
...-POV REGA-...
Pagi tadi aku diantar kak Neta ke rumah untuk berganti pakaian dan mengambil peralatan sekolahku, Rein sudah berangkat ke sekolah,,, kemudian aku dan kak Neta melanjutkan menuju sekolah bersama. Suasana disekolah menjadi seperti dulu lagi. Semua siswa melihatku lagi dengan tatapan tajam mereka, entah apa yang ada dipikiran mereka setelah melihat kejadian kemarin. Ini semua gara gara dia, aku berharap tidak akan bertemu dengannya lagi. Tiba-tiba kurasakan pundakku disentuh seseorang.
” gimana tidurmu semalam ? Nyenyak?” tanya Adit
Kenapa anak ini tiba² seperti ini,
”sejak kapan kamu peduli dengan nyenyaknya tidurku ?”
” Eh,, ehmm,, sudah sarapan..?” tanya Adit lagi
Mungkin dia mencoba untuk tetap biasa saja denganku meskipun telah melihat kejadian kemarin..
“Dit,, aku gpp kok oke?,,,,, Kamu lihat Rein?”
“Amanda..? tadi aku melihatnya,, dia kelihatan cantik seperti biasanya.” ucap Adit
Aku dan Adit melanjutkan perjalanan menuju kelas.
”Syukurlah,, semalam aku tidak pulang kerumah.”
” Loh..? dari mana kamu semalaman..?” tanya Adit
” Bukan urusanmu, aku harus bertemu Ressa” Aku berlari mendahului Adit agar bisa segera kekelas menemui Ressa.
” Brow..!!!” panggil Adit
Sesampainya di dalam kelas aku langsung melihat ke arah belakang, Ressa sudah ada dia dikelas sedang ngobrol dengan Amel. Segera kuhampiri mereka,,, mereka berdua mencoba tersenyum melihat kedatanganku.
”Culuuunnnn.” sapa Ressa
”Regaa” sapa Amel
” Amel,,, pinjam Ressa bentar yah,,,”
ii,,iya” Segera kupegang tangannya Ressa dan kutarik keluar dari kelas.
“Eh.,.eh..,,? Mau kemana..?” tanya Ressa penasaran
Aku mengajak Ressa ke samping sekolah, kuberikan amplop berisi uang dari Kak Neta semalam kepadanya.
” Ini apa..?” tanpa menunggu jawabanku, Ressa langsung melihat isi amplop itu.
”Culuun,, kenapa kamu masih mikirin aku sih,?, pikirin masalahmu sendiri,,,” ucap Ressa
Ressa terlihat kesal aku memberikan uang itu padanya,
“Ress,, aku kan pernah berjanji padamu untuk mendapatkan uang itu, aku sudah berhasil mendapatkannya,, dan kamu bisa membeli obat-obat itu kamu masih pengen sembuh kan ?”
”Tapi,,, Aku,,,,,” ucap Ressa
” Hmm,,,? “dia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan
Kemudian Ressa memelukku, sangat erat sekalii.
” Makasih ya culun,,,” ucap Ressa
” Iya,,iya,,, Ress uda yah,,, nanti dilihat anak lain,,, ayok ke kelas”
” Bodo aku masih ingin disini.,..” ucap Ressa
Kenapa anak ini, pelukannya malah lebih erat,, lalu pelukan kami terlepas.
” Culun,, aku mau mengatakan sesuatu,,,!” bisik Ressa
“Apa..?”
”Mendekatlah..” Badan Ressa yang mungil dan pendek memaksaku untuk mendekatkan wajahku ke wajahnya, saat sudah dekat tiba² kedua tangannya merangkul leherku dan,,,
CUP
Ressa mencium bibirku, aku sempat kaget dengan aksinya yang tiba²,,, bibirnya menempel basah di bibirku,, setelah beberapa saat kusambut ciumannya,,
Beberapa saat kemudian ciuman kami terlepas,
__ADS_1
”itu yang ingin kamu katakan,,,?”
”hehehe,,, biar kamu semangat hari ini.. aku akan menciummu tiap hari sampai kamu tidak sedih lagi” ucap Ressa
Aku tersenyum mendengar kata-katanya, masih banyak yang masih peduli denganku,, mereka pasti juga khawatir melihatku bersedih, aku akan mencoba tersenyum untuk mereka, aku tidak ingin membuat mereka khawatir denganku.
”Deal. Kamu harus menciumku tiap hari, tiap jam, tiap menit,,,, “ucapku penuh semangat kepadanya,,,,
”hahahaha, malah ngelunjak” Ressa memukul pelan kepalaku pelan dengan genggaman tangannya…
Beberapa saat kemudian kami sudah di kelas, ketiga orang sahabatku Adit, Amel dan Ressa daritadi menatapku.
” Guys,, beneran. aku uda gpp”
”Serius.. uda gpp..?“ tanya Ressa kepadaku,,
Aku tersenyum pada mereka bertiga,
” Memang bener² deh Alexa itu,, Cantik wajahnya tapi tidak hatinya,, jahat banget,,, awas kalau ketemu, biar aku cakar cakar wajahnya yang sok cantik itu,,,,,,Amel,, nanti ikut aku mencari Alexa,,, aku ingin bicara kepadanya,,, Cewek seperti itu gak bisa dibiarin gitu aja.. Aku gak takut sama dia… ”
”RESSAAA.. “Adit membentak Ressa,,, kami bertiga sampai kaget.
“APA SIH DITT?” jawab Ressa
”jangan mengganggunya, biarkan dia menjalani hidupnya sendiri,,, ,, ehmm maksudku,,, Sudahlah lupakan Alexa, tidak perlu lagi memperpanjang masalah,,,, Rega juga sudah mengikhlaskannya,, ya kan Ga? “tanya Adit padaku,,,
”Kok kamu jadi belain dia si Dit,, mentang² selama ini kamu deket sama Dia.. iya,,? Jangan² kamu juga kena tipu dayanya..” ucap Ressa
”Apaan sih Res,,, sebenarnya dia itu.” ucap Adit
“APAAA.? APAAAA.. ? masih aja belain cewek jahat yang hatinya busuk itu,huh ” bentak Ressa
Hadeeeh,, Adit dan Ressa malah bertengkar..
” Dia yang jahat atau aku yang terlalu lemah? “Semuanya melihatku
”aku yang terlalu lemah atau dia yang terlalu hebat mempermainkan perasaanku..? meskipun aku tadi mengatakan kalau aku baik² saja, tapi untuk saat ini aku belum bisa sepenuhnya baik-baik saja, bagaimana aku bisa baik-baik saja setelah mengalami hal seperti itu,, meskipun aku sudah mencoba untuk melupakan, tetapi masih ada kenangan-kenangan indah bersamanya yang masih tersisa dalam ingatanku,,, walaupun itu semua hanya ilusi tetapi aku merasakannya begitu Real.. karena aku sempat berharap kepadanya, pernah menganggapnya alasan untuk kebahagiaanku di masa depan nanti. Bahkan sampai saat ini masih tersisa cintaku untuknya walaupun sangat kecil..
lihat kan ? aku yang terlalu lemah,,,, terlalu lemah untuk bisa melupakan seseorang yang sudah menyakitiku.
aku hanya butuh waktu untuk melakukan itu semua, meyakinkan diriku sendiri kalau semua itu terlarang untuk disimpan dalam diriku,,.. sampai benar benar aku bisa melupakannya dan aku yakin semua rasa untukknya sudah hilang dari diriku untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengannya, berurusan dengannya, ataupun membalas perbuatannya,,, jadi kuminta kalian tidak melakukan apa apa yang berhubungan dengan dia,”
Kulihat Adit, Ressa dan Amel tersenyum mendengar kata-kataku.. Ressa malah memelukku dari samping,,,
” Culuunnn, jadi orang jangan terlalu baik kenapa sihh, sifat baikmu ini yang bisa membuatmu kelihatan lemah dan begitu mudah dipermainkan orang lain,.” ucap Ressa
” Rega,, tidak apa² menjadi lemah, dan tidak melakukan apa,,,, itu adalah sebuah kebaikan karena rasa tidak ingin membalas perbuatan orang lain kepadamu..” sambung Amel
”hadeehh,, kalian ini cocok banget,,, kenapa gak pacaran ajasih..?” ucap Ressa
Amel tertunduk malu-malu mendengar ucapan Ressa, wajahnya memerah. Aku tau Amel menyukaiku, tapi maaf sementara ini aku tidak ingin terikat dalam suatu hubungan cinta dengan siapapun.
”Baguslah,, ehmm,, nanti malam ikut aku kencan aja yuk Ga,,, nanti biar kusuruh Mira ngajak si Winry,,, Ressa dan Amel ikutan juga yuk,,,kita jalan ke mall…,” ajak Adit
”Hmm,, boleh tu,, Reuni anak² yang tersesat di Hutan,,,, hihihi pasti seru,,,,” ucap Ressa
Amel mengangguk dan antusias mendengar rencana Adit untuk menghiburku..,,,
”Seru sih,,, tapi,,, nanti malam aku ingin mencoba bicara dengan Rein, aku ingin berdamai dengannya..”
“ohh gitu,, yauda lain kali aja… ,selesaikan masalahmu dulu,,,,” ucap Adit
”Iya gpp lain kali aja,, atau nanti aku ikutan kerumahmu.. aku bantuin ngomong ke kak Amanda,,, kita semua juga bersalah dengan kak Amanda karena telah berbohong kepadanya” ucap Ressa
”aku ikut.” ucap Amel tiba²
”kalau perlu nanti malam aku akan menemanimu tidur.“Bisik Ressa kepadaku, kulihat Adit dan Amel penasaran dengan apa yang dibisikkan Ressa kepadaku..
“ehmm ,, gak usah makasih,,, biar aku sendiri aja dulu.”
“hmm. Yauda kalau gitu maumu..” ucap Ressa
”Yoshhh,, kalau gitu nanti malem aku akan kencan berdua dengan Mira. Hahahaha..” ledek Adit
”Culuuunn,,,,,” Ressa menatapku manja,,, lalu tersenyum. Apa coba maksudnya dia seperti itu,,,?
__ADS_1
.
.
MALAM HARINYA DI RUMAH
Dari celah pintu kamarku, aku melihat pintu kamar Rein sedikit terbuka,,,, aku daritadi memikirkan bagaimana cara untuk meminta maaf kepadanya. Apa yang harus kukatakan padanya,,? Bagaimana kalau dia masih marah ?
Kuberanikan diri untuk melangkah menuju kamarnya Rein, semakin dekat semakin berdebar jantungku. Kubuka sedikit pintu kamar ini, kulihat Rein duduk di tepian tempat tidurnya sambil menghadap ke layar handphonenya.
”Rein,, boleh aku masuk?”
Dia hanya melihatku sebentar langsung melihat layar Handphonnya lagi, sepertinya baik baik saja
.. aku berdiri di dekat pintu kamarnya,
“ehm,, Rein,, selama ini aku memang bodoh,, aku minta maaf karena kebodohanku,, aku minta maaf karena tidak mendengarkanmu, tidak percaya padamu dan malah membela dia yang bermaksud untuk menyakitimu,,,, ehm,,, aku mohon kamu bisa memaafkan segala kesalahanku dan aku harap kita bisa kembali seperti dulu lagi,,,,”
Rein melihatku lagi, mata kami bertemu,,,,,, yang terjadi selanjutnya sungguh tidak terduga,,,,
PPPRRAAAAAKKKKK
Rein baru saja melemparkan handphone yang dia pegang tadi ke arah wajahku, untung aku masih bisa menghindarinya.. Handpone baru yang dikirimkan oleh papa itu kini hancur tidak berbentuk setelah menabrak tembok kamarnya Rein..
Aku shock,,,, Ternyata Rein masih marah padaku,,,
” Aku tidak mau melihatmu,,, Keluar,,,”, ucap Rein datar..
Aku tidak akan memaksanya, dia benar-benar masih marah kepadaku. Kutinggalkan kamarnya Rein,,, menuju kamarku, sampai kapan akan terus seperti ini ?
Hari Berganti,, JUMAT MALAM
Jam 12 Malam, aku duduk di sofa,,,,, menunggu Rein yang sampai malam ini belum pulang,,, tadi kulihat dia pergi memakai pakaian yang sangat mini,, langsung pergi dengan mobilnya sendiri tanpa ditemani sopir. Aku begitu khawatir dengannya.. satu jam kemudian masih belum ada tanda-tanda Rein akan pulang. Baru sekitar jam setengah 3 pagi aku mendengar mobil datang.
”Rega hoiiii,,, Regaa.”
Hmm ? suara ini? Aphrodite ?
Aku mendengar suara Melly teriak teriak dari luar,,, aku langsung keluar rumah dan melihat Rein dibantu jalan oleh Melly masuk ke dalam rumah. Astaga Rein habis minum-minum,, dia mabuk,, aroma alkohol sangat kuat tercium dari tubuhnya,,, aku membantu Melly memapah Rein,,,
”Ini dia anaknya,,, adikku yang hebat,,, hahahahaha” Rein Meracau tidak jelas saat aku dan Melly memapahnya ke kamarnya,
”Meme,,, ini adikku ,,, yang telah memperlakukanku seperti sampah. Haha,,, memangnya dia siapa berani berani melakukan itu kepadaku..” ucap Rein kepada Melly
” Kamu mabuk Rein,,,,,,”
”aku tidak mabuk, lepaskan aku,,,,,,, aku tidak sudi kamu menyentuhku lagi,, jangan merasa hebat ya hanya karena kamu sudah membodohiku” ucap Rein
.
.
Rein sudah tertidur di tempat tidurnya, kutarik keatas selimut untuk menutupi tubuhnya.. aku berjalan keluar dari kamarnya Rein,, Melly sudah menungguku disana
“aku sudah memperingatkanmu,,, jangan sampai Rein tau kamu dan Alexa berpacaran” ucap Melly
Aku hanya bisa menunduk mendengarnya,
”kamu tau, dia tadi hampir saja pergi dengan cowok yang tidak kami kenal. Amanda benar-benar kacau. Kalian harus bisa segera menyelesaiakan masalah kalian” ucap Melly
Melly akan pergi, tapi kutahan tangannya,,,,,
”tidak bisakah kamu menginap disini,,, ? Rein sama sekali tidak mau berbicara denganku,,, besok pagi-pagi aku harus ke kota sebelah,, ada keperluan selama 2 hari,,,, aku tidak bisa meninggalkannya seperti itu..”
“maaf,, aku harus pulang…..” aku pasrah mendengar ucapan Melly, aku benar benar tidak bisa jika meninggalkan Rein dalam kondisi seperti itu,,, aku juga tidak bisa membatalkan pergi ke kota sebelah,,,,,
”Hei,,,,”, Melly memelukku,,
”Semuanya akan baik-baik saja,, oke,,? Besok malam aku akan kesini memeriksa keadaannya. Apa tidak sebaiknya kamu menghubungi orang tua kalian..?” ucap Melly
”Minggu depan mereka pulang untuk waktu yang lama.”
” Baiklah,, aku pulang.. “Melly menyempatkan mengecup pipiku sekali, kemudian dia pergi
”oiyah,,, Alexa tidak seperti yang kamu pikirkan aku sudah mengenalnya sejak lama” ucap Melly
__ADS_1
Hmm.. ? apa maksudnya ? apakah maksudnya dia itu, tau kalau selama ini Alexa itu bukan cewek yang baik ? kenapa dia tidak memberitahuku sejak lama,,,?