
Resty : “Regaa,,,,,, tolong…” kudengar Resty berbicara sambil menangis,,, aku langsung panik mendengar tangisannya…
Aku : “Kenapa Ress..? apa yang terjadi,,,?”
.
.
3 HARI KEMUDIAN
...—POV REGA—...
Siang hari ini aku berada di apartemennya Resty,, aku tidak sendirian ditempat yang ditinggalkan pemiliknya ini,,, aku kesini ditemani Rein. Aku sedang melihat foto foto Resty yang tertata rapi pada pigura kecil diatas meja riasnya.. kuambil salah satu foto itu dan kulihat wajah Resty yang sedang berpose centil sambil tersenyum.. kupandangi foto ini cukup lama…,
Resty,,, kupanggil namanya di dalam hatiku..
Jika aku sedang duduk di meja riasnya Resty,, Rein sedang duduk di tepi tempat tidurnya Resty sambil menonton berita di TV. Samar samar aku bisa mendengar berita di TV itu..
Suara Berita di TV : “polisi masih menyelidiki kecelakaan yang terjadi 3 hari yang lalu di tengah kota, sebuah mobil yang menabrak dan meledak……”
Tiba² saja pintu apartemen ini dibuka oleh seseorang,, orang itu langsung masuk ke dalam kamar ini.,, dan orang itu adalah suaminya Resty yang bernama Danu.. aku dan Rein langsung berdiri berdekatan.. Danu tidak sendirian dia bersama 3 pengawalnya masuk ke dalam ruangan ini.. tiba² saja suasana menjadi sangat tegang,,,, Danu mendekatiku dan menatapku dengan tatapan mata yang sangat tajam.
“aku sudah menunggu kedatanganmu…” ucapku padanya.
3 HARI SEBELUMNYA
SEBELUM RESTY MENGHUBUNGI REGA
...—POV RESTY—...
Aku sedang berada di dalam kamar mandi apartemenku, mendongakkan kepalaku keatas dengan mata terpejam sambil merasakan air hangat yang keluar dari shower mengguyur tubuhku. Kemudian kubersihkan setiap bagian tubuhku, kedua payudaraku, pangkal pahaku, punggungku dan didalam mulutku. Hampir 4 jam sudah Om Danu bercinta denganku, malam ini dia begitu bersemangat sampai kuat orgasme berkali-kali aku sampai kewalahan. Entah apa yang membuat dia begitu bersemangat seperti tadi, mungkin karena sudah seminggu lamanya dia tidak bertemu denganku. Atau selama tujuh hari itu dia tidak bercinta sama sekali,, sepertinya tidak mungkin, dia pasti mencari wanita penghibur lokal di luar pulau sana.
Aku berharap dia akan segera keluar pulau lagi, keluar negeri lagi atau kemanapun itu pokoknya dia segeri pergi lagi,, karena selama dia jauh dari sini, aku bisa tenang dan bebas bertemu dengan Ega, menghabiskan malam malam yang panjang bersamanya seperti yang kami lakukan 7 hari kebelakang. Ya.. aku berharap Om Danu segera pergi lagi dan dalam jangka waktu yang tidak sebentar, dan juga aku sangat sangat berharap dia tidak akan pernah kembali lagi. Sebuah harapan yang mungkin sia-sia, dia tidak mungkin melepasku dan membiarkanku bebas, apalagi saat ini aku dijadikan tambang emas baginya,, Walaupun kemungkinannya kecil, tapi aku tetap terus berdoa dan berharap keajaiban akan terjadi,,, Hanya itu yang bisa kulakukan, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Saat keluar dari kamar mandi aku melihat Om Danu sudah berpakaian rapi dan sedang duduk ditepi tempat tidur. Dia mau pergi ? kukira malam ini dia akan menginap disini.. syukurlah,, aku tidak perlu menemani tidur disebelahnya.
“Buatkan kopi…” perintah Danu kepadaku..
Tanpa menjawabnya aku langsung menuju area dapur di apartemenku untuk memasak air. Dia berjalan mendekatiku. Lalu memelukku dari belakang sambil menciumi leherku yang masih agak basah. Aku masih hanya memakai pakaian mandiku.
“hmm,, Wangi sekali… sayangnya aku tidak bisa menikmati wangi tubuhmu sampai pagi,, oiiya,,, Hari ini aku sedang berbahagia… “ ucap Danu sambil mengecup leherku…
“ayolah,, bertanyalah kepadaku kenapa hari ini aku bahagia..!” perintah Danu kepadaku,,
“Kenapa..?” tanyaku datar
“Hari ini aku sangat senang sekali,, Pak Wi akan membantuku memenangkan tender mega proyek jangka panjang berskala internasional .. hahaha,,” jadi itu alasan kebahagaiaannya, dan penyebab kenapa dia begitu bersemangat malam ini, dia sedang senang.. pantas saja,
Lalu dia mengambil segelas kopi yang baru saja selesai kuaduk kemudian berjalan menjauhiku dan duduk di sofa.
“sebagai ganti atas bantuannya, Pak Wi meminta uang yang sangat tidak sedikit jumlahnya dan juga…” ucapan Danu terhenti saat dia meminum kopinya….
“Pak Wi memintaku untuk melepasmu untuknya.. sepertinya Pak Wi sangat menyukaimu,,,” ucap Danu
Deg Deg
Aku langsung terkejut dengan apa yang barusan dikatakannya.
“JANGAN SEENAKNYA MENJUALKU PADA ORANG LAIN …AKU BUKAN PELACUR,,” Teriakku padanya…
Dia melihatku yang sedang menatapnya penuh dengan amarah,,
“hahaha,, kamu tidak mengakui dirimu sendiri sebagai pelacur hanya karena pacarmu itu tidak membayarmu tiap kali bercinta denganmu… jangan pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan akhir akhir ini.. dasar pelacur sialan, berani beraninya kamu bertemu dengannya lagi…” ucap Danu
Deg Deg
Dia tau selama ini aku bertemu dengan Ega,,, harusnya aku tidak terkejut dengan apa yang bisa dia lakukan. Om Danu masih melihatku, kemudian dengan santai dia meminum kopinya lagi dan menyalakan rokok lalu menghisapnya.
“tapi Tenang,,, Aku tidak akan melepaskanmu untuk Pak Wi,, aku belum bosan denganmu… maka dari itu,, aku menawarkan adikmu kepada Pak Wi,, dan dia setuju setelah kuyakinkan padanya kalau tubuh adikmu tidak kalah bagusnya dengan tubuhmu,, apalagi setelah kukatakan pada Pak Wi kalau adikmu masih perawan…” ucap Danu
Deg Deg Deg Deg,
Jantungku semakin berdebar cepat mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulutnya. Aku sampai shock mendengarnya. Dia menggunakan adikku sebagai kesepakatan busuknya dengan Pak Wi,, tidak,, tidak,,, ,,, inikah arti dari perasaan tidak enak yang aku alami akhir akhir ini? aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi… aku tidak akan membiarkan Ressa dijadikan peliharaan orang² biadab seperti mereka.
“TIDAK.. … KAMU TIDAK BERHAK MELAKUKAN ITU PADA ADIKKU… TAKKAN KUBIARKAN ORANG BRENGSEK SEPERTI KALIAN MENYENTUH ADIKKU..” Bentakku padanya…
PPPYYYARRRRR
Dia membanting gelas kopi yang di pegang begitu saja ke lantai lalu dia berjalan cepat mendekatiku yang sedang bersandar di meja dapur. Sesaat aku merasa takut ketika dia mendatangiku,,, kini Dia sudah berdiri tepat dihadapanku dengan wajah yang terlihat emosi.
“kamu lupa Siapa yang membiayai pengobatan adikmu…? Hmm? … AKU…AKU… kalau tidak karena uangku, adikmu sudah mati sejak lama.. JADI AKU BERHAK ATAS HIDUP ADIKMU…”Teriak Danu tepat di wajahku,,,
“BAJINGAN….” Balas teriakku padanya…
PPPPPLLLLLAAKKKKKK
Dengan sangat keras dia menampar wajahku, kemudian mencekik leherku walaupun tidak begitu kuat.
“Saatnya adikmu membayar hutangnya kepadaku, atau apa perlu kuambil lagi hidupnya..? HAAH? ” bentak Danu
Dia lepaskan tangannya di leherku, aku langsung menunduk memohon memelas kepadanya sambil memegang kakinya.
“kumohon jangan adikku.. dia sudah cukup lama menderita.. masih banyak wanita lain yang mau dengan senang hati menjadi istri simpanan,, atau biar aku saja,, kumohon.. ” pintaku kepadanya sambil menangis
“Kesepakatan sudah terjadi, Dalam dunia bisnis, kepercayaan sangat penting artinya…. Adikmu tidak akan menderita.. meskipun Pak Wi tidak punya kekayaan sepertiku, tapi adikmu tidak akan hidup sengsara, hidupnya akan terjamin, hidup dalam kemewahan punya segalanya seperti yang kamu punya saat ini,,, harusnya kamu dan adikmu berterima kasih kepadaku..” ucap Danu
“Maksudmu adalah kebahagiaan palsu karena uang dan materi dan hidup dalam kesengsaraan batin tidak mempunyai hak dan kebebasan,, seperti burung yang hidup di dalam sangkar emas.. TIDAK AKAN KUBIARKAN ADIKKU MENJALANI KEHIDUPAN SEPERTI ITU”
“SIALANN…..” balas Danu
BBRRUUUGGGGG, dia menendangku sampai aku terdorong kebelakang,,,,
Ya Tuhan,, sakit sekali,,, aku menangis sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di bagian perutku,, tapi aku tetap berusaha untuk berdiri sambi berpegangan pada meja dapur.. saat itulah aku melihat sebuah pisau dapur diatas meja.
“Besok bawa adikmu kesini,, semakin cepat Pak Wi bisa menemui adikmu, semakin cepat aku memenangkan tender itu.…. Jangan coba-coba untuk membawanya kabur atau menyembunyikannya,, bodoh, kamu pikir aku tidak tau dimana kamu menyembunyikannya? Lebih baik bawa adikmu kesini dengan damai sehingga aku tidak perlu menggunakan cara cara kasar..Menegerti?” Ucap Danu lalu dia merapikan dokumen dokumen di dalam tasnya.. bersiap untuk pergi. Sudah cukup penderitaan ini kualami… Takkan kubiarkan dia membawa adikku,,, aku bisa mengakhirinya sekarang juga… kupegang pisau itu.,, ya,, aku bisa mengakhirinya sekarang….
Deg Deg Deg Deg Deg Deg
Mengingat segala perbuatan yang sudah dilakukannya kepadaku dan memikirkan apa yang akan dilakukannya kepada Ressa membuatku sangat kalap. Jantungku semakin berdetak cepat memikirkan apa yang akan aku lakukan dengan pisau yang sedang kupegang erat ini. Hanya dengan cara ini aku tidak akan menderita lagi, Ressa tidak perlu merasakan penderitaan yang sama denganku,,
Dengan pisau ini,, Aku akan membunuhnya…..
Deg Deg Deg Deg Deg Deg
Tanganku gemetar memegang gagang pisau yang terasa sangat dingin, aku bisa melakukannya,, aku harus bisa,,,,
Om Danu sudah bersiap meninggalkan kamar ini dan berjalan pelan menuju pintu sambil melihat layar handphonenya… begitu juga denganku, aku sudah bersiap untuk menyerangnya sebelum dia keluar dari pintu itu. Hanya ini kesempatan yang kupunya..
Tap Tap Tap Tap
Suara langkah sepatu Om Danu terdengar sangat nyaring, ,,
Tap Tap Tap Tap
Detik demi detik berlalu dengan sangat lambat, 3 detik terlama dalam hidupku….. kini dia sudah tepat berjalan dihadapanku,, karena perbedaan postur tubuh, tidak mungkin aku menyerangnya dari depan,, aku pasti kalah,,, aku hanya bisa menyerangnya dari belakang,,, dan sekarang dia sudah melewatiku…
Ini saatnya
__ADS_1
Saat aku akan bergerak, tiba² …..
“kak,,,,?” aku mendengar suara Ressa adikku yang sedang memanggilku,,,
Tap Tap Tap Tap,
Karena mendengar bayang² suara adikku, aku masih belum bergerak sama sekali dari tempat daritadi aku berdiri,, Sampai akhirnya Danu keluar dari apartemenku..
Tubuhku tiba tiba menjadi kaku seperti robot, mataku tidak bisa berkedip, tanganku gemetaran memegang sebuah pisau yang daritadi kutatap dengan penuh penyesalan.
Apa yang aku lakukan..?
Kemudian dengan cepat seluruh tubuhku kini menjadi sangat lemas, pisau yang daritadi kupegang lepas dari genggamanku dan aku tertunduk dengan lututku yang terlebih dahulu menyentuh lantai. Lalu aku menangis sejadi jadinya.
Ressa,, maafkan aku.. hampir saja aku melakukan hal yang sangat buruk, membunuh seseorang, mungkin aku tidak akan pernah menyesal melakukannya tapi Ressa pasti sangat sedih jika tau aku melakukan hal itu,,, Maafkan aku Dek,,,
Pasti ada cara lain,, dengan cepat kuambil handhphoneku dan menelpon seseorang yang bisa membantuku…
.
.
...—POV REGA—...
“Kamu tenang dulu Ress, aku segera kesana,, oke,? tunggu aku..”
Panggilan telepon dari Resty sudah terputus,,, Sial…Sial..Sial,,, … sekarang orang itu malah mengincar Ressa,,,
“Fuckkk…”
“Dekk,, ada apa..?” tanya Rein kepadaku, dia tampak kebingungan melihatku gelisah,,,
Tidak ada cara lain,,orang itu sudah tidak bisa dibiarkan, sama saja dia mendeklarasikan perang denganku, aku akan menghadapinya,, dan seperti seorang prajurit yang akan bertempur di medan perang, aku membutuhkan perlengkapan yang tepat untuk menghadapinya. Aku melihat lagi layar handphoneku dan mencari kontak teman yang pernah kuminta bantuan kepadanya. Dua kali panggilan keluar ke nomor handphoneya tidak terhubung,..
Pleasee,, angkat,,,,
…… :“Halo…” Akhirnya panggilanku tersambung
Aku : “heii,, ini aku…”
…… : “Hmm…siapa,,? Rega…?”
Aku : “Iya… aku mem…” belum sempat aku mengatakan maksudku dia langsung ngomel².
….. : “KAMU TAU INI JAM BERAPA…? AKU BARU SAJA BISA TIDUR SATU JAM YANG LALU.. ..”
Aku : “eh,,,Sorry,,Sorry kalau aku mengganggu tidurmu,,, tapi,, tumben banget jam segini kamu sudah tidur..? bahkan ini belum jam 12 malam.. ”
…… : “hmm,, kemarin malam aku tidak tidur sama sekali tau’.…”
Aku : “kenapa kamu tidak tidur?”
…… : “kamu pengen tau kenapa aku tidak tidur? Iya? karena kemarin malam aku bercinta dengan seorang pria yang baru saja kutemui di kota ini sampai kami lupa untuk tidur,,, “
Aku : “oh gitu…”
…… : “JELAS JELAS KARENA BANTUAN YANG KAMU MINTA SAMPAI MEMBUATKU TIDAK BISA TIDUR….” Ucapnya dengan teriak teriak,, aku sampai menjauhkan handphone dari telingaku… buset,, dia sangat marah…
Aku : “he he he,, maaf deh maaf..,,, sudah selesai,,? Aku membutuhkannya sekarang…”
…… : “belum,,, masih ada yang kurang,,, aku masih perlu waktu beberapa hari lagi..” Ucapnya datar,,,
Aku : “tidak ada waktu lagi,,, aku membutuhkannya sekarang untuk menghadapi orang itu… aku akan mengambilnya sekarang… kamu sudah dikota ini kan?”
…… : “hehh? Sekarang juga…? Tapi…”
Aku : “iya sekarang,,, beneran tidak ada waktu lagi…”
Seperti yang pernah diucapkan Resty kepadaku tentang orang itu.. laba-laba dengan seribu benang, dan dia tau cara menggunakan setiap benangnya..
Aku : “iya aku tau,, tapi tidak ada cara lain… ”
…… : “sayang,, aku jadi khawatir denganmu,, please jauhin orang itu….”
Hadeeh,, ucapannya semakin membuat nyaliku menciut,,,
Aku : “aku harus melakukannya,, wish me luck..!”
…… : “huffftt,, Good Luck,,!”
setelah itu Panggilan kami terputus,, aku harus bergerak sekarang,, kupandangi Rein yang masih kebingungan duduk diatas tempat tidur,
“Rein,,,,”
“hmm.?” balas Rein
.
.
Aku sudah sampai di apartemennya Resty, saat memasuki apartemennya ,, kulihat Resty duduk di tepi tempat tidur sambil menangis.. dia langsung menghampiriku,,,,
“Gaa,, Ressa,,,,, hiks…” ucap Resty sambil meggoyang goyang lenganku,,,
Resty kelihatan sangat ketakutan, dia takut terjadi apa² dengan adik yang sangat disayanginya..
“Kamu tenang dulu Ress,,,”
“semua ini salahku Ga….” Ucap Resty sambil menangis dipelukanku,,,
“hei,,hei,,,Menyalahkan dirimu sendiri tidak akan membantumu melalui ini semua,, semuanya akan baik-baik saja,, aku janji..” ucapku mencoba menenangkannya,.
“apa yang harus kita lakukan?” tanya Resty
“kita harus mengamankan Ressa dulu,.. kita jemput dia sekarang,,, sebaiknya kamu menghubunginya dan suruh Ressa bersiap siap..,,” dia mengangguk dan menghubungi Ressa..
Tak lama kemudian aku dan Resty langsung berangkat untuk menjemput Ressa menggunakan mobilku.
SEMENTARA ITU DI DALAM SEBUAH MOBIL YANG BERADA DI KOMPLEK APARTEMENNYA RESTY
…… : “mereka baru saja berangkat Bos..”
Danu : “Hahaha,, seperti yang sudah kuduga,, Resty dan pacarnya itu sangat bodoh… Kita ikuti mereka, jangan sampai kehilangan jejaknya…”
….. : “Siap…”
.
.
Ditengah tengah perjalanan menjemput Ressa, hapeku berdering.. ada panggilan masuk dari,,
Hmmm..? Meta..? Kenapa dia menelepon malem² begini?
Aku : “Halo,, Bee..?”
Meta : “Kamu lagi sama Resty…?” tanya dia datar..
__ADS_1
Aku melihat Resty yang duduk disebelahku,,,
Aku : “i iya.. tapi…”
TUUUUUTTTTTT. Buset Langsung dimatikan,,, saat aku akan menelepon balik Meta, kulihat dilayar hapeku ada notifikasi pesan dari meta..
PESAN DARI META :
Bee.. Maafin sikapku tadi..
Bee.. Laper,
temenin makan.
Bee
Bee?
Beeeeeeeeeee
kamu beneran menemui Resty?
Sial,, kenapa aku tidak menyadari pesan-pesan dari Meta.. pantas saja dia langsung menutup telepon tadi, huaaaaaa,,, dia pasti salah paham,,, aku harus meluruskan pikirannya tentangku, jangan sampai pikirannya berbelok belok,, hehehe.. kucoba menelpon Meta lagi..
Tersambung,,,
“Bee….?”
“……………..” meskipun sudah terhubung,, tapi Meta hanya diam,, hanya bisa kudengar suara isak tangisnya… Meta menangis,? Bodoh banget, pantas saja dia menangis saat tau aku lagi sama Resty, dia pasti sangat kecewa denganku.
Kuhentikan mobilku dipinggir jalan agar fokusku tidak terpecah antara menyetir dan menelpon meta. Aku harus menyelesaikan urusanku dengan Meta dulu baru menyelesaikan urusan yang lain.
“Bee,,, aku memang sedang bersama Resty ,, tapi ini tidak seperti yang kamu pikirkan,, terjadi sesuatu dengan Resty dan aku harus berbuat sesuatu….. “ Resty melihatku…. Dia pasti tau kalau aku sedang menelpon Meta dan kulihat Resty seperti merasa bersalah.
“Ga.. biarkan aku bicara dengan Meta…” pinta Resty kepadaku,, tapi kutolak dengan gestur menggelengkan kepalaku,,
“………………”
“Bee… kumohon percaya padaku…”
Kulihat Resty yang masih memandangiku,,, kuraih tangannya, dan kugenggam erat,,
“Bee aku akan jujur kepadamu tentang perasaanku,,,, memang benar perkataanmu tadi, saat kamu memaksaku untuk jadi kekasihmu,, saat itu aku memang masih mencintai Resty,…” Kukatakan itu sambil memandangi Resty,, tidak bisa kubayangkan bagaimana perasaan Resty mengetahui ini semua,, yang pasti dia sangat kaget.
“tapi Bee… hanya dengan waktu sebentar saja Kamu berhasil memaksaku untuk mencintaimu,, aku benar benar mencintaimu padahal sebelumnya aku begitu ragu dengan niatmu… Tadi kamu juga bertanya kepadaku apa aku masih mencintai Resty,, aku ,, aku tidak bisa menjelaskannya , aku tidak mengetahui perasaan apa yang kurasakan kepadanya saat ini,,, yang pasti Resty masih mencintaiku sampai sekarang,,, betapa beruntungnya aku tulus dicintai oleh dua orang wanita seperti kalian.. tapi…”
Sesaat aku merasa berat dengan apa yang akan aku katakan, tapi aku tetap harus mengatakannya,,,
“Tapi Cinta Sejati hanya ada satu.. dan kamu adalah tujuan cinta sejatiku Bee..,, aku hanya ingin mencintaimu seorang, karena hanya cintamu yang aku inginkan,,, ”
Kurasakan tanganku sekarang bergantian yang digenggam sangat erat oleh Resty,, dia tidak lagi melihatku,,, dia melihat kedepan. Resty pasti sangat terluka mendengar ucapanku..
“………………..”
“Bee.. aku memang pria bodoh yang tidak mengerti apa² tentang perasaan wanita .. aku sadar kalau cintaku kepadamu masih banyak kekurangan dan hanya membuat perasaanmu terluka karena aku masih saja dekat dengan Resty,, aku kadang masih tersesat dengan hatiku sendiri,,.. tapi kumohon jangan berhenti mencintaiku.. aku akan terus berusaha membalas cintamu yang tulus kepadaku… ” ucapku memohon kepada Meta,,,
Beberapa saat hening….
“uda ngomongnya ..?…. kamu memang pria bodoh,,,” ucap Meta singkat…
Hmm,,
”mungkin aku juga bodoh mencintai pria sepertimu., cintaku kepadamu telah membuat hatiku Buta, karena sampai kapanpun aku akan mencintaimu meskipun kamu mengabaikanku atau tidak mempedulikanku sama sekali,,aku memilih untuk tetap mencintaimu, dan aku masih ingin menghabiskan waktu dengan pria bodoh sepertimu… “ Aku sangat lega mendengar ucapan Meta,, aku tau Meta sangat mencintaiku..
“terimakasih Bee,, terima kasih masih mau bersama denganku…”
“kamu lagi dimana..? aku ingin bertemu denganmu sekarang juga,, aku ingin kamu ucapkan semua yang kamu katakan tadi langsung dihadapanku,,, aku ingin memelukmu Bee,, ,,” ucap Meta sambil masih terisak..
“Aku juga ingin memelukmu Bee, tapi tidak sekarang,,, aku harus membantu Resty dulu….” Aku masih ragu untuk bisa bertemu dengan Meta dalam waktu dekat,,
“ehmm,,, Rein sering bercerita kepadaku tentang indahnya kota Paris.. kamu pernah kesana..?”
“Sering,,,” balas Meta
“aku belum pernah kesana Bee,, setelah semua ini selesai, .. kamu mau mengajakku kesana?”
“,, cuman berdua..?” tanya Meta
“iya ,, Cuma aku dan kamu menikmati keindahan kota Paris… “
“aku mau Bee,, aku mau kesana denganmu,,” ucap Meta
“baiklah,,tunggu aku,,,sekarang aku harus pergi,,, I Love you Bee..”
“I Love you more Bee…” balas Meta
Panggilan kami sudah berakhir.., apakah ucapanku kepada Meta tadi tulus?
Ucapanku kepada Meta tadi bukan hanya sekedar ucapan untuk membuatnya tenang dan tidak bersedih lagi. Aku memang mencintai Meta dan hanya dia yang aku inginkan,, sejak awal merencanakan untuk kembali ke Kota ini, aku juga sangat ingin melanjutkan lagi hubunganku dengan Meta,,aku selalu memikirkannya, selalu bermimpi hari hari indah bersamanya selamanya, dan aku masih yakin mimpiku dan mimpinya Meta masih sama,,,,
Awalanya aku berpikir untuk melepas cinta Meta agar tidak perlu lagi ada yang terluka. Tapi aku salah, jika aku melepas Meta hatikulah yang akan terluka, aku tidak mau lagi² mengalami luka yang sama, harus berpisah dengan wanita yang kucintai dan dia yang mencintaiku seperti saat aku harus berpisah dengan Alexa,Winry, ataupun dengan.. Dias?… mungkin aku terlihat sangat egois harus meninggalkan Resty yang sangat mencintaiku. Tapi aku hanya ingin mempertahankan cinta terbaik yang saat ini kumiliki. Egoiskah aku ? Okelah kalau aku masih kelihatan egois,, tapi kali ini aku ingin mencintai tanpa perlu patah hati lagi… Aku memang belum terlalu mengerti tentang Cinta Sejati, aku juga tidak tau apakah Meta adalah sosok Cinta Sejati yang selama ini kucari,, tapi aku ingin Meta jadi akhir dari pencarianku.
Saat menoleh ke arah Resty, aku melihat sebuah kilau air mata yang jatuh menyusuri pipi Resty, kemudian butir air mata itu jatuh kebawah, sebuah air mata yang keluar dari seorang wanita yang sangat mencintaiku., Resty mencoba menyeka air matanya, tapi air matanya tidak mau berhenti menetes, malah menetes semakin deras. Aku tau ini bukan saat yang tepat bagi Resty mendengar apa yang aku ucapkan tadi,, tapi aku harus jujur dengan perasaanku, meskipun pasti sangat menyakitkan bagi Resty,,,hff,, sudah terlalu lama aku menggantungkan hatinya, itu salah satu kebodohanku yang lain.
“maafkan aku,,, aku bukan pria terbaik yang ada dihatimu..” ucapku pelan padanya,,
Kulihat Resty menggelengkan kepalanya pelan,,
“aku memang tidak bisa memilikimu seumur hidupku,, tapi kamu tetap yang terbaik dihatiku Ga..” ucap Resty
Maafkan aku Res, aku tidak pernah bisa mencintaimu,,, aku benar benar minta maaf,….. ucapku dalam hati,,
“Sebelum terjadi apa² padamu yang hanya akan membuatmu menyesal, sebaiknya kamu segera kembali.. biar aku sendiri yang menghadapi masalahku…” ucap Resty kepadaku..
“apa kamu bercanda..? aku tidak akan membiarkanmu dan Ressa sendirian menghadapi orang itu… dan jika terjadi apa² denganku, aku tidak akan pernah menyesal,, karena aku melakukannya untuk wanita yang mencintaiku, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan untuk membalas cintamu….”
Kunyalakan lagi mobilku dan melanjutkan lagi perjalanan kami.
.
.
Dan kami sudah sampai di rumah ini lagi. Aku dan Resty langsung masuk kedalam rumah,,didalam, Ressa sudah menunggu kami berdua dan dia langsung menyambut mendatangi kami..
“Ada apa kak..? apa yang terjadi,,,?” tanya Ressa kakaknya, sepertinya Resty belum menceritakan apa yang terjadi pada Ressa.
“kita harus pergi dari sini,, “ ucap Resty pada Ressa.
“iya tapi kenapa harus malem² gini sih? kalian mau kawin lari…?” tanya Ressa
Hadeeeh,,, Ressa tetaplah Ressa,,,,,
“nanti aku jelasin dijalan,,, kita berangkat sekarang Ga….” ucap Resty
Aku menganggukan kepalaku dan kami segera keluar dari rumah ini,, tapi saat kubuka pintu rumah ini,, aku dikagetkan dengan seorang pria berpakaian serba hitam yang berdiri tepat didepan pintu dengan membawa….
BBBRUGGGGG…..
__ADS_1
Orang itu membawa sebuah pistol dan baru saja dia gunakan untuk memukul sangat keras kepalaku dengan gagang pistol itu.. aku langsung terkapar jatuh kebelakang..
“EGAAAAAAAA,,,,” Aku masih bisa mendengar teriakan Resty, tapi kurasakan kepalaku sangat sakit sekali..hingga kemudian aku tidak sadarkan diri.