Kisah Cinta

Kisah Cinta
WANITA KU


__ADS_3

...–POV EGA—...


Hari ini merupakan hari keempat kami berpacaran.


Semalam Meta menginap lagi di kostku, padahal apartemennya lebih luas, ranjangnya lebih gede, disana bisa jungkir balik sesuka hati. Aku pernah sekali kesana dan tentunya kami Bercinta disana. tapi dia tetep suka disini, katanya disini tempat bersejarah buat hubungan kami. Tapi aku lebih mengingatnya sebagai tempat berhasilnya kamu menjebakku… tapi 4 hari ini sedikit demi sedikit cintaku ke Meta melonjak drastis. Atau memang aku gampang banget jatuh cinta yah? Meta ternyata gak sesadis yang aku kira, dia Romantis banget. Malam hari selepas kerja selalu kami habiskan waktu berdua, walaupun hanya sekedar ngemil, makan, ngobrol di café, ,Kami benar benar sedang kasmaran . Bahkan kami sudah punya panggilan sayang,, “bee” kita sepakat memakai panggilan itu,, norak ? biarin. oiya , Meta ternyata juga suka dan jago main PS. Dia suka main The Walking Dead,,, sudah cantik , suka main PS,, kurang apa coba? …Dalam 4 hari ini juga kita tidak pernah absen untuk melakukan hubungan badan,, luar biasa bisa mendapat kesempatan bercinta dengan cewek secantik Meta.


Dan sudah 4 hari juga Resty tidak ada kabar, gimana kabarnya yah dia? Harusnya hari ini dia sudah balik dari Jepang. Bagaimana perasaan dia kalau tau aku sudah punya pasangan? Lah ngapain aku mikirin perasaan Resty,, aku sekarang uda punya Meta.


CUP


Kukecup lagi bibir Meta yang sedang rebahan di sebelahku..


“cium cium mulu sihh?” ucap Meta


“gak boleh?”


“Bibirku bikin candu yah?” ucap Meta


“Yap,, boleh gak seharian ini aku mencium bibirmu?”


“hahaha, bisa menor bibirku nanti. sana Mandi,, uda siang nih, aku uda janji sama papa mama dateng pagi” ucap Meta


“huft,, ,gak bisa ditunda lain hari yah? aku belum siap bee.. minder”


“ortuku gak nggigit tau.. kamu pasti bisa menghadapi mereka” ucap Meta


“kamu uda bilang mereka kalau dateng sama aku?”


“sudah sayangg,, jangan takut gitulah..” ucap Meta dengan menyemangati ku


Sumpah pikiranku gak tenang saat Meta semalam bilang ngajak aku berkunjung ke rumah ortunya. Aku belum punya pengalaman datang ke rumah ortu pasangan sebelumnya. Aku bingung harus gimana? Harus ngobrolin apa? Kalau ortunya Meta killer gimana? Sumpah aku minder,, apalagi ortu Meta adalah dari golongan ekonomi kelas atas.


Aku tidak menyangka secepat ini Meta mengenalkan aku kepada keluarganya, padahal kukira sebelumnya Meta Cuma main² berpacaran denganku. Ternyata dia sangat serius berpacaran menjalin hubungan denganku,,, “fiuhh,,semoga lancar”


.


.


“Udah Oke belum sih?” aku sedang memandangi kaca di dalam mobil Meta. Kami sedang perjalanan menuju rumah orang tua Meta.


“Ehm,, Uda Oke kok. Kamu terlihat ganteng” ucap Meta sambil menyetir,,


“Orang tuamu nanti suka gak yah sama aku..” aku bersandar lemas di kursi..


“Tau’…xixixi” ucap Meta sambil tertawa


“jawabanmu sama sekali tidak membantu..”


“Hahaha, Rileks Bee,, kamu akan baik baik saja” ucap Meta yang sedang meyakinkan ku


“kalau ortumu menganggap aku gak pantes buatmu,,?”


“ehmm akan aku bilang ke mereka kalau kamu sudah menghamiliku,,, wkwkwk” ucap Meta.


Kayaknya bakalan percuma ni aku ngobrolin kekhawatiranku dengan Meta, dia bercanda Mulu.. dia PD banget aku bakal diterima keluarganya.


“bee..?”


“hmm..”


“becanda Bee,, biar kamu gak tegang” ucap Meta


“bercandamu membuatku semakin tegang..”


“Hmm,, peganglah ini biar gak tegang” Meta menarik tanganku dan meletakkannya di atas pahanya


.


.


Akhirnya mobil ini berhenti..


“ini rumahku Bee..” ucap Meta


Kutarik tanganku ketika mobil Meta berhenti di sebuah rumah. Rumah? Ini sih istana,,, gede bener.


Rumah orang tua Meta terletak di sebuah komplek yang terkenal di pinggiran kota ini,, rumah dengan gaya modern ini membuatku kagum dengan kemegahannya,, dan tentunya semakin membuatku minder dan deg deg an.


“Mamiiiiiiiii…” Meta berlari dan berteriak kepada mamanya yang sudah menunggunya di depan pintu. Dan Meta langsung memeluknya..


“akhirnya kamu pulang juga Dek,, oh haii,,” Mamanya Meta melihatku dan menyapaku.


“siang tante..” aku tersenyum ramah


“jadi ini yang namanya Rega…” ucap Mama meta sambil mengajakku bersalaman


“iya tante,,” aku sambut tangannya dan kucium tangannya


“Dek,, pakaianmu kok gitu sih,, pahamu kemana mana tuh,, gak malu dilihat Rega” ucap Mama meta


“Aku sudah lihat semua daleman anakmu,,” ucapku dalam hati


“Ini namanya fashion ma,,Fashion,xixixi”, Meta menjelaskan


“Dasar,, sudah ayo masuk,, papamu sudah menunggu didalem” ajak Mama meta


Kami bertiga pun masuk ke dalam rumah mewah itu,, kesan pertama sih mama nya Meta ramah,, gak tau lagi bokapnya.


“Haii Papp…” Meta memeluk papanya yang sudah berada di Ruang Tamu..


“Gimana Dek magangmu? Lancar..?” Ucap Papanya meta Santai


“lancar dong,, oiya Pa,, kenalin ini Rega” Meta mengenalkan aku ke Papanya


DEG DEG DEG DEG


“siang Om.. Rega” aku mengulurkan tanganku ke arah bokapnya Meta


DEG DEG DEG


Ternyata papanya Meta Menyambut tanganku,,,


“fiuhh,,”


“Meta tidak pernah mengajak pacarnya kesini,,, bagaimana kamu mengenal Meta?” tanya Mamanya kepadaku,,


“Kita satu sekolah saat SMP Tante..”


“Oh Ya,, ? apa kamu dulu salah satu cowok yang suka Meta?” tanya Mama meta


“Tepat sekali,,,” ucapku dalam hati


“Maaaa..” rengek Meta


“hehe ,, dulu waktu Meta SMP banyak sekali cowok yang datang kesini mencarinya, oh ya Meta bantu mama menyiapkan makanan yuk, biar Rega ngobrol sama papamu..” ucap Mama meta


What,,, No..NO.. “jangan tinggalin aku Bee..” ucapku dalam hati….


“oke ma,,,” jawab Meta


“haduh langsung lemess..”


Mamanya Meta sempat berbisik ke suaminya,, walaupun pelan,, aku masih bisa mendengarnya,,


“jangan terlalu keras padanya..” kalimat itu yang dibisikkan mamanya Meta ke suaminya


Dan tinggalah aku berdua dengan papanya Meta di ruang tamu,, kalian tau? Ternyata papanya Meta tidak sekiller yang aku kira,,, Obrolan kami nyambung dan mengalir… kami mengobrol banyak, tentang Meta, pekerjaan, olahraga, keadaan ekonomi Negara dan lain². Kami tertawa bersama…


“hahaha,, “


“Apa yang kalian tertawakan..?” tanya mamanya Meta ketika kembali ke ruang Tamu dengan Meta. Meta duduk di sebelah papanya…


“Aku suka dia Dek,,” ucap papa Meta sambil mencium kening Meta. Meta tersenyum melihatku


“jangan membuatnya takut Pa,,” meta masih melihatku dengan senyum cantiknya, kulihat mamanya meta juga tersenyum.


“sepertinya berjalan lancar..” ucapku dalam hati..


“sekarang ayo kita makan..” ucap Mama meta


Dan kami pun makan siang bersama,,, aku bisa merasakan kehangatan keluarga ini,. Aku jadi kangen rumah.. mungkinkah keluarga Meta akan jadi keluargaku juga?


Setelah makan siang bersama, Meta menarikku,,,


“yukk,, kutunjukkan sesuatu,,” ajak Meta


“permisi Om, tante,,” pamitku ke orang tua Meta


“Silahkan,, anggaplah rumah sendiri..” jawab Mama meta


Meta mengajakku masuk ke sebuah kamar yang cukup besar di lantai 2 rumah ini.,,

__ADS_1


‘ini kamarku… aku kangennnn sekali tidur disini..” Meta tiduran di tempat tidur


“Bagusss..”


aku masih mengamati seluruh ruangan ini, di meja rias ada beberapa foto Meta berurutan dari Meta kecil sampai remaja,,, Kuambil salah satu pigura yang ada foto waktu dia SMP. Aku masih mengingat wajah di foto ini… aku tersenyum melihatnya. Meta memang sudah cantik sejak kecil. Aku masih tidak percaya bisa berpacaran dengan Meta.


“kenapa Bee senyum² liat fotoku?” tanya Meta


“cantik ya anak ini..?”kutunjukkan foto itu ke Meta


“lah ini orangnya,,?” ucap Meta sambil menunjuk dirinya sendiri


“Masih lebih cantik waktu kecil..” kutaruh foto itu lagi dimeja, dan kuhampiri Meta


“Hmm,, sekarang gak cantik ni ceritanya?” jawab Meta yg lagi ngambek


“dulu cantiknya polos,, sekarang cantiknya sadis..”


“hahahahaha.. sini bee,,“ Meta mengajakku rebahan disebelahnya


“mantan mantanku selalu gak pernah mau aku ajak kesini,, padahal aku pengen ngenalin mereka ke orang tuaku.. tapi aku bersyukur, karena akhirnya aku dengan mereka tidak bertahan..” ucap Meta


Kemudian Meta menindih tubuhku,


“Kamu satu satunya cowok yang mau aku ajak kesini.. semoga kita bisa bersama selamanya..” ucap Meta


CUP, Meta mengecup bibirku,,,


”aku juga menginginkannya”


“aku akan melakukannya demi kamu… kebahagiaanmu nomor satu bagiku” aku terharu mendengar ucapan Meta


DOK DOK DOK


Suara ketukan di Pintu menyadarkanku,, Meta masih menindihku seakan tak peduli..


“Dek,, bajumu sudah siap..!” teriak Mama meta


“Bee,, mamamu” ucapku pelan,,


“Iya maa,,, taruh dipintu dulu..” teriak Meta..


“mainnya kok di dalam kamar sih Dek,,” teriak Mama meta


Waduh gawat,,,


“bee kok udahan sih ciumannya?” ucap Meta pelann..


“Heh,, itu mamamu diluar..” ucapku pelan seperti berbisik


“iya Maa,, bentar lagi selesai kok..” teriak Meta


Whatttt? Meta sangat ambigu ngejawab mamanya…


“ udahan aja yah,,” aku masih takut ketahuan Mamanya Meta.. Baju apaan bee?”


“Baju buat ntar malem..” bisik Meta


“mau kemana..?”


“Kencan sama kamu lah bee,” ucap Meta


Meta beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi didalam kamarnya, kemudian dia keluar lagi..


Meta kembali tiduran di sebelahku..


“nanti mau kemana?”


“Selama kita bersama, tidak ada tempat yang aku lebih suka..” bisik Meta


Astaga,, Gombalan gombalan Meta selalu sukses membuatku bahagia,,,, kutindih tubuh Meta.


“kamu romantis banget sih ?” sambil kubelai rambutnya


“biar kamu tambah cinta” ucap Meta


CUP, kucium bibirnya….


“ Bentar Bee,,” Meta mendorong tubuhku,, dia mengambil handphone dari tas kecilnya.,, entah apa yang dia lakukan dengan hapenya, kayaknya sih berkirim pesan ,, karena terdengar beberapa sound notifikasi. Dan Meta tersenyum… pesan dari siapa? Aku sedikit jeles,, hehehe


“aku Tau,, nanti malem kita ke café aja yah,, disana tempatnya romantis” ucap Meta


“Oke…” terserah Meta mau ngajak aku kemana,, yang penting aku bisa bersamanya,,, aku benar benar bahagia di dekatnya.


“okey..”


Setelah bersih bersih di kamar mandi, aku keluar dari kamar Meta, menuju ruang tamu,,, tidak kutemukan siapa² disana,, hanya beberapa kali mbak² pembantu rumah ini berjalan melaluiku,, setengah jam kemudian papanya Meta menghampiriku,, kami mengobrol lagi,,


Tak terasa sudah hampir 2 jam aku dan Papanya Meta ngobrol,, Meta belum juga turun,, lama bener dandannya…


Beberapa saat kemudian aku menghirup wangi parfum Meta,, aku dan Papanya Meta reflek menoleh ke arah wangi itu berasal,,


Oh My God… aku terkejut saat melihat Meta.. aku dan Papanya Meta reflek berdiri dari sofa..


Badanku merinding, Meta terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun yang dia pakai. Pesona kecantikan Meta terpancar sangat jelas. dengan gaun putihnya, Meta bagaikan Bidadari yang turun dari langit. aku masih tidak percaya inikah kekasihku? Aku jadi pengen telepon orang tuaku dan kuminta mereka kesini saat ini juga untuk melamar wanita cantik yang sedang tersenyum cantik melihatku,,,,,


“Nak Rega,, bagaimana menurut kamu anak Tante?” tanya mama Meta saat beliau mendampingi Meta menghampiri kami.


Aku masih terhipnotis dengan aura kecantikan Meta.. Meta benar benar mengalihkan duniaku.


“bee..” Meta membangunganku dari hipnotisnya,,


“ehm,, sorry tante,,” kuhampiri mereka,, aku berdiri dihadapan Meta.


“Mengagumkan,,” ucapku pada Meta sekaligus menjawab pertanyaan mamanya.


Meta tersenyum cantik..


“Pa,, Ma,, Kami berangkat dulu yah…” Meta memeluk orang tuanya,,


.


.


Sekarang kami sudah sampai di sebuah tempat, kalau dibilangi café tapi ada tempat dansa,, seperti klub tapi tidak ada musik DJ entahlah tempat apa ini. Tempat ini cukup ramai,, musik soft mengalun dari segala penjuru sudut, mengiringi beberapa pasangan yang sedang berdansa di bagian tengah tempat ini. Meta sudah memesan satu meja buat kami,, ketika kami menuju meja tersebut, para pengunjung tampak melihat kami ketika melewati mereka,,, salah,, mereka hanya melihat Meta. Aku begitu bangga bisa berjalan berdampingan dengan Meta.


“kamu sering kesini..?” tanyaku padanya saat kami berdua sudah duduk.


“sudah lama aku gak kesini,, dulu kesini dengan mantanku, tapi Cuma sekali,” ucap Meta


“Dia gak suka tempat seperti ini, ,, dia lebih suka di tempat tidur denganku” ucap Meta sambil tersenyum


Aku sedikit jeles mendengar kalimatnya,,,


“ehmm,, papamu sangat hebat”


“Dia juga menyukaimu..” ucap Meta dengan tersenyum..


“berdansalah denganku,,!!” ajak Meta


“hah,,? Aku tidak bisa..”


“Malam ini kamu pasti bisa..c’mon” ucap Meta memberi semangat padaku dengan senyumnya,,


Aku pun tidak bisa menolak ajakannya,, dan kami sudah berada di tengah² lantai dansa.


DRTTT DRTTT. Kurasakan hapeku bergetar, sepertinya ada panggilan,, tapi kuabaikan


“Sir…” ucap Meta sambil melakukan gerakan menyilangkan sedikit kakinya dan sedikit menundukan tubuhnya,, seperti sapaan bangsawan orang barat.


“My Lady..” aku juga meniru gerakannya, tapi bedanya tadi waktu Meta menyapa kedua tangannya berada disamping,, kalau aku satu tanganku dibelakang tubuh dan satu tanganku berada di depan tubuhku.


“hahaha,,” Meta langsung mendekatiku,


Satu tangannya mengepal satu telapak tanganku,,, kemudian tangan satunya berada di punggungku..


“pegang pinggulku,,” perintah Meta,, dan aku menurutinya,,,


Kemudian Meta menggerakkan badannya dan menggerakkan badanku,, tubuh kami bergerak mengikuti alunan musik romantis yang terdengar,, aku hanya mengikuti gerakan tubuh Meta. Sambil tetap berdansa,, kepala Meta bersandar di pundakku,,, sangat romantis sekali suasana seperti ini. Aku merasa nyaman seperti ini, berada di pelukan wanita yang sangat aku cintai,,, ya, aku benar benar sudah bisa mencintai Meta. Kurapatkan tubuhnya ke tubuhku,,


“aku terkesan,,,” ucapku padanya


“aku memang mengesankan…” ucap Meta


.


.


Setelah beberapa menit berdansa, kami kembali ke meja,,, kami mengobrol beberapa hal, tak henti hentinya Meta mengodaku dengan gombalan gombalannya, dan selalu sukses membuatku luluh. Tidak pernah ada wanita yang seperti itu padaku..


Meta memandangi panggung di salah satu sudut tempat ini,, disana ada piano classic tidak ada yang memainkannya..

__ADS_1


“Menyanyilah untukku..” rayu Meta


“ha?.. tidakk..tidak,”


“kamu mencintaiku?” ucap Meta


“tentu,,”


“bernyanyilah untukku,,!” rayu Meta


Hadeeeh Meta mulai kumat dengan permintaan permintaan anehnya..


“pleaseeee,,” ucap Meta lirih


“malu bee..”


Meta cemberut,,, “aaaa,, aku beneran harus nyanyi nih..?” ucapku dalam hati..


“baiklah,,”


“Yeeeeeeeeeeee,,” Meta tampak bersemangat


“Semangat..” ucap Meta saat aku beranjak dari meja sambil mengepalkan tangannya,


.


.


DRTTT DRTTTTT, hapeku bergetar lagi,,


“TES..”


DOG..DOG..DOG.. NGINGGGGGG . bunyi MIC yang kupukul untuk memastikan MIC itu sudah menyala.


“ehmmm Hai semua,,” kulihat beberapa pengunjung café yang melihat ke arahku, kebanyakan tidak peduli. Aku melihat Meta yang sedang tersenyum,,


“ngg.. anu,, aku mau menyumbang sebuah lagu, dan lagu ini kupersembahkan untuk wanitaku. Maredta..” aku mendengar beberapa orang tepuk tangan ,, Meta tidak tepuk tangan,, dia hanya memandangiku dengan senyumannya.


Tunggu dulu,,, lagu apa yang akan kunyanyikan? Gilaa,, aku sudah sampai disini tapi tidak tau lagu apa yang akan aku nyanyikan.


Untuk Meta,, ya, apapun lagunya yang penting untuk Meta.. kupejamkan mataku,,, .. perlahan jari jariku sudah menari nari diatas tuts piano sambil aku mengingat ngingat lagi kebersamaanku 4 hari ini dengan Meta, wajahnya, cantiknya, senyumnya, tawanya.


Suara tepuk tangan mengiringi piano yang terdengar menggema di seluruh ruangan café..,


Mungkin musiknya seperti ini :


“♪ Tak terasa gelap pun jatuh,,,, ♪”


“♪ Diujung malam.. menuju pagi yang dingin ♪”


“♪ Hanya ada sedikit bintang malam ini ♪”


“♪ Mungkin karena kau, sedang cantik-cantiknya ♪”


“♪ Lalu mataku merasa malu,, ♪”


“♪ Semakin dalam ia malu kini ♪”


“♪ Kadang juga ia takut ♪’


“♪ Tatkala Harus,, berpapasan ditengah pelariannya ♪”


“♪ Di malam hari,,, Menuju pagi.. ♪”


“♪ Sedikit Cemas.. Banyak Rindunya♪”


Suara tepuk tangan dari para pengunjung terdengar,, aku jadi tersanjung…


“terimakasih,,,”


Kulihat Meja Meta,, dia sudah tidak ada disana,,, “loh kemana dia”?


Ternyata dia sudah ada disebelahku,,, aku pun berdiri didekatnya,,, tiba tiba Meta memegang pipiku,, dia mencimuku..


Kami berciuman di atas panggung,,, kecupan kecupan dia daratkan di bibirku..


Para pengunjung yang melihat kami pun heboh,, mereka tepuk tangan dan berteriak teriak,,,


“Suitttt,,,”


“yeeaaa..”


“terima,, terima,,”


Woii apanya yang diterima,, Dia sudah jadi pacarku,,


“makasih Bee…” ucap Meta sambil tersenyum


Karena asyik berciuman,, kami tidak menyadari ada seseorang yang melihat kami dari dekat dari bawah panggung. Kami baru sadar saat kami mau bergerak..


Aku kaget melihat siapa yang sedang melihat kami,, Loh..?


Aku & Meta : “Resty..?”


Loh Meta tau Resty ?.. kami berdua kaget karena kami mengucap nama Resty berbarengan. Kami saling memandang,,, tapi beberapa saat kemudian Resty pergi berlari menuju pintu keluar,,, sempat kulihat dia menangis,,,


Kenapa Resty Menangis?


Aku reflek mengejar Resty,, tapi tertahan karena Meta tidak bisa berjalan dengan cepat dengan gaun yang dia pakai,, Aku berjalan pelan dengan Meta menuju pintu keluar.


Saat kami sudah di pintu ,, kulihat mobil Resty sudah berjalan sangat kencang menjauhi tempat ini…


“kamu kenal Resty?” ucap Meta


“Dia atasanku yang aku ceritakan kapan hari..”


“tunggu,,tunggu,, kamu pernah ke Singapore dengan dia?” ucap Meta dengan sedikit membentak


Hah? Bagaimana Meta bisa tau aku dan Resty pernah ke Singapore bersama,,,?


“bagaimana kamu bisa tau?”


“Ohh,, ****,,****..” Meta tidak berhenti mengumpat sambil memegangi kepalanya,,


Sebenarnya ada apa dengan semua ini? Aku bingung dengan apa yang terjadi..?


Kenapa Resty ada disini? Kenapa dia Menangis? Apa karena dia melihatku berciuman dengan Meta? Dan apa hubungannya dengan Meta?


“Bee,,” aku menghampiri Meta yang sedang duduk jongkok dekat pintu


“jelaskan padaku apa yang terjadi?” aku mengangkat tubuhnya untuk berdiri,, dia tampak kebingungan. Kupeluk tubuhnya.. dia tidak menangis,, tapi kulihat mukanya sedih. Dia mendorong tubuhku….


Kenapa dengannya? Apa dia tau kedekatanku dengan Resty? Dia tau kegiatanku dengan Resty di Singapore ?


“pulanglah Ga,, aku akan menyusulnya”


DEG


Ga? Meta sudah tidak memanggilku “bee” lagi


“kenapa Bee?,, tolong jelaskan padaku?”


Meta tidak menjawabku.. dia berjalan menuju mobilnya yang parkir tidak jauh dekat kami berdiri,,,


“Bee..?”


BRAKKK.. pintu mobil ditutup sangat keras,,, Meta sangat emosi. Dia tidak mempedulikanku… kemudian mobilnya berjalan kencang,, meninggalkanku sendirian dengan berjuta pertanyaan,


“Fuckkkk,,,”


Aku harus menyusulnya juga,,, kuraba celanaku mencari kunci motor,,


“Ohh Great,,” aku baru ingat tadi kesini semobil dengan Meta,


Aku tertunduk lesu di pinggir jalan…


DRTTT DRTTTT..


Hapeku kembali bergetar,, mungkin panggilan dari Meta. Atau Resty? Segera kubuka hapeku..


“Linda..?”


Ternyata dari tadi yang menelponku adalah Linda… kenapa dengannya?


Aku : Halo..


Linda : Ga,,,, (aku bisa mendengar kalau dia sedang menangis..)


Aku : Halo Lin,, kamu kenapa?


Linda : Dias Ga… hikss

__ADS_1


DEG .. Dias ?


Aku : ada apa lin dengan Dias?


__ADS_2