
Jam 9 pas aku sampai dan langsung masuk ke dalam hotel, aku heran.. bagaimana Ressa bisa booking di hotel seperti ini? Dia kan belum punya KTP. ajaib bener tuh cewek…
DOK DOK DOK
Aku sudah sampai di depan kamar nomor 705, Pintu kamar ini langsung ada yang membuka,,
“loh kamu? masuklah,,,” Ucap Ressa padaku, dia sedikit kaget melihat kedatanganku..
Setelah menutup pintu, dia duduk di kursi depan meja di dalam kamar yang cukup luas ini.
“duduklah dimanapun,, terserah…” ucap Ressa datar padaku, akupun duduk di kursi yang ada disebelah meja yang terdapat kacanya tadi.
“Aku gak nyangka kamu mau datang… ortumu ngebolehin? Cowok culun sepertimu biasanya gak dibolehin keluar malam²,,” Ressa berbicara sambil menyisir rambut panjangnya menghadap cermin.
Woi, woi…, aku sudah gak culun.
“ehm, aku hanya tinggal dengan kakakku, dan dia masih marah..”
“ohh… kulihat kakak tirimu begitu mencintaimu, dia tidak terima saat kamu dicium AL,,” ucap Ressa
Hahhh? Cinta..? cinta sebagai saudara maksudnya,,?
“aku juga punya kakak, usia kami hanya terpaut setahun dan dia sangat sayang padaku” ucap Ressa
Ohh,, kakaknya Ressa yang pernah diceritakan Adit itu yah…
“Ehmm,, ngapain kita disini?” langsung kutanyakan apa maksudnya dia menyuruhku kesini, aku yakin dia tidak mungkin tinggal disini,,,,
“tunggu sebentar lagi..” perintah Ressa
Beberapa menit kemudian terdengar suara gaduh dari luar kamar,,,
“mereka sudah datang,,,” ucap Ressa sambil menghadap ke arah pintu..
Mereka ? siapa,,?
CKLEK.., pintu itu langsung terbuka,,, aku sangat terkejut siapa yang membuka pintu itu,, dan dia juga kaget melihatku ada di kamar ini.
Galih ?
Bukan Cuma Galih, tapi dia bersama dengan 6 anak gengnya,, kenapa mereka kesini? Pasti mereka mau ketemu dengan Ressa,, atau jangan jangan Galih sudah janjian dengan Ressa di tempat ini.. kalau beneran janjian, mereka pasti akan “bertransaksi”,, lalu kenapa Ressa menyuruhku kesini kalau mereka akan bertransaksi ? aku masih bingung dengan apa yang terjadi atau apa yang akan terjadi.
Galih yang tadi terkejut melihatku langsung menuju ke arahku, aku reflek berdiri dari kursiku,,, jujur aku masih takut dia dan gengnya akan menghajarku lagi. Sesampainya dihadapnku,, dia menarik bajuku dan tubuhku ditarik mendekat ke tubuhnya.
“Ngapain kamu disini? Haah?” ancam Galih
“hajar aja bos,,,”
“iya bos,, dia nih yang kemarin mencium Alexa..”
“betul bos..hajar saja”
Ucap beberapa anak buah Galih bagaikan penasehat penasehat perang.. Woi.. Alexa yang menciumku..
“aku yang menyuruhnya kesini,,” Ressa menghampiri dan menarik tubuhku dari tangan Galih.
“jangan sekalipun menyentuhnya,, atau perjanjian kita batal… aku janji dia tidak akan mengganggu..” tegas Ressa
Apa ini maksudnya ? aku semakin bingung,,,,
Galih menatap tajam Ressa,, seakan dia tidak terima kehadiranku di kamar ini.
“tunggu,, tunggu..?”
Tanganku langsung ditarik Ressa, dia menarikku menuju keluar kamar… dia menarikku sampai menjauh dari kamar tadi.
“Apa yang akan kalian lakukan?”
“malam ini mereka akan berpesta dengan tubuhku….dan aku ingin kamu melihatnya!” ucap Ressa
DEG, Mereka beneran akan bertransaksi,
“Kamu menyuruhku kesini untuk melihat kelakuan mereka padamu ? iya?kamu Uda gila kali ya…… “ ucapku padanya dengan sedikit kesal, aku langsung berniat pergi dari sini,, tapi dia mencegahku,,
“Ishhh,, dengerin dulu,,, Bantu aku,,, pleaseee,, katanya kamu ingin jadi temanku..?” ucap Ressa
“bantu apa? Aku gak mau ikut²an,, kalau kalian mau berpesta, lakukan sendiri tanpaku,,”
“aku ingin kamu menjagaku,,,,” lirih Ressa
Dia ingin aku menjaganya..?
“terakhir kali, aku tidak bisa mencegah perbuatan mereka padamu,,,”
“aku ingin kamu menjagaku tetap virgin,,,,,! jelas Ressa
DEG, aku langsung merinding mendengar ucapannya,,, Ressa masih virgin,? Sungguh diluar perkiraanku,,, dan dia ingin aku menjaganya tetap virgin..
“ma,,maksudnya..?”
“untuk pertama kalinya, aku akan telanjang dihadapan mereka,,, dan mereka berani bayar mahal untuk itu. Aku mebutuhkan uang itu,,,tapi aku takut mereka akan merenggut kesucianku, meskipun Galih berjanji padaku tidak akan melakukannya… pleasee,, tolong jaga aku,,, aku ingin mati dalam keadaan suci.,,.” Kulihat air mata Ressa berair
Aku bingung harus bagaimana,,, kenapa aku harus berada di posisi ini,, satu sisiku tidak ingin melihat tubuh Ressa “dimainkan” oleh mereka,, tapi satu sisiku yang lain ingin menjaganya,,,, Sial..sial..sial
“apa yang harus aku lakukan..?”
__ADS_1
“aku hanya butuh kamu melihat perlakuan mereka padaku,, cegah mereka ,,tapi jika kamu gagal mencegah mereka,, segera keluar dari hotel ini, hubungi polisi dan laporkan kalau aku sedang diperkosa…”
Sial,,,sial,,sial,,, kenapa jadi seperti ini sih ? umurku masih cetek uda berurusan dengan kepolisian.. seandainya aku punya banyak uang,, akan aku kasihkan semua ke Ressa biar dia tidak melakukan ini,, dia rela membahayakan kesuciannya hanya demi uang.
“please jaga aku,, cuman kamu satu²nya cowok yg tidak melihatku dengan tatapan mesum,, seperti tatapanmu saat ini” lirih Ressa
dia melihat mataku… Kemudian tiba² dia memelukku
”maafkan aku selama ini menghindarimu, aku hanya tidak ingin kamu bermasalah karena aku,… aku janji setelah malam ini aku tidak akan menghindarimu,,,,meskipun aku tidak pantas meminta ini padamu, tapi aku ingin kamu selalu menjagaku.. setidaknya sampai sisa umurku. ”
Dia mengucapkannya begitu tulus padaku, dia begitu percaya aku bisa menjaganya,, aku begitu jahat jika membiarkan dia melalui ini sendirian,, aku sambut pelukannya,,
” baiklah, aku akan melakukannya untukmu… ”
Mendengar ucapanku dia lepaskan pelukannya, lalu dia melihatku dengan tersenyum.. Aku tidak pernah melihatnya tersenyum sebelumnya..
” ayo kita lakukan ini dengan cepat.. besok aku traktir bakso” ucap Ressa
Kemudian dia menarikku kembali ke dalam kamar..
“duduklah disini…” Ressa menyuruhku duduk di kursi dekat meja. sedangkan Ressa langsung naik ke atas tempat tidur…
Di tepian tempat tidur itu sudah duduk Galih dan Gengnya. naiknya Ressa ke tempat tidur membuat mereka riuh bersemangat.
.
.
Setelah semuanya selesai dengan aksi mereka Galih keluar dari kamar mandi dan berpakaian kembali.. dia mengeluarkan amplop coklat dari sakunya dan melemparkannya di atas tubuh Ressa yang masih tengkurap ditempat tidur..
“kalau kamu ingin melepas perawanmu, hubungi aku.. Berapapun yg kamu mau akan kubayar..”
Ressa tidak menanggapinya… Galih kemudian mendekati tempat tidur ke arahku.. aku berdiri di hadapannya.. dia melihatku. Kemudian…
BRUGGG..
“arghhh…” pukulan tangan Galih meluncur di perutku…. Sakit sekali
“Galih.. Apa²an ini…!” bentak Ressa
” itu karena kamu dicium Alexa…” ucap Galih
Sial….
Kemudian Galih pergi keluar dari kamar ini… aku masih tertunduk di samping tempat tidur.
“kamu gpp?” tanya Ressa
“gpp kok…” kemudian aku duduk diatas tempat tidur.. disana Ressa masih lemas tengkurap.
Aku reflek memegangi lengannya yang berusaha turun dari tempat tidur.. dia benar benar tidak bisa berdiri dengan sempurna.
“sakit banget dibuat jalan…” ucap Ressa saat kubantu dia berjalan menuju kamar mandi..
“terima kasih.. tunggulah diluar..” ucap Ressa saat dia sudah dibawah shower…
Aku keluar kamar mandi dan duduk di tepian tempat tidur…aku gak menyangka bisa melihat ini semua… Ressa bilang padaku dia masih ingin tetap suci.. Aku tidak mengerti jalan pikirannya, aku tidak mengerti cara berpikir manusia mempertahankan kesucian, kehormatan, dan harga dirinya… Kesucian seorang wanita bisa terenggut oleh uang, bisa terenggut oleh nafsu yang tidak dikontrol, dan bisa terenggut oleh bujuk rayu seorang pria… bukankah kehormatan wanita itu seharusnya hanya untuk suaminya sebagai hadiah pernikahan dari sang wanita… Begitu juga sebaliknya.
Ataukah dunia benar-benar sudah gila? Lalu bagaimana denganku? Apakah aku akan melepas perjakaku sebelum aku menikah?
“culun.. bantu aku..” Ressa memanggilku.. aku bergegas menuju kamar mandi. aku memegangi tubuh Ressa yang terbalut handuk dan membantunya ke tempat tidur…
“tunggu sebentar…” aku bergegas melepas semua bed cover. Aku bawa keluar dan meminta petugas Hotel memberiku bed cober yang baru…
Setelah itu kupasangkan bed cover yg baru itu.. dan Ressa langsung rebahan disana..
Kulihat jam dinding Sudah hampir jam 2 pagi…
“tidurlah disini.. temenin aku” ucap Ressa padaku…
Waduh gimana yah.. besok masih harus sekolah. Baiklah.. Besok pagi² aku akan pulang.. Jam segini juga susah cari taxi untuk pulang..
“baiklah..”
“yess.. sini tidur sebelahku…” ucap Ressa
Aku tidur sekamar dengan wanita lain lagi.. kali ini Ressa yang akan menemaniku. Dan Aku rebahan disebelahnya…
“ehmm.. Kalau kamu mau,, aku masih bisa kok melakukannya lagi..” tawar Ressa
“maksudnya?”
“sebagai tanda terimakasihku,, kamu boleh melakukan seperti yg dilakukan Galih tadi.. gratiss” tawar Ressa
Whatt? Dia menawariku melakukan yg dilakukan Galih tadi..
“aku belun pernah melakukannya…”
“hah? Jadi kamu masih perjaka?..wajar Sih.. xixi” ejek Ressa
Sialan.. Dia malah meledekku..
“untuk pertama kali, lakukan dengan wanita yg bener² kamu sayangi…”
Ucapan Ressa persis seperti yg dikatakan Rein…
__ADS_1
” iya… ”
“syukurlah kalau gitu.. jujur ini masih terasa sakit sekali… tapi aku masih bisa menahannya kalau kamu pengen.. seriuss.” ajak Ressa
“gak mau.. sudah ayo tidur..”
“kalau gitu lain kali yah..! Aku berhutang padamu,,, atau kamu tidak mau melakukannya dengan cewek pelacur seperti aku,,?” Ressa menatapku tajam,,,
“aku akan melakukannya denganmu, tapi tidak sekarang,,,,” kuucapkan itu supaya dia tidak sedih,,, toh yah belum tentu kemudian hari aku akan melakukan dengannya,,,
“janji..?” ucap Ressa
“iya..”
“iya apa..?” ucap Ressa
“iya janji aku akan melakukannya denganmu,,,”
“ xixixi,, tapi cepetan yah.. keburu aku mati… aku ingin melakukannya denganmu dulu sebelum meninggal…” Ressa mengucapkannya sambil melepas handuk yang menempel di tubuhnya.. kemudian dia tarik selimut menutupi tubuhnya Dan tidur miring membelakangiku..
Apakah ini saatnya aku tanya mengenai sakitnya? Sepertinya jangan dulu.. dia masih kelelahan.. aku tidak ingin dia bersedih terlalu banyak malam ini..
“mau peluk aku nggak?” ucap Ressa tanpa melihatku…
Aku langsung memposisikan tubuhku miring dan memeluk tubuhnya dari belakang. Masih terasa aroma sabun di tubuhnya.. rambutnya masih basah menyentuh wajahku.. kupegang tangannya yang menutupi perutnya..
“maaf kamu harus melihat itu semua…” ucap Ressa pelan.
“lain kali aku tidak ingin melihatnya lagi…”
“makasih culun… Good night”
.
.
Aku tidak bisa tidur sampai dengan jam 4 pagi. Sedangkan Ressa sudah terlelap sedari tadi.. mungkin dia kecapek’an.. aku sudah tidak memeluknya,, dari tadi aku melihati wajah Ressa yang sedang tidur.
Lucu sekali dia kalau tidur.. Wajahnya seperti bayi.. Sangat tenang sekali… berkali kali selimutnya tersingkap karena dia bergerak sehingga memperlihatkan tubuh telanjangnya kepadaku… tapi langsung kututup tubuhnya dengan selimut itu.
Beberapa menit kemudian aku terlelap, aku tidak kuat menahan mataku yg sudah mengantuk. Tapi aku langsung terbangun lagi sejam kemudian…
“aku ketiduran…”
Kulihat jam dinding sudah menunjukkan jam setengah 6 pagi.. ressa masih pulas dalam tidurnya..
“Ress.. uda pagi.. sudah waktunya sekolah..” aku sentuh lengannya…
“Ress..”
“hngg… masih ngantuk” jawab Ressa lirih
“keburu siang.. Ntr telat”
“aku mau bolos aja… masih ngantuk”
“kamu kan kemaren sudah bolos..”
” bodo”….” ucap Ressa
” yauda kalo gitu.. aku pulang yah”
” hngggg.. ”
Dasar Resaa gak niat sekolah.. aku sempatkan mandi di hotel, kalau mandi dirumah takut gak keburu,, setelah itu aku langsung pergi dari kamar ini.. masuk ke dalam Taxi yang sudah berjejer di depan lobby hotel.
.
.
Sesampainya dirumah aku melihat mbak Tina bersih2 halaman depan..
” Mbak.. Rein uda berangkat..? ”
” belum mas.. mbak Amanda masih tidur kayaknya.. ” jawab mbk Tina
Haaah? Tumben..? Sudah jam segini dia belum bangun…
Aku langsung bergegas menuju kamarku,, sempat kulihat kamar Rein masih tertutup…
DoK DOK..
” Rein… kamu gak sekolah?? ”
DOK DOK
Masih tidak ada tanggapan.. Biarin deh.. atau mungkin dia sedang sakit?
Aku beranjak menuju kamarku..
CKLEk.. Kubuka pintu kamar..
Lohh?
Aku kaget melihat Rein tidur diatas tempat tidurku.
__ADS_1