
24 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik
...—POV META—...
Tubuhku sangat lemas, tanganku yang terborgol kebelakang juga sudah mulai mati rasa. Kukira aku tidak akan kuat dikurung selama seharian di ruangan seperti ini, nyatanya keadaan Dias lebih mencemaskan daripada aku. Dias tertunduk di kedua kakinya dengan mata yang terpejam, kulihat tubuhnya beberapa kali menggigil,.
Beberapa saat kemudian Dias membuka matanya menoleh kearahku,, mungkin dia juga sedang memastikan keadaanku.
“Kamu gpp…?” tanyaku lirih kepadanya,,
“aku cuma kedinginan…” jawab Dias,,
“Cobalah untuk tidur,,,”
Dias menggelengkan kepalanya,,
“Ditahan dalam sebuah ruangan menyeramkan seperti ini tanpa tau alasan kenapa kita dikurung membuatku tidak bisa tidur,, tapi setidaknya aku tidak sendirian disini,,,” ucap Dias lalu tersenyum,,
“Keluargaku taunya aku sedang menginap bersama anak anak di panti asuhan yang didirikan Galih.. tapi Bunda pasti khawatir karena aku tidak memberikan kabar seharian…” ucap Dias
Galih mendirikan Panti Asuhan..?
Aku juga merasakan hal yang sama, Dengan keadaan serba tidak jelas seperti ini, sulit bagiku untuk bisa tidur. Rasa lelah dan kantuk masih kalah dibandingkan dengan perasaan takut yang menghantui tentang apa yang akan terjadi padaku, apa yang akan orang orang itu lakukan kepada kami berdua. Berbagai macam pikiran buruk terlintas dikepalaku sejak kami berdua ditempatkan diruangan ini.
Beberapa kali ada seorang yang masuk kedalam ruangan ini, seorang dengan badan yang sangat kekar dan wajah yang menyeramkan,,dia memperkenalkan namanya pada kami berdua sebagai Jamal. Dia terlihat cukup baik untuk ukuran seorang penculik,, pagi hari dan sore tadi dia membawakan makanan dan minuman untuk kami meskipun hanya sekedar roti kemasan. Bahkan dia bergantian menyuapi kami karena tentu kami tidak bisa makan sendiri dengan tangan yang terborgol kebelakang.
Untunglah Dias masih bisa tersenyum meskipun dengan keadaannya seperti itu, dia mencoba bertahan, aku juga harus tetap bertahan. tapi Sampai kapan kami akan seperti ini? Kamu dimana Bee..? Kenapa sampai sekarang kamu belum datang?
“Meta…” Dias memanggilku dan aku menoleh kepadanya.
“umm Kamu dan Ega… kalian sedang dekat…?” tanya Dias kepadaku, pertanyaanya yang tiba tiba itu berhasil membuatku kaget. kenapa dia bertanya seperti itu? mungkinkah daritadi dia sedang memikirkan Rega…?
“Malam itu, Saat pertama kali Ega bertemu dengan Galih di café, kamu ada disana kan? Aku juga melihatmu di kota sebelah datang bersama dengan kakaknya Ega, semalam dia juga bersamamu di Taman… aku ingin tau, apakah ada sebagian dari Ega dalam dirimu? Dan itukah yang ingin kamu bicarakan denganku di Taman?,,,” tanya Dias
Sebagian dari Rega dalam diriku? Astaga,,, Diberondong pertanyaan tentang kedekatanku dengan Rega olehnya membuatku tidak bisa berkata kata selama beberapa saat,, itukah caranya untuk mengetahui perasaanku yang sebenarnya? Aku bagaikan seorang terdakwa yang sedang duduk di kursi pesakitan sedang disudutkan oleh seorang hakim. Sudah pasti Dias berpikir aku sedang dekat dengan Rega, aku yang dulu sama sekali tidak mengenal Rega tiba tiba kelihatan olehnya selalu bersama dengan Rega. Dia juga melihatku sudah akrab dengan Rein kakaknya Rega. Menurutku, Dias ingin memastikan kedekatanku dengan Rega.
Apa yang harus kujawab? Haruskah kukatakan kepada Dias yang sebenarnya tentang hubunganku dengan Rega..? Aku tidak tau berapa kali Rega dan Dias bertemu setelah kejadian di kota sebelah, Tapi setelah mendengar pertanyaan Dias, akhirnya aku tau satu hal, kalau Rega tidak pernah memberitahu Dias tentang hubunganku dengannya. Baiklah,,,, aku akan mengatakan kepada Dias apa yang diinginkan Rega yaitu merahasiakan hubunganku dengannya kepada Dias.
“Ya,, kami memang sedang dekat… Tapi hanya sebatas teman kok Dee.. bahkan kami hanya bertemu beberapa kali… ” ucapku lirih kepadanya…. mengatakan hal seperti itu seketika ada sesuatu yang menyeruak dalam dadaku, rasanya sesak sekali.
“Kebetulan Rega itu satu kantor dengan sahabat baikkku,, aku dan Rega sedang dalam usaha membantu sahabatku lepas dari jerat seseorang yang jahat,, kami beberapa kali bertemu untuk membicarakannya.. mungkin karena orang jahat itu juga kenapa kita berada disini sekarang,, jadi tidak ada sedikitpun tentang Rega didalam diriku,, hahahaha..” sekuat hati aku mencoba mengubur perasaanku dalam dalam agar Dias tidak tau perasaanku yang sebenarnya.
“uhhmm,,, lalu semalam,,,,” balas Dias
“kamu mencintai Rega..?” kupotong kalimatnya sebelum dia menyelesaikannya,,, dia sedikit kaget dengan pertanyaanku yang tiba-tiba. Lalu Dias memalingkan mukanya kedepan….
“Aku yakin kamu mendengar semua yang kukatakan kepada Ega di kota sebelah, sebelum akhirnya kamu tiba-tiba pergi” ucap Dias sambil melihat kedepan..
Oh Shitt,, jika dia bertanya kenapa aku tiba tiba pergi saat itu, aku tidak tau lagi harus menjawab seperti apa. Ya, aku mendengar semua yang dia ucapkan kepada Rega di kota sebelah,bodohnya aku,, kenapa aku bertanya sesuatu yang hanya membuat hatiku semakin sakit?
“Selama kalian bertemu, dia tidak pernah cerita tentang aku..?” tanya Dias kepadaku. Dia menatapku lagi,,
Tidak sedikitpun, itu yang sangat aku sayangkan sampai sekarang, aku sangat kecewa dengannya karena dia merahasiakan kedekatannya dengan Dias,,
“sebenarnya kami tidak pernah bicara tentang kehidupan pribadi kami,,, sejak kapan kalian dekat? Setelah acara Reuni itu?“ ohh tidak,, aku tidak bisa berhenti menyakiti diri sendiri dengan bertanya seperti itu kepadanya,,,
“Bertemu lagi dengannya di acara reuni itu setelah sekian lama sungguh tak pernah kubayangkan sebelumnya. Uhm,, ya, Setelah hari itu kami sering menghabiskan waktu bersama, seiring berjalannya waktu bersama dengannya, perlahan aku merasakan sesuatu dalam diriku, sebuah rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya….” ucap Dias
Cinta,, Dias mencintai Rega setelah pertemuan mereka di acara Reuni itu. Great,, Rega juga merupakan cinta pertamanya Dias… kenapa mereka tidak bersatu sejak dulu saja sih,, dengan begitu Rega tidak perlu menebar cinta dan luka kepadaku, kepada Resty atau kepada semua wanita yang pernah dia cintai dan yang terluka karenanya.. kenapa dunia berjalan begitu berbelit belit.. **** dengan cara berjalannya Dunia,,,
“Bagiku itu sangat membingungkan, padahal aku bukanlah tipe wanita yang mudah jatuh cinta dengan seorang pria karena sejak kecil keluargaku terutama ayahku selalu mengingatkanku tentang perjodohanku dengan Galih,, selalu ada jarak dan batasan batasan yang harus kujaga ketika berteman dengan seorang pria.. tapi dengan Ega terasa berbeda, hanya sebentar saja dia bisa membuatku terpesona dengan segala yang dilakukannya kepadaku, aku menikmati semua perhatiannya kepadaku, caranya menatapku masih sama saat sekolah dulu, tatapan matanya mengisyaratkan kalau dia mempunyai perasaan yang sama denganku,,,, Dengan adanya perjodohan itu aku sadar kalau aku tidak boleh jatuh cinta kepadanya,, tapi aku tidak bisa menahan diriku sendiri.., Secara tidak langsung aku membiarkan dia melewati batasan batasan yang seharusnya kujaga. perasaanku kepadanya semakin tak terbendung…saat kuutarakan padanya rencana perjodohanku dengan Galih, dia terlihat sangat kecewa dan akhirnya menjauhiku,,, sampai dengan saat itu aku tidak pernah punya kesempatan memberitahu perasaanku kepadanya.... ternyata memendam perasaan kepada seseorang yang kita cintai itu sangat menyaktikan,, lebih menyakitkan daripada penolakan.. sakit sekali rasanya karena tidak bisa mengatakan kepada Ega kalau aku ingin selalu berada disisinya setiap waktu, tidak bisa mengatakan kepada Ega kalau aku ingin menjadi hal terpenting dalam hidupnya..... Pertama kalinya merasakan manisnya anugerah paling indah dari Tuhan tapi kemudian merasakan sakit karenanya..mungkin kamu lebih berpengalaman dari aku,, Katakan Meta, apakah mencintai seseorang itu memang selalu menyakitkan..?” tanya Dias padaku..
“Ya,, terkadang cinta bisa terasa sangat menyakitkan,,” jawabku lirih sambil memejamkan mata, karena itulah yang saat ini sedang kurasakan,, dan perasaan seperti ini baru pertama kali kurasakan setelah berkencan dengan beberapa pria sebelum dengan Rega. .
“Tapi Ternyata Tuhan masih baik kepadaku, rasa sakit ini bisa terobati sejak Galih mengatakan kepadaku untuk tidak memaksaku menikah dengannya,, akhirnya aku punya kesempatan untuk menyatakan perasaanku kepada Ega,, dan kemarin di kota sebelah kuutarakan semua perasaanku yang selama ini terpendam kepadanya.. kalau aku begitu mencintainya,…” ucap Dias
__ADS_1
Bagiku yang paling menyakitkan adalah merelakan Rega untukmu Dee,, karena sampai sekarang aku juga masih mencintainya,, aku tidak bisa melupakan cinta dibalik kekecewaanku kepada Rega. mendengar Dias bilang cinta kepada Rega membuat hatiku semakin sakit,, nyatanya aku masih tidak bisa merelakan Rega. Sekuat tenaga aku menahan air mataku untuk tidak jatuh, karena dengan tangan terborgol aku tidak bisa mengusap air mataku jika jatuh,, aku tidak ingin Dias melihatku menangis. Ahhh kenapa hidupku serumit ini,,,,
“Siapa yang menyangka, anak kecil gendut yang selalu memakai kacamata itu kini menjadi seorang pria dengan penampilan yang keren,, bahkan Linda…….” Kalimatnya terhenti, kulihat dia memejamkan matanya sejenak,,, dia ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan,,, tapi aku tau apa yang akan dia katakan tentang Linda dan Rega..
“Bahkan teman temannya tidak bisa mengenalinya ketika dia datang di acara reuni itu,,, aku penasaran,, kehidupan seperti apa yang telah dia lalui selama ini dan siapa yang telah merubahnya jadi seperti sekarang…” imbuh Dias
Segitu drastisnya kah perubahan Rega? Uhm,,, Mungkin Rein yang membantunya berubah jadi seperti sekarang, karena dia begitu bergantung kepada kakaknya itu.. atau Kak Neta juga turut andil “merubahnya” ,, atau mungkin Alexa.. Entahlah,, Rega tidak pernah cerita kepadaku tentang masa lalunya.. Hufftt…
“Dulu dia selalu dihindari teman temannya, tapi Dengan penampilannya yang sekarang,,, semua wanita akan mudah untuk dekat dan jatuh cinta kepadanya…” ucap Dias sambil menatapku dengan tatapan matanya yang tajam seakan mengisyaratkan sesuatu…
Apa sih yang sebenarnya ingin dia katakan? Apakah dia sedang memancingku agar aku menunjukkan perasaanku yang sesungguhnya terhadap Rega…?
.
.
BRAGGG,, Pintu ruangan ini tiba tiba dibuka, dua orang masuk kedalam ruangan dan salah satunya adalah Jamal.
“Jangan Bang,, tadi Bang Billy kan sudah bilang,,kalau kedua wanita ini jangan di apa apakan sampai pria itu datang,,, ” ucap Jamal menahan satu orang yang lain…
Apa? Apa yang akan orang ini lakukan kepada kami..? aku dan Dias saling berpandangan, firasatku mengatakan orang ini akan berbuat buruk kepada kami berdua,,
“..terlalu lama menunggu pria itu datang,, bahkan belum ada yang menghubungi pria itu kan,,?” tanyanya
“itu karena Bang Billy masih ingin memastikan kalau bos besar tidak tau rencana kita yang sebenarnya..” ucap Jamal
“ahhh sudahlah,, selagi Bang Billy sedang pergi,, aku akan sedikit bersenang senang dengan mereka,, “ ucapnya sambil menatap kami lalu mendekati kami.. Mendengar ucapan orang itu aku langsung panik, begitu juga dengan Dias.. untuk kedua kalinya kami merasa sedang dalam bahaya.
“Haloo gadis gadis manis,, siapa yang sedang kedinginan? Hmm,,malam ini abang akan menghangatkan tubuh kalian… hahaha… anjingg,, cantik cantik banget gini yaa,, jauh sama PSK jalanan itu…” ucapnya sambil melihatku dan Dias secara bergantian,,,
Sialan,, kami disamakan dengan PSK.. orang yang penampilannya tidak jauh beda dengan Jamal itu mendekatiku,, lalu mendekatkan wajahnya kearahku… seketika aroma asap rokok bercampur alkohol menusuk hidungku.
“ckckck…cantik dan mulus sekali kulitmu sayang,,,” ucapnya sambil tangannya dengan bebas mengusap bagian atas lenganku yang tak tertutupi kain karena aku hanya memaki dress panjang tanpa lengan. Tiba tiba nafasku memburu,,,
“Yang ini pasti bisa berguna untuk melampiaskan nafsu sehari hari, bersama wanita sepertimu, pasti setiap malam rasanya bagaikan malam jumat sayang,, hahahaaha” lanjutnya,,
PLAAAAKKKK,,, astaga sakit sekali,,,, pipiku langsung terasa panas terkena tamparan tangannya yang kekar,,,
“Brengseeekkkk…Berani kamu ya…” Umpatnya setelah menamparku,,, lalu tangannya mencengkram wajahku sampai kepalaku terbentur tembok.… dan dia menatapku tajam. Apa yang akan dilakukan orang ini? nafasku semakin memburu…
“Metaaa,,,” teriak Dias
“Udah Banngg,, kasihannn… “ cegah Jamal dengan menarik narik lengan orang itu,, orang itu terlihat emosi dengan tingkah Jamal, yang terjadi selanjutnya adalah orang itu malah memukul Jamal sampai dia tersungkur kebelakang.. Lalu orang itu menarik tubuh Jamal yang masih kesakitan keluar ruangan lalu dia masuk lagi kedalam, menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Aku dan Dias semakin panik,, jantungku berdebar kencang,, apa yang akan dilakukan orang ini kepada kami?
“Sampai dimana kita tadi..?” ucapnya kepada kami… kemudian dia mendatangiku lagi..
“Tubuhmu memang menggoda cantik,, tapi yang tertutup lebih membuatku bergairah,,,” ucapnya, lalu mendekati Dias.
Sialan,, aku merasa terhina, bahkan orang jelek itu lebih memilih Dias daripada aku,,, apalagi Rega,? huftt,, ehh?,,astaga, bukan saatnya berpikiran seperti itu… Kulihat Dias ketakutan didekati orang itu, dia menekuk kedua kakinya di tubuhnya. Kemudian orang itu sudah ada dihadapan Dias, memegang lutut Dias lalu mengusapkan tangannya yang besar mengikuti lekuk betis kakinya Dias yang tertupi rok panjang.
“Jangan…!” Ucap Dias Panik
Tangan orang itu mulai meraba bagian mata kaki Dias dibalik rok maxi panjang yang Dia pakai. Dias sangat ketakutan, dia mencoba meronta tapi dengan tangan terborgol kebelakang dan kakinya yang dicengkram kuat, nyaris perlawanan yang dialakukan Dias tidak ada artinya sama sekali.
“Brengseekk, jangan sentuh Diaa..” teriakku..
Tangan orang itu malah masuk ke dalam rok panjang Dias, entah sudah sampai mana tangan itu bergerilya karena aku tidak bisa melihatnya. Dias terlihat tidak nyaman dengan perlakuan orang itu, matanya terpejam,, air matanya keluar…
“Jangan,,,!” teriak Dias
“mulus sekali pahamu…, aku jadi tidak tahan,,,,” ucap orang itu,, cukup lama tangan orang itu didalam roknya Dias,, lalu tangan orang itu ditarik keluar,,
“aku ingin tau apa yang kamu sembunyikan dibalik bajumu ini manis,,,” ucapnya sambil memegang kemeja Denim yang dipakai Dias,, dengan sekali gerakkan orang itu menarik kasar kemeja Dias dengan kedua tangannya, sampai kancing kancing kemeja itu lepas karena dibuka secara paksa. bagian depan tubuh Dias terbuka,, kulitnya putih agak kemerahan diatas dadanya mungkin karena kedinginan,,, menampakkan Bra warna pink yang menempel ketat di tubuhnya menutupi ***********.
__ADS_1
Lalu orang itu mengambil sesuatu dari saku celanya, aku melihat yang diambil itu adalah sebuah pisau lipat.Melihat itu, Ketakutan Dias semakin bertambah…
“Apa yang akan kamu lakukan,,,? Hentikaan…” aku terus berteriak kepada orang itu, tapi dia sama sekali tidak mempedulikanku.
Orang itu menggunakan pisau untuk memutus bagian tengah penyambung antar cup bra yang dipakai Dias Lalu dia juga memotong salah satu tali bra di pundaknya Dias. Dengan sekali tarikan, Bra yang dipakai Dias terlepas dari tubuhnya tanpa harus melepas kemejanya Dias. Kini Payudara Dias sudah tidak ada yang menutupi.
“Tidak begitu besar, tapi bentuknya indah sekali.. aku suka,,” ucapnya sambil menatap liar..
“ahhh,,,HENTIKAAANNN” Teriak Dias,, saat kedua tangan orang itu meremas secara kasar kedua payudara Dias… Dias terlihat kesakitan dengan air mata yang membasahi wajahnya.
“Stopp,,, jangan sentuh Dia…” aku terus berteriak, memohon kepada orang itu..
“Hentikaaann,, Hentikaann,,,,” teriak Dias sambil tetap meronta,, Tapi orang itu tetap tidak mau berhenti ,, teriakan Dias malah semakin membuat orang itu lapar untuk terus menjamah
“Akjhhhh,, sakittt,” teriakan Dias semakin kerasss,,,
“teriaklah sekencang kencangnya,, tidak ada yang akan menolongmu manis,, hahaha..” ucapnya
“Jangann,,, hentikaannn,sakitttt,,, aahhh.”
Dias tetap berusaha meronta menggerak gerakan badannya,kakinya terus berusaha mendorong badan orang itu namun badan orang itu terlalu kekar,, Orang itu melingkarkan lengannya pada badan Dias, lalu dia semakin ganas mencumbu bagian depan tubuhnya Dias,,
“Hentikaan Brengsek,,,” aku semakin emosi melihat Dias diperlakukan seperti itu.. kakiku mencoba menjangkau orang itu tapi tidak sampai,,, orang itu seperti kesetanan.. aku sangat kasihan dengannya..
Orang itu kemudian berdiri, menurunkan celananya ke lantai,, dia sudah setengah telanjang,, astaga apa yang akan dia lakukan..? dia akan memperkosa Dias ? tidakk,,, tidak boleh,, Dias masih suci, dia menjaga kesuciannya hanya untuk pria yang dicintainya, sebagai kado istimewa bagi pria yang akan menikah dengannya, kesucian Dias untuk Rega.. akan menjadi sia sia usahanya selama ini menjaganya, jika kesuciannya direnggut orang itu.
“Stoppp,,Stoppp.. lakukan denganku,,, LAKUKAN DENGANKU,,,,” teriakku kepada orang itu, dan aku berhasil mendapat perhatiannya,,..,
“Lakukan apa saja pada tubuhku aku tidak akan melawan, asal jangan sentuh dia…” ucapku padanya,,
Dias menatapku,, dia menggelengkan kepalanya,,,,
Gpp Dee…. kuberanikan diri, aku rela orang itu melakukannya denganku, aku merelakan tubuhku sendiri untuk membela kesucian Dias. aku sudah kehilangan virginku sejak lama,, tubuhku ini sudah tidak ada artinya lagi, aku sudah tidak berharga lagi sebagai seorang wanita,,, beda dengan Dias. Dia masih menjaga hal yang paling berharga dalam dirinya hanya untuk pria yang sangat dicintainya,. Aku tidak ingin orang itu menodai kesucian Dias.
“,,, lakukan denganku,, kumohon jangan ganggu dia,,, Aku bisa melayanimu dengan baik,,” rayuku pada orang itu…
Orang itu mendekatiku dan aku berhasil membujuknya? Jantungku berdegup kencang saat orang itu sudah ada dihadapanku,, dia jongkok didepanku ,
“siapa wanitu itu..? adikmu,,? Kenapa dari tadi kamu membela dia bahkan merelakan tubuhmu sendiri,,,,” tanya dia padaku,,,
“atau jangan-jangan dia masih perawan..?” Ucapnya sambil menatap Dias… dia lalu berdiri lagi mendekati Dias.
“HEEHH HEEEHH LAKUKAN DENGANKU BRENGSEKKK,, JANGAN SENTUH DIA…JANGAN SENTUH DIA..” Teriakku padanya saat dia sudah dihadapan Dias kembali…
Seolah mengetahui sesuatu, dengan kasar dia menekuk kaki Dias, lalu membukanya lebar lebar,,, Dias hanya bisa menangis,,,
“Katakan manis,, kamu masih perawan,,,?” ucap orang itu
“jangan,,, kumohon jangan lakukan,,, jangan sentuh aku,,,” lirih Dias
“hahahaha,, beruntung sekali aku malam ini,, mendapatkan perawan wanita muslimah yang cantik,, tenang sayang,, sebentar lagi kamu akan merasakan surga Dunia…”
“HENTIKKAAANANN,,,HENTIKAAAN…” Teriakku kepada orang itu
“kumohon,, jangan,,, “ ucap Dias lemas, masih memohon kepada orang itu untuk berhenti.
“Jangan menolak sesuatu yang nikmat sayang,,,, Lihat ini,,,LIHATTT,,,” Paksa orang itu sambil mencengkram wajah Dias,,,
PLAAAAAAKKKK,, Tamparan keras melayang di wajahnya Dias,,
“Brengseeeek,, HENTIKAAAN,,, “ aku tidak tahan dengan kelakuan orang itu, yang menghina dan memperlakuakan Dias seperti itu,, Fuckk,, tapi aku tidak bisa apa apa untuk mencegahnya,,,
Astaga Dee..? Aku syok melihat Dias,,, kulihat Dias berhenti meronta,, dia hanya diam dengan wajah yang pucat dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajahnya,, tubuhnya terlihat kaku dengan tatapan yang kosong.. dia terlihat pasrah karena usahanya menghentikan orang itu sia sia… Seorang pria brengsek sudah siap menyatukan diri dengannya, akan menodai kesuciannya, sesuatu yang mungkin tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya kalau kesuciannya akan direnggut oleh orang asing dengan cara kotor dan hina seperti itu,, aku bisa merasakan betapa hancurnya jiwa Dias sekarang ini,,
Aku tidak sanggup melihatnya,, kupejamkan mataku namun tidak bisa menahan air mata yang mengalir membasahi pipiku..
__ADS_1
maafkan aku Dee,,
maafkan aku,,,,,