,,


“aku sudah punya suami,,” Resty berbicara membelakangiku


Whatt ? seriusannn? Kemudian dia menghadapku

__ADS_1


“Becanda kok,, hihhii, serius amat liatnya,aku gak mau pacaran dulu..” ucap Resty


“ehmm ,, jadi gitu..”


“yukk cabut,,” ajak Resty


“tinggal dikit lagi Res,,”


“uda gpp,, aku selesaiin di apartemen aja. Tinggal sedikit doang kan” ucap Resty


Setelah itu tidak ada obrolan lagi diantara kami,, bahkan aku tidak mengucapkan perpisahan padanya untuk perjalanannya ke Jepang.


.


.


“ati2 ya,,” kukirimkan pesan itu ke hapenya saat aku sudah sampai di kost ku. Sampai malam tidak ada balasan darinya,, mungkin dia sudah tidur. Ternyata keputusanku untuk tidak terlalu memeperlihatkan perasaanku kepadanya memang sudah tepat, nyatanya saat ini dia sedang tidak ingin ada komitmen pacaran dengan siapapun.


Apa aku sudah benar tidak menyatakan perasaanku padanya?


Hapeku bergetar diatas meja, mungkin ada pesan balasan dari Resty..


Setelah kubuka ternyata pesan balasan dari Meta.


“Noted.


besok ditempat yang sama”


widihh Meta beneran nunggu jawabanku.


...–POV RESTY—...


Air yang keluar dari shower jatuh membasahi tubuhku, sekaligus menyamarkan air mata yang keluar dari mataku.


“Apa maksud pertanyaanmu?” ucapku dalam hati.


aku tertunduk di kamar mandi, merangkul kakiku sendiri…

__ADS_1


“Aku Cinta Kamu”


__ADS_2