
Masih di malam yang sama ketika aku dan Rein berkunjung ke rumah ini, rumah sementara yang ditempati oleh Resty dan Adiknya, jauh dari keramaian ibu kota dan jauh dari rumah para penduduk yang lain. Rumah tetangga terdekat jaraknya sekitar 1km dari sini, itupun masih sebuah deretan rumah kosong belum dihuni. Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya,daerah sekitar rumah ini adalah Suatu kawasan perhutanan dan persawahan yang sepi, jika kalian membuka pintu belakang Rumah ini, kalian akan disapa oleh deretan Pohon pohon tinggi mulai dari yang batangnya berdiameter kurus sampai dengan pohon dengan diameter yang sangat lebar. Kalian juga akan melihat lebatnya tanaman liar dan semak semak khas hutan tropis di belakang rumah, sangking lebatnya, kalian pasti akan berpikir dua kali untuk melewati semak semak tersebut.
Kalau aku melihat semak² seperti itu, aku selalu berpikir kalau ada seekor ular yang sedang menungguku dibalik semak² itu.. kebanyakan memang hewan reptil seperti ular akan bersembunyi atau bahkan berkamuflase menunggu mangsanya mendekat lalu menerkam mangsanya secara tiba tiba saat mangsanya tidak siap. Sungguh teknik membunuh yang curang, seperti seorang assassins berdarah dingin.
Tapi aku yakin daerah sekitar yang sepi dalam tiga tahun mendatang akan menjadi kawasan yang cukup ramai. Lahan sawah dan perhutanan disekitar daerah ini akan berubah menjadi kawasan komplek perumahan megah, terlihat dari papan iklan yang banyak ditemui di kanan kiri jalan saat menuju kesini yang berisi tentang pembangunan sebuah komplek perumahan elit dan bisa mulai dicicil dari sekarang bagi siapapun yang berminat tinggal di perumahan tersebut nantinya. Bahkan di beberapa titik tertentu pembangunan sudah mulai dilakukan, truk truk besar pembawa material sering kutemui lalu lalang di kawasan ini. Mungkin 3 tahun yang akan datang rumah ini juga sudah tidak ada lagi.
Menurutku pribadi, pengalih fungsian kawasan hutan menjadi sebuah komplek perumahan sangat disayangkan. Seakan mereka tidak mempedulikan dampak yang akan ditimbulkan. Misalnya hutan yang ditebangi akan mengakibatkan air hujan tidak bisa lagi diserap oleh akar akar pohon dan daerah resapan air akan semakin berkurang. Akibatnya adalah banjir yang akan menimpa kawasan yang lebih rendah, yang pasti semakin merugikan masyarakat sekitar. Sedangkan yang diuntungkan adalah para pemilik modal dan pembuka lahan yang menangani proyek untuk membangun perumahan yang semata mata bertujuan pada profit atau keuntungan mereka.
Pertumbuhan jumlah penduduk memang tidak bisa dihindari, membuat kebutuhan atas tempat tinggal juga semakin bertambah. Tapi setidaknya pemerintah harus bisa mengontrol pembangunan pembangunan ini, jangan begitu mudah memberikan ijin pembangunan di kawasan kawasan yang akan berdampak pada rusaknya lingkungan.
****,,,,aku sudah seperti seorang mahasiswa aktivisss berkantong tipisss yang sok sok-an berpikirian kritissss apalagi mengenai kebijakan kebijakan pemerintah yang kurang etisss bagi masyarakat yang hidupnya masih kembang kempisss,, nah loh, malah nge-rap,,, wkwkwk. Apapun alasannya, kita bersama sama harus turut serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, karena lingkungan dan bumi ini adalah warisan untuk anakku dan Meta nantinya,, eh salah..maksudnya, warisan untuk anak cucu kita nantinya. Hehe semoga pengembang perumahan ini sudah memikirkan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.
Hmm.. Pantas saja Resty memilih Rumah ini sebagai tempat tinggal sementara untuk Ressa. Rumah yang sangat tepat untuk menyembunyikan seseorang karena lokasinya yang terpencil di pinggiran hutan, bahkan seorang Danu dengan resoursce –nya yang unlimited pun tidak bisa menemukannya. Walaupun agak serem sih saat malam tiba, karena di malam yang dingin suasananya begitu sunyi sepi dan mencekam. Belum lagi suara-suara binatang malam seperti lolongan anjing dan suara yang kuyakin itu adalah suara burung gagak serta suara suara serangga malam yang semakin menambah kesan mencekam suasana di malam hari.
Pengalaman selama satu minggu menginap di rumah ini walaupun di luar dan di dalam rumah sama sama gelap saat malam, tapi selalu ada Resty yang menemaniku di kegelapan di dalam rumah ini, lebih spesifik lagi, di dalam kamar ini. Disaat kebanyakan orang akan menggunakan waktu malam untuk istirahat dan tidur, tapi tidak denganku dan Resty, setidaknya tidak untuk satu minggu berturut turut. Udara malam yang dingin tidak lagi terasa karena timbulnya percikan api gairah yang terjadi diantara kami berdua, diatas tempat tidur kami saling berperlukan dan menghangatkan satu sama lain, saling menempelkan dan menggesekkan kulit polos tubuh kami yang sudah tak berkain sama. Suara-suara binatang malam masih kalah dengan suara rintihan dan ******* kami berdua yang sedang berusaha menggapai puncak kenikmatan. Tidak cukup puas hanya sekali, kami akan mencari puncak kenikmatan yang lain lagi dan lagi, sampai tidak bisa terhitung lagi berapa puncak yang sudah kami lalui. Kadang kami berdua tidak menyadari jika telah melakukannya sepanjang malam hingga hangat cahaya matahari muncul mengusir dinginnya kegelapan. Dan selama satu minggu itu pula tiap pagi Ressa selalu menggodaku dan kakaknya.
Oiya.. Resty dan Ressa sedang berada di ruang tamu, mereka sedang asyik mendengarkan Rein bercerita tentang apa yang terjadi siang tadi di apartemennya Resty. Cerita Tentang betapa kerennya aku membuat Danu dan pengawalnya tidak bisa berbuat apa apa dan tidak akan berani lagi mengganggu kami hahaha,.. ah tapi tidak mungkin Rein bercerita seperti itu.. pasti dia tidak menceritakan bagian bagian yang keren kepada Resty dan Ressa, yang ada Rein akan menceritakan aksi aksiku yang konyol. Aku bisa mendengar suara tawa mereka bertiga yang terdengar sangat nyaring dari tempatku berada.
Jika mereka bertiga berada di ruang tamu, aku sedang berada di kamar tidur bermesraan berdua dengan Meta, walaupun hanya melalui panggilan video.Hampir 1 jam kami bertatap muka melalui layar handphone sambil aku bercerita tentang apa yang terjadi tadi siang, sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya karena alasan menunggu situasi aman dan memastikan Danu tidak melakukan aksi lagi. Aku tidak ingin Meta terlibat masalah ini, sebenarnya aku juga tidak ingin Rein ikut²an menampakkan dirinya pada Danu. Tapi Rein sendiri yang memaksa untuk ikut terlibat, katanya dia ingin memastikan keadaanku baik² saja. Aku sih yakin setelah kejadian tadi siang, Danu tidak akan berani mengusik kami karena aku sudah mengancam akan membocorkan semua rahasianya jika berani berani mengganggu kami.
Kulihat sekilas jam di dinding sudah menunjukkan waktu tengah malam kurang dua puluh menit.
“yasudah sana tidur,, sudah malem Bee.. besok akan kuceritakan semuanya secara lengkap… ” perintahku kepada Meta.. tapi dia malah cemberut.
“datanglah kesini, Tidurin aku..!” ucap Meta dengan tatapan menggoda sambil berbaring di tempat tidur.
“Apa kamu tau tiap hari aku mencemaskanmu, khawatir denganmu, aku takut kehilanganmu Bee.. tadi kamu bilang semuanya sudah berakhir.. Kenapa aku masih tidak bisa bertemu denganmu?” lirih Meta
“Bee.. Besok kita kan ketemu… “
” kenapa nggak malam ini ketemunya? Temenin aku tidur,.. Kenapa harus menginap disana. ?”
Ucap Meta lagi² cemberut..oiya, Meta sudah kembali ke apartemennya, Kak Neta diusir sama dia.
“cuma malam ini sayang.. karena besok pagi ada teman yang datang kesini.. nanti siangnya aku akan menemuimu.. janji…!”
” Teman..? maksudmu menemani Resty..?” ucap Meta dengan penekanan nada bicara pada kata menemani
” yaelah… Suer Bee. Lagipula aku kesini bersama Rein..apa perlu aku panggilkan dia?” ucapku membela diri, padahal percuma saja, meskipun ada Rein tidak menutup kemungkinan Rein yang akan menamaniku tidur malam ini, hehehe
” iya.. Iya.. terserah.. lakukan apapun yang kamu suka..” ucap Meta sedikit kesal..
” ya ampun Bee.. kamu masih nggak percaya..? ”
” Percaya kok,, aku serius.. lakukan apa yang kamu suka bila itu membuatmu senang,, asal jangan sampai aku tau jika yang kamu lakukan itu hanya akan menyakitiku,, dan jangan lupa dengan ucapanmu kapan hari… kamu tau kan Bee, tidak mudah bagiku untuk melepasmu begitu saja meskipun kamu mengabaikanku,, jika memang kamu tidak menginginkanku atau kamu lebih memilih Resty ataupun wanita lain bilang aja dari sekarang,, sebelum perasaanku kepadamu jatuh semakin dalam.. ” ucap Meta
Lagi lagi Meta marah²…. Tapi aku malah senyum senyum mendengar dia ngomel²..
” BEEEEEE… AKU LAGI MARAH, KENAPA KAMU MALAH SENYUM SENYUM… KAMU PIKIR AKU SEDANG NGELAWAK..?” Meta jadi semakin marah,,,
” hahaha .. Aku tau kok Bee kamu lagi marah.. Tapi aku juga tau marahmu itu ada rasanya.. Rasa sayang, Rasa Cinta dan sedikit Rasa Rindu … Aku juga kangeeeenn banget sama kamu, sangat ingin bertemu denganmu malam ini, ingin berada disebelahmu, memelukmu yang lagi ngomel², mencium bibirmu yang darti tadi cemberut.. Tapi untuk saat ini, ditahan dulu ya kangennya,, gak lama kok.. hanya beberapa jam, setelah itu kita bisa bertemu melepaskan rindu bersama dan kamu bisa minta waktuku sebanyak yang kamu mau.. ”
” beneraan…?” balas Meta
” i promise that i will do my best to serve my Queen.. ”
Akhirnya kulihat dia tersenyum,, Meta tersenyum mendengar ucapanku yang alay. … tapi memang “Queen” adalah nama belakangnya Meta,, “Maredta Filia Queen” cantik banget namanya, secantik orangnya..
“hufft.. padahal tempat tidurku malam ini akan serasa surga jika ada kamu… ” ucap Meta
” hahaha. aku sangat setuju dengan itu… ”
Kemudian Meta bicara sambil berjalan, sambil mengusahakan agar kamera handphonenya tetap bisa mengarah ke wajahnya meskipun sedikit goyang. Ternyata dia masuk ke dalam kamar mandi.. Lalu Dia memposisikan hapenya di suatu tempat diatas bathub menghadap bathub itu..
” Bee…?”
Meta tidak menjawabku, kulihat dia memutar kran Bak Mandi lalu melepas pakaiannya dan masuk kedalam bathub membelakangi handphone…
Waduh…. Meta sudah telanjang, bisa jelas kulihat lekuk tubuhnya yang tinggi putih langsing tanpa sehelai pakaian.. menunjukkan padaku bagian belakang tubuhnya, belahan bokongnya… sial… Jadi tegang.. membuatku menelan ludahku sendiri melihat pemandangan yang indah itu.. sudah lama aku tidak melihat tubuh telanjangnya Meta..sepintas aku merasa sangat sangat ingin berada di dalam kamar mandi itu sekarang juga..
Kemudian Meta membalikkan tubuhnya,dia tersenyum melihatku..sial,, dia sudah berhasil menggodaku..
” Kenapa Bee..?” ucap Meta sambil membasahi tubuhnya dengan shower,,,
” eh.. enggak.. gpp”
”Temani aku,,, aku mau berendam dulu..baru tidur. .. seharian tadi aku tidak mandi menunggu kabarmu… kalau kamu gak kuat matiin aja ya… Hihi…”
Meta menyuruhku menemaninya, hadeeh sama saja dengan menyikasku….
CKLEKKK.. Aku kaget mendengar pintu kamar ini dibuka dan langsung kumatikan panggilan video ini. Ternyata Rein yang masuk ke dalam kamar.. Rein kelihatan bingung melihatku..
” kenapa Dek..? Tegang gitu…? ” tanya Rein
” eh.. gpp kok… Hehe… ”
Lalu Rein berjalan dan beranjak ke tempat tidur disebelahku..
”kirain kamu udah tidur..btw.. kamu nggak mau tidur bareng Resty? Dia pasti ingin bersamamu malam ini, apalagi sekarang kamu dianggap seorang pahlawan baginya..bagi Ressa juga.. kedua wanita itu akan dengan senang hati mempersembahkan tubuhnya untuk pahlawan mereka…” ucap Rein disebelahku,,
“siapa tau mereka berdua mau melayanimu malam ini..” bisik Rein pelan padaku..
__ADS_1
” ehmm… Aku maunya kalian bertiga melayaniku dikamar ini.. Hahahahah” candaku bermaksud menggodanya,,,,
” hmm.. ngelunjak… Siapa takut.. baiklah ajak mereka berdua kesini.. kita berpesta sampai pagi…” ucap Rein kemudian tersenyum.
Busett.. Rein selalu berhasil membalas godaanku,..
” hehehe..”
” gak berani kaan..?” tantang Rein
” kamu beneran mau Rein..? ”
”Gak percaya.? Biar aku yang ajak mereka kesini…. ” ucap Rein lalu bangkit dari tidurnya… Langsung kutahan tubuhnya..
” eh.. Eh… Uda gila kamu Rein.. Kamu mabok yah? . ”
” emang iya… sini..” balas Rein
Kemudian Rein bergerak mendorong tubuhku.. lalu dia mencium bibirku begitu saja… buset.. Rein beneran habis minum.. bisa kurasakan aroma Wiski di bibirnya… hadeehh, pantes aja bicaranya ngasal.
” gilaa..kamu minum sama mereka berdua.?”
” mereka aku tawarin sih.. tapi mereka gak mau… Gimana? masih Mau main berempat…?” tantang Rein lagi
” Noooo.. aku bukan orang yang suka memanfaatkan keadaan… lagipula.. aku dan Resty sudah tidak bisa melakukannya lagi.. sekarang kami hanya berteman.. ”
” yakinn?kamu lupa berapa teman wanitamu yang sudah kamu tiduri..?” ucap Rein
Sial,,Rein tau semua hubunganku dengan banyak wanita.
“hehehe,, intinya aku sudah tidak bisa lagi dengan Resty….”
“ Kamu beneran melepas mereka berdua..? ” ucap Rein
Aku menggelengkan kepalaku…
” aku memilih satu….”
Dok Dok Dok
Pintu kamar digedor sangat keras, aku dan Rein sampai kaget dibuatnya.. kemudian aku turun dari tempat tidur dan membuka pintu,,,
“hmm….?”
“Siapa Dek,…?” tanya Rein
“Gak ada siapa siapa…” kupastikan lagi dengan melihat kanan kiri lorong, memang tidak ada siapa siapa didepan pintu kamar ini. kulihat kamar sebelah yang merupakan tempat tidurnya Ressa dan Resty tertutup. Mungkinkah Ressa…?
” jadi kamu memilih si langsing daripada si sexy…? kamu tidak sedang bermain main dengan mereka berdua kan Dek..? apa aku harus mengingatkan kenapa dulu aku dan Alexa bertengkar..?” ucap Rein
“tidak perlu, aku ingat kalian dulu bertengkar karena dipermainkan oleh seorang cowok brengsek.. aku..” kalimatku dipotong Rein…
“dua kali,,, kamu salah satunya,,,”
“eh,,,? masih aja ungkit masalah yang dulu dulu,,huh.. aku tidak seperti itu Rein, aku serius ingin menjadikan Meta sebagai tujuan akhir pencarian cintaku,,”
“lalu bagaimana dengan persahabatan Meta dan Resty dengan keputusanmu ini..? Resty juga kelihatan sangat mencintaimu, apakah nantinya persahabatan mereka berdua akan renggang lagi..?” tanya Rein
“beberapa waktu yang lalu mereka berdua bertengkar demi mempertahankanku,, tapi aku yakin Resty bisa berbesar hati menerima keputusanku,, Resty yang sekarang beda dengan Resty yang dulu, sekarang Resty kelihatan lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal… Sudah terlalu banyak yang dia lalui, semoga dia bisa menemukan yang lebih baik dariku…”
Dok Dok Dok
Lagi lagi pintu digedor dengan sangat kasar, lebih keras daripada yang tadi.. aku langsung turun dari tempat tidur cepat agar bisa menangkap basah siapa yang menggedor pintu. aku sangat yakin Ressa yang sedang main main denganku.
Tapi lagi lagi saat kubuka pintu kamar, tidak ada seorangpun diluar kamar… lorong rumah ini sepi banget, seketika buluk kudukku merinding… mungkin perasaanku saja, kututup lagi pintunya dan kembali ketempat tidur.
“aneh banget, gak ada siapa² diluar kamar,,,”
“mungkin Ressa, lagi iseng,,,,” ucap Rein
“aku pikir juga gitu..”
“Kamu cerita ke Ressa soal kita…?” tanya Rein
“hah..? aku tidak pernah cerita ke siapa siapa Rein kecuali Alexa.,, memang Ressa tau kalau kamu pernah mencintaiku.. tapi kupikir Ressa tidak akan berpikir jauh tentang “hubungan” kita…” aku yakin Rein paham maksudku…
“Yasudah deh,, btw,,masih ada waktu untuk merubah pilihan loh Dek,, Resty sepertinya wanita yang baik, dia wanita penyayang…,” ucap Rein
“Hmmm,, Gak akan,, dihatiku sekarang cuman ada Queen Meta seorang,,,“
“Oh yah?Dias..? apa yang kamu pikirkan tentang dia?” tanya Rein
“aku mencoba untuk tidak memikirkannya,, Dias sudah nikah,,,”
“kamu yakin,,? Kalau belum…?” ucap Rein
“kamu ini kenapa sih,,,? Kamu gak suka sama Meta…?” ucapku sedikit kesal..
“hahaha,, ciee adikku kezel.. Cuma ingin memastikan keseriusanmu dengan Meta,, kasian cewek secantik Meta yang begitu tulus mencintaimu tetapi kamunya masih ragu dengan hatimu,,,, baiklah,, sepertinya kamu sudah bisa tegas dengan hatimu sendiri.. Resty dan Meta sama sama baik, sama sama cantik,, kedua wanita itu sama sama tulus mencintaimu.. aku menyukai mereka berdua Dek,, apapun alasanmu memilih Meta aku yakin dia adalah yang terbaik.. Karena aku tau pilihanmu tidak pernah salah, sama seperti saat dulu kamu memilih Alexa..”
Ucap Rein disebelahku sambil membelaikan tangannya yang halus di wajahku… tiba² kulihat air mata Rein menetes.. Aku begitu kaget melihatnya..
__ADS_1
” Rein..? kenapa kamu menangis..?”
“aku kangen Alexa dek.. seharusnya dia yang bersamamu.. Seharusnya Alexa yang kamu nikahi..maafin aku,,karena aku, kamu tidak bisa bersama dengan Alexa,, seandainya saat itu aku tidak berkelahi dengan pembunuh itu,, seandainya saat itu Alexa tidak menolongku,, kamu pasti sekarang sudah hidup bahagia bersama Alexa..” ucap Rein sambil terisak,,
Hmm.. kenapa Rein tiba² jadi melow gini sih?.. Mungkin karena alkohol yang tadi dia minum,, memang terkadang alkohol mempunyai dampak yang berbeda beda, salah satunya membuat perasaan lebih sensitif apalagi bagi seorang wanita. Kudekati tubuh kakakku dan kupeluk dari samping,
“Kakakku sayang,,, Kalau saat itu Alexa tidak menolongmu,, aku akan sangat bersedih kehilanganmu,,, Alexa mengorbankan nyawanya untuk seorang yang sangat penting bagiku. Tidak bisa kubayangkan jika aku harus kehilanganmu, tidak ada yang menjagaku, tidak ada yang mendampingi ku disaat aku kesulitan mengisi lembaran hidupku, kamu selalu ada disampingku saat aku jatuh, mengajarkanku banyak hal, kamu adalah kehidupanku, tanpamu aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang…”
“Sudah Rein jangan sedih,, ini semua sudah Takdir Tuhan… Alexa gak pengen kita bersedih karena dia,,, Aku memang tidak bisa bersama dengan Alexa selamanya. Tapi meskipun aku menikah dengan wanita lain, Alexa sudah abadi dihatiku selamanya, dimimpiku Alexa pernah bilang kalau dia akan tersenyum senang disampingku saat aku berbahagia, dan dia akan turut bersedih sambil memelukku saat aku bersedih… sama seperti yang kamu lakukan padaku, didalam benakku aku sudah menikahinya,, dulu aku sudah melamarnya waktu aku dan dia sedang berdua didalam kamarku….”
“Makasih ya Dek, karena tidak membenciku,, aku tidak akan menyia nyiakan pengorbanan Alexa,, seperti janjiku kepada Alexa, sampai kapanpun aku akan selalu menjagamu,.. takkan kubiarkan hal yang sama terjadi padamu, meskipun harus mengorbankan nyawaku,,,, tunggu dulu,,, kapan Alexa pernah kerumah…?” ucap Rein
Eh..? oiya lupa,, saat itu Alexa menyusup malam malam kerumah tanpa sepengetahuan Rein…
“ehh,,anu,, intinya kamu jangan pernah merasa bersalah,,kita berdua tau siapa yang harus disalahkan atas kepergian Alexa..”
selama beberapa saat Rein masih bersedih merindukan Alexa. Walaupun sudah bertahun tahun berlalu, tapi kenangan pahit itu masih akan terus menghantui kami berdua. Sejak kejadian itu bukan aku saja yang berduka dan depresi atas kepergian Alexa, Rein juga merasakan hari hari yang berat setelah kepergian Alexa. Duka atas kehilangan Alexa begitu terasa bagi kami berdua. Meskipun tidak sampai depresi sepertiku, disaat saat tertentu Rein juga bersedih dan menangis di dalam kamarnya,, Rein sangat menyesal Alexa harus pergi mengorbankan nyawa untuknya, penyesalan Rein semakin besar saat dia mengingat jika selalu berpikiran jahat kepada Alexa selama Alexa masih hidup. Semua itu semakin membuatnya merasa bersalah,,, padahal seharusnya yang patut disalahkan adalah Galih.
Maut, jodoh dan Rezeki setiap manusia memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, tapi bukankah Galih harus mempertanggungjawabkan perbuatan buruk yang telah dia lakukan,? setidaknya ada keadilan atas kepergian Alexa. Tapi kenyataanya tidak pernah ada keadilan untuk Alexa. Galih bebas pergi kemanapun dia mau tanpa pernah diadili, dia hidup bebas tanpa pernah merasa bersalah sedikitpun, hal Itu yang kadang membuatku marah dan emosi. Sering dulu diwaktu malam saat aku mengingat kepergian Alexa selalu diakhiri dengan keinginanku untuk mencari Galih dan menyuruhnya bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, tapi aku tidak bisa berbuat banyak untuk mewujudkannya, saat itu aku masih bocah yang lemah dan tidak berdaya, apalagi aku sama sekali tidak mengetahui dimana Galih berada. Suatu saat jika aku bertemu dengannya,,, hmm aku tdak bisa membayangan apa yang akan klakukan kepada orang yang telah membunuh Alexa.
Dok.. Dok.. Dok..
Pintu kamar diketuk lagi, tapi kali ini ketukannya pelan… kemudian terdengar suara Resty…
“EGa.. Rein kenapa? Aku mendengar dia menangis…?” tanya Resty di balik pintu…
“gpp Kok Res.. kebanyakan minum nih dia…” sautku…
“ehmm yaudah..” balas Resty
“berhenti nangisnya.. kamu membuat Resty khawatir tuh…” ucapku pada Rein..
“dia kesini bukan khawatir denganku,, tapi dia ingin kamu nemenin dia.. udah sana temuin, puasin dia… Meta gak bakalan tau kok.. kalau memang kamu tidak bisa mencintai Resty lagi, jangan buat dia bersedih,, cukup buat dia Basah” ucap Rein
Hadeehh.. denger kan? jangan salahkan aku karena meniduri banyak wanita, karena kakakku sendiri yang selalu mendorongku melakukan itu. Ckckck, tentu kalian tidak lupa saat aku SMA dia pernah memberiku kado ulang tahun seorang Lady Escort kelas atas.
“gak mau Rein…”
“kamu nih.. bilang gak mau tapi…” kalimat Rein terpotong
“tapi apa…?”
“Trying to tell you “NO” but my body keeps on telling you “YES”..” ucap Rein
Hmm..?
“Trying to tell you STOP, But your lipstick got me so out of breath..”
” I’d be waking up in the morning got me hating myself” balas Rein
“I’d be waking up feeling satisfied, but guilty as hell…”
“hahahahaha…”
Kami berdua tertawa bersama setelah “menyayikan” sepenggalan lagu itu…
“parah.. kalau Resty denger pasti merasa dan malu tuh…” ucap Rein pelan..
“hihihi. kamu sih.. ada² aja..”
“hihi.. Jadi Inget dulu waktu karaoke bareng Melly, Mira, Winry dan yang lain…tapi percuma sih ngajak Winry nyanyi, dia gak ikutan menyanyi… meskipun semua memaksanya.. tetep aja dia hanya diem di pojokan…” ucap Rein
Eh.. saat itu yah.. Aku ingat Acara itu.
“kamu belum tau kenapa Winry seperti itu? Waktu itu dia ngambek sama kamu…”
“hehh..? Kok bisa? Dia bilang kamu…?” tanya Rein.
“iya karena kamu membanding bandingkan dia dengan Alexa… waktu itu kan kamu bilang ” tidak ada yg bisa menggantikan Alexa” didepan semuanya,,,”
“loh… maksudku tidak ada yg bisa menggantikan suara emasnya Alexa… ” ucap Rein heran..
“iya aku tau itu.. tapi sayangnya Winry mengartikan ucapanmu itu kalau dia tidak akan bisa menggantikan Alexa untukku….dia merasa kalau kamu tidak suka dengannya. padahal saat itu dia sedang dekat denganku.. Winry kan anaknya peka banget sama keadaan, kalau ada hal hal yang dirasa janggal olehnya dia pasti merasakan duluan..“
“beneran aku gak bermaksud seperti itu Dek..” ucap Rein
“Waktu itu aku sudah memberikan penjelasan kepadanya.. buktinya setelah acara itu, kalian dekat..dia menyayangimu seperti kakaknya sendiri.. ”
“hmm.. itusih memang karena kakaknya Winry sendiri yang brengsek…semua keluarganya Winry itu brengsek sampai membuat Winry seperti itu…” Rein jadi berapi api mengingat keluarganya Winry..
Hufff… setelah mengingat Alexa sekarang berganti mengungkit Winry,,, jadi keinget Winry kan,,, meskipun aku tidak mengakuinya secara langsung, tapi Masa lalu sangat menghantuiku… obrolanku dan Rein tentang Winry memaksaku memutar kembali memori kejadian kejadian masa kuliahku saat bersama dengan Winry. Kisah cinta yang tak pernah terungkap, kenangan manis itu, Tentang hubungan Winry dan keluarganya, ketegangan itu, amarah itu, air mata itu, rasa sakit yang dirasakan Winry…
“Senior…..”
Aku masih ingat saat terakhir kali dia memanggilku seperti itu dengan air mata di wajahnya….
“Hei.. Hei… sudah cukup, jangan diingat ingat lagi… ” ucap Rein sambil membelai wajahku.. mungkin dia menyadari tatapanku yang kosong saat aku berselancar di kenangan masa laluku saat bersama dengan Winry..
“…jangan terlalu lama menyelam di dasar lautan, kamu akan tenggelam..segera kembali ke permukaan..tidak perlu berlama lama memikirkan masa lalu yang tidak bisa kamu upayakan,, masih ada masa depan yang harus diperjuangkan.. Meta adalah Masa depanmu.. ” ucap Rein lalu mengecup pipiku.
“Iya Kakakku sayang…”
__ADS_1