
Rasa kehilangan terhadap seseorang yang sangat dicintai sungguh luar biasa, rasa itu akan selalu menghantuimu, merasuk ke dalam tubuhmu, mengendalikan pikiranmu untuk selalu larut dalam kesedihan. Bagi orang yang bisa menerima dan mengikhlaskan kepergian orang yang dicintainya, tentu dengan mudah bagi mereka untuk move on dalam hitungan hari, tapi tidak bagi Orang yang tidak kuat menahan rasa kehilangan dan masih belum menerima kepergian orang yang sangat dicintainya, mereka masih membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bisa merelakannya, atau bisa saja dia tidak akan bisa merelakan seumur hidupnya,. Bahkan banyak orang depresi karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Kita tidak bisa menyalahkan mereka, mereka seperti itu karena mereka terlalu cinta. Memang tidak mudah melupakan begitu saja mereka yang telah pergi, apalagi jika kita sangat mencintainya,,, hari-hari pertama akan terasa sangat sulit menerima kepergiannya, seperti ada sesuatu yang kurang dalam hidup kita. Rasanya seperti jika kita sudah terbiasa mendengar radio di dalam mobil, tapi karena radio itu rusak , kita jadi tidak bisa mendengar suara radio itu lagi,, kita terpaksa mengendarai mobil tanpa ditemani suara musik atau berita bahkan iklan yang biasa kita dengarkan dari radio mobil. Pasti hampa banget kan rasanya seperti itu ? apalagi jalanan sedang macet,, dijamin stress dah tanpa ditemani suara radio…. Dalam kisahku, awalnya radioku tidak rusak dan baik² saja,,, tapi seseorang mengambil radio dari mobilku dan kemudian merusaknya.. dan orang itu adalah Galih.
Malam hari saat Alexa sudah tiada, di Rumah sakit aku dan Rein bercerita tentang apa yang terjadi kepada dua orang polisi ditemani kedua orang tua angkat Alexa. Aku dan Rein mengatakan semua yang kami alami. Kami katakan kedua polisi itu kalau Galih yang menabrak Alexa. Keesokan harinya aku dapat kabar kalau Galih ditahan didalam sel tahanan. Kami semua sangat senang mengetahuinya, dan Galih harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, aku ingin dia dihukum seberat beratnya hukuman karena dia telah merenggut nyawa Alexa, kalau bisa dia juga harus dihukum atas perbuatannya terhadap Ressa sampai dia sempat masuk rumah sakit.
Tapi setelah seminggu kemudian baru kami mendapat kabar, bahwa kenyataannya Galih hanya satu malam menginap di sel tahanan, dan dia sudah bebas. Kata orang tua angkat Alexa, banyak alasan yang membuat Galih bebas, seperti karena dia belum 18 tahun, tidak ada unsur kesengajaan dan hal yang membuat dia bisa langsung bebas adalah karena pengacara keluarga Galih menuntut Galih dibebaskan sebab dia menderita gangguan jiwa dan sudah dibuktikan dengan dikeluarkannya surat keterangan dari Rumah sakit jiwa ternama di kota ini. Akhirnya Galih bisa bebas dengan mudah. Aku dan Rein shock mendengar perkataan orang tua angkat Alexa,,, ini tidak adil,, kenapa tidak ada keadlian atas kematian Alexa ? kami tau Galih sengaja melakukan itu, dan kami tau Galih tidak mengalami gangguan jiwa… karena kekayaan orang tua Galih, mereka bisa melakukan apa saja untuk membuat Galih bebas.. tidak ada lagi yang bisa kami lakukan, kami tidak bisa melawan mereka. Kami masih terlalu muda untuk tau tentang hukum….. Kedua orang tua Alexa meminta kami untuk merelakannya,, mereka bilang sudah mengikhlaskan kepergian Alexa,, kami diminta membiarkan Alexa pergi dengan tenang… bagaimana Alexa bisa tenang jika Galih tidak dihukum ? Sial…
Meskipun Galih bebas, tapi dia tidak pernah terlihat lagi… dia meghilang begitu saja bagaikan hantu… Aku mendapatkan kabar kalau Galih dan keluarganya pindah dari kota ini,, bahkan ada kabar yang menyebutkan kalau Galih melanjutkan pendidikannya ke luar negeri,, lagi-lagi , Galih dan kekayaan orang tuanya, mereka bebas melakukan apa saja.. Kami semua terpaksa merelakan tidak adanya keadilan atas kematian Alexa….
.
.
Hari hari telah berlalu, meskipun aku sudah merelakan kepergian Alexa,, tapi aku tetap tidak bisa melupakan peristiwa pahit itu… sesekali mimpi buruk itu mendatangi malam malamku. Tapi hidup harus terus berjalan kan,,? Apa yang terjadi setelah kepergian Alexa ?
Rein berhasil lulus dengan nilai terbaik di sekolah, aku sangat senang sekali melihat prestasi Rein, Papa dan bunda juga bangga dengan keberhasilan Rein, apalagi dia sudah diterima di salah satu Universitas Ternama di kota ini. Oiya, Papa dan Bunda sudah kembali dari luar negeri. Berbeda dengan Rein, nilai rapotku sangat jelek sekali,, dan hampir tidak naik kelas 12… hadeeehh.. tapi ternyata aku tidak sendirian, Adit dan Ressa nilai rapotnya juga tidak jauh beda dengan nilaiku. Hihihihi.. mereka memang setia denganku,,,
Tak ayal, kelas 12 kuhabiskan waktuku hanya untuk belajar dan belajar, meskipun tidak bisa masuk ke dalam Universitas Bagus,, targetku pokoknya bisa lulus,, pasti malu banget kalau tidak lulus, Rein akan memarahiku jika tau aku tidak lulus. Meskipun Papa dan Bunda pulang, tapi rumah ini terasa sepi karena tidak ada Rein,,, Rein memutuskan untuk tinggal di asrama mahasiswa di kampusnya,, dia pulang hanya ketika akhir pekan, ,malahan semakin lama, dia pulang hanya sebulan sekali,, bener-bener sepi banget tanpa ada Rein di rumah. Dia sekarang sudah punya pacar loh,,,
__ADS_1
Persahabatanku dengan Adit, Ressa,Amel dan Mira tetap kompak, di dalam sekolah maupun diluar sekolah,,, kadang kami jga belajar bersama sama di rumahnya Adit, kadang dirumahku,,, lalu Winry ?… Winry tidak terlalu dekat dengan kami.. kata Mira, papanya Winry sangat disiplin terhadap Winry,,, jadi dia tidak bisa bebas. Hanya beberapa kali saja Winry gabung dengan kami, itupun hanya sebentar..,, tiap seminggu sekali kusempatkan mengunjungi makamnya Alexa,, kadang bersama sama dengan teman-temanku,, kadang hanya sendirian.
Hingga sampai akhirnya pengumuman hasil ujian keluar,, dan aku lulus. Fiuhh,,,, rasanya sangat lega sekali… bukan hanya aku,, Ressa , Adit dan Amel juga lulus. Di malam pengumuman kelulusanku, Rein sengaja pulang kerumah,, dia merayakan kelulusanku bersama dengan Papa dan Bunda., dan ketika tengah malam tiba, Rein menyusup ke kamarku,,, dan dia memberiku hadiah spesial untukku,, hadiah yang dulu sering kami lakukan ketika Papa dan Bunda di luar negeri, kalian pasti tau apa yang kami lakukan malam itu sampai pagi hari. Yang lucu saat itu adalah,, Rein sekuat tenaga menahan untuk tidak bersuara sama sekali ketika kami melakukannya.. hihihi kasihan banget dia malam itu..
Beberapa hari setelah kelulusan, kejadian yang tidak terduga terjadi. Penyakit Ressa kumat, dia kritis,,, dan karena tumor di otaknya, dia mengalami koma……saat aku datang menjenguk Ressa,, tapi terlambat… aku sudah tidak melihat Ressa di ruangannya…
“Dit,, Ressa…?” tanyaku pada Adit,
Dia menggelengkan kepalanya…
“baru saja dia dibawa pergi kakaknya ke kota sebelah,, kakanya bilang Ressa akan dirawat dikota sebelah,, aku tidak bisa mencegahnya Ga,,, kakaknya bilang dia punya uang untuk merawat Ressa di Rumah sakit yang lebih bagus di kota sebelah….” ucap Adit
Bahkan perpisahan yang lain harus terjadi diantara kami,, Adit melanjutkan kuliahnya di provinisi lain,, dia memilih untuk mendalami lebih jauh lagi tentang musik,, karena keputusannya itu, Adit harus rela putus dengan Mira.. mereka putus baik-baik. Amel juga memutuskan untuk kuliah di kota sebelah,, sedangkan aku, aku masih tetap di kota ini, dan terdaftar di salah satu Universitas Swasta di kota ini.. dan perpisahan diantara kami pun tidak bisa dihindari. Kami terpaksa saling mengucapkan selamat tinggal dan berjanji suatu saat nanti akan bertemu lagi.
Dan akhirnya,, SELAMAT DATANG MASA KULIAH
Seperti biasa, aku tidak terlalu bisa beradaptasi dengan lingkungan baru,, Ternyata dunia sekolah dan kampus sangat berbeda,, hari pertama masuk kuliah adalah masa perkenalan dan mencari teman yang kira-kira bisa diajak berteman sampai dengan wisuda nanti… aku mencoba bergaul dengan beberapa teman yang berbeda dan sempat salah pergaulan di semester awal masa kuliah. Meskipun sempat bermasalah dengan pergaulan, aku bisa melalui semester 1 dan 2 dengan selamat.
__ADS_1
Hingga akhirnya ketika semester 3, aku bertemu dengannya Lagi… Winry
Winry kuliah di tempat yang sama denganku.. dan dia tidak sendirian,,, Mira juga kuliah di kampus ini,,
Persahabatan mereka masih berlanjut sampai dengan kuliah,, apakah lagi lagi aku akan mengahancurkan persahabatan dua wanita.,,? Semoga tidak
Tidak hanya mereka berdua yang mengisi hari hariku saat kuliah,,, entah kenapa wanita – wanita yang tidak terlalu berperan di lembaran lamaku, di masa kuliah ini mereka lebih banyak mengisi hari hariku.
Melly,,
Ternyata Melly sekampus denganku, aku baru tau saat semester 3,, itupun karena Rein memberitahuku…
Kak Fanny,
Tanpa sepengetahuan Kak Neta,, Kak Fanny sering sengaja menemuiku di kota ini… aku pikir dia menyukaiku.. hihiihi
Selain mereka ada juga beberapa wanita lain yang baru kukenal turut serta mengisi lembaran masa kuliahku.
__ADS_1
Berangkat dari kesamaan pernah ditinggalkan orang kami cintai, aku dan Winry menjadi dekat, sangat dekatt..… bahkan selama 4 semester aku dan dia tinggal serumah,, kedekatanku dengan Winry membuatku lupa akan kesedihanku atas kepergian Alexa,, aku sempat menjalani masa-masa yang indah dengan Winry, dan mengukir kenangan indah bersama,,, aku pernah berpikir kalau Winry adalah wanita yang akan menemaniku mengisi lembaran lembaran hidupku selamanya.., seperti yang pernah dikatakan Alexa dalam mimpiku,.. meskipun tidak pernah ada kata cinta diantara kami, tapi kami berdua tau kalau kami saling mencintai. Saat itu aku masih takut untuk menjalin hubungan asmara , aku takut menyakiti perasaan pasanganku,, karena saat itu aku masih berkelana dengan banyak wanita.