
“Tunggu Dek.. tunggu….” ucap Rein sambil memegang kepalaku yang membuatku berhenti mencium bibirnya yang menggemaskan ini..
“kenapa…?”
“kamu mendengarnya…?” ucap Rein sambil melihat kearah jendela kamar ini…
“denger apaa..?” tanyaku padanya, karena memang aku tidak mendengar apa apa selain suara suara indah dari mulutnya,,
Rein menaruh jari telunjuknya di bibirnya.. Tanda agar aku tidak bersuara., suasana pun menjadi sunyi,. Kami berdua melihat ke arah jendela di dalam kamar… Beberapa saat masih hening kemudian aku mendengar dari luar rumah seperti suara ranting pohon yang patah karena diinjak seseorang.
“ada orang diluar.. atau hanya binatang? jika memang binatang, binatang sebesar apa yang bisa mematahkan ranting pohon?
Belum sempat pertanyaanku terjawab, lalu terdengar suara aneh dari atap rumah, seperti suara batu kecil yang dilempar ke atas rumah.. sontak kami berdua menoleh kelangit langit kamar ini, kemudian hening lagi,, tapi beberapa detik kemudian suara itu muncul lagi beberapa kali.
“Apaan itu Dek,,,?” tanya Rein padaku pelan,,
“ Tau’.. angin mungkin..”
Tiba² kami berdua dikagetkan suara teriakan Ressa yang cukup keras dari arah belakang rumah…
“AAAAAAAAAAAaAAAAAAaaaaaahhhhHHHHHH……”
Kemudian diikuti suara langkah kaki yang agak cepat seperti berlari dari depan.. mungkin itu suara langkah Resty yang panik berlari menuju bagian belakang rumah setelah mendengar teriakan adiknya…
Aku dan Rein langsung saling berpandangan dan segera bangkit dari tempat tidur, tak lupa aku merapikan pakaianku, dan Rein membenarkan pakaiannya yang tersingkap sebelum keluar dari dalam kamar.. Kami berdua keluar berjalan cepat melalui lorong rumah ini menuju bagian belakang rumah yang menjadi tempat dapur, meja makan dan kamar mandi…diakhir lorong, Disana kulihat Resty dan Ressa berdiri bersebelahan menghadap ke arah dapur..
“Kenapa Kamu berteriak Ress? Ada apa…?” tanya Rein kepada Ressa sebelum kami berdua mendekati mereka..
Tapi pertanyaan Rein langsung terjawab setelah kami mendekati mereka.. dan kami bisa melihat apa yang sedang Resty dan Ressa lihat,, sesuatu yang membuat Ressa berteriak.
“hah..?” aku sangat terkejut dan heran dengan apa yang kulihat.
Ada pemandangan yang ganjil di dapur, semua pintu lemari makanan dan tempat perabotan makan terbuka, semua laci tempat menyimpan sendok dan garpu juga terbuka, bahkan pintu oven dan lemari es juga terbuka semua… Seperti ada seseorang yang sedang mencari sesuatu tapi tidak bisa menemukan apa yang dia cari..
“waktu aku masuk ke dalam kamar mandi tidak seperti itu,, tapi saat aku keluar, semuanya kebuka…. padahal aku tidak begitu lama di dalam kamar mandi…” jelas Ressa pada kami.
“apa ada orang yang masuk ke dalam rumah…?”
“dari belakang..? Lihat pintu itu masih digembok..” ucap Rein
Ya.. aku melihat pintu belakang rumah ini yang bersebelahan dengan pintu kamar mandi masih tergembok dari dalam,, Resty pernah bilang kalau pemilik rumah tidak memberikan kunci gembok pintu belakang..
“kalau ada orang yang masuk dari depan pasti kita bisa mendengar langkah kakinya…lagipula pintu depan sudah terkunci.. ” ucap Rein.. yang di iyakan oleh Resty dengan anggukan kepalanya. Karena mereka bertiga yang terakhir berada di ruang tamu,,,
Benar kata Rein, jika ada yang masuk dari depan pasti ketahuan langkah kakinya karena lantai rumah yang terbuat dari kayu dan sudah sangat tua…jika ada yang kebelakang pasti terdengar dari dalam kamar, karena hanya lorong tadi yang jadi jalan satu²nya jika ingin ke bagian belakang rumah.
“kalau tidak ada orang yang masuk.. lalu kenapa bisa seperti itu ya..?” tanya Resty heran
“..pasti ada penjelasan yang rasional mengenai hal ini….” ucapku mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
“Deek.. tidak ada satupun penjelasan ilmiah yang bisa menjelaskan bagaimana semuanya terbuka tanpa ada yang membukanya…” ucap Rein
“ahh sudahlah… mungkin karena angin..” ucapku santai sambil berjalan ke arah dapur dan menutup semua pintu pintu lemari dan laci yang terbuka itu.
Dari luar rumah terdengar suara petir dan sedetik kemudian hujan dengan cepat turun. Saat aku masih sibuk menutup satu persatu pintu pintu lemari dan laci, tiba-tiba lampu dapur berkedip mati nyala selama beberapa kali lalu kemudian mati total, tapi tidak begitu gelap karena masih ada penerangan yang berasal dari lampu lorong.
“Mungkin konslet karena hujan …” ucapku sambil melihat lampu dapur.
“kamu tadi menggedor pintu kamarku,,,? Dua kali,,?” tanyaku pada Ressa..
“enggak,, aku aja kebangun gara gara kebelet pipis…” balas Ressa
Hmm? Lalu siapa dong..? aneh…
“yasudah ayo tidur,, lupakan kejadian inii..” ucap Rein lalu berjalan kembali ke dalam kamar…
Dan Kami semua kembali ke dalam kamar,, kejadian kenapa semua pintu lemari makanan bisa terbuka sendiri masih belum bisa dijelaskan. Daripada bingung, lebih baik dilupakan dan tidur,,melanjutkan tidur enak bareng Rein apalagi suasananya mendukung,,, hihihii. saat aku masuk ke dalam kamar tidur, Rein sudah berbaring di tempat tidur,,manatapku sambil menggigit satu telunjuk jari tangannya,,,, sungguh menggoda kakakku satu ini,,, aku tutup pintu dan kumatikan lampu kamar. Dan kemudian kembali aku beranjak diatas tubuhnya.. Rein hanya bisa pasrah,,, tapi lagi²…
__ADS_1
“Bentar Dek,,,” ucap Rein sambil menahan tubuhku, lagi³ dia melihat kearah jendela kamar..
“Hadeeeh,, apa lagi sih,,,,”
“ada orang diluar,,,dia lagi melihat kita“ ucap Rein masih melihat jendela
“hah..? perasaanmu aja kali Rein.. hujannya deras banget diluar,, mana mungkin ada orang..”
“benerean Dek,, ada orang yang sedang melihat kekamar ini,,, apa mungkin Resty atau Ressa yang sedang mengintip kita..?” tanya Rein
Kalau memang ada orang diluar, ngapain dia melihat kami ? mengintip..? bela belain hujan hujanan diluaar hanya untuk mengintip aku dan rein,,? Gak masuk akal,,
“Bentar aku lihat dulu,,,” ucap Rein mendorong tubuhku ke samping..
Kemudian Rein turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela, lalu tiba tiba saja tubuh Rein terkulai di lantai.. aku yang panik langsung turun dari tempat tidur..memeriksa keadaannya, Rein tidak sadarkan diri,,
“REIN,,, REEINNN…” teriakku sambil memegang wajahnya
karena teriakanku , Resty dan Ressa masuk ke dalam kamar ini menyalakan lampu kamar dan mendekatiku,,
“kak Amanda kenapa,,,?” tanya Ressaa..
“tau nih,, tiba tiba saja dia pingsan waktu melihat keluar jendela….”
“angkat ke tempat tidur Ga.. aku ambilkan sesuatu..” ucap Resty lalu dia pergi keluar kamar.
Kuangkat tubuh Rein yang masih tidak sadarkan diri, dan aku rebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Lalu aku menuju jendela mencoba mencari tau apa yang terjadi, apa yang membuat Rein tidak sadarkan diri. Kubuka jendela, tetesan air hujan dengan cepat menerobos masuk ke dalam kamar. Aku tidak melihat apapun selain kegelapan malam dan Tidak ada seorang pun diluar rumah seperti dugaan Rein. Kututup kembali jendela ini.. lalu aku menuju tempat tidur,, Ressa masih berusaha menyadarkan Rein.
“Kak,, kak Amanda,,,,,” ucap Ressa sambil…..
“Hoi Resss,, kamu ngapain,,?” iya sih Ressa berusaha membangunkan Rein, tapi ada yang aneh dari caranya,, dia membangunkan rein sambil meremas kedua *********** Rein.. dengan santainya kedua tangan Ressa meremas kedua gunung kembar yang indah itu.
“hehe,, aku penasaran sama punya kak Amanda,, bagus banget,,, cobain deh,, mumpung dia lagi pingsan,,, cepet,,,” ucap Ressa seperti tanpa merasa berdosa sama sekali..
“Gila kamu Ress,, gak mau,,,,” aku sih sudah sering meremas punyanya Rein, tapi ya gak didepannya orang lain,, wkwk..
“Gilaa,, punyamu kan juga gede,,,,”
“tapi punya kak Amanda lebih kencang dan bulat, punyaku dan punya Resty menang gede doang…” ucap Ressa
Iyasih, payudara Resty dan Ressa memang besar tapi membesar ke bawah atau bagian bawahnya yang besar,, beda dengan payudara Rein yang bulat sempurna bagian atas dan bawahnya.. membuatnya lebih kelihatan kencang dan sangat indah meskipun tanpa memakai bra..
“beda banget sama punya Resty saat kupegang,,,” ucap Ressa
“heehh,,? Ngapain kamu megang megang punya kakakmu sendiri..?” tanyaku heran..
“biarin,, orang Resty ngebolehin kok weeekk….” balas Ressa
Hadeeeh,, mending aku sudahi saja obrolan mengenai payudara dengan Ressa,, sepintas aku merasa ada yang berjalan dari arah belakangku, melewati kamar ini menuju belakang rumah,,, aku tinggalkan Ressa yang masih kagum dengan payudara Rein menuju keluar kamar,, saat keluar kamar aku melihat Resty berjalan di lorong rumah menuju dapur.. mungkin dia sedang mencari sesuatu seperti minyak aroma agar Rein sadar,, aku menyusul Resty barangkali dia butuh bantuan mencarinya, apalagi lampu dapur lagi mati.
Saat aku sudah tiba di dapur, kulihat Resty masuk ke dalam kamar mandi..
“ehmm Ress.. sudah ketemu..?” tanyaku padanya dari luar kamar mandi,, bermaksud jika memang belum ketemu aku akan mencarinya dulu sambil menunggu dia selesai dari kamar mandi,,,
Tapi tidak ada tanggapan dari Resty,, atau dia tidak mendengarku,,,? Tidak ada salahnya mencoba mencari terlebih dahulu di laci laci ini,,Sejak kuutarakan perasaanku kepada Meta didepan Resty,, Suasana akward sering terjadi diantara aku dan resty, kami tidak banyak bicara lagi seperti dulu, hanya sekedar obrolan basa basi saat kami terpaksa harus lagi berduaan. Resty juga tidak berani lagi menatapku, yang membuatku semakin merasa bersalah,, aku berharap suasana seperti ini antara aku dan Resty tidak berlangsung lama.
Sesaat kemudian aku mendengar teriakan Ressa memanggilku,,
“culuunn,, kak Amanda sudah sadar..”
Mendengar ucapan Ressa aku langsung berjalan cepat menuju kamar meninggalkan resty yang masih di dalam kamar mandi,, saat aku masuk ke dalam kamar, aku kaget , shock dan tercengang,,,, aku melihat diatas tempat tidur ada Ressa disebelahnya Rein dan ada Resty juga….. bulu kudukku langsung berdiri, rambut rambut yang ada ditanganku juga berdiri.. Huaaaaaaaaaaa, Lalu yang di kamar mandi tadi siapa..?,, aku yakin betul kalau tadi itu Resty meskipun aku hanya melihat bagian belakang tubuhnya,,,
“Ega,,? Kenapa..? kok pucat gitu…?” tanya Resty…
“gapapa Res,, “ ucapku dengan terbata,,, aku mencoba meyakinkan diriku sendiri kalau tadi hanya khayalanku saja,,, ya,, hanya bayanganku saja.. mungkin aku ketularan mabuk dari rein,, hadeeehh,,sejak kapan mabuk jadi penyakit menular…
Rein memegangi kepalanya dia barusan sadar,, aku mendekatinya… kemudian Rein memegangi *********** dan menatapku tajam,,, hoii,, bukan aku yang melakukannya,,,, gila Ressa meremas *********** Rein sampai dia terasa kesakitan.
__ADS_1
“Kamu gapapa Rein..? katakan sesuatu…” ucapku pada Rein.. yang masih lemas diatas tempat tidur..
“Sesuatu..” ucap Rein singkat..
“hihihihi, kak Amanda Lucu…” balas Ressa
“kenapa tadi kamu tiba tiba pingsan…?” tanyaku kepadanya
“aku melihat seseorang diluar,,bukan,,bukan orang,, sesuatu yang menyeramkan berdiri tepat dibalik jendela dengan wajah yang menyeramkan sedang menatapku,,,”
Mendengar ucapan Rein tak ayal membuat Ressa dan Resty menjadi gelisah,, Bahkan Ressa langsung mendekati kakaknya dan memeluknya.. pintu kamar yang digedor, pintu pintu lemari dan laci yang terbuka, sesuatu menyeramkan yang dilihat Rein dan yang kulihat tadi di dapur apakah berhubungan.,? tidak,, tidak mungkin…. Semoga ini semua tidak seperti yang kupikirkan.
“tidak ada apa apa Rein diluar… tadi sudah kulihat sendiri, mungkin kamu kebanyakan minum tadi..”
“kamu gak percaya denganku? aku tau dan sadar dengan apa yang kulihat… “ ucap Rein kesal karena aku tidak percaya dengan apa yang dia lihat..
“lihat..,, tidak ada apa apa disana…” ucapku sambil melihat ke arah jendela,,,
“ WWWWWUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….”
Aku spontan berteriak kencang setelah melihat seseorang dikegelapan malam sedang menyandarkan bagian depan tubuhnya di jendala seperti sedang mengintip ke dalam kamar ini parahnya orang itu seperti sedang menatapku saat aku melihat jendela membuatku sangat kaget dan berteriak kencang.
“Ega,, kamu kenapa…?” tanya Resty panik,,
“kesurupan kali dia,,,” celetuk Ressa
Seluruh tubuhku merinding dan tanganku gemetar, aku langsung memalingkan wajahku tidak berani melihat jendela lagi,,, sial,sial,,sial,, beneran ada sesuatu di luar,,
“aku melihatnya…ada seseorang di luar,,.”
“ biar aku lihat,,” ucap ressa lalu mendekati jendela…
“Jangaannnn….” Teriak kami berdua mencoba mencegah Ressa mendekati jendela… tapi ressa tetap aja berjalan mendekati jendela,, memang sekarang seseorang atau sesuatu tadi sudah tidak terlihat lagi. Tapi aku ataupun juga Rein masih takut jika harus mendekati jendela,,, Ressa melihat apa yang ada dibalik jendela dengan serius, perlahan dia mendekatkan wajahnya kedekat jendela.. dan…
“AAAAAAAaaaaaaaaaahhh,,,” Ressa berteriak kencang,,, aku, Rein dan Resty sangat kaget dengan reaksi Ressa yang tiba² berteriak…
“Ressaa,,,,” Resty kelihatan panik dan berdiri dan bermaksud mendekati adiknya…….
“bercanda,… gak ada apa apa diluar… serius,,,” ucap Ressa lalu kembali ke tempat tidur,,,
Aseeemmmm,,,,
“Sialan,,,,, Sempet sempetnya bercanda,,,”
“hihihi,,lagian, ,selama aku tinggal sendirian disini gak pernah ada orang yang berkeliaran malam² disekitar sini,,dan tidak pernah terjadi apa apa..” ucap Ressa
“apa yang kamu lihat tadi..?” tanya Rein kepadaku,, Ressa dan Resty juga menunggu jawabanku…
“aku melihat hanya bayangan hitam seperti bayangan seseorang sedang berdiri dibalik jendela, seperti sedang menatapku…”
“Kamu tidak melihat wajahnya…?” tanya Rein
kugelengkan kepalaku atas pertanyaan Rein. Mungkin karena aku melihatnya sekilas dan dari jarak jauh, jadi tidak bisa kulihat dengan jelas bagaimana rupanya. Sedangkan Rein yang melihatnya dari dekat bisa dengan jelas melihat seperti apa bayangan hitam tadi, sampai membuatnya pingsan.
“emang wajahnya seperti apa kak..?” tanya Ressa kepada Rein
“sumpah serem banget,,, wajahnya kurus hitam penuh lumpur ,kulit wajah yang rusak dan mengelupas dengan luka panjang di dahinya. Rambut panjangnya kusut berantakan,, kedua tangannya yang kurus dengan jari yang kaku dan kuku panjangnya memegang kaca jendela,…” Ucap Rein mencoba mendeskipsikan apa yang dia lihat, apa yang dilihat Rein sama dengan apa yang kulihat , sama sama melihat sesuatu yang sedang mengintip ke dalam kamar ini, kecuali bagian bagian detail wajah yang tidak kulihat dengan jelas. jika benar apa yang diakatakan Rein,,, bukan orang yang ada di luar rumah melainkan,, Hantu ?, hadeeeh,,, beneran nih..? kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 00.10.. sial, pas banget keluarnya nih setan…
“aaahh,, baru pertama kali aku melihat Setan, aku gak mau melihatnya lagi,,, kita pergi dari sini Dek,, ayo cepet,, sebaiknya menginap di hotel deket sini saja..!” ucap Rein padaku agak memaksa,, Aku tidak pernah melihat Rein ketakutan seperti ini..
“iya,,iya,,, kita pergi dari sini,,, kalian ikut..?” tanyaku pada Resty dan Ressa..
“padahal gak ada apa² loh disini… ehhm terserah kamu deh kak,,” kata Ressa dan meminta pendapat Resty.
“yauda ikut aja, serem juga sih kalau beneran yang dikatakan Rein tadi…” balas Resty
“baiklah sudah diputuskan,, kita pergi dari sini.. kalian bersiap siap ya..!” ucapku pada Resty dan Ressa,
__ADS_1