Kisah Cinta

Kisah Cinta
FILOSOFI


__ADS_3

” yeeeeeeeeee… Pantai… indahnyaa”


Kak Neta langsung berlari menuju air laut saat kami sudah menginjakkan kaki kami di hamparan pasir putih pantai ini… dia keliatan begitu senang bisa melihat pantai. Ehmm aku juga sih, sudah sangat lama aku tidak diajak ke Pantai sama Bunda…


Pantai ini tidak kelihatan dari atas karena letaknya berada diantara deretan perbukitan dan laut, semakin menjadikan pantai ini terlihat begitu eksotis karena letaknya yang tersembunyi… sangat cocok bagi orang yang ingin mencari ketenangan karena letaknya sangat jauh dari segala kebisingan..


Dengan suasana pantai yang tenang dan nyaman, pantai ini sangat cocok dikunjungi oleh pasangan yang ingin menikmati bulan madu sambil melakukan aktivitas berjemur atau menikmati sunset… uhhhh. jadi pengen ngajak Alexa kesini… pasti seruuu bisa berlarian diatas pasir dengannya… hihi. kuambil dompetku, disana ada foto Alexa yang sengaja kuminta padanya untuk kusimpan.. foto ini yang menemani kerinduanku padanya.. menemaniku tiap malam sebelum tidur… kuambil foto itu dari dompet dan kucium wajah Alexa yang ada di foto itu.. hihihi “miss you..”


” haiiii.. ayo siniiii…. ” ucap Kak Neta dengan berteriak sambil melambaikan tangannya ke arahku.. ,, dia sedang berlari lari kecil di air.. kakinya sesekali ditabrak oleh ombak yang tidak terlalu besar… Aku memang suka melihat Pantai, tapi tidak untuk menyelam.. takut tenggelam dan dilaut ini pasti banyak ikan hiu nya…. Haha karena di usia ini aku masih bisa belum bisa berenang.. hehehe..


Kutolak ajakannya dengan gestur tubuhku yang langsung duduk diatas pasir putih ini. Yaaa kotor deh celanaku,, tau gitu tadi pakai celana pendek… kumasukkan foto Alexa ke saku kemejaku…


Ckrek


Ckrek


Ckrek


Berlagak seperti photographer profesional, Beberapa kali kuabadikan momen Kak Neta yang sedang bahagia ketemu air laut… lucu juga dia, kayak seumur hidupnya tidak pernah ketemu laut.


Ckrek


Ckrek


Aku juga memotret keadaan sekitar pantai ini, Kulihat tidak ada seorang pun disini selain aku dan Kak Neta… mungkin karena jalan menuju kesini yang tidak ada makanya sepi pengunjung. satu²nya jalan untuk bisa menuju kesini ya hanya melalui kereta gantung tadi yang tentunya begitu mahal… karena jarang dikunjungi, suasana disini masih kelihatan tetap terjaga keasriannya dan masih kelihatan asli.


” malah duduk disini… ” Kak Neta mendekatiku dan duduk disebelahku…


” hehe. enakan disini kak…”


” halah bilang aja takut ketarik ombak… gak bisa berenang kan..? ” ledek Kak Neta


Asemmm ketahuan….


Setelah beberapa menit kami hanya diam, tidak ada obrolan apapun diantara kami. Hanya memandangi ombak yang sedang bergulung gulung di tepi pantai..


” kamu anaknya pendiem ya? Ngebosenin…….” ucap Kak Neta tiba².


” eh.. Iya.. hehe” aku memang begini anaknya jika ketemu dengan orang baru, apalagi dia wanita yang lebih tua dariku. aku gak ngerti harus ngobrolin apa..


” kamu lihat garis itu? ” ucap Kak Neta


Eh..?


mataku tertuju pada garis yang membelah pandangaku antara langit dan lautan,


” garis horison, sebuah garis yang menunjukkan keterbatasan pandangan mata manusia untuk melihat lebih jauh lagi apa yang ada di balik garis itu. Jika ingin mengetahui apa yang ada di balik garis itu, kita harus berenang menuju kesana,,Sama seperti masa depan,, kita tidak dibekali kekuatan untuk meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan.. kita harus melalui hari hari kedepan untuk bisa mengerti apa yang terjadi di masa yang akan datang,, tapi sejauh apapun kita berenang untuk mencapai garis horison itu atau sejauh mana kita melalui hari² kedepan kita masih akan menemukan garis horison yang lain dan masa depan lain. kita sebagai manusia hanya bisa berharap bisa melalui hari hari itu dengan baik. ” ucap kak Neta sambil pandangannya tertuju jauh menerawang ke arah garis itu..


Ehmmm.. seperti itu yah? Seorang calon guru memang harus pintar seperti dia…


”sekarang coba deh kamu lihat ombak itu.. pelajaran apa yang bisa kamu ambil darinya.? ” tanya Kak Neta


” haaah? Ombak …? Ehmmm.. hembusan angin yang membawanya kepantai ya? ”


” hahaha… haduhh kamu nih..” ucap Kak Neta


Eh, dia malah ketawa ada yang salah dengan jawabanku…?


“salah..?” aku menoleh ke wajahnya, kini dia malah duduk menghadapku….


” enggakk salah kok.. jawabanmu benar.. tapi bukan itu yang kumaksud,,, coba lihat lagi ombak itu…tahukah kamu kalau Tidak ada yang meragukan Kesetiaan ombak pada pantai .. ”


Hehhh? Ombak dan kesetiaan?


” sebelum menuju pantai, ombak berkelana menempuh jarak yang saaangggaatt jauh, ditabrak angin dari segala arah, selatan, barat, utara, timur, tapi dia tetap akan kembali membasahi pantai,, hanya pantailah yang menjadi tujuan akhir ombak itu… Itulah mengapa kadang kesetiaan diibaratkan seperti ombak.. . . ” jelas Kak Neta


Woooo aku merinding dengernya,, Kak Neta mengajarkanku akan arti kesetiaan.. ucapannya membuatku kembali mengingat Alexa.. bisakah aku setia kepadanya..? Aku harus bisa..


Tapi apa maksudnya dia berkata itu padaku?


” suatu saat aku ingin menjadi pantai, mempunyai ombak yang selalu datang kepadaku dan setia hanya kepadaku…. ” ucap Kak Neta


Kemudian dia berdiri dan meregangkan tangannya.. pemandangan betis putih yang panjang kini ada dihadapanku, kemulusan kaki Kak Neta sedikit dikotori pasir pantai yang menempel karena dia duduk tadi.. hembusan angin membuat baju terusannya melambai lambai ke atas, sedikit menampakkan paha kak Neta yang sangat mulus.. Sangat menggoda tangan² nakal untuk menyusuri mulusnya paha itu sampai ke atas Ke arah pangkal pahanya.


Astaga, apa yang kupikirkan… baru saja aku diajari tentang kesetiaan,, uda tergoda sama kakinya Kak Neta.. Hufttt


”ehmm.. potoin aku sebanyak mungkin di pantai ini…. “ucap Kak Neta padaku kemudian dia berdiri sambil berpose membelakangi pantai…


Ckrek


Ckrek


Pose demi pose dia peragakan,,


Ckrek


Ckrek

__ADS_1


Menurutku dia cocok jadi foto model, dia punya aura seorang supermodel.


Ckrek


Ckrek


Kali ini dia duduk lagi di pasir, berpangku pada kedua kakinya..


Ckrek


Ckrek


Ckrek


Wiiii gilaaa posenya semakin lama tambah hot.. Badanku jadi panas dingin.. Sekarang dia berdiri lagi. ..


GLEK


Mataku melotot saat dia menarik keatas bagian bawah bajunya sampai diatas bokongnya, dia tidak sungkan sama sekali membukanya didepanku…


“kok diem..,? Ayo cepet difoto…!” perintah Kak Neta


“ehh.. Anu… Ya..yakin difoto kayak gitu..?”


“ck.. Bawel banget.. buruan difoto…!” perintah Kak Neta


Gilaaa.. tanganku gemetaran memegang kamera ini.. …


Ckrek


Kuhampiri dirinya,, kuserahkan kamera itu padanya.. dia melihat hasil jepretanku tadi.


“hmm lumayan untuk ukuran pemula….! Lagi… Lagi…..! ” perintah Kak Neta


Oh tidaakkk… please hentikan ini,, aku sudah gak tahan…


Kali ini dia berpose miring seperti ini


Ckrek


Eh.. Eh..? Waaaaaaaaaaaaa… mulutku menganga melihat apa yang dia lakukan… hidungku langsung mimisan, dan tubuhku terjatuh kebelakang….


“hihihi.. kenapa sih,? Gak pernah lihat asetnya cewek…? Buruan fotoin lagi.. ”


Kemudian aku bangkit dan berusaha menutupi mataku dengan telapak tanganku…


Gilaaaa.. gimana bisa biasa coba.. kubuka tanganku lagi..kini Mataku dengan jelas melihat kedua asetnya Kak Neta yang buletnya melebihi buletnya punyanya Rein dan besarnya melebihi asetnya Ressa..


“nahh gitu dongg.. lihatin dulu sepuasmu biar terbiasa…!” ucap Kak Neta


Hadehhh.. segera kuposisikan kamera ini diwajahku..


Ckrek


Pose demi pose dia peragakan dengan gaya yang sensual… bagaikan seorang model majalah dewasa yang sudah pro.. dia tau bagaimana pose yang kelihatan bagus… Ditambah dengan raut muka yang sensual semakin membuat hasilnya menjadi lebih sempurna.


Ckrek


“uda yah….? Uda banyak nih…!”


“yaaahh.. kenapa sih.? Uda gak kuat.?… Hahaha..” ledek Kak Neta


Yaiyalah… gimana bisa tahan daritadi disuguhin pemandangan seperti itu… memang melihat cewek telanjang itu sudah biasa bagiku, tapi yang semi² telanjang kayak gini nih yang tambah bikin cenat cenut…


Dia menghampiriku tanpa terlebih dulu membetulkan bajunya yang masih terbuka bagian depannya ,


Glek


“coba lihat….!” Kak Neta mengambil kamera itu.. Dan melihat hasil jepretanku tadi.


“bagus…. Bagus… Bagus…. Bagus.. ini juga bagus..ini juga…. . ih.. bisa jadi bagus semua yah?” Ucap Kak Neta


“ini kamu yang jago motretnya atau aku yang cocok jadi model yah…? Hahaha…” tanya Kak Neta


“iya kamu cocok jadi model Kak…”


Fiuhhh akhirnya…


“aku cocok ya jadi model majalah dewasa..?” tanya Kak Neta


“iya.. Iya.. Cocok.. ” jawabku datar


“hihi baiklah setelah lulus nanti aku akan mencoba mewujudkannya…” ucap Kak Neta


“eh..? Seriusan…? Emang gak malu…?”


“Ngapain malu…?” tanya Kak Neta

__ADS_1


” gak takut nanti dengan kata orang² tentang kamu yang jadi model kayak gitu…?”


“yaelah ngapain ngurusin omongan orang.. …. ikut aku…” Kak Neta kembali menarik tanganku… aku diajaknya ke tepi pantai..


Heh.. mau ngapain…? Dia melihat ke arah laut…


“oke.. sekarang kamu tulis lambang love di pasir ini. . seolah kamu ingin mengatakan pada laut ini bahwa kamu mencintainya..!” perintah Kak Neta


“buat apa…?”


“uda tulis aja kenapa sih… tanya mulu dari tadi..” ucap Kak Neta kesal


Hadeeh.. aku tengok kanan kiri.. aku menemukan ranting pohon. kuambil ranting itu.. dan bersiap menulis di pasir..


“agak kesini nulisnya….” ucap Kak Neta


Ohh… oke


Sebuah lambang Love sudah tertulis di pasir yang basah didepan kami.


” oke sekarang tulis disebelahnya kata HATE disebelahnya.. anggaplah kamu orang lain dan kamu ingin berkata pada laut bahwa kamu sangat membenci laut ini.. ” ucap Kak Neta


Aku melakukan seperti yang diperintahnya, menulis kata HATE disebelah lambang love yang kutulis sebelumnya..


” tulis lagi disebelahnya kata GIFT, anggap kamu orang lainnya lagi, yang merasa bahwa laut ini selalu membawa berkah untukmu… ” Kutulis lagi seperti yang diperintahkan Kak Neta,,,


” oke.. terakhir kamu tulis kata DANGER,, anggaplah kamu orang yang berbeda dari ketiga orang sebelumnya, dan kamu berpikir bahwa lautan ini sangat berbahaya bagimu… ”


Aku masih belum paham apa maksudnya dia menyuruhku menulis kata kata ini di pasir yang basah ini.


” lalu…? ”


” tunggu sebentar lagi….. ” ucap Kak Neta sambil melihat ke arah laut..


Beberapa saat kemudian sebuah ombak yang cukup besar datang menabrak tubuh kami.. membuat berdiriku tidak seimbang hingga terpaksa kedua tanganku menyentuh pasir agar tubuhku tidak terjatuh.. air laut membuat celanaku sangat basah… sedangkan Kak Neta masih tetap bisa berdiri.. seolah dia sudah bersiap datangnya ombak besar tadi. Setelah itu air laut yang terbawa ombak tadi berangsur angsur tertarik kembali ke laut..


” coba kamu lihat semua yang kamu tulis tadi….! ” ucap Kak Neta


” eh..? Hilang….? ” semua tulisan yang kutulis tadi hilang terhapus ombak tadi.


” uda ngerti kan..? Aku ataupun kamu tidak seharusnya mengkhawatirkan omongan orang lain tentang diri kita, karena setiap orang membaca apapun di dunia ini dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda beda.. ” jelas Kak Neta


badanku langsung merinding mencerna ucapan Kak Neta.. aku mengerti sekarang… Tulisanku mewakili empat orang dengan pendapat yang berbeda tentang lautan, ada yang bilang cinta pada lautan dan ada juga yang membencinya, ada yang menganggap lautan ini selalu membawa berkah dan ada juga yang beranggapan laut ini sangat berbahaya. tapi… lautan tidak pernah mengeluh kepada keempat orang tadi, semua pendapat keempat orang tadi tentangnya tidak dirisaukannya.


” terus maju kedepan selama itu di jalan yang baik dan tidak merugikan orang lain, meskipun tidak selamanya kebaikan akan dihargai,, hidup tidak selalu tentang menjadi yang terbaik, kita hidup didunia seharusnya hanya ditugaskan untuk selalu berbuat baik, bukan untuk saling menghakimi dan menghujat.. Bener kan? ” ucap Kak Neta


” iya Kak…. ” aku tersenyum padanya… kupandangi wajahnya yang agak kemerahan, karena terkena cahaya matahari yang sudah mulai tenggelam di ujung horison…


Tak kusangka aku mendapatkan berbagai pelajaran hidup hari ini dari Kak Neta.. ternyata dibalik penampilannya yang seksi dan binal dia adalah wanita dewasa yang sudah matang dalam menjalani kehidupan dan terlihat sangat bijaksana…


Pandanganku terhadapnya langsung berubah 180°, aku malu telah menghakiminya tadi,, memang seharusnya kita manusia dibesarkan dengan tidak untuk menghakimi seseorang dari penampilannya,, tapi kenyataanya, semua orang langsung memberikan kesan pertama yang belum tentu benar pada seseorang hanya dengan melihat penampilannya. memang susah bagi kita menilai seseorang tanpa mengenalnya terlebih dahulu, butuh waktu 30 detik sampai 30 hari barulah kita akan tau seperti apa mereka sebenarnya.


aku salut denganmu kak.. Jujur aku lebih menyukai ngobrol dengan wanita yang usianya lebih tua dariku,, Kak Neta, Rein bahkan Alexa… mereka semua membuatku nyaman ngobrol dengan mereka. Aku terpesona dan kagum dengan apa yang mereka ketahui, hal² yang belum pernah kumengerti sebelumnya,,dan juga apa yang pernah mereka alami dalam hidup mereka…


Tiba² ombak besar datang lagi… kali ini lebih besar dari sebelumnya… tubuhku yang tidak siap langsung jatuh di air… sedangkan Kak Neta masih bisa bertahan berdiri…


” yaaahh.. basah semua deh…. ”


” hahaha.. ehmm apa ini…?” tanya Kak Neta


Dia mengambil sesuatu yang mengapung di air… eh itu kan? Kuraba saku kemejaku,, tidak kutemukan foto Alexa yang kutaruh disana tadi… Jadi yang mengapung di dekat Kak Neta itu adalah fotonya Alexa..


” eh.. Jangan… Jangan… itu punyaku… ”


Aku panik langsung berdiri dan berusaha mengambil foto itu dari Kak Neta…tapi terlambat, kak Neta sudah melihat foto itu..


” siapa cewek ini? Kayak pernah ngeliat…” ucap Kak Neta


” .. serahkan padaku.. ” aku berusaha mengambil foto itu tapi dia menghalangiku, menaruhnya di belakang tubuhnya…


” eittt.. kasih tau dulu siapa cewek ini..? Cewekmu yah? ” ucap Kak Neta


” bukann.. Bukan…. sini kembalikan… ” aku masih berusaha merebut foto itu, tapi dia selalu berhasil menhindariku….


” haha.. Tangkap aku dulu… ” bisik kak Neta


Dia malah berlari menjauhiku… hadehhhh.. langsung aku mengejarnya..


Dan akhirnya kami berdua berlarian di tepi pantai, diatas pasir yang sedikit basah ini… kami berdua berlari lari di pantai seperti sepasang kekasih yang sedang menikmati suasana pantai, tubuh kami berdua terkena cahaya orange dari sinar matahari yang sudah akan tenggelam… beberapa kali kaki kami tertabarak ombak kecil,, kak Neta tak henti²nya tertawa melihatku berusaha mengejarnya.. Dia kelihatan begitu bahagia… meskipun badannya agak berisi, tapi dia tetap bisa berlari kencang… sedangkan aku agak kesusahan berlari karena celana jeans yang basah… Semakin kupercepat lariku… semakin cepat dan hampir bisa mengejarnya… tapi..


Eh?


Tiba tiba kak Neta berhenti dan membalikkan badannya,, aku yang sudah berlari sangat kencang tidak bisa menghentikan langkahku hingga akhirnya tubuhku menerjang tubuh Kak Neta… tubuh kami berdua akan terjatuh dengan posisi aku memeluk tubuhnya… sebelum terjatuh aku menyadari sesuatu, dengan posisi seperti ini tubuh Kak Neta akan berbenturan dengan pasir… langsung kubalikkan badanku dan akhirnya kami berdua terjatuh diatas pasir dengan tubuhku ada dibawah… untungnya ada ombak yang datang sehingga benturan tubuhku dan pasir tidak terlalu keras… tubuh kami berdua basah kuyup terkena air… kepala Kak Neta ada di dadaku dan tanganku merangkul punggungnya… cukup lama kami berada di posisi seperti ini.. beberapa kali ombak kecil menabrak tubuh kami berdua.. Kulihat Kak Neta sedang memandangi Sunset yang terlihat begitu indah.. entah apa yang ada di dipikirannya… wajahnya Terlihat begitu damai.


Lalu dia mengangkat kepalanya, dia melihatku lalu tersenyum… manisnya senyummu kak..


Kemudian dia menggerakkan badannya dan mengarahkan wajahnya ke wajahku.. Wajah kak Neta sudah berada diatas wajahku,,, rambut panjangnya yang tadi terikat kini dibiarkan jatuh ke pasir… bajunya sudah tidak bisa menyembunyikan keseksian bentuk tubuh Kak Neta karena bajunya sudah basah yang membuat baju itu menempel ketat di tubuhnya.. kami saling berpandangan,, jantungku berdebar menantikan apa yang akan terjadi… dan akhirnya aku tidak bisa menahannya saat bibirnya mencium bibirku… aku masih tidak berani bereaksi.., aku hanya diam memejamkan mata dipaksa menikmati bibir basah Kak Neta… Diatas pasir yang basah ini dan dibawah Sinar sunset, kak Neta mencium bibirku dengan sangat lembut.. . suasananya begitu romantis Saat itu..

__ADS_1


__ADS_2