Kisah Cinta

Kisah Cinta
CIUMAN TERAKHIR


__ADS_3

Ya begitulah yang terjadi semalam di Rumah sakit.. betapa senangnya mengetahui dan mendapat kepastian kalau ternyata Alexa masih mencintaiku dan Rein merestui hubunganku dengan Alexa, bahkan Rein ingin berbaikan lagi dengan Alexa… . aku tidak pernah merasa sebahagia ini.. akhirnya cita-citaku melihat mereka berdua bersama sama lagi seperti dulu bisa segera tercapai.


Siang ini aku berencana ketemu Alexa bersama dengan Rein.. Dia pasti senang mengetahui ini semua… dan aku akan bilang kepadanya kalau aku akan menunggunya.. meskipun dia akan kuliah di US dan harus berpisah selama beberapa tahun.. aku bersedia menunggunya.. aku akan menunggunya sampai dia kembali lagi kesini. aku akan berjanji padanya untuk menjaga cintaku hanya untuknya.. tidak akan ada lagi main main dengan cewek lain.


Seharusnya kalau hari libur gini Alexa ada di tempatnya bekerja.. dia kerja dari siang kalau hari libur. aku dan Rein akan menemuinya disana.. kalaupun dia tidak ada disana.. kami akan mencoba datang kerumahnya. tapi sebelum menemui Alexa.. aku dan Rein akan ke Rumah sakit terlebih dahulu untuk menjenguk Ressa.. tadi aku dapat kabar dari Adit kalau Ressa sudah sadar…


“uda siap Deek….?” Rein tiba² masuk ke dalam kamarku,,


“hmm.. uda… Ayo berangkat…”


“tunggu dulu… ” Rein memegang pundakku dan melihat busanaku.


” hahahahahaha… hahahaha.. baju apa ini yang kamu pakai..? Hahahaha.. haduhh.. kayak gak ada baju yg lain aja sih…? Masa’ kamu mau menemui Alexa pakai baju seperti ini… ”


Sialan.. Rein mengejekku karena memakai baju ini…


“ini baju dari Alexa tau’.. Dia memberiku kado ini saat ulang tahunku kemarin… sengaja hari ini aku memakainya ketika bertemu dengannya…”


“Haah..? Seriuss…? Bener² deh Alexa itu.. seleranya buruk sekali.. wajar sih.. lihat aja pakaian yang selama ini dia pakai,, kayak cowok….” ledek Rein


Hmm.. dia belum tau saat Alexa memakai dress.. semua wanita kalah dengan kecantikannya…


“aku gak paham, apa yang dilihat Alexa darimu.. lemah, cengeng, mesum, nakal, selalu bikin khawatir..” ucap Rein


“hmm.. Gini² kamu pernah suka denganku…..”


Mendengar ucapanku dia mencubit perutku dengan kuku jarinya yang panjang itu…


“aduuuhhhh.. ssshhh.. ” gila panas banget cubitannya…


“ayo berangkat…..” ucap Rein dengan wajah memerah… , lalu pergi dari kamarku….


Kulihat lagi diriku di cermin kamarku..


Hadeeehh.. aku kok jadi gak pede ya memakai baju ini… Ahh sudahlah.. pasti Alexa senang melihatku memakai baju pemberiannya


.


.


Aku dan Rein semobil menuju Rumah sakit.. dan akhirnya kami sampai di Rumah Sakit ini. kami berdua langsung menuju ruangannya Ressa..


Saat akan tiba di Kamarnya Ressa, aku melihat seseorang keluar dari ruangan itu.. aku kira itu Ressa.. karena postur tubuhnya mirip sekali dengan Ressa.. aku tidak sempat melihat wajahnya.. dia langsung pergi membelakangiku…


“benarkah itu Ressa…? Kenapa dia sudah bisa jalan…?”


Ternyata dugaanku salah, karena di dalam ruangan ini kulihat Ressa sedang terbaring lemas diatas tempat tidur…


“lalu tadi itu siapa…?”


Dan ternyata semuanya ada di ruangan ini… semuanya terlihat senang melihat kedatanganku bersama dengan Rein.


Ada Adit…


Amel…


Mira..


Bahkan….


Winry juga ada disini…


aku senang akhirnya bisa ketemu Winry lagi.. sudah lama aku tidak melihatnya..


“Haii Seniorr.. sudah lama tidak bertemu…” sapa Winry kepadaku.


“Hai Win.. kemana aja kamu selama ini.?”


“cieeee.. kangen ya Kak Sama Winry….. kak Rega nyariin kamu terus tuh Win…” ucap Mira


Hadeeehh.. mulai deh si Mira Mulutnya.. untung Alexa tidak ada disini…


“Apa’an sih Mir…?”


Winry hanya senyum² mendengar ucapan Mira…


“hahahaha.. culun… kamu pakai baju itu tambah kelihatan culun… hahahaha….” Sial…. masih sempat²nya Ressa meledekku,,, semua yang ada disini menahan tawa mereka melihatku pakai baju ini… Aku jadi maluu…


“gimana kondisimu Ress?” tanya Rein


“mendingan kok Kak… Nanti sore juga sudah boleh pulang kok… Makasih ya kemarin sudah menolongku…” ucap Ressa


” syukurlah.. ” ucap Rein


Kulihat Amel mendekati Rein..


”kak Amanda.. ehmm… aku minta maaf selama ini sudah berbohong kepadamu,,, ” ucap Amel


” maafin aku juga Kak…. ” lirih Ressa


” iya aku maafkan kalian semua… lain kali jangan mau disuruh bohong sama Rega…. ” tegas Rein


Hadeeh.. aku langsung gak berani melibat Rein… Saat Rein ngobrol dengan Ressa dan yang lain. aku ngobrol sama Adit..


“tadi sebelum masuk kesini, aku melihat cewek keluar dari ruangan ini.. Siapa…?”


“ohh.. itu tadi kakaknya Ressa.. dia datang semalam.. dan dia harus segera balik ke kota sebelah juga tadi…” ucap Adit


Ohh.. jadi tadi itu kakaknya Ressa.. pantesan agak mirip..


“lalu apa yang dia katakan…?”


“dia tidak berkata apa² padaku,, karena dari kemarin Mira nempel disebelahku..mungkin dia tau kalau aku berpacaran dengan Mira…” ucap Adit


“jangan² dia masih punya perasaan kepadamu Dit? Dan cemburu melihat kamu dengan Miraa…”


“entahlah… aku juga bingung.. padahal aku sudah mencoba melupakannya….btw.. kamu jadi ketemu Alexa? ” tanya Adit


“yupp.. setelah dari sini aku akan menemuinya….”


“dia pasti marah kepadaku karena telah menceritakan semuanya padamu….” ucap Adit dengan lemas…


.


.

__ADS_1


“ehmm.. teman-teman… Boleh aku ngobrol berdua dengan Rega…?” ucap Ressa


Eh..?


“baiklah.. semuanya keluar dari sini….” ucap Rein kepada semuanya…


Setelah itu semuanya keluar, hanya tinggal aku dan Ressa di dalam ruangan ini…


Kudekati tempat tidurnya.. dia mencoba untuk Menegakkan badannya tapi kucegah..


“uda tiduran aja.. mau ngomong apa…?”


“culuun.. maafkan aku… aku merasa bersalah kepadamu… tanpa memberitahumu aku janjian dengan Galih.. aku sama sekali tidak memikirkan usahamu mencarikan uang itu.. marahlah kepadaku… Bahkan karena aku, kamu dan kak Amanda harus berurusan dengan Galih… sumpah aku malu bertemu dengan kalian berdua….” kulihat air mata Ressa menetes..


“sudah jangan dipikirkan.. yang penting kamu kan belum melakukannya.”


“sebenarnya aku sudah didepan pintu kamar orang itu.. . tapi, aku batalkan masuk ke dalam kamarnya karena aku memikirkanmu….aku akan merasa bersalah kepadamu seumur hidupku jika aku masuk kedalam kamar orang itu.. .. ” air matanya semakin deras menetes di wajahnya.. Kuusap air mata Ressa dengan tisu…


“sudah jangan sedih lagi… yang penting kamu tidak melakukannya, dan berjanjilah padaku kamu tidak akan pernah melakukan itu lagi… dan, berjanjilah jangan pernah mengorbankan dirimu sendiri untuk menolongku… meskipun lain kali ada yang akan memukulku dengan kayu atau besi pun.. jangan pernah menolongku.. Karena aku melakukan itu semua untukmu.. aku akan sekuat tenaga bertahan demi kamu..


Apa kamu lupa? itu semua kulakukan karena kamu pernah memintaku untuk menjagamu.. Maka selamanya aku akan menjagamu,, bukan kamu yang harus menjagaku…”


”maafkan aku selama ini menghindarimu, aku hanya tidak ingin kamu bermasalah karena aku,… aku janji setelah malam ini aku tidak akan menghindarimu,,,,meskipun aku tidak pantas meminta ini padamu, tapi aku ingin kamu selalu menjagaku.. setidaknya sampai sisa umurku. “ tiba² Ressa menegakkan tubuhnya dan mencium bibirku…. Aku sempat kaget,,tapi kubiarkan dia mencium bibirku.. setidaknya ini adalah ciuman terakhir yang bisa kuberikan untuknya.. karena setelah nanti bertemu Alexa.. aku tidak akan pernah lagi membiarkan semua cewek menciumku… karena ciumanku ini hanya untuk Alexa..


Kemudian ciuman kami terlepas…


“dan jangan pernah melakukan itu lagii….”


“hehehe iya² aku tau… makasih ya culun untuk selalu menjagaku… beruntungnya aku punya kakak kayak kamu… … Sini cium lagi…. Hihihi..” pinta Ressa


“gak.. gak mau…..”


.


.


Setelah sekitar satu jam aku berada di ruangannya Ressa, aku berpamitan kepada mereka semua untuk segera menemui Alexa..


“sampaikan maafku ke kak Al ya culun… Besok kamu harus mengajaknya kesini… .” ucap Resaa


“pleasee bro jangan bilang ke Alexa kalau aku yang memberitahumu….” ucap Adit memohon


“Rega.. semoga sukses yah..” ucap Amel


“berikan coklat ini untuk kak AL….” Mira memberiku coklat lagi untuk Alexa…


“meskipun aku tidak tau apa yang terjadi.. semoga semuanya berjalan seperti yang kamu harapkan… Semangatt…” ucap Winry kepadaku…


“Terima kasih semuanya… ”


Ressa : “semangat culuunn.. kejar cintamu…..yeaayyyy ..” ucap Ressa lagi


.


.


Aku dan Rein meninggalkan Rumah Sakit.. menuju tempat kerjanya Alexa.. Ditengah perjalanan, Rein berhenti di salah satu toko bunga…


“ngapain…?”


“hahh..? bunga apa? Aku gak tau Rein….”


“ihhh gak romantis banget sih.. .. biar aku yang belikan tunggulah disini….” ucap Rein


Beberapa saat kemudian Rein kembali ke dalam mobil dengan membawa beberapa buket bunga, bahkan penjaga toko ikutan membawa beberapa buket bunga yang lain…


“banyak banget…?”


“bunganya cantik².. Aku beli semua deh.. hehehe…” ucao Rein


Hadeehh.. Tak ayal jok belakang mobilnya Rein penuh dengan bunga berwarna warni..


Sesampainya di dekat komplek ruko tempat Alexa bekerja.. kami kebingungan mencari tempat parkir… karena ini hari libur dan bertepatan dengan jam makan siang, suasana komplek ruko yang terdiri dari restoran dan cafe ini cukup padat sampai kami tidak kebagian tempat parkir..


Terpaksa Rein harus memutar dan memakirkan mobilnya agak jauh dari komplek Ruko itu…


“gimana membawa semua bunga² ini…? Lagian banyak banget sih belinya….”


“bawelll.. sini aku bantu….” ucap Rein


Aku dan Rein berjalan menuju tempat kerja Alexa sambil masing² membawa beberapa buket bunga.. sebenarnya aku malu membawa bunga² ini.. untungnya jalanan disekitar sini sepi…


Kami berdua menyebrang jalan untuk menuju komplek ruko itu,, meskipun jalan sepi.. aku dan Rein tetap patuh di jalan dengan melewati zebra cross yang sudah disediakan… di tengah jalan itu beberapa bunga yang dibawa Rein jatuh…


“tuh kan.. kebanyakan sih….” ucapku padanya…


karena cuacanya panas.. aku mendahului Rein yang masih sibuk memunguti bunga bunga itu di tengah jalan.. saat aku sudah sampai diseberang, …saat itu aku melihat sesuatu..


Dari arah sebelah kanan ada mobil yang berjalan yang sangat kencang mengarah ke Rein..


Deg deg,


Saat itu Rein tidak menyadari ada mobil yang berjalan kencang mengarah padanya, dia masih sibuk memunguti bunga yang jatuh tadi..


Deg deg


Dan meskipun ada orang di tengah jalan, mobil itu tidak berusaha menghentikan lajunya atau memperlambatnya, malah mobil itu berjalan semakin cepat.


Deg deg


Aku ingin memperingatkan Rein, tapi kenapa mulutku tidak bisa berucap.. tubuhku gemetar melihat mobil itu akan menabrak Rein… bahkan aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.. tubuhku lumpuh secara tiba²… ada apa denganku…?


Apakah kalian pernah merasakannya? Saat mengalami atau melihat kejadian yang tidak disangka sangka mengakibatkan diri kita tidak dapat berkata kata, hanya bisa memandang suatu obyek dengan tatapan kosong, seolah olah kehilangan daya pikir selama beberapa saat, kemudian terheran heran dengan perasaan takut dan bingung.. hal itu yang saat ini kurasakan saat melihat mobil itu semakin dekat dengan Rein..


Deg deg


Oh Tidak.. Rein akan tertabrak… Dan aku tidak bisa berbuat apa²…


Di tengah² kelumpuhanku, seseorang dari belakangku berlari kearah Rein.. dia sempat menabrakku dari belakang sampai membuat bunga² yang kubawa jatuh…


Orang itu sudah mendekati Rein, Dan dia langsung mendorong tubuh Rein jauh kebelakang agar Rein tidak tertabrak.. Rein selamat dari terjangan mobil itu…


Tapi malah orang yang mendorong Rein tadi yang tertabrak mobil itu.. Tubuh kecilnya bergulung gulung diatas mobil itu dan jatuh begitu saja diatas aspal..


Aku sempat melihatnya, aku melihat siapa yang mengendarai mobil sedan berwarna hitam itu…

__ADS_1


Galih.. ? Galih yang mengendarai mobil itu… Kenapa dia melakukan itu…?


Aku melihat mobilnya Galih melaju sangat kencang setelah menabrak seseorang… Aku masih fokus melihat mobil itu menjauhi jalanan ini.. .. sampai aku disadarkan oleh teriakan Rein yang sangat kerass…


“ALEXAAAAA….”


Deg deg


Ya.. orang yang tadi menyelamatkan Rein dan yang tertabrak mobilnya Galih adalah Alexa…


Aku mendekati tubuh Alexa yang tergeletak di tengah jalan dan penuh dengan luka disekujur tubuhnya,,


“TOLOOONG… TOLOOOONG..” Rein mencoba berteriak meminta pertolongan di tengah jalan yang sepi ini.


Aku masih memandangi Alexa, matanya terpejam… Kuangkat kepalanya dan kutaruh lenganku dibawah kepalanya sebagai alas… Lalu kupegang wajahnya…


“AL…. kumohon sadarlah…” aku tidak bisa menahan air mataku menetes melihat keadaan Alexa..


“Alexa… Bangunlah….”


Tiba².. Alexa membuka matanya…


” Re.. ga.. ” Alexa memanggilku dengan suara yang lemas… Dia tersenyum melihatku..


“Alexa kenapa kamu melakukan ini…?” tanya Rein


“Deeekk.. angkat dia, bawa ke mobil… Kita harus segera membawanya ke Rumah Sakit….” ucap Rein dengan sangat panik…


Rein Benar aku harus segera mengangkat Alexa ke mobil dan membawanya ke Rumah Sakit.. tapi saat aku berusaha mengangkat Alexa, dia merasa kesakitan,..


“aahh stop.. hentikann.. sakitt…” lirih Al


aku langsung panik melihatnya kesakitan dan tidak berani lagi mengangkatnya.. kulihat Alexa… nafasnya sangat berat sekali…


“waktuku tidak lama lagi… Ada yang ingin kukatakan padamu… ” ucap Al


“tidak…jangan berkata seperti itu.. AL…… ”


“Regaa.. aku mencintaimu.. Aku selalu mencintaimu….cintaku hanya untukmu…” lirih Al


“Aku tau AL.. aku tauu… Adit sudah menceritakan semuanya padaku….aku masih mencintaimu AL.. kumohon jangan tinggalkan aku sendirian…aku ingin kita bersama sama lagi…. ” alexa tersenyum lega mengetahui aku sudah tau yang sebenarnya..


“aku tau sayang.. aku tau kamu mencintaiku… kamu semakin lucu memakai baju itu…” ucap Al sambil melihat baju yang kupakai…


“iya AL.. ini baju yang kamu beri… aku memakainya..Aku memakainya untukmu. ” dia tersenyum lagi


kemudian Alexa melihat Rein…


“Amanda….”


Rein langsung memegang tangan Alexa..


“maafkan Aku…” ucap Al


Rein menggelengkan kepalanya, air matanya juga menetes di wajahnya..


“kamu tidak pernah salah.. Aku yang harus meminta maaf kepadamu,, selama ini aku kasar kepadamu.. maafkan akuu… Maafkan aku.. kenapa kamu masih mau menyelamatkan aku… ? Harusnya kamu membiarkanku tadi… kenapa kamu melakukan ini…? Kenapa…? ” teriak Rein


“aku selalu memaafkanmu Amanda.. mamamu memintaku untuk selalu menjagamu.. ” ucap Al


“Rega.. setelah aku pergi tolong jaga Amanda untukku…” lirih Al


“tidakk.. jangan katakan itu.. bertahanlah.. kamu masih harus menjagaku.. Tepati janjimu pada mama.. kamu tidak boleh pergi… tidak boleh… Bertahanlah.. Kita akan sahabatan seperti dulu lagi… dek.. tolong angkat dia ke Mobil.. angkat dia..kenapa kamu diam saja… alexa mengangkat tangannya dengan lemas.. dia mencoba mengarahkan tangannya untuk menyentuh wajahku… Langsung kudekatkan wajahku…


Dengan tangan yang gemetar dia menyentuh wajahku, kulihat air matanya menetes…


”……. aku berharap kamu tidak akan pernah meninggalkanku.. Aku gak mau sendiri lagi… ” ucap Al


” aku tidak akan pernah meninggalkanmu… “


“Padahal aku selalu memintamu untuk tidak pernah meninggalkanku.. maafkan aku.. Aku akan meninggalkanmu duluan…. ” lirih Al


Air mataku langsung menetes deras ketika dia mengatakan itu…


“please AL.. jangan pergi.. jangan pergi…. jangan tinggalkan aku sendirian….”


“jangan sedih sayang.. aku bahagia. aku bahagia bisa mencintaimu sampai sekarang.. kamu cinta pertama dan terakhirku… ” ucap Al


Aku mengingatnya.. aku ingat dia pernah mengatakan itu..


”………. Alasanku mencintaimu adalah dirimu.. bagiku cinta itu adalah kamu Rega,, dan satu²nya yang akan membuat cintaku kepadamu hancur adalah jika kamu hilang dari muka bumi ini… Selama aku masih bisa melihatmu dan ada di dalam jangakauanku, aku masih akan tetap mencintaimu… Meskipun kamu sudah berbuat jahat dibelakangku,. …Karena kamu cinta pertamaku, aku ingin kamu jadi cinta terakhirku hei.. jangan menangis… berjanjilah padaku untuk tidak pernah bersedih.. percayalah aku bahagia,, akhirnya aku bisa bertemu kedua orang tuaku… "ucap Al


“Aku akan bertemu mamamu Amanda…” ucap Al pada Rein.. Rein semakin tak kuasa menahan tangisnya…


“sayang.. maukah kamu menciumku untuk yang terakhir kali…?” lirih Al


Aku menggelengkan kepalaku,, aku tidak mau dia pergi.. aku tidak ingin ada ciuman terakhir diantara kami..


“REGAA CIUMM DIA…..” Rein membentakku,, kuusap air mataku.. kuarahkan wajahku ke wajahnya… lalu kucium bibir Alexa untuk yang terakhir kalinya…


“Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang selama ini kamu berikan padaku… selamat tinggal cintaku….” Alexa memejamkan matanya,, kugerakkan tubuhnya.. tapi tidak ada reaksi darinya…


“AL…? AL…? Alexa….. ?”


Alexa sudah tidak bergerak lagi, dia sudah pergi…


“ALEXXAAAA….”


Aku menangis diatas tubuh Alexa.. kuciumi wajahnya berharap dia akan bangun lagi.. tapi dia benar² sudah pergi untuk selamanya.


“ALEXA… Bangun sayang….. bangun…. jangan pergi…hikss.. ”


“jangan tinggalkan aku…..”


.


.


Itulah peristiwa yang terjadi pada hari itu, Alexa telah pergi dan tidak akan pernah kembali. Aku kehilangan Alexa untuk selamanya. disaat aku sudah yakin akan menggenggam kebahagiaan, dan yakin akan kugenggam untuk selamanya. Tapi kebahagiaan itu lepas begitu saja dari genggamanku.


Aku tidak pernah membayangkan akan merasakan kehilangan sedalam ini, aku menyesal tidak bisa menyelamatkan Alexa yang tulus mencintaiku sampai akhir hayatnya.


hari-hari setelah kepergian Alexa merupakan hari hari yang sangat berat bagiku,. Aku tidak bisa menghadapi kenyataan bahwa Alexa telah pergi. Sampai sekarang aku sering memohon kepada Tuhan, jika memang aku tidak bisa mengubah masa lalu, aku ingin kembali ke masa dimana aku bisa melihat senyum manis Alexa, melihat wajah cantiknya, Mendengar dia bernyanyi, terenyuh dengan segala rayuannya.. Aku ingin kembali ke hari2 itu. hari hari disaat dia Alexa masih bersamaku. aku sangat merindukan hari hari itu.. aku merindukannya..


Takdir memang telah memisahkan kisah cintaku dan Alexa, meskipun dia sudah ada di dimensi yang lain., tapi cintanya akan selalu abadi di hatiku…

__ADS_1


selamanya..


__ADS_2