Kisah Cinta

Kisah Cinta
SEPERTI AIR TERJUN


__ADS_3

“Kenapa kamu membunuh Alexa..?” tanyaku kepada Galih, akhirnya pertanyaan itu bisa kulontarkan langsung kepadanya..


“apapun alasan yang aku katakan tidak akan pernah bisa merubah kenyataan bahwa aku telah membunuh wanita yang kucintai,,,..” balas Galih


Cinta..? Mendengar ucapannya,, aku langsung tidak bisa menahan emosi yang daritadi kutahan,, aku bergerak cepat ke arahnya,, dan langsung kuhantamkan kepalan tanganku di rahangnya… Galih langsung terdorong ke belakang,, sama sekali tidak ada pembalasan darinya,, dia hanya memegang rahangnya yang kulihat berdarah di sudut bibirnya..


“apa kamu lupa semua perbuatanmu kepada Alexa? Kepada Ressa? Hah? PRIA SEPERTIMU TIDAK PANTAS MENCINTAI ALEXA… TIDAK PANTAS MENCINTAI WANITA MANAPUN DI DUNIA INI TERMASUK DIAS…” aku membentaknya,,,


“Dias..? apa maksudnya..?” tanya Rein heran setelah mendengar nama Dias..


“Galih adalah calon suaminya Dias, dia adalah temanku dan temannya Rega…” Ucap Meta menjawab pertanyaan Rein…


“Jadi yang dijodohkan dengan Dias itu Galih..?” ucap Rein terkejut,,,


“Ba,,bagaimana kamu bisa tau kalau Dias dijodohkan..?” Meta tak kalah kaget saat tau Rein juga menghetahui tentang perjodohan Dias,..


“JANGAN HARAP AKU AKAN MEMAAFKANMU MESKIPUN KAMU BERKATA SEPERTI ITU,,,,” bentakku sekali lagi kepada Galih..


“Aku tidak membutuhkan ampunanmu,, karena aku hanya berhutang maaf kepada Alexa..tapi meskipun aku telah berbuat buruk kepadanya, aku tetap mencintainya…. sampai sekarang.” ucap Galih


Sialan,, kenapa dia terus terusan bilang mencintai Alexa…? Jika dia hanya ingin meminta maaf kepada Alexa,,setelah ini akan kuseret dia ke kuburannya Alexa,,,


Kudekati dia lagi,, kutarik bagian ujung atas bajunya,,, lagi lagi tidak ada perlawanan darinya,,,, dia membiarkanku melakukan itu kepadanya..


“tidak seharusnya kamu membunuh Alexa..” Galih malah tersenyum mendengar ucapanku, kemudian tertawa,,,


“hahaha,, itu juga yang ada dipikiranku sejak dulu,, tidak seharusnya Alexa yang mati,, aku lebih memilih Amanda yang mati daripada Alexa,,,,” ucap Galih


Otomatis Emosiku kembali tersulut saat dia berkata seperti itu,,


“BANGASAAATTT,,,,”


Kembali kulayangkan pukulanku ke arah wajahnya beberapa kali dan pukulan terakhirku sukses membuatnya tersungkur ke belakang.. tapi tak lama dia bangkit lagi,,dia tetap mencoba berdiri meskipun terihat lemas dengan mulut yang sudah mengeluarkan darah,,,


“lakukan apapun yang ingin kamu lakukan,, kamu ingin membunuhku? Lakukan sekarang juga,, kamu tidak tau rasanya menanggung beban rasa bersalah sedalam ini, menanggung dosa sebesar ini,… aku sudah beberapa kali mencoba membunuh diriku sendiri, menabrakkan mobilku sendiri,, tapi selalu gagal.. aku masih hidup sampai sekarang…. mungkin kamu bisa membantuku,, bebaskan aku dari rasa bersalahku, bebaskan aku dari penderitaan ini, dan bebaskan aku dari dunia ini,,, aku ingin segera menyusul dan menemui Alexa,,, JADI CEPAT LAKUKANNN,, BALASKAN DENDAMMU…BUNUH AKUU” bentak Galih


Apa apaan ini…? Kenapa Galih bicara seperti itu,,? Dia begitu pasrah dengan hidupnya,,, itukah sebabnya dia tidak mencoba melawanku daritadi.,,?


“kenapa kamu masih diam saja..?,AKU SUDAH MEMBUNUH ALEXA,,, AKU YANG MERENGGUT KEBAHAGIANMU, AKU MEMISAHKAN CINTA KALIAN BERDUA,,, APA YANG KAMU TUNGGU? CEPAT BUNUH AKU…. Atau…. kamu tidak bisa melakukannya? Ah,,Tentu kamu tidak bisa melakukannya,, kamu tidak pernah berubah dari dulu kamu memang pengecut dan tidak punya nyali,, karena itulah kamu tidak bisa menjaga Alexa,,, nyatanya tidak hanya aku,, PRIA PENGECUT SEPERTIMU JUGA TIDAK PANTAS MENCINTAI ALEXA.. KARENA KAMU TIDAK BISA MELAKUKAN APA APA DAN MEMBIARKAN ALEXA MATI BAHKAN KAMU TIDAK BISA MEMBALASKAN KEMATIANNYA”


Ucapan Galih bagaikan sebuah aliran listrik yang menyengat tubuhku….


Deg Deg


Aku tidak pantas mencintai Alexa?


Kupejamkan mataku beberapa saat,,, kemudian Kudekati dia lagi… aku berdiri tepat dihadapannya….


“memang benar yang kamu ucapkan, aku memang tidak bisa menjaga Alexa, aku membiarkannya mati dan itu sebabnya aku tidak pantas mencintai Alexa, tapi..asal kamu tau,,, Alexa mencintaiku…”


“DAN KAMU MEMBUNUH WANITA YANG MENCINTAIKU…” teriakku kepada Galih, sambil memukulnya dengan sangat keras, dia sampai terdorong kebelakang lagi,,, tapi kudekati lagi,,,,


“KAMU MEMBUATNYA TIDAK BISA MENCINTAIKU LAGI…” Sekali lagi kepalan tanganku mendarat di wajahnya yang sudah babak belur… dia terdorong kebelakang lagi…

__ADS_1


“DAN KAU MEMBUATKU HARUS MELIHAT ALEXA MATI,, DIA MATI DIPANGKUANKU BANGSAATTT..”


Setiap aku menyelesaikan kalimatku, diakhiri dengan pukulan yang sangat keras di wajahnya,, dan yang terakhir ini membuatnya sampai tersungkur ke tanah… tapi aku tetap menyerangnya,, kududuki tubuhnya,, dan kupukul terus wajahnya dengan tanganku,,, aku sangat kalap,, aku bahkan tidak bisa mendengar teriakan Meta,,,


“BEEE,,, HENTIKANNN” Meta hendak menuju kearahku, tapi ditahan oleh Rein,,,


“Reinn,, lepaskan aku,, Rega bisa membunuh Galih,,,, lepaskann,,,” tapi Rein tetap tidak melepaskan tangan Meta,,, ekspressi wajah Rein datar dan kaku melihatku menghajar Galih, sepertinya Rein juga terpancing emosinya saat mendengar kata kataku kepada Galih…


“KEMBALIKAANNN DIA,,,”


“KEMBALIKAN ALEXA KEPADAKU,,,”


“KEMBALIKAAANNN…”


Aku berteriak teriak diatas tubuh Galih sambil tetap memukul wajah Galih, aku menangis saat melakukan itu,, aku bersedih mengingat Alexa,,, tapi air mataku tidak terlihat karena bercampur air hujan yang sangat deras.. air hujan yang terjun dari awan juga menyebarkan darah ke tanah yang berasal dari wajah Galih,,,


Tiba tiba aku merasakan seseorang memelukku dari belakang,, ,, aku bisa melihat tangan orang yang memelukku,,, kurasakan hangat sekali pelukannya meskipun udara sangat dingin karena hujan.. pelukannya berhasil membuatku tenang dan aku berhenti memukul Galih…


“AL..?”


Ya,, sebuah pelukan hangat dan nyaman seperti pelukannya Alexa…


“Ega,, kumohon hentikan,, “


Hahhh? Suara ini..? Dias…? Dan ternyata Dias yang entah datang dari mana yang tiba² memelukku dari belakang disaat aku masih memukul Galih.. seperti semalam, Lagi lagi Dias berhasil menghentikan amarahku…


(Sebenarnya dari tadi Dias bersembunyi di bangunan kecil yang tadi disebutkan Rega)


“Dias..?” Begitu juga dengan Meta yang terkejut dengan Dias yang tiba² muncul…


“Kumohon hentikan,,,” ucap Dias kepadaku,, dia semakin memelukku erat, dengan kepalanya ada di pundakku,,


“Tapi.. tapi dia sudah membunuh Alexa Dee..”


Dias membantuku berdiri, dan sekarang aku berdiri berhadapan dengan Dias disebelah tubuh Galih yang lemas dengan wajah yang babak belur,,, tapi dia masih sadar…


“Aku tau,, aku bisa merasakan amarahmu, aku bisa merasakan kesedihanmu,,dan Aku tau apa yang sudah dilakukan Galih tidak bisa kamu maafkan begitu saja,, tapi percaya kepadaku, Galih sudah sangat menyesal, dia sudah menghukum dirinya sendiri atas kesalahannya,, aku bisa menjelaskan semua yang telah dia alami dan apa yang sudah dia lakukan dalam upayanya memperbaiki kesalahannya,,, kumohon percaya padaku… bagaimanapun juga semua sudah terjadi,, biar Tuhan yang menghukummnya…” Dias memegang kedua pergelangan tanganku,,


“sama sepertiku,, Alexa pasti sedih melihatmu seperti ini Alexa juga akan terluka melihatmu seperti ini, dia akan sedih jika kamu menjadi seorang pembunuh,, meskipun aku tidak mengenal Alexa, aku yakin, dia tidak ingin kamu membalaskan kematiannya,, apalagi dengan tanganmu ini,,,, karena Tangan ini tidak diciptakan untuk membunuh, mereka ada untuk membantu dan menyayangi orang lain.. ” jelas Dias


Astaga,,, kata kata yang diucapkan Dias langsung menyadarkanku,, aku mengangkat kedua tanganku yang masih dipegang Dias..aku melihat telapak tanganku yang berlumuran darahnya Galih…. benar yang Dias katakan, Alexa pasti tidak ingin melihatku seperti ini,,,


“Amarah dan kesedihan yang kamu rasakan itu menandakan kalau kamu masih belum bisa merelakan kepergian Alexa sampai sekarang, semua itu semakin menguatkan dendam didalam hatimu kepada Galih,,, Cobalah,, ubah amarah dan kesedihanmu menjadi kekuatan untuk menguatkan hatimu sampai akhirnya kamu benar benar bisa ikhlas merelakan kepergiannya,,, aku tau itu tidak mudah,, tapi kamu harus mencoba,,,Demi Alexa.. bukankah kamu ingin membuatnya tenang dan bahagia disana?” imbuh Dias


“Ega,, Apa yang sudah terlepas dari tanganmu ini tidak akan pernah bisa kembali lagi,, tapi meskipun dia sudah tidak ada disini,, bukan berarti Alexa berhenti mencintaimu,, dia akan selalu memperhatikanmu,, seperti air terjun yang tidak pernah berhenti mengalir, cinta dan perhatiannya kepadamu tidak akan pernah putus meskipun dia sudah tiada,, jadi buat dia bahagia dengan melihatmu bahagia..” Kali ini Dias menggenggam kedua telapak tanganku,,,


“Dan aku,,, aku ingin menjadi alasan kebahagiaanmu itu,, aku ingin kita dekat lagi, seperti dulu.. maaf aku baru bisa mengatakannya sekarang, aku ingin mengatakan ini kepadamu sejak lama ,, bahwa …aku mencintaimu,, dan,, Ega,,, aku ingin kamu yang menikahiku,,” ucap Dias


Hah? Aku terkejut dengan ucapannya Dias,, akhirnya Dias mengatakan langsung cintanya kepadaku,, dan dia ingin menikah denganku? Aku begitu larut dengan kata katanya Dias barusan,,, aku langsung reflek begitu saja memeluknya… dan dia menyambut pelukanku,,,, kami saling berpelukan di tengah derasnya hujan, dihadapan Galih yang sudah bisa duduk di atas tanah, dihadapa Rein dan dihadapan Meta….


Karena begitu larut dalam suasana,, aku tidak menyadari kalau Meta pergi berlari menjauhi tempat ini.. dia pergi begitu saja dengan air mata di pipinya….


“Metaaaa… ?” teriak Rein

__ADS_1


.


.


SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN


...—POV TS—...


Berbeda dengan suasana kota sebelah yang sedang hujan, di kota ini langit tampak cerah… Di sudut pelabuhan yang sepi di pinggiran ibu Kota. Di sebuah dermaga kecil yang sudah tidak terpakai, seorang pria paruh baya menatap lautan yang sore itu terlihat damai. sikapnya yang percaya diri terlihat dari bahasa tubuhnya yang tenang dengan meletakkan kedua lengannya di belakang tubuhnya.


Dia tidak sendirian, dia ditemani 3 orang pengawalnya yang berdiri sejajar tidak jauh dibelakang orang itu berdiri. Salah satu pengawal itu membawa sebuah koper hitam di tangannya.


Tak berapa lama, ada seorang pria yang datang menghampiri, seorang pria bertubuh kecil dengan tato Ular di lengannya , orang itu menyebutnya sendiri sebagai KillBill.


“Apa yang membuat seorang Danu Wicaksono mau mengotori sepatunya yang mahal untuk bertemu denganku di tempat seperti ini.?” Ucap KillBill sambil berjalan melewati pengawal Danu yang awalnya menghadangnya,,


“adakah seseorang yang membuatnya gentar sampai sampai dia turun langsung menemuiku..? ini suatu kehormatan besar bagiku…” imbuh KillBill, saat dia sudah berada dihadapan Danu.


“Tidak ada seorangpun di Dunia ini yang membuatku gentar dan takut untuk melawannya.. itu sebabnya kita disini..” balas Danu,


“Apa yang kau inginkan dariku..?” tanya KillBill


Danu mengambil selembar foto dari jas nya dan memberikan foto itu kepada KillBIll yang tak lain merupakan fotonya Rega dengan Resty waktu mereka di Singapore..


“pria itu sedang bermain main denganku.. cari,,dan hancurkan……” ucap Danu kemudian memanggil pengawalnya yang membawa koper mendekatinya,, pengawal itu langsung membuka koper yang ternyata isinya tumpukan uang…


“itu hanya sebagian, sisanya setelah pekerjaan selesai…” balas Danu


“hmm,, sepertinya ada yang benar benar ingin seseorang mati…” ucap KillBill setelah melihat tebalnya tumpukan uang didalam koper.


“Mati..? tidak secepat itu.. buat dia menderita secara perlahan lahan sampai dia sadar telah bermain main dengan orang yang salah dan setelah dia memohon mohon atas hidupnya.. baru kau bisa membuatnya mati,,,” ucap Danu


“hahaha didalam dunia bisnis seperti ini, Kepuasan pelanggan adalah prioritas kami,, ada request ingin dibuat menderita seperti apa anak ini?” tanya KillBill pada Danu…


“Dia sudah merebut wanita yang sudah sejak lama kupelihara… aku ingin kau buat dia merasakan hal yang sama” ucap Danu


“wanita yang sedang bersamanya ini? Jadi ini semua tentang apa yang ada di antara kedua paha wanita cantik ini,,,?” potong KillBill cepat sambil melihat fotonya Rega dan Resty,,


“jaga ucapanmu,,,,!” Bentak pengawal Danu sambil menyentuh lengan KillBill,


“lepaskan tanganmu dari tubuhku atau kau akan pergi dari sini tanpa lengan,,,!” ancam KillBill.. Danu yang melihat keributan kecil itu langsung memberi isyarat kepada pengawalnya untuk tetap tenang.


“Bisa kita lanjutkan? Pertama,, Aku ingin kau menghancurkan hidupnya,, Setiap orang memiliki titik kelemahan masing masing, seseorang yang mereka lindungi dari bahaya,, buat dia kehilangan orang yang dia pedulikan terlebih dahulu… ada seorang wanita yang selalu bersamanya,,, terserah apa yang ingin kau lakukan kepada wanita itu,, mau kamu perkosa atau langsung kau buat wanita itu mati,, terserah,, yang penting lakukan dihadapan pria itu…” perintah Danu


“Wanita ini..?” tanya KillBill menunjuk Resty yang ada di lembar foto..


“bukan, yang itu untukku… ada wanita lain yang bersamanya… tapi kau harus waspada dengan wanita itu,, karena dia telah membuat mereka bertiga babak belur…” ucap Danu menunjuk ketiga pengawalnya…


“sepertinya wanita yang menarik,, aku tidak sabar bertemu dengannya..” ucap KillBill


“lalu saat hidupnya sedang hancur karena gagal melindungi wanita yang dia pedulikan,, aku ingin kau buat dia memberikan semua yang dia punya tentang operasiku,,,Paksa dia dengan mengancamnya membunuh semua orang² didekatnya,,, aku yakin dia akan menyerah karena tidak ingin kehilangan seseorang lagi,,, setelah dia memberikan semua yang dia punya tentang operasiku.,, baru kau bisa membuatnya matii..” tegas Danu dengan berapi api..


“hebat sekali !!.. Rencana yang sangat sempurna…” ucap KillBIll setelah mendengar instruksi dari Danu,,,

__ADS_1


“kau tidak perlu mengkhawatirkan babi babi kepolisian,, aku sudah memberi mereka makan yang banyak,,,aku jamin mereka tidak akan bergerak jika mendapat laporan tentang kalian,, mereka akan menutup telinga..” ucap Danu


“hahaha,, ini yang aku suka ketika berbisnis denganmu,,, sekarang pulanglah ke istanamu,, biar aku mengumpulkan orang orangku,, Aku akan menghubungimu saat semuanya selesai,,, yang perlu kau lakukan hanyalah menyiapkan sisa uangku…” ucap KillBill dengan penuh percaya diri..


__ADS_2