
...–POV EGA—...
“so…?”Meta masih menunggu jawabanku,
Tadi seusai jam kantor aku langsung menuju kesini, dan Meta sudah sampai terlebih dahulu. Dengan niat yang ditunjukkanya, Kayaknya sih Meta bener bener pengen aku jadi pacarnya. Tapi kenapa coba? Apa alasannya? Dia baru sekali ketemu denganku waktu reuni,dan pertemuan berikutnya dia langsung ngajakin pacaran. Memang sih cinta gak butuh alasan, tapi yah gak gini juga….
“tidak…”
“Kenapa ? aku bukan tipemu?” tanya Meta
“Tipeku banget,,” Ohh sial aku keceplosann
Dia tersenyum..
“maksudku kenapa kamu ngajakin aku pacaran..?”
“loh kenapa? kamu belum ada pasangan kan ? aku juga..” ucap Meta
“itu saja tidak cukup Meta..”
“apa yang kurang? kita harus pdkt dulu? Pengenalan dulu? Baper²an dulu? Jalan dulu sebulan?” tegas Meta
“harusnya kan memang gitu…”
“Ohh c’mon.. bullshit tau gak sih.. bisa gak kita skip aja itu semua, ini bukan rencana pernikahan Rega” ucap Meta
Kemudian dia berpindah duduk disebelahku, wangi parfum Meta menyerang hidungku.
“langsung saja pacaran dan bercinta..” bisik Meta kepadaku
GLEKK, aku menelan ludahku sendiri.
“kalau langsung bercinta aja gimana,,,” ucapku nakal dalam hati
“emmm,,, aku..”
aku bingung harus berkata apa, masa’ iya aku harus pacaran dengan Meta, dia begitu terus terang dengan mengajakku berpacaran dengannya, bahkan dia menuliskan jaminan bercinta dengannya didalam proposalnya agar aku menerimanya. Hanya pria bodoh yang menolak proposalnya itu.. tapi…
“Kebanyakan mikir Kamu Ga,,, ayo jalan” ucap Meta
Tiba tiba dia menarik tanganku,,,
“ehh mau kemana?” ucapku padanya ketika dia menarikku keluar klub.
“kamu pengen kita pendekatan dulu kan? ,, dimana mobilmu?” tanya Meta
“ehh anu,, aku adanya motor..” tuh kan, aku langsung minder dia menanyakan mobil.
“Perfect… aku gak masalah dengan motor, ayo jalan..” ucap Meta
“trus mobilmu?”
“aku tadi naik Taxi Online,, aku tau bakal berakhir seperti ini” ucap Meta
Buset,, Meta sudah memikirkan ini semua,,,
“aku hanya bawa helm satu..”
“tunggu Bentar,,,” Meta seperti sedang memikirikan sesuatu kemudian mengamati sekeliling,
Meta memanggil orang yang barusan parkir masuk membawa motor, dan berjalan mendekati orang itu,, tak lama kemudian dia kembali dengan membawa Helm,,
“yuk..” ajak Meta
Aku tidak bertanya apa yang dia lakukan hingga berhasil mendapatkan helm, mungkin dia membeli helm orang tadi.
“mau kemana nih kita?” tanyaku padanya ketika motorku sudah berjalan menjauhi klub
“kemanapun terserah, yang penting kamu bisa merasa dekat denganku” ucap Meta
Meta merangkul tubuhku dari belakang ketika aku masih bingung membawanya kemana. Aku hanya berputar putar mengelilingi kota tanpa ada obrolan diantara kami. Tiba tiba..
TES
Kurasakan setetes air jatuh di pergelangan tanganku..
“hujan..?” kulihat keatas langit sangat merah.. tetes demi tetes air jatuh membasahi tubuh kami.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian tetesan itu menjadi sangat deras. Saat itu posisi motorku sedang berada di atas fly over,, tidak ada tempat berteduh.
Seketika badan kami berdua sangat basah dan Meta semakin erat memeluk tubuhku,
Setelah turun dari fly over,, motor aku hentikan di sebuah halte yang sudah banyak orang yang berteduh. Badan kami berdua sudah sangat basah, kulihat beberapa orang yang berteduh melihat tubuh Meta… gimana enggak? Baju tipis warna putih yang dipakai Meta sangat basah hingga keliatan menerawang, bra hitam yang dipakai Meta pun terlihat,, kulit putihya juga terlihat. Para pria disini pasti sangat beruntung melihat pemandangan tubuh Meta yang langsing bak model itu. Reflek aku lepas jaket yang kupakai, dan aku tutupkan ke tubuh Meta.
“thanks,, kamu sweet sekali” ucap Meta kemudian tersenyum
Kulihat tubuh Meta menggigil, dengan tubuh langsing seperti itu dia pasti sangat rentan dengan hawa dingin, aku jadi khawatir.
“gak ada jas ujan?” tanya Meta
“ehmm,, sorry motorku gak ada bagasinya”
“kamu gpp?” tanyaku
“gpp kok,,” tubuh Meta semakin menggigil, aku sangat gak tega melihatnya
Setelah beberapa lama tidak ada tanda-tanda hujan mau berhenti, malah semakin deras dan suasana menjadi sangat dingin. Kasian sekali melihat Meta, coba saja tadi dia bawa mobil , pasti gak akan kayak gini jadinya.
“ehmm Met,, setelah perempatan itu,, disana tempatku tinggal.kalau kamu mau, kita bisa menunggu sampai hujan reda disana..” ucapku sambil menunjuk kearah depan
“kok gak daritadi aja sih,, aku kedinginan tau..” ucap Meta dengan agak kesal
“he he he,, sorry”
“yaudah cepetan…” ajak Meta
Kamipun sekali lagi menerobos derasnya hujan malam ini menuju kostku.
.
.
“kamarmu sangat rapi untuk ukuran kamar seorang cowok..” ucap Meta saat kami sudah berada di dalam kamar kost.
“tapi tidak sebesar kamar apartemenmu..”
“tentu tidak,,” ucap Meta
“sekitar 2 km lagi ada hotel,, bisa kupanggilkan taxi agar kamu bisa bermalam disana”
Whattt,,? Meta mau bermalam disini?
“boleh aku pinjam bajumu,,?” pinta Meta
“ehmm tentu,, akan aku ambilkan sesuatu untukmu..”
Aku mengambil sebuah kemeja dari dalam lemari pakaian,, dan kuserahkan padanya.
“sepertinya tidak ada celana kecil disini,,”
“it’s ok,, aku tidak memerlukannya” ucap Meta
Kemudian dia mengangkat baju basahnya tepat dihadapanku. Bagian atas tubuh Meta hanya tertutupi Bra,,sangat sexy… Setelah itu dia menggerakkan tangannya ke belakang punggungnya seakan mau melepas branya. Tapi ditahannya, dia menatapku tajam..
“eh,, sorry..sorry..” reflek aku berbalik arah membelakanginya,
“sudah berapa cewek yang kamu ajak kesini?” tanya Meta penuh selidik.
“sebenarnya, kamu cewek pertama yang datang kesini” aku membalikkan tubuhku,
Di lantai sudah tergeletak, baju, celana , BRA, dan CD.. Whattt? Meta sudah tidak memakai apa apa lagi di balik kemeja yang dia pakai. Kulihat dia sedang merapikan rambutnya yang basah..
Sinar lampu di dalam kamar sempat membuat tubuhnya menerawang di balik kemeja tipis yang dia pakai.
Kemeja itu hanya mampu menutupi tubuhnya sampai sedikit diatas bokongnya.
“ehmmm,, istirahatlah dulu,, akan aku buatkan sesuatu yang hangat untukmu..”
“teh..?”
“boleh,,” jawab Meta
Setelah kubuatkan teh, aku menghampiri Meta yang sedang duduk di tepian tempat tidurku yang sempit itu.
“kamu bisa tidur disitu,, aku akan tidur di bawah..” ucapku sambil menyerahkan secangkir teh untuknya..
__ADS_1
“tidurlah disebelahku,,” ucap Meta
“hah? Tidak,, tidak,, aku dibawah saja.. ranjang itu terlalu sempit untuk berdua”
“kita bisa tidur berdekatan supaya pas,, atau kamu mau aku tidur diatas tubuhmu,? Atau dibawah tubuhmu?” ucap Meta sambil tersenyummm…
Whattt…?
“he he he… tidak perlu ,, tidak..”
“ayolaah,, kamu mau ada cewek cantik mati kedinginan di dalam kamarmu?” ucap Meta
“haaaa?..”
“aku masih kedinginan.. peluk aku..!!” ucap Meta
Great, itu alasan yang sangat sempurna untuk mengajakku tidur di sebelahnya,, oke rejeki ini tidak boleh ditolak.
Kumatikan lampu kamar dan kulepas kaos yang kupakai lalu memposisikan tubuhku disebelahnya Meta,, dia membelakangiku,, kupeluk erat tubuhnya dari belakang…
“apa yang akan kamu lakukan?” ucap Meta
“eh,, ?”
Meta : “kamu boleh memelukku kalau kamu mau jadi pacarku,,”
“haaah? Tapi met…?”
“jika kamu masih memaksakan, akan aku tuntut kamu dengan pasal 285 tindak pidana perkosaan,,!” ancam Meta padaku…
Astaga, aku lupa kalau meta calon pengacara…
“eh,, tunggu,,tunggu,,”
“jadilah pacarku, setelah itu tubuhku ini milikmu,,” ucap Meta sambil tersenyum
Apa yang harus aku lakukan? Sudah sangat tanggung sekali,,, haruskah aku menerimanya? Sialan Meta berhasil menjebakku.. dia pasti sudah memikirkan ini semua
“aaaaaaaaaaaaa…” aku berteriak di dalam hati. Kalau aku menerimanya , bagaimana dengan Resty? Aku masih sayang Resty,, tapi..
(Resty : “aku gak mau pacaran dulu..”) aku teringat dengan ucapan Resty semalam..
Dia masih tidak ingin menjalin suatu hubungan,, Ya, aku masih tidak bisa berpacaran dengan Resty. Lalu bagaimana dengan Dias?
Sedikit perasaanku masih tersisa untuknya.. tapi.
(Dias : “aku dijodohkan orang tuaku Ga..”) Dias sudah punya pasangan hidup pilihan orang tuanya,,, aku dan Dias sudah tidak ada harapan.
Kedua wanita yang kusayang dan sangat aku cintai tidak mencintaiku,,,
malah wanita yang saat ini dihadapanku mengatakan dengan terus terang kalau dia menginginkanku jadi pacarnya tapi aku belum mencintainya,, aku hanya mengagumi kecantikannya.
“baiklah,,,”
“apa? Ucapkan!!” tegas Meta
“aku mau jadi pacarmu…”
Mungkin dengan berjalannya waktu aku bisa mencintaimu Meta.
Meta tersenyum mendengar ucapanku,, dia menang telak.
Aku mencoba tersenyum,,,
Akhirnya aku jadian dengan Meta dan kami melakukannya malam itu.
PAGI HARINYA
...–POV META—...
Bukan,, ini bukan pagi lagi,, ini sudah jam 11 Siang,, baru saja aku terbangun,,, bangunku kali ini berbeda dari biasanya,, karena hari ini aku terbangun disebelah pasanganku. Aku sangat senang sekali,,, kukecup kening Rega yang masih tertidur.. semalam sangat luar biasa, setelah sekian lama aku tidak bercinta dengan seorang lelaki, akhirnya aku bisa merasakannya lagi.. apalagi aku melakukannya Rega yang beberapa hari ini selalu aku pikirkan,, dan dia sudah menjadi pacarku,, YESSSS.. Aku tersenyum memandangi wajah Rega
Rega masih tertidur, pasti dia sangat capek setelah kami bercinta sampai jam 5 pagi, hihihihi, Bolos kerja dong dia hari ini,?
Oiya,, kuambil handphoneku dan aku membuka aplikasi kamera.
KLIK
__ADS_1
Kukirimkan pesan gambar untuk Resty, sengaja gak aku tunjukkan wajah Rega biar Resty penasaran. hihihihi