Kisah Cinta

Kisah Cinta
ITU KAMU ???


__ADS_3

BEBERAPA SAAT SEBELUM REGA BERTEMU DENGAN RESTY


...—POV REGA—...


TTIINNNN TTTTTIIIIINNNNNNNNNN


Shitt,, gara² bicara dengan kalian aku tidak menyadari kalau Traffic Light di persimpangan ini sudah boleh dilalui. Segera kujalankan lagi mobilku menuju ke kantor.. setidaknya tempat yang dulu kusebut kantor. Aku ingin bertemu dengan Resty terlebih dulu,,, aku ingin memastikan keadaannya baik² saja,, aku sangat khawatir dengannya, terakhir kami bertemu saat dia diperlakukan seperti binatang peliharaan oleh orang itu, suaminya Resty.


.


.


Tower 3, aku melihat keatas memandangi tingginya gedung tower ini, tidak lama karena sinar matahari siang ini tepat diatas kepalaku…. Sinarnya sungguh menyilaukan mata. setelah memakirkan mobilku aku langsung menuju kesini,, didepan lobi tower 3. Dari tempatku berdiri didepan sebuah kaca besar yang mengelilingi lobi, aku bisa melihat Dinda sedang melayani para tamu yang ingin menukarkan ID Card dengan Access Card untuk masuk ke dalam gedung ini. Sudah sampai sini dan saat akan masuk ke dalam gedung, jantungku malah dag dig dug, aku bingung nanti ngomong apa ketika bertemu dengan Resty setelah aku menghilang begitu saja. Apakah dia mencariku? ataukah dia malah tidak peduli denganku yang tiba² pergi, atau malah dia masih kecewa kepadaku karena seingatku aku sempat memarahinya dan lebih memilih Meta daripada dia., Sial,,, Mulai lagi, aku berpikir terlalu banyak,,, aku harus bertemu dengannya, apapun yang akan dia katakan , dia mau marah, atau malah dia mengusirku lagi, aku akan menerimanya,, kulangkahkan kakiku menuju Metal Detector Box yang disebelahnya dijaga seorang security berambut klimis tipi.


Eh,,, Gak Jadi Deh,,,


Saat akan bertemu bapak² security, Aku putar kembali tubuhku, hehe,, aku putuskan untuk ngopi dulu sebelum ketemu dengan Resty. Memang saat ini aku sedang terkena serangan kantuk akut, Sialan Rein,,, dia sudah tau kalau pagi ini aku akan kembali ke kesini,, tapi semalem dia malah masuk ke kamarku, akibatnya sekarang aku sangat mengantuk,, masih untung tadi perjalanan kesini aku bisa menahan untuk tidak ketiduran. Tapi aku memang selalu tidak kuat saat dia menggodaku dengan tubuhnya yang sekssihh...


Eh…?


Saat aku menuju salah satu kedai kopi yang berasal dari luar negeri aku melihat seseorang duduk di salah satu kursi marmer di tempat diantara tower 3 dan tower 4,


Sepertinya itu Resty deh…


Kucoba menghampiri seseorang yang sedang tertunduk sendirian di atas tempat duduk marmer yang panjang, setelah aku sudah dihadapannya ternyata bener Resty.


“Ress,,?” aku memanggilnya,, tapi tidak ada tanggapan darinya


“Resty..?” dia masih tidak melihatku, kenapa dengannya ? dia kelihatan sangat sedih,,


“Resty,, kamu kenapa..?”


Akhirnya dia melihatku dan langsung berdiri dengan ekpresi kaget melihatku.


“EGa…?” ucap Resty kaget


“Haii..” sapaku padanya dan terseyum..


Tanpa diduga Resty langsung memelukku erat,, sangat erat.. dan kemudian dia menangis sangat keras…. Orang² disekitar tempat ini melihat kearah kami,,,


“kamu kemana aja sih Ga..? kenapa kamu meninggalkanku?..hikss.. kenapa kamu tidak pernah datang kekantor,,, ? aku kesepian Ga,, aku selalu memikirkanmu,, aku takut kamu tidak akan pernah kembali lagi,, hikss,, aku,, aku, butuh kamu….aku kangen kamu Ga,,,,, aku kangen,,,. hikss”


Ucap Resty dipelukanku sambil tersedu sedu, dia menangis seperti anak kecil yang kehilangan uangnya atau saat setelah bertengkar dengan temannya dan melaporkan apa yang dirasakannya pada kakaknya. Ternyata Resty merindukanku dan membutuhkan kehadiranku,, memang seharusnya aku tidak meninggalkannya saat itu,,


“Maafkan aku Ress,, aku begitu saja pergi saat kamu membutuhkanku,, maafkan aku,,” ucapku padanya sambil mengusap punggungnya…


Tapi tiba² dia melepaskan pelukanku,,,


“saat ini Meta lebih membutuhkanmu….” Ucap Resty kepadaku…


“Meta,…?”


“Meta kecelakaan Ga…..” lirih Resty


DEG DEG


DEG DEG


Duniaku tiba² berubah menjadi suram setelah mendengar kabar tentang Meta,,, Shitt,,, Kenapa Terjadi Lagi…memori saat kejadian Alexa yang tertabrak mobil langsung hadir kembali dipikiranku,,,, suara teriakan Rein saat kejadian itu dan kata² terakhir Alexa dipangkuanku terbayang lagi dikepalaku,,,….


“ALEXAAA,,,,”


“Bagaimana keadaanya sekarang? Apa yang terjadi,,,?” tanyaku panik kepada Resty,,,


“,,, kita butuh Taxi.. akan kujelaskan diperjalanan” ucap Resty padaku,,


“aku bawa mobil,…” ucapku padanya,,,


“hmm..?.. kita berangkat sekarang” Resty langsung menarikku,,,,


.


.


Aku dan Resty berada didaam mobilku menuju Rumah Sakit yang Resty tunjukkan. Resty hanya diam bersandar dibahuku, merangkul lenganku membuatku tidak bisa menyetir dengan dua tangan… dia seperti menahanku agar aku tidak pergi lagi,,, aku tidak tau apa yang sedang dipikirkannya… meskipun dia tadi bilang Meta sekarang sudah baik² saja, tapi aku ingin segera bertemu dengannya dan memastikan langsung keadaannya.


Kata Resty juga, Meta kecelakaan di malam saat aku dan dia terakhir bertemu, dicafe itu,, di malam saat dia dan Resty bertengkar dan di malam yang sama saat Meta memutuskan hubungannya denganku. Pantas saja dia tidak bisa dihubungi, dan tidak kutemukan dia di apartemennya,,, Jadi keesokan harinya saat Meta sedang terbaring koma di rumah sakit sedang berjuang dalam keadaan hidup datau mati, aku malah bercinta dengan Linda,,,,


FUUCKK,,, aku berteriak kencang dan memukul kaca mobilku sendiri,,,


“Gaa,, kenapa,,?” tanya Resty,, mungkin dia kaget denganku tiba² bereaksi seperti tadi..


“Sebulan lebih, dan aku tidak tau kalau Meta sedang koma di Rumah sakit… kejadian ini semakin membuatku menyesal kenapa tidak dari kemarin kemarin aku kembali kesini.. “


“keluarganya Meta baru mengabariku seminggu setelah kejadiannya,, saat itu aku kaget, takut terjadi apa² pada Meta,,, karena dia seperti itu setelah menemuiku Aku bahkan tidak berani berkata yang sebenarnya kepada keluarganya,,, aku merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Meta.., “ ucap Resty


“bukan hanya kesalahanmu Ress,, aku juga merasa bersalah malam itu tidak menemaninya,,, bodohnya aku membiarkan cintaku menderita, dan parahnya aku tidak tau kalau dia sedang menderita,,,“


Aku benar benar merasa Bodoh dan tidak berguna….. tiba² Resty merangkul lenganku lebih kuat,,,, saat kulihat wajahnya, air mata menetes di pipinya,,,, Shitt,, apa yang sudah kukatakan?


“Kamu masih mencintainya ya Ga..?” tanya Resty padaku datar…


“Ress,, maaf ehm.. aku,,,,”


“aku masih mencintaimu Ga,,, sampai saat ini aku masih menyayangimu,, “ ucap Resty sambil menangis,,,


****,, kenapa aku bisa lupa kalau Resty juga punya perasaan kepadaku…


“Kamu sudah benar² menutup pintu hatimu untukku ? Aku menyesal memendam cintaku padamu sampai akhirnya cintamu kepada Meta mulai tumbuh…” ucap Resty


Benar Ress,,,, sudah terlambat, aku dan kamu tidak akan menjadi kita.. cintaku bukan lagi milikmu, karena aku mencintai Meta…. Sial,, aku tidak akan bisa berkata seperti itu kepada Resty..


“Kamu tau kenapa aku mencintaimu? padahal Kamu hanya seorang staff biasa berada satu level dibawahku, hidupmu pas pasan, tinggal di rumah kost, kamu tidak akan pernah membawaku ke Singapore, Jepang, Paris, kamu tidak akan mengajakku keliling dunia, kamu tidak akan bisa membelikanku barang² mewah, memberikanku apapun yang aku inginkan... Orang biadab yang kamu lihat di apartemenku itu memberikan aku segalanya, mengajakku kemanapun aku mau, mengabulkan segala keinginan yang keluar dari mulutku,,,,,, tapi semua hal itu tidak pernah membuatku bahagia,,, hanya ada didekatmu aku merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya,, itu sebabnya aku mencintaimu….” ucap Resty


Jadi benar alasan dia menjadi simpanan pria beristri hanya karena uang ? tapi…

__ADS_1


Apakah ini yang dimaksud Rein saat itu? Aku harus tegas dengan cintaku… karena aku sudah memilih cintaku… pilihan? Tidak,,,, tidak sepantasnya cinta itu dipilih,, tapi cinta yang benar benar cinta adalah dengan menjadikannya tujuan, bukan pilihan…


Kubanting setir, kupinggirkan mobilku berhenti di sebuah jalan,,,, kupegang tangannya…


“Aku pernah mencintaimu Ress,, dan aku tidak akan pernah menyesal pernah mencintaimu… aku juga pernah merasakan bahagia saat bersamamu dikantor, di Singapore, dimanapun saat sedang bersamamu aku merasa nyaman.., “


Resty semakin mempererat pegangannya di lenganku,,,


“Maaf,,, hanya kata maaf bisa kuucapkan kepadamu Ress,, karena sekarang aku tidak bisa mencintaimu lagi,,”


Sebenarnya berat sekali berkata seperti itu kepadanya, mungkin saat ini aku menyakiti perasaannya… tapi aku harus tegas,, semoga dengan ini dia bisa merelakanku,,,,, Tak ayal air mata Resty semakin menetes deras,,, sial aku tidak sanggup melihatnya menangis,,


“Ress,, maafkan aku..”


“Terima kasih sudah mengatakan kamu pernah mencintaiku, aku senang mendengarnya,,, walau hanya sebentar saja, walaupun aku tidak bisa merasakannya selamanya,,,, terimakasih sudah pernah mencintaiku,,, hikss,.. untuk sekarang ini, ijinkan aku untuk tetap mencintaimu, walapun harus bertepuk sebelah tangan, walaupun hanya bisa mencintai bayanganmu,,,, Tapi tenang saja, aku tidak akan merebutmu darinya.. Ayo jalan lagi,,, cintamu sudah menunggumu… ”


Ucap Resty lalu tersenyum kepadaku, setidaknya dia mencoba teresenyum,,, meskipun pasti sangat berat baginya untuk masih tetap mencintaiku.. tapi itu sudah keputusannya,, kujalankan lagi mobilku,,,


Sepanjang sisa perjalanan menuju Rumah Sakit, Resty hanya diam saja, pandangannya matanya hanya tertuju kedepan.. dia sudah tidak menyandarkan lagi kepalanya di pundakku tidak memegang lenganku lagi,, sesampainya di Rumah Sakit sebelum masuk ruangannya meta,, Resty memintaku untuk tidak menceritakan apapun yang kami bicarakan di mobil kepada Meta.


.


.


Saat melihatku masuk kedalam ruangannya,, Meta terkejut dengan kedatanganku, menutup mulutnya dengan tangannya dan tak kuasa menahan air mata yang keluar membasahi pipinya…


Meskipun didalam ruangan ini ada mamanya Meta yang duduk di kursi disebelahnya, tapi aku tidak sungkan langsung menuju tempat tidurnya Meta dan memeluknya…. Akhirnya aku bisa memeluk cintaku lagi. Kupeluk tubuhnya sangat erat,,,


“Kenapa kamu masih kelihatan cantik meskipun dengan muka pucat dan memakai baju Rumah Sakit,,? Aku kangen denganmu,,,” itu yang pertama kali kuucapkan padanya saat akhirnya kami berdua bertemu lagi…, Meta semakin memelukku erat,,,


“kangen ? Hampir dua bulan kenapa kamu baru datang,,,?,,” itu yang Meta katakan pertama kali padaku,, mungkin dia sebel mengetahui aku tidak pernah menjenguknya…


“Bukankah kita sudah putus? lihatlah apa yang terjadi padamu saat kamu memutuskanku lewat sms,,,”


Dia mencubit perutku,,,


“isshh,,, menyebalkan…” balas Meta


“haha..kamu kan tau aku pria yang bodoh dan menyebalkan…,, jadi kita masih pacaran..?”


“Jika kita tidak sedang berpacaran,, kenapa kamu masih memelukku,,? ” ucap Meta


“uhm.. karena jika aku memeluk mamamu,, kamu pasti cemburu,,,“ bisikku kepadanya di tengah pelukan kami..


“hahaha, dasar gila,,,emang berani?” tantang Meta


“ehmm,,berani… papamu tidak disini kan? Hihihi…. Bee,,, apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku dan membuatmu jadi seperti ini….?”


“Peluk saja aku.. karena hanya kamu yang bisa memperbaiki itu saat ini” ucap Meta


Hmmm Dia memintaku untuk tetap memeluknya,, tak ayal sesi berpelukan dengan Meta berlangsung sangat lama,, sampai aku lupa kalau ada mamanya meta yang sedang melihat kami berdua..,.


“Deek,, Mami keluar dulu ya,,” ucap mama Meta sambil berdiri dari kursinya,, aku langsung melepaskan pelukanku kepada anaknya,,,


“Nak Rega,, jagain Meta sebentar yah…” ucap Mama Meta kepadaku,,


“Kamu datang sendirian…?” tanya Meta


Hah,,?


“aku datang dengan,,,, loh,,,?” aku baru sadar kalau Resty tidak ada didalam ruangan ini, padahal dia tadi bersamaku,,,


“aku tadi kesini dengan Resty,, mungkin dia masih diluar,,,,”


Hadeeeh.,,sikap Resty malah semakin membuatku serba salah.,,, kulihat sepiring makanan ada di meja,, pasti untuk Meta..


“Kamu belum makan ya,,? Ayo makan!! aku suapin,,,,”


Dia menggelengkan kepalanya,,,


“gak mau,, rasanya aneh….” ucap Meta


“sudah ayo makan dulu biar kamu cepat keluar dari sini… kamu gak pengen cepat² kembali ke apartemenmu? Gak kangen berdansa lagi denganku..? ” Kuarahkan sesedok makan ke mulutnya…


“Bee,,,, GAKK MAUU,,, kamu makan aja sendiri,,” ucap Meta


.


.


Seperti itulah yang terjadi saat aku dan cintaku akhirnya bertemu kembali, tanpa ada drama yang menyertai pertemuan kami, akhirnya semuanya baik² saja antara aku dan Meta,,, benarkah akan seperti itu selamanya? atau ini hanya sementara?


.


.


Sementara aku sedang menyuapi meta sambil ngobrol²,,, ehmm akhirnya dia mau makan setelah kupaksa,,, diluar ruangan terjadi perbincangan diantara keluarganya Meta.. saat Mamanya Meta sedang mengintipku sedang menyuapi anaknya,, tiba² datang Papanya Meta, Kakakanya Meta dan suaminya..


“Kenapa Mi…? pake mengintip segala?” ucap papanya Meta sambil ikutan melihat ke dalam ruangan dari jendela… sementara kakaknya Meta dan suaminya kebingungan tidak tau apa yang sedang terjadi,,


“Cowok itu…? Ngapain dia disini? Berani beraninya dia datang setelah sekian lama” ucap Papanya Meta saat mengetahui aku sedang di dalam kamar anaknya..


“siapa sih itu Mi…?” tanya kak Neta pada mamanya, kak Neta tidak bisa melihatku karena posisi dudukku yang membelakangi jendela..


”itu cowoknya Meta datang… Papi,, lihat Meta,!!,, dia sangat senang saat cowoknya datang,, dia tidak pernah kelihatan sebahagia itu selama disini,,, bahkan lihat,!!, akhirnya Meta mau makan,, papi tau sendiri Meta susah makan makanan Rumah Sakit… Meta butuh dia Pi supaya cepat sembuh….” ucap mamanya Meta


.


.


Setelah aku selesai menyuapi meta,,aku terkejut datang masuk seseorang yang dulu kukenal. Begitu juga dengannya yang kaget melihatku…


“Pak Dirga…?”


Pak Dirga guru olahraga saat aku masih SMA masuk kedalam ruangan ini.. dia langsung menghampiriku… kenapa dia disini? Apakah dia berganti profesi menjadi seorang dokter?

__ADS_1


“Loh,, Rega kan.? Kok kamu ada disini..? kamu kenal Meta juga…?” tanya Pak Dirga kepadaku,, dia masih mengingatku…


“Bee,, kamu kenal Kak Dirga,,? dia suaminya kakakku……” jelas Meta


Hmm? Kakak? Aku ingat Meta pernah bilang punya kakak yang sudah berkeluarga,,,


“ternyata kamu kenal dengan Meta.. bahkan jadi cowoknya,,,” ucap Pak Dirga padaku,,,,


“ Meta…Rega ini muridku saat aku masih mengajar di kota sebelah,,,” ucap Pak Dirga pada Meta


“ Dan Rega,, kamu belum tau? Meta ini Adiknya……….” Kalimat Pak Dirga terhenti


CKREKKKKKK,, Pintu ruangan ini terbuka sangat lambat ,, aku bisa melihat sebuah tangan yang sedang memegang gagang pintu,, seseorang masuk lagi ke dalam ruangan ini…. Dan akhirnya orang itu masuk dan aku bisa melihatnya dengan jelas siapa yang datang.. seorang wanita dewasa cantik dengan perut yang kelihatan membesar,aku mengenalnya,,,, karena aku sangat mengenalnya itu yang membuatku kaget dan berdiri tak percaya dengan yang kulihat,, dia juga terkejut melihatku, sampai kantong plastik yang dia bawa terjatuh di lantai..


“wwwuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaa ………..”


Aku reflek berteriak keras saat menyadari istrinya Pak Dirga yang merupakan kakaknya Meta adalah Kak Neta…..


“Bee,, kamu knapa..? ” tanya Meta


Meta kebingungan melihatku berteriak saat melihat kakaknya,,, Kak Neta langsung menghampiriku dan,,, PPPLLLLLAAAAKKKKK, sebuah tamparan dari tangannya mendarat di pipiku..


“Kakakkk,, apa apaan sih…?” Meta mempertanyakan sikap kakaknya yang tiba² menamparku,,,


“Ikut aku,,,,,,” Kak Neta menarikku keluar dari ruangan ini..


“ Kakk,,Ega mau dibawa kemana..?” tanya Meta


“Aku masih ada urusan dengannya,,!!“ ucap Kak Neta kepada Meta


.


.


Kak Neta membawaku ke salah satu sudut di Rumah Sakit ini.,, disebuah tempat dudukk,,,. Shit..****..Shit… tenyata Meta adalah adiknya Kak Neta…. Maredta & Naredta,,,, sial,sial,sial.,.,,, kenapa aku tidak menyadari itu,,, Aku masih duduk bengong melihat kak neta yang sedang berdiri dihadapanku…, memikirkan bagaimana hal ini bisa terjadi..? Persimpangan ini,, shit,,,


“Kamu kakaknya Meta..?”


“Dan kamu cowoknya..?” ucap Kak neta balik bertanya


jadi aku aku telah meniduri kakak adik… ? wwwwwaaaaaaaaaaaaa……


“Fuckkk….” Kami mengumpat bebarengan…


“Kamu cerita apa saja pada Meta tentangku,,? Tentang kita dulu? ” tanya Kak Neta padaku


“hah..? aku tidak cerita apa²,, bahkan aku baru tau kalau kamu kakaknya Meta… meskipun aku tau, aku tidak mengatakan apapun kepada Meta…”


“Hufff sykurlah,, lega rasanya…,,,” ucap Kak Neta lalu duduk disebelahku,,


“Meta bisa marah kalau tau tentang kita dulu,,,dan jangan pernah sekali sekali bilang padanya kalau kamu pernah tidur denganku, tentang Fanny, tentang kehidupan bebas yang pernah kuceritakan padamu,,,walaupun badannya kecil gitu, Meta sadis kalau lagi marah,..” ancam Kak Neta


“ya,, aku tau….” Meta kadang sadis seperti Rein,,,,,


“Meskipun paling muda,, di keluarga kami Meta paling tangguh, pintar, ambisius,,sejak kecil kami sudah dekat dan selalu bersama sama,, aku selalu berusaha menjadi kakak yang baik untuknya, selalu ada untuk dia, selalu mengalah kepadanya,,, dia selalu cerita kepadaku tentang semua hal,, tentang teman²nya, tentang cowoknya,,,, aku sangat takut saat tau Meta kecelakaan, berhari hari aku menangis semalaman disamping tubuhnya yang sedang koma… aku takut tidak bisa bersama sama lagi dengannya,,, tapi syukurlah dia sekarang dia baik saja..” ucap Kak Neta


“Mungkin tidak secara langsung karena aku,, tapi aku benar benar minta maaf membuat Meta seperti itu… seharusnya aku tidak meninggalkannya malam itu…” Yang paling tepat sih seharusnya Malam itu Meta tidak meninggalkanku..


“Apa yang sebenarnya terjadi..? apakah ada hubungannya dengan Resty..? aku tau ada yang disembunyikan olehnya saat kutanya apa yang terjadi.. padahal mereka berdua sangat dekat…” ucap Kak Neta


Aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada Kak Neta,, aku tau dia nanti pasti menyalahkan Resty saat tau Malam itu Meta kecelakaan setelah bertengkar dengan Resty…


“Apapun penyebabnya, yang penting Meta sudah baik² saja kan Kak…” ucapku padanya…


“hmm Baiklah,, untungnya tidak terjadi apa² pada Meta,,,, apapun yang terjadi Jangan kecewakan adikku ya Dekk, jangan buat dia sedih,,, aku tau kamu pria yang baik, dan tidak akan pernah melukai seorang wanita,,,, mungkin adikku tidak seperti Alexa,, tapi aku yakin Meta itu wanita yang patut diperjuangkan,,, aku restui hubungan kalian,, bahkan sejak dulu saat kalian belum pernah bertemu…” ucap Kak Neta sambil tersenyum kepadaku…


“aku akan berusaha kak,,, terima kasih…” ucapku padanya ,,


“Lalu untuk apa kamu tadi menamparku,,,?”


“…itu tadi karena kamu diam² dibelakangku sering menemui Fanny,,, Fanny sudah ceritakan semuanya kepadaku,,,” ucap Kak Neta


“Woi,,,Kak Fanny yang menemuiku,,, bukan sebaliknya,,,”


“Sama aja,,, Sialan Fanny kenapa dia tidak mengajakku…” ucap Kak Neta kesal


“Kalian masih dekat? Bagaimana kabarnya…?”


“Kabarnya Fanny baik,,, meskipun kami sudah sama² mempunyai pasangan masing²,, kami tetap dekat dan sering ketemu… kenapa? kamu ingin bertemu dengannya?” ucap Kak Neta


“ehmm,, iya deh next time..”


“Bagaimana kabarmu ,? Aku akui aku cukup senang melihatmu,, kamu kelihatan tambah Keren,,, pantas saja Meta mencintaimu,,, seleranya memang cowok² seperti kamu… btw, Peran apa yang sedang kamu mainkan..?” tanya Kak Neta


Siaaaaallllll,, pertanyaan itu lagi,,,,,


“Aku tidak sedang memainkan peran apapun,, karena aku bukanlah sebuah karakter penting di panggung drama yang kusebut Dunia, aku hanyalah manusia biasa yang tidak selalu berbuat kebaikan , bukan manusia yang selalu benar dalam bertindak, seperti peran protagonis sering lakukan,, aku hanya manusia biasa yang berusaha dan mencoba agar segala perbuatanku tidak mengarah pada sifat seorang Antagonis yang selalu berbuat jahat kepada siapapun,, aku hanya manusia biasa di tengah tengah kumpulan manusia biasa lainnya…”


“hahaha,, ,Kamu semakin dewasa Dek,,,, aku tidak sabar ingin melihatmu menggandeng adikku di pelaminan, kamu pria yang tepat untuk dia,,, ini anaknya Dirga kalau kamu penasaran siapa bapaknya,,,” ucap Kak Neta padaku ketika aku melihati perutnya yang buncit,,


“hehehe,,,aku tidak berpikiran seperti itu,,”


“sudah lama kutinggalkan kehidupan liar yang dulu kujalani,,,, setelah masa tugas PPL ku berakhir, Dirga masih tetap terus terusan menghubungiku,, sampai dia bela²in pindah tugas di kota ini untuk bisa lebih dekat denganku,,, awalnya aku tidak peduli dengannya,, tapi lama² aku luluh juga dengan perjuangannya,,, dan inilah hasil cinta kami berdua…” ucap Kak Neta sambil memegangi perutnya…


“kamu ingin merasakannya..?” tanya Kak Neta


Kak Neta memegang tanganku dan mengarahkannya untuk mengelus perutnya,,


“Kamu tidak ingin merasakan sensasinya bercinta dengan Bumil,,? ucap Kak Neta


“hahhhh…?” aku kaget mendengar ucapannya,,


“hahaha,, meskipun kamu sekarang kelihatan lebih dewasa, tapi kamu masih Rega yang dulu,,,,” Ucap Kak Neta sambil mengusap usap rambutku,,


Sialan,, dia mengerjaiku…..

__ADS_1


“aku serius dengan tawaranku tadi,,, “ ucap Kak Neta lalu bangkit dan berjalan meninggalkanku..


Eh,,? Sial,, aku tidak mengerti dia beneran serius atau cuman bercanda dengan ajakannya,,, bukankah dia tadi bilang sudah meninggalkan kehidupan liarnya..?


__ADS_2