Kisah Cinta

Kisah Cinta
HILANG DALAM KEGELAPAN 3


__ADS_3

Astaga apa itu ? Aku kaget melihat seseorang tidak jauh dari tempat kami berdiri.. .. seorang wanita berambut panjang sedang berdiri dengan satu tangannya berpegangan pada pohon.


“ada orang.. Ada orang.. ..” ucap Amel


“siapa wanita itu…?” tanya Adit


“mungkin penduduk sekitar…” jawab Ressa


Sepertinya bukan, seingatku saat melewati daerah perbukitan ini dengan Kereta gantung, aku tidak melihat rumah penduduk sama sekali…


Tiba² Winry memegang tanganku kuat.. pandangannya tertuju ke wanita itu,


Wanita Itu terlihat menunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya..


“Bu’…. Ibu tau jalan menuju penginapan…?” ucap Ressa mencoba bertanya pada wanita itu…


Tapi wanita itu masih terdiam dan tertunduk..


Sampai tiba² wanita itu mengangkat kepalanya,, dia melihat kami dengan kedua mata merah yang menyala … wajah wanita itu rusak penuh darah sedang tersenyum kepada kami…sedetik Kemudian wanita itu berjalan cepat menuju kami…


“AAAAAAAA……….”


“LARIIII LARIII……” teriakanku langsung direspon semuanya.. kami membalikkan badan dan berlari berpencar ke segala arah.. kulihat Adit sempat menggendong Mira….


Ressa dan Amel berlari ke sebelah kiri… Adit dan Mira di gendongannya berlari ke sebelah kanan.. Sedangkan Aku dan Winry berlari lurus kedepan dengan tetap bergandengan tangan…


Dengan sekuat tenaga aku dan Winry berlari.. kulihat kebelakang, wanita itu tetap mengejar kami.. Pandangan yang gelap dan jalan yang terjal membuat kami beberapa kali menabrak pohon dan tersandung akar pohon yang mencuat dari dalam tanah…


Aku dan Winry berhenti berlari dan bersembunyi di balik pohon…. Nafas kami tersengal, Winry sampai batuk²…


Dengan Bersamaan kami menoleh ke belakang dibalik pohon.. Wanita menyeramkan tadi sudah tidak kelihatan….


Fiuhh…… Wanita itu sudah tidak mengejar kami…


Beberapa detik kemudian kabut yang tadi sudah hilang kini muncul lagi disekitar kami… tiba² kami mendengar suara yang menyeramkan seperti suara yang ditimbulkan oleh tenggorokan srigala saat menanti mangsanya, suara itu terdengar dari arah atas kami…. Reflek aku dan Winry melihat ke atas..


“waaaaaaaaaaaa……….”


Aku dan Winry langsung berteriak sekencang kencangnya….


Wanita menyeramkan yang tadi mengejar dibelakang kami kini menempel di pohon seperti cicak diatas kami dengan kepala di bawah sedang melihat tajam ke arah kami dengan mata merahnya.


Lalu kami berlari lagi dengan sekuat tenaga.. kami begitu ketakutan diteror wanita itu..


Tiba² gandengan Winry di tanganku terlepas… Dia terjatuh jauh di belakangku…. Waktu kulihat kebelakang, kabut dan wanita menyeramkan tadi sudah dekat dengan tubuh Winry yang terjatuh ditanah..


“Lari seniorr.. Lari……” teriak Winry padaku….


Hah…? Haruskah aku meninggalkan Winry…?


Saat aku masih berpikir tindakan apa yang harus kulakukan, tubuh Winry sudah tidak bisa terlihat karena tertutupi kabut yang sangat pekat.


“Winry…….” aku berteriak memanggilnya. ….


Tapi kabut itu tetap berjalan menuju arahku.. Oh sial…. Reflek aku kembali berlari sekuat tenaga…


Apa yang terjadi denganmu Win? Kenapa semuanya jadi seperti ini…. Tiba tiba kakiku tersandung sesuatu dan tubuhku jatuh terperosok kedepan….


Saat aku melihat kebelakang dengan posisi tubuhku yang masih tiduran di tanah.. kabut pekat itu menerjangku…


Seketika keadaan sekitar menjadi sangat sangat dingin… tubuhku seperti membeku dan susah bernafas.. tubuhku susah digerakkan, dan nyaris tidak bisa bergerak sama sekali…. dengan susah payah aku bergerak merangkak untuk bersandar di pohon yang ada didekatku… nafasku masih begitu berat… kulihat sekeliling ke arah pepohonan, tidak kutemukan wanita menyeramkan itu…


“TIDAK…….”


“KEMBALI…..”


Samar² kudengar suara rintihan seorang wanita…


“TIDAK…….”


“KEMBALI…..”


Suara Siapa itu? Suara itu bukan suaranya Ressa, Amel, Winry ataupun Mira, dan sangat bukan suaranya Adit… .. Suara seorang wanita yang lebih dewasa dariku..


“TIDAK…….”


“KEMBALI…..”


Suara wanita itu terdengar begitu pedih, dia merintih dan menangis..mendengar Suaranya Membuatku seakan ikut merasakan kesedihannya..


“TIDAK…….”


“KEMBALI…..”


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


Tiba² suaranya terdengar sangat keras dan sangat nyaring…. membuat telingaku sakit saat mendengarnya.. kututup telingaku dengan kedua tanganku.. tapi suara wanita itu tetap bisa kudengar dengan jelas.. seolah olah suara itu berasal dari dalam tubuhku….


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


suara teriakan wanita tadi juga terdengar begitu dekat..


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


Suara yang awalnya merupakan suara wanita, tiba² berubah menjadi suara seorang yang sangat berat dan menyeramkan….


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


“TIDAAAAAAAAKKKK……”


“KKKEEMMBBAALLLIIII….”


“arrrgghhhhhhhb…….” telingaku sakit sekali, dan aku juga semakin susah bernafas….. .


“tolong aku…….hiksss..”


Suara menyeramkan yang sangat keras tadi berubah lagi, sekarang terdengar seperti suara wanita yang meminta tolong dan menangis.


“tolong aku….”


Nafasku sudah kembali normal… tubuhku sudah bisa bergerak…


“tolong aku….”


Aku melihat sekeliling mencoba mencari asal suara wanita yang meminta tolong itu….


Waktu aku melihat ke belakang pohon tempatku bersandar,, aku terkejut melihat gundukan tanah dengan nisan batu diatasnya…. aku langsung teringat perkataan mas² teknisi kereta gantung tentang adanya makam di hutan ini….. Sial… Sial…..


“tolong aku..”


“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”


Wanita yang bersuara minta tolong tadi kini berteriak sangat kencang…


kemudian sunyi. … Tidak ada suara apapun…


Apa yang terjadi ?


Lalu tiba² angin berhembus sangat kencang menerjang daerah di sekitarku….


Deg


Aku melihat sesuatu di pohon yang tepat ada dihadapanku… tangan? Aku melihat lengan yang menyeramkan sedang merangkul pohon itu, dengan darah disetiap ujung ujung jarinya menetes ke tanah… aku melihat ke pohon yang lain, pohon itu juga ada lengan yang merangkulnya.. … pohon² yang lain juga…..


Tiba² sesuatu menembus pohon..


Deg


Wanita menyeramkan yang tadi mengejarku sekarang tepat dihadapanku….

__ADS_1


Siapapun atau apapun dia, kini sedang berjalan mendekatiku…. tiba² nafasku kurasakan berat lagi.. tubuhku tidak bisa bergerak lagi…. Oh tidaak….


Deg


Deg


Wanita itu semakin dekat….


” jangan mendekat… Pergi…… ” ucapku pada wanita itu…


Deg


Deg


Tapi dia tetap tidak mau berhenti.. dia masih berjalan pelan menuju arahku dengan wajah yang sebagian besar tertutupi rambutnya, hanya menyisahkan satu mata merah menyala…..


Apa yang akan dilakukannya padaku..?


” yameroooooo….. Yamerooooo….. ”


Tidak ada salahnya dicoba,, barangkali dia setan Jepang.. Hehe… tapi tetap… Dia masih berjalan menuju arahku….


Deg


Deg


Aku sangat ketakutan,


“PERGIIIII… JANGANNN MENDEKATT.. …..”


Buset dia tidak mau berhenti… masih mendekatiku….


Deg


Deg


Wanita sudah sangat dekat dengan kedua lengannya diregangkan kedepan kearahku,,


” AAAAAAAAAA PERGIIIII….PERGIII… ”


Deg


Deg


Deg


Aku hanya bisa pasrah saat wanita menyeramkan itu sudah tepat berada dihadapanku… sangat dekat hingga begitu jelas betapa menyeramkannya sosok wanita ini….


Aku sampai tidak bisa berkata apa² lagi….. Dengan mulut terbuka aku memandangi makhluk menyeramkan ini……


Tiba² suasana dingin daritadi yang kurasakan berubah menjadi hangat… kubuka mataku, aku melihat cahaya yang sangat terang dari arah samping…. cahaya putih itu mendekati tubuhku…


Saat cahaya putih itu sudah dekat dengan tubuhku.. wanita menyeramkan tadi langsung sirna, hancur dan menghilang bersamaan dengan hilangnya kabut yang menyelimuti daerah disekitarku. nafasku kembali normal.. . dan bisa kugerakkan tubuhku lagi.. ….


Cahaya putih itu masih ada didekatku… samar² aku melihat apa yang ada didalam cahaya putih itu…


Wanita ?


Ya.. Aku melihat seorang wanita berdiri di balik cahaya itu… Ternyata cahaya yang sangat terang itu berasal dari semacam lentera yang dibawanya.. … aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang memakai baju terusan putih panjang itu.. tapi kulihat dia tersenyum kepadaku.. lalu wanita dan cahaya itu melayang begitu cepat di kegelapan Hutan..


Siapapun wanita itu dan makhluk dari jenis apapun dia… aku sangat tertolong dengan kehadirannya… Aku baru sadar, malam itu juga saat kereta gantung yang aku tumpangi dengan Kak Neta berhenti… aku juga melihat cahaya putih berjalan sangat cepat masuk kedalam kabut… dan kemudian kabut itu hilang lalu kereta gantung kembali menyala…


Jadi dia menyelamatkanku dua kali..


Aku masih ngos²an rebahan ditanah, tidak kusangka aku akan mengalami hal spiritual dan terorr seperti itu.. apakah ini mimpi…? Kalau misalkan mimpi… Ini merupakan mimpi terburukku….


Aku langsung bangkit,, aku harus segera menemukan Winry dan teman² yang lain… aku berjalan ke arah wanita berbaju putih tadi melayang…


Sekitar sepuluh menit aku berjalan akhirnya aku melihat mereka… semua teman²ku, mereka sedang berkumpul duduk lesu tertunduk di tanah.. semuanya lengkap termasuk Winry…..dan dia pertama kali melihatku… dia langsung berlari ke arahku dan memeluk tubuhku….


“kamu gpp…?”


“aku mengkhawatirkanmu senior….” ucap Winry


Teman² yang lain juga ikutan berdiri, kecuali Mira yang hanya bisa duduk di tanah karena kakinya terkilir…. mereka semua memeluk tubuhku dan Winry…


“syukurlah kalian semua tidak kenapa²….”


Lalu kami semua saling bercerita apa yang kami lalui setelah berpencar tadi… aku menceritakan semuanya tentang wanita menyeramkan dan wanita yang menyelamatkanku… ternyata setelah berpencar tadi, semuanya juga dikejar dan diteror wanita yang menyeramkan itu… dan mereka juga diselamatkan wanita bercahaya putih tadi .. Aku masih penasaran dengan wanita yang menyelamatkan kami….


“ayo kita jalan lagi….”


“jalan kemana Dit..? Kita bahkan tidak tau arah yang benar itu dimana…”


“pokoknya kita harus tetap jalan… Aku yakin disana itu arah yang benar..” Adit menunjukkan suatu arah didepan..


“gakk.. Kita harus tetap disini.. Lebih baik kita menunggu pagi dan melihat arah terbitnya matahari…”


“apa kamu gila..? Kalau setan itu datang lagi gimana…?” ucap Adit sedikit membentak…


“kalau kita semakin tersesat bagaimana Dit…? Kamu gak lihat kegelapan itu..? ” ucapku pada Adit yang juga agak membentak padanya….


“sudah.. Sudah jangan ribut…” Ressa menenangkan kami


“tidak akan tersesat.. aku yakin itu jalan yang benar… kita harus segera jalan lagi.” Adit tetap bersikeras kalau kami harus jalan…


“kita tetap disini… tidak boleh ada yang pergi…”


“ohh.. oke. Kalau kamu mau tetap disini… ayo guys kita tinggalkan pengecut ini disini….” bentak Adit


Adit berjalan beberapa langkah dengan menggendong Mira…


Tapi, Ressa, Amel & Winry tidak ada yang bergerak mengikutinya…. Mereka semua diam…


“kenapa Kalian semua diamm..? Ayo jalan….” perintah Adit


“aku tetap disini Dit….”.. ucap Ressa diikuti anggukan oleh Amel


Ressa dan Amel memilih bertahan denganku disini.. lalu Winry berjalan menuju Adit… apakah Winry akan ikut Adit..?


“Kak Adit… tolong turunkan Mira disini….! Pergilah tanpa membawa Mira. ” ucap Mira


Kalian ini kenapa sih…..?” lalu Adit menurunkan Mira…


“kalian semua pengecut…. kalian akan membusuk disini…” ucap Adit kesal


“Dit…. Adit…..” aku mencoba menahannya.. tapi dia tetap pergi meninggalkan kami…


Ohh.. Sial…..


Kami berlima duduk ditengah² hutan yang gelap ini.. Merenungi nasib kami disini.. Winry sedang duduk dengan Mira yang tidur di pangkuannya.. Ressa dan Amel duduk sambil memeluk kakinya sendiri…


Apa keputusanku benar untuk menunggu pagi disini ? Atau seharusnya kami ikut dengan Adit?


“hiks… Hiks…..”


Aku mendengar Ressa terisak…. Kuhampiri tubuhnya… Dengan duduk dihadapannya..


“kenapa Ress…?”


“hikss… karena aku kita tersesat di hutan ini… Hikss.. karena aku kita dikejar kejar setan… dan karena aku kamu dan Adit bertengkar…. Dan meninggalkan kita .” ucap Ressa yang sedang menangis


Kupegang tangannya..


“Sudahlah Ress. Kamu tidak salah… …..”


“aku takut Ga… aku takut tidak bisa pulang….hiks…” ucap Ressa


Ya.. kita semua takut tidak bisa kembali lagi… takut tidak bisa bertemu lagi dengan keluargaku, Rein., Alexa… aku juga takut tidak bisa bertemu Adit lagi….


” sudah jangan sedih… semuanya akan baik² saja…… ”


Semoga….


“Ressa jangan nangis….” Amel mendekati tubuh Ressa dan memeluknya.. .


.


.


Beberapa jam setelah kepergian Adit.. suasanya sudah tenang… Ressa dan Amel bersandar di sebuah pohon.. Mereka memejamkan mata… Aku harap mereka bisa tidur… sedangkan aku sedang duduk dengan Kepala Winry bersandar di pundakku… matanya juga terpejam… Mira juga tertidur dipangkuan Winry… Kami semua telah mengalami malam yang sangat berat dan melelahkan…


Aku melihat suasana sekitar.. malam yang dingin masih menyelimuti hutan ini… aku dari tadi masih tetap terjaga.. menunggu pagi yang tak kunjung datang…


Satu jam selanjutnya aku masih tetap terjaga… Sebenarnya tubuhku capek dan lelah… tapi aku sama sekali tidak bisa tidur… aku masih berharap pagi segera datang.. tapi kenapa pagi yang kutunggu tak juga kunjung datang..

__ADS_1


“tidurlah Senior….” tiba² Winry terbangunnn..


Aku menggelengkan kepalaku… Dia lalu memegang kepalaku… Kepalaku dituntunya turun ke paha satunya… tubuhku kini rebahan di tanah dengan kepalaku ada di paha Winry… dia mengusap usap rambutku…


“lepaskan sejenak semua bebanmu,,,” ucap Winry


Usapan² Winry membuatku nyaman. akhirnya akupun tertidur……


.


.


Entah berapa lama aku tertidur… tapi aku dibangunkan Winry. ..


“Seniorr.. bangun…”


Dengan sangat berat aku membuka mata.. kulihatt keadaan sekitar sudah mulai terang… pagi akhirnya datang. . aku melihat ke wajah Winry. dia tersenyum… Kemudian berucap…


“Mereka datang…..” ucap Winry


“Mereka….?”


“anak…. Anakk……”


” halo….. anak… Anak….”


Samar² aku mendengar suara keramaian dari kejauhan… …


“Regaaa…”


Mereka memanggil namaku… Akhirnya dari kejauhan aku melihat segerombolan orang… Tidak terukur betapa senangnya aku melihat orang² itu….


“DISINIIIIII TOLONGGG DISINIIII….” Aku berteriak sangat kencang pada mereka…


“TOLONGGGGG……”


Teriakanku membuat Amel, Ressa dan Mira terbangun… mereka langsung ikutan berteriak…


Mendengar teriakan kami… segerombolan orang tadi langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah kami..


“Disana… Disana…..”


Dan akhirnya beberapa orang pertama sampai di tempat kami, dan memeriksa keadaan kami…. beberapa orang dengan seragam orange bertopi datang membawa tas.. …. aku menolak diperiksa..


“tolong dia dulu….” aku menyuruh orang tadi memeriksa Mira..


“Rega…..?”


“Pak Dirga….”


Ternyata Pak Dirga ikut dalam rombongan pencarian…


“Syukurlah kalian tidak kenapa²…..” ucap Pak Dirga


.


.


Akhirnya kami semua bisa kembali ke penginapan dengan selamat.. Mira dibawa dengan tenda menuju ke penginapan ini…


Suara tepuk tangan dari para siswa lain mengiringi rombongan masuk ke dalam pencarian…. ternyata mereka semua masih disini.. Mereka begitu kelihatan senang melihat rombongan team pencari berhasil menemukan kami…. Mereka membentuk barisan mengiringi langkah kami menuju pengipanan…


Tapi pandanganku tertuju ke salah satu anak… anak itu langsung berlari ke arahku dan merangkul tubuhku…


“ternyata kamu benar Dit….maafkan aku tidak percaya padamu.. ”


Yap.. Ternyata Adit sudah sampai duluan… ternyata jalan yang dikatakan Adit adalah jalan yang benar… dan Kata Pak Dirga.. Adit menunjukkan lokasi tempat kami berhenti ke team pencari….


“gak Bro… jalan yang kulalui sangat berat.. cewek² itu tidak akan bisa melaluinya… maafkan aku semalam sudah kasar padamu dan pada mereka semua.. …” lirih Adit


“Aditt……..” Ressa datang ikutan berpelukan dengan kami…. lalu satu lagi… Amel meskipun malu² akhirnya dia ikutan berpelukan dengan Kami… akhirnya kita berkumpul lagi..


Ressa dan Amel tak henti²nya menangis bahagia bisa berkumpul lagi… aku dan Adit juga sempat terharu….


Saat kami sedang dikerumuni teman² yang lain,, tiba² seseorang menarik tanganku pergi agak menjauh dari kerumunan itu…


“kukira kamu tidak akan pernah kembali…..” ucap Kak Neta padaku…


“hehe…”


“kamu masih punya hutang dua hari denganku…” ucap Kak Neta pelan


Hadeeeehh… masa’ cuman itu yang ada dipikirannya… kemudian dia memelukku sangat erat..


“aku sangat benci dia melakukan seperti ini….” ucapku dalam hati..


Selepas Kak Neta pergi.. Gantian Dio Ketua Kelas mendatangiku… “akhirnya kalian Kembali….”


“aku juga tidak menyangka bisa kembali….”


“asal kamu tau,, Kemarin Pak Dirga memutuskan untuk semua para siswa berangkat duluan Meninggalkan kalian… Dan hanya menyisahkan beberapa guru untuk tetap tinggal mencari kalian,, tapi kami semua para siswa dan beberapa guru termasuk Kak Neta sepakat tidak mau kembali sampai kalian ketemu….” jelas Dio


Astaga… aku merinding mendengarnya… Semuanya sangat peduli dengan kami. aku jadi terharu…


“lain kali hilangnya agak lama’an ya Ga… biar semua siswa tidak pusing pelajaran…. hahaha” ledek Dio


Tiba² aku melihat beberapa orang dan guru sedang mendorong tempat tidur yang ada rodanya khas tempat tidur rumah sakit,, diatas tempat tidur itu Ada Mira sedang berbaring.. Dan dibelakang orang² itu ada Winry yang mengikuti mereka…


Reflek aku memanggil Adit yang sedang ngobrol dengan beberapa Teman yang lain..


” Dit……. ” sambil menunjuk ke arah Mira…


Sontak aku dan Adit menuju Mira dan Winry… Adit menuju Mira dan ikut membantu mendorong tempat tidur itu Sambil ngobrol dengan Mira… Sedangkan aku,.. Aku menahan langkah Winry….


” Mira mau dibawa Kemana? ”


” ehmm… kita mau terbang pakai helikopter agar Mira lebih cepat sampai Rumah Sakit.. ” jawab Winry


Widihh… keren bisa naik Helikopter


” kita..? Kamu juga ikutan…? ”


” yupp.. Mira memintaku menemaninya… ” jawab Winry


” baiklah.. jaga diri ya….! ”


” siap Senior…. Sampai ketemu lagi.. ” Winry tersenyum padaku….


” bye… Junior….. ” mendengar ucapanku Winry tersenyum lagi… kemudian dia menyusul Mira.


Tak lama setelah Winry berlalu, Sebuah helikopter melintas sangat dekat di atas kepalaku menjauhi penginapan ini…..


.


.


Dan akhirnya kami semua berangkat setelah makan siang bersama, aku dengar kabar kalau Mira baik² saja dan segera bisa kembali ke tempat asal esok hari.. syukurlah.. … rombongan bus sudah meninggalkan penginapan ini… walaupun telat sehari.. tapi kami semua senang bisa kembali…..


Sempat kuceritakan apa yang kami alami selama di hutan kepada orang² yang ikut mencari kami….


Menurut legenda orang tua mereka,, dulu dipantai itu ada seorang wanita yang selalu menunggui kekasihnya yang sedang berlayar.. hanya ditemani sebuah lentera, tiap hari siang dan malam wanita itu masih setia menunggu dan berharap kekasihnya segera datang dari laut… tapi setelah sekian lama ditunggu, pria itu tak kunjung kembali…. sampai akhirnya warga menemukan wanita itu sudah meninggal dan warga menguburkannya di dalam hutan…. Aku terkejut mendengar cerita orang itu…


Jadi makam yang kulihat di hutan itu adalah makam wanita yang membawa lentera itu… wanita itu melindungi kami dari gangguan dan teror dari segala makhluk jahat penunggu hutan. Mungkin kami tidak sadar kalau sudah mengganggu ketenangan makhluk² gaib di dalam hutan,, kami dengan santainya masuk ke hutan itu tanpa permisi dan bercanda disana… hehe.. seharusnya kita tidak main² dan bertindak konyol dimanapun tempat yang kita kunjungi…. setinggi apapun derajat kita, kita adalah tamu di tempat itu… dan sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan, setiap tamu yang datang harus permisi dulu sama tuan rumah… kalau tidak, si empunya rumah akan tersinggung dan marah..


Tapi bisa juga memang karena makhluk² gaib di dalam hutan itu memang jahat,, menggangu siapapun yang datang ke hutannya..


Aku menghela nafas kuat di dalam bus.. Ressa sedang bersandar di pundakku…


Akhirnya usai sudah kegiatan wisata ini.. berbagai kejadian tidak terduga aku alami selama kegiatan ini.. Susah, senang, ceria, bahagia, sedih, takut melengkapi hari²ku selama kegiatan ini… dan semua itu tidak akan pernah terlupakan… dan pasti juga tidak akan terlupakan bagi Ressa, Adit, Amel, Winry dan Juga Mira…. aku sangat bersyukur kami semua baik² saja setelah melalui malam yang penuh dengan teror itu…


“Wisata kali ini memang benar benar GILA…”


“hmm…? Siapa yang Gila…?” Ressa mendengar ucapanku….


Aku tersenyum padanya dan kukecup bibirnya yang merah..


“ehhh…? Wahhh.. Kesurupan nih anak…. Husssss..husssss….”


” hihihi… aku setaaaan….. ”


” hahaha… setan kok ngaku…. ” ucap Ressa


Aku menggelitiki tubuh Ressa..


” Waaaaa tolonggg… Setannya mesum… ” bisik Ressa

__ADS_1


Kami berdua bercanda sepanjang perjalanan pulang…


__ADS_2