Kisah Cinta

Kisah Cinta
HANTU 2


__ADS_3

“baiklah sudah diputuskan,, kita pergi dari sini.. kalian bersiap siap ya..!” ucapku pada Resty dan Ressa,


Dan saat keduanya akan keluar dari kamar ini tiba tiba lampu di dalam kamar ini mati. Seketika Rein yang masih berbaring di tempat tidur langsung bangkit dan merangkul lenganku. Ressa dan Resty tidak beranjak dari tempatnya berdiri,, beberapa detik kemudian tercium bau busuk yang sangat menyengat. Mencium bau itu rasanya pengen muntah. Bukan hanya aku yang mencium bau busuk ini, Rein , Resty dan Ressa juga mencium aroma yang tidak menyenangkan ini, terlihat dari gelagat mereka yang menutupi bagian hidung mereka.


Aku masih berdiri di samping tempat tidur yang masih ada Rein diatasnya, sedangkan Resty dan Ressa berdiri tidak jauh dari tempatku berdiri. Beberapa detik kemudian kami terkejut dan saling berpandangan, sedangkan Rein semakin merangkul erat lenganku saat kami semua mendengar suara langkah kaki yang sedang berjalan di dalam rumah, tepatnya suara langkah kaki itu berasal dari belakang rumah. Suara langkah kaki itu terdengar jelas berderit di atas lantai kayu. Resty dan Ressa mendekatkan tubuh mereka ketubuhku.. kami semua shock tidak bersuara mendengar langkah kaki itu, padahal seharusnya tidak ada orang lagi selain kami berempat yang berada di dalam rumah ini. Lalu siapa…?


Dari suara langkah kakinya yang berat, siapapun atau apapun itu yang sedang ada di dalam rumah ini sedang mendekat ke dalam kamar ini. Aku perkirakan dia sudah memasuki lorong di rumah ini dan sudah melewati dapur. Kami berempat tidak bersuara, atau setidaknya mencoba untuk tidak mengeluarkan suara apapun, kami semua sangat tegang memandang pintu kamar ini yang sedikit terbuka.


Saat suara langkah kaki itu semakin dekat, aku mendengar suara deru nafas yang begitu berat dari luar kamar ini. Suara nafas yang sangat menyeramkan diiringi erangan yang serak. Aku yakin tidak hanya aku yang mendengar suara itu, karena sekarang Rein malah semakin meringkuk di tubuhku, Resty merangkul lenganku yang lain dan menggenggam tanganku, ini pertama kalinya Resty menggenggam tanganku lagi setelah beberapa hari,, sedangkan Ressa bersembunyi dibelakang tubuhku dengan gigi yang gemetaran. Aku baru sadar kalau aku satu satunya pria di rumah ini dan ketiga cewek yang sedang ketakutan ini berlindung padaku. Lah dikira aku gak takut ?


kurasakan jantungku berdetak sangat cepat Saat suara suara itu sudah semakin dekat,, kakiku gemetar, keringatku bercucuran juga dengan tangan Resty yang sedang kugenggam juga basah karena keringat dingin. Kami semua ketakutan dengan apa yang akan kami lihat atau apa yang akan masuk ke dalam kamar ini, tiba tiba saja suara langkah kaki dan erangan yang menyeramkan itu berhenti. Beberapa saat suasana menjadi hening,,


“Dia sudah pergi..?” bisik Rein pelan ditengah kesunyian,,


“mungkin dia menyadari kalau salah masuk rumah orang, lalu pergi,,,” saut Ressa ngasal,,,


“emang ada Setan salah alamat..?”


“di dunia setan kan gak ada GPS, nyasar deh dia kesini..” celetuk Ressa


Hadeeeh,,,


Kemudian lampu kamar yang tadi mati kini kembali menyala. tapi tidak ada satupun dari kami yang berani keluar kamar atau bergerak sekalipun.


“kamu periksa deh Ga… sapa tau beneran sudah pergi,,,!” perintah Resty kepadaku..


“Hah..? aku..? no no no… kamu aja deh Rein,, kamu kan kuat, bisa mengalahkan pengawalnya Danu tadi siang…” perintahku kepada Rein


“please,,, setan gak bisa ditendang Deek,, aku lebih suka berkelahi dengan orang sekarang ini daripada sama setan.. ayolah Dek,periksa sana,, ” ucap Rein


“gak mau,, takut ah,, kamu aja deh Ress,,” perintahku kepada Resty… Resty langsung menggelengkan kepalanya cepat..


“Egaa,, kamu itu cowok, kamu yang periksa,,,” ucap Resty,, Rein dan Ressa mengangguk angguk mendengar ucapan Resty…


“kamu kan yang tinggal disini,, kamu yang periksa,, kalau aku yang tinggal disini aku yang akan memeriksanya…”


“aku belum pernah berhadapan dengan setan,,,,” ucap Resty


“aku juga belum pernah berhadapan dengan Setan…”


“kamu pernah berhadapan dengan setan… pura pura lupa? ” ucap Ressa


Hadeeh,, seandainya tidak ada Ressa, alasanku pasti diterima… kalian pasti ingat saat aku SMA pernah mengalami kejadian spiritual dihutan bersama dengan Ressa, Adit, Amel, Mira dan juga Winry…


“berarti kamu juga pernah,, kenapa gak kamu aja,,,?” ucapku pada Ressa


“sshh,, aduhh,, perutku tiba tiba mules,,,,,” ucap Ressa sambil memegangi perutnya,,,


“ahh ngeles mulu,,, Bareng bareng deh,,…” ucapku memelas.. ketiga cewek ini langsung kompak menggelengkan kepala mereka,,, hadeeeh,,,


“kamu kenapa cari rumah di tempat menyeramkan seperti ini sih Ress.. kayak gak ada rumah lain lagi aja,, kenapa gak cari rumah yang gak jauh dari kota,, ditengah tengah kampung kek,, setidaknya rumah yang ada tetangganya….” Ucapku kepada Resty..


“kamu nyalahin aku..?” ucap Resty


“emang kenyataannya kayak gitu,,”


“kamu lupa satu minggu pernah menginap disini..? dan kamu baru bilang seperti itu sekarang..?” ucap Resty agak emosi..


“waktu itu kamu kan yang memintaku untuk menemanimu..”


Resty : “giliran enaknya aja kamu mau,,, ” ucap Resty ceplas ceplos didepan adiknya dan kakakku.. Ressa sampai kaget menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan kakaknya,, sedangkan Rein memalingkan wajahnya,,,


“kamu menyukainya kan,,?” balasku padanya,,,


“JANGAN BICARA DENGANKU LAGI.. AKU BENCI SAMA KAMU,,, JANGAN DEKAT DEKAT DENGANKU” Teriak Resty kepadaku,,,

__ADS_1


“oke,, aku tidak akan bicara denganmu lagi,,,, tapi kenapa kamu masih memegang tanganku..?”


“TERSERAH AKU,,, TANGANKU TANGANKU KOK…” teriak Resty


“Ribut mulu,,kalian ini sebenarnya cocok loh,, kenapa gak nikah aja sih,,,?” celetuk Ressa


“DIIAAMMMM…” bentak kami berdua kepada Ressa,,


Ressa langsung kelihatan ketakutan dan memeluk Rein,,,


“Huaaa,, apa salahku,, huhuhu…” lirih Ressa


“Deek,, cepat sana periksa,,” perintah Rein kepadaku


“temani aku Rein…”


“Deeek,, cepet…” perintah Rein sedikit memaksa


“OKEE,, OKEE,, aku akan memeriksanya,,,” nyesel banget kenapa tadi tidak kuterima tawaran Meta untuk menemaninya merengkuh surga dunia bersamanya, bukan malah terjebak di rumah seperti neraka yang sedang diteror setan bersama dengan tiga cewek yang licik banget memanfaatkan jenis kelamin mereka. Ini yang namanya Kesetaraan Gender? Katanya semua orang menerima perlakuan yang sama tanpa memandang jenis kelamin,, sial,,


Dengan langkah yang berat terpaksa aku berjalan menuju ke pintu.


Sebelum melangkahkan kakiku, kubawa satu guling yang ada diatas tempat tidur.. lalu berjalan menuju pintu kamar ..


“Buat apa guling itU..?” tanya Resty,, aku berhenti dan berbalik badan…


“jaga jaga barangkali setan itu menyerangku,,,” ucapku,, Rein malah geleng geleng..


“kamu mau ngajak setannya perang bantal,,? dikira lomba 17’an,,, “ saut Ressa…


“UDA SANA CEPET PERIKSA BIAR KITA SEGERA PERGI DARI SINI..” sial,, Resty masih aja bikin emosi…


“AKU SUDAH MEMERIKSANYA DARITADI JIKA KAMU TIDAK MENGHENTIKANKU….”


“AKU TIDAK MENGHENTIKANMU…” balas Resty


“JANGAN BICARA DENGANKU, ” bentak Resty


“AKU TIDAK BICARA DENGANMU…”


“BARUSAN KAMU BICARA DENGANKU…” ucap Resty


AAAAAAAAAAA,,, sial gemes banget aku sama Resty malam ini… hmmmm,, aku punya ide,,,


“HUUUUUAAAA,,,, SETANNYA DIBAWAH TEMPAT TIDUR” Teriakku…


Mendengar teriakanku Sontak Rein melompat dari tempat tidur lalu bersama sama dengan Resty dan Ressa mereka bertiga berlari kearahku lalu mereka semua memelukku…


“Tapi bohong,, hahahahaha,”


Seketika Berbagai macam tipe kekerasan khas cewek langsung kuterima,, Rein mencubit perutku, Resty memukul mukul bahuku dan Ressa menjambak rambutku…


“Ampun..ampun…..”


“gak lucu,,,” ucap Rein


“Idiot..” jawab Ressa


Sedangkan Resty hanya diam menatapku dengan tatatpan mata yang lebih seram daripada tatapan setan.


“,, gini kan enak,, kita periksa bersama sama,,, hehehe”


Dengan perasaan takut dan gugup kami berempat keluar dari kamar. Kami tidak menemukan apapun selain lorong rumah yang kosong. Mungkinkah setan itu benar benar sudah pergi,,?


“Lihat…” ucap Rein sambil melihat ke lantai..

__ADS_1


Jejak kaki berlumpur yang menyeramkan berjejer memenuhi lorong, menandakan bahwa suara langkah kaki yang kami dengar tadi memang nyata. Ada sesuatu dari luar rumah yang masuk ke dalam rumah melalui belakang. Anehnya jejak kaki berlumpur ini berhenti tepat di depan pintu kamar ini. Aku tidak melihat jejak lain setelah pintu kamar ini. Kemana setan itu pergi?


Tiba² seluruh lampu didalam rumah mati lagi setelah petir yang menyambar sangat kencang, kami berempat reflek berlari masuk kedalam kamar lagi dan naik keatas tempat tidur. Sedetik kemudian kami mendengar lagi suara nafas dan erangan menyeramkan tadi tapi kali ini suaranya terasa sangat dekat, sePerti suaranya berasal dari dalam kamar ini,,kemudian ketika lampu kembali menyala dan saat itulah kami melihat..


Jantungku kembali berdetak semakin kencang, mataku melotot dengan apa yang kulihat. Setan itu memang benar ada didalam kamar ini, berdiri kaku didekat jendela dibalik gorden. Pandangan wajahnya lurus melihat kearah kami. Kemudian kepalanya terkulai di bahu kirinya dengan wajah mamancarkan senyum yang mengerikan. sebuah senyuman yang sangat sangat tidak untuk dikenang. Bau busuk yang tadi kucium sekarang terasa semakin menyengat menusuk hidungku,,


Melihat ada setan didekat kami, tidak butuh waktu lama bagi kami untuk melompat dari tempat tidur lalu berlari keluar kamar dan reflek secara bersamaan kami menuju bagian depan rumah. Dengan tubuh gemetaran dan semua rambut rambut ditangan berdiri tegak aku dan ketiga wanita ini berlari sekencang mungkin. Kulihat Rein menangis setelah melihat setan itu sambil menggenggam tanganku,,


Saat akan sudah sampai di ruang tamu, kami dikejutkan dengan pintu rumah yang sudah terbuka lebar padahal tidak ada satupun dari kami yang membuka pintu itu. Masa bodoh dengan hal itu, yang penting kami harus segera keluar dari rumah terkutuk ini, tak lupa aku meraih kunci mobilku yang berada di meja ruang tamu.


Saat akan keluar dari dalam rumah,, aku menahan ketiga cewek ini dengan lenganku. Karena saat itu dikegelapan malam aku melihat sebuah bayangan hitam merayap dibalik kaca ruang tamu, tepatnya di beranda rumah


Kemudian tanpa ada yang memegangnya, pintu rumah yang tepat ada didepan kami tertutup Sendiri dengan ayunan yang sangat keras.


BBBBLLLLLLAMMMM


Saat itu Rein berteriak sangat keras kemudian memelukku,, sepertinya setan itu tidak mengijinkan kami keluar dari rumah ini.


Aku : “kembali,, semuanya kembali kedalam kamar…”perintahku kepada semuanya…


Mendengar perintahku, dengan keadaan panik dan ketakutan Kami berempat kembali berlari kedalam rumah,, kugandeng tangannya Rein sambil berlari menuju kamar.


Resty : “Masuk kamarku saja,,,,” ucap Resty..


Kami semua berbelok masuk ke kamar pertama, setelah memasuki kamar,, ketiga cewek itu langsung duduk berdekatan di sebelah tempat tidur. Sedangkan aku sibuk mengunci pintu kamar ini. Kemudian bergabung dengan mereka.. aku sangat khawatir dengan Rein dia terlihat sangat terguncang, dan tubuh yang gemetar,, kulihat nafasanya tidak teratur,,, Rein benar benar ketakutan


Aku : “Rein, kamu tenang dulu,,, tarik nafas dalam dalam,,,” kudekati dia dan kupeluk tubuhnya, Rein menangis dipelukanku..


Rein : “Deeekk,, aku takut…aku mau pulang..”


Semakin kupeluk erat tubuhnya agar dia lebih tenang, Begitu juga dengan Resty yang memeluk Ressa disebelahku.


Beberapa saat suasana hening lagi… tapi Teror malam itu belum juga berhenti sampai disitu, lagi lagi lampu kamar kembali mati,, suara langkah kaki yang berat terdengar lagi dari luar kamar dibarengi dengan suara dinding kayu yang berderit seperti ada yang menggoresnya dengan sesuatu yang sangat tajam. Suaranya begitu nyaring dan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman bagi siapapun yang mendengarnya.


Suara langkah kaki dan deritan di dinding berhenti tepat didepan pintu kamar.. kami semua gemetaran menantikan apa yang terjadi. Rein membenamkan wajahnya di dadaku..


DOK DOK DOK DOK DOK


DOK DOK DOK DOK DOK


Pintu kamar ini digedor sangat keras dari luar kamar, sangking kerasnya sampai membuat pintu itu bergerak. Apapun yang ada diluar kamar, dia sangat ingin masuk kedalam kamar ini.


DOK DOK DOK DOK DOK


DOK DOK DOK DOK DOK


Rein semakin menangis mendengar suara itu, aku juga mendengar suara tangisan Ressa. Rein berusaha menutup telinganya dengan kedua tangannya tapi suara gedoran pintu itu sangat keras sekali, dia masih bisa mendengarnya.


DOK DOK DOK DOK DOK


DOK DOK DOK DOK DOK


Kemudian berhenti, suara gedoran di pintu kamar berhenti..selama 5 menit kemudian suasana kembali hening, Rein sudah tidak memelukku, dia mengira semuanya sudah berakhir… namun pintu kamar yang seharusnya tadi aku sangat yakin sudah menguncinya tiba tiba terbuka sedikit. Kami berempat melihat bagaimana tiba tiba pintu itu terbuka sendiri,, dan kemudian muncullah,,,


Awalnya hanya sebuah tangan yang kurus dengan kulit yang mengelupas yang terlihat, tangan mengerikan itu dengan perlahan mendorong daun pintu agar terbuka lebih lebar,, suara dorongan pintu itu terdengar begitu menyeramkan di telinga. Kami berempat melihatnya, Rein sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.. hingga kemudian sosok itu mulai menampakkan diri kepada kami…


Walapun hanya wajahnya saja yang terlihat, tetapi sudah berhasil membuat kami sangat ketakutan ketika memandangnya.. kali ini bisa dengan jelas kulihat wajah dari sosok setan yang daritadi meneror kami. Persis yang dikatakan Rein, wajahnya kurus berkerut penuh dengan lumpur, beberapa bagian wajahnya mengelupas dengan luka panjang didahinya mengeluarkan darah bercucuran diwajahnya. Bisa dikatakan wajahnya hancur berantakan,,, Wajah tersebut cukup membuat orang tidak akan bisa tidur di malam hari selama beberapa hari. Kepalanya terkulai di bahu kirinya memandang kami dengan tatapan yang memancarkan kengerian,kemudiaN dia tersenyum kearah kami, Sumpah,, senyumannya terlihat sangat tidak menyenangkan.


Tubuhku dan kurasakan tubuh Rein yang sedang didekatku gemetaran sangat hebat meilihat sosok itu, ketiga cewek ini berteriak sekencang mungkin, Ressa berteriak meminta pertolongan tapi itu percuma,, tidak ada yang akan mendengar teriakan mereka di tempat yang jauh dari rumah penduduk ini… sedangkan tubuhku menjadi kaku dan tidak berdaya melihat pemandangan yang mengerikan yang ada dibalik pintu, walaupun sosoknya hanya diam saja dibelakang pintu sambil tetap memandang lurus kearah kami dan hanya memperhatikan kami yang sedang ketakutan. tapi itu yang semakin terasa menyeramkan . di dalam pikiranku aku bertanya tanya, apa yang akan dilakukan Setan itu..? apa dia akan memasuki kamar ini kemudian mencekik kami satu persatu ? apa mungkin Setan bisa melakukan itu..?


Aku ingat waktu kuliah ketika bersama Winry di perpustakaan tidak sengaja pernah membaca buku tentang seorang anak indigo yang mempunyai kemampuan tidak biasa mampu melihat hantu yang bergentayangan di sekitar manusia setiap hari. Aku ingat di dalam buku itu tertulis, hantu yang menampakkan dirinya pada anak indigo itu atau yang sedang mengganggunya, kebanyakan mereka hanya ingin berkomunikasi dengan anak itu.


Dan jika setan yang menampakkan wujudnya pada kami berempat di dalam rumah ini ingin berkomunikasi, aku akan mendengarkan apa yang ingin dia katakan. Kupejamkan mataku, kufokuskan pendengaranku diantara teriakan teriakan ketiga wanita ini..


“Apa yang kamu inginkan..?” ucapku didalam hati…

__ADS_1


Setelah itu perlahan kubuka mataku, betapa kagetnya ketika membuka mata aku tidak lagi berada di tempat dimana seharusnya aku berada. Melainkan saat ini aku berada di dalam hutan yang gelap dan dipenuhi kabut. Aku sangat bingung dengan apa yang terjadi, bagaimana aku bisa berada disini? Kemana mereka bertiga..?


Dalam kebingunganku aku berlari tanpa arah dan tujuan di tengah hutan yang gelap dan berkabut, saat itulah tiba tiba aku tersandung sesuatu dan terjatuh begitu saja di tanah. Saat kabut itu mulai menghilang aku menyadari kalau aku terjatuh diatas gundukan tanah dan aku sadar kalau gundukan tanah ini adalah sebuah makam. Reflek aku berpindah dari gundukan tanah itu sambil berteriak… kemudian sebuah tangan memaksa keluar dari dalam gundukan itu..


__ADS_2