Kisah Cinta

Kisah Cinta
PANIK 3


__ADS_3

“tidak… tidak… Ress…” ucapku…


Aku jongkok disamping tubuhnya yang hampir telanjang ini.. ,kemudian kuarahkan kepalaku di dadanya untuk memastikan detak jantungnya… saat telingaku sudah menempel di ***********.. Tiba²…


” woi culun.. ngapain Sih…? Aku belum mati tau’…..” teriak Ressa


“waaaaaaaaaaaa…….”


Sumpah aku kaget tiba² mendengar dia berbicara… tubuhku langsung roboh kebelakang..


“hihihi.. kenapa sih..?” Ressa menegakkan bagian atas tubuhnya.. Posisinya sekarang duduk dengan kedua kaki yang masih tegak lurus di tanah..


Langsung kupeluk erat tubuhnya dari samping… Aku sangat senang mengetahui dia baik-baik saja. “terimakasih Tuhan…”


“aku mengkhawatirkanmu tau’….”


” cieeee..culunnn.. kenapa.?” tanya ressa


“aku lihat botol botol obat yang kosong itu…”


“ohh karena itu… .. nihhh…” Ressa menunjukkan sesuatu padaku.. sebuah botol obat yang masih penuh.. ternyata dia masih mempunyai botol obat yang lain.


Syukurlah. . Kupeluk erat lagi tubuhnya…


“aduhhh… .aduh… . erat banget meluknya…btw, Dapet tugas apa’an sih dari Kak Neta? Ditungguin semalaman gak dateng.” tanya Ressa


“eh. Ini.. disuruh bantu² mempersiapkan untuk acara hari ini dengan panitia yang lain..sorry gak sempet kembali ke kamar.. ”


“serius..? Kok kamu yang disuruh..?padahal kamu bukan anak OSIS..”tanya Ressa kebingungan


“tau’… Mungkin Kak Neta lihat jiwa sosialku yang tinggi.. hehe…”


“hahhh? Gak salah…? Cowok pemalu kayak kamu..? ” tanya Ressa


“hehehe.. ya gak tau juga sih..”


“hmmm… loh..loh..ini kenapa..?” Ressa melihat dan memegang kedua lenganku.. Dia melihat lecetnya beberapa bagian lenganku yang keliatan begitu mengkilau merah karena basah setelah terkena air sungai.


“kok lecet2 gini sih… bertengkar Lagi…? Dengan siapa? Adit…? Sudahlah kalian itu kenapa sih ngerebutin aku…hihihi.. aku milik kalian… ” kini Ressa memegang kedua lenganku, lalu memegang dahiku…


“ngapain juga ngerebutin kamu, kalau perlu, aku suruh Adit membawamu jauh² dariku….. Argggghhh.. Ssshhhh…woi… sakit tau’.. ..” dia tiba² memegang dengan kuat bagian lenganku yang lebam…


”serius ini kenapa…? ” tanya Ressa


“tadi terjatuh, gpp kok Ress…tenang aja…” aku mencoba kuat dihadapannya, padahal masih terasa sakit…


“yaudah.. .. ” kemudian Ressa tiduran lagi… Aku ikut rebahan di sebelahnya…

__ADS_1


Kami berdua melihat ke atas,, melihat rindangnya pepohonan di sekitar sungai ini.. benar kata Ressa.. suasana di sini sangat sejuk dan tenang.. Meskipun jalan menuju kesini sangat terjal,, sungai ini bagaikan oase di tengah hutan belantara yang gelap dan menyeramkan.


” kenapa cuman pakai daleman sih..? ”


” hehehe.. biarin… atau mending dilepas semua yah? ” bisik Ressa


Buset…


” terseraaah.. …… ”


” hihihi.. kamu itu selalu deh. … ” kemudian Ressa menggerakkan tubuhnya memelukku…


Kulihat matanya terpejam dengan senyum menghiasi wajahnya..


” culun… ” ucap Ressa


” apa…? ”


“ehmmmm.. tinggal botol obat ini satu satunya yang tersisa…” ucap Ressa


Eh..?


“uang dari Galih sudah habis.. aku butuh uang untuk membeli obat lagi… sepertinya aku harus melakukannya lagi,,, selama ini aku menolak tawaran mereka karena uang dari Galih masih tersisa…. dan karena kamu……”


Karena aku?


“tapi sekarang uangnya sudah habis… Aku harus melakukannya lagi.. aku harap kamu bisa mengerti dan jangan menahanku melakukannya…atau.. kalau perlu aku akan menjual perawanku supaya dapat uang lebih banyak tanpa harus mengandalkan recehan dari para siswa. ” lirih Ressa


“tidak…jangan lakukan itu… bukannya kamu ingin….”


“mati dalam keadaan suci…?” Ressa memotong kalimatku…


“jadi menurutmu lebih baik aku mati sekarang dengan mempertahankan kesucianku…?” tanya Ressa


“eh.. bukan gitu maksudku… pasti ada cara lain tanpa melakukan itu..”


“tidak ada cara lain tau’… Atau.. kamu punya banyak uang ?” tanya Ressa


Gila…..


“aku tidak punya uang banyak,, meskipun aku punya.. akan kuberikan semua untukmu tanpa harus melakukan itu…”


“yaudaa.. .. jadi tidak ada pilihan lain.. aku harus menjual kesucianku pada orang lain…..atau mungkin….. lebih baik aku mati saja, meninggalkan dunia ini, meninggalkan semua rasa sakit itu, melepas semua beban hidup ini… hidupku akan lebih tenang jika aku mati sekarang, tidak bakalan ada lagi yang kesusahan karena aku,, kakakku tidak perlu lagi mati²an menjagaku, kamu juga… Aku tidak perlu lagi melihat tatapan mengenaskan orangtuaku saat melihatku, aku tidak perlu lagi melihat tatapan² mesum cowok² kepadaku….. ya.. . Lebih baik aku mati..,” lirih Ressa


Astaga… aku sungguh tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, begitu mudah dia menentukan akhir hidupnya.. dia seperti sudah memegang kunci menuju pintu kematiannya sendiri..


“kamu tidak seharusnya berkata seperti itu… DAN BERHENTILAH BERBICARA TENTANG KEMATIAN…” ucapku dengan sedikit membentak kepadanya.. Membuatnya bangkit dari tidurnya yang tadi memelukku.. Dia kini duduk disebelahku..

__ADS_1


“KAMU TIDAK AKAN MENGERTI BAGAIMANA RASANYA… AKU CAPEK SEPERTI INI TERUSS..” gantian Ressa yang membentakku…


“sejak kecil hidupku sudah menderita… saat kamu bisa dengan enaknya tidur di tempat tidur yang empuk,, aku dan keluargaku harus tidur beralaskan tikar lusuh dalam satu ruangan. saat datang hujan, rumahku tenggelam… Aku sangat kedinginan sambil berdoa agar hujan cepat berhenti dan berharap rumahku tidak roboh terkena angin… Ayahku hanya seorang pekerja serabutan… untuk makan sehari hari aja susah… Tiap hari aku dan kakakku harus membantu ibuku mencuci pakaian orang² yang iba melihat keadaan keluarga kami… kalau ada uang lebih ibuku akan membuat makanan kecil dan menjualnya keliling kampung agar dapat uang lebih banyak… APA KAMU PERNAH HIDUP SEPERTI ITU ?? ? APAKAH KELUARGAMU PERNAH MENDERITA SEPERTI ITU ?? HAAAH?tidak cukup sampai disitu… lagi² keluargaku harus menderita.. saat aku masih bocah SD aku divonis sakit keras.. ada tumor di otakku….” bentak Ressa


Astaga…. Jadi itu penyakit yang dideritanya…


“keadaan ekonomi yang dibawah pas pasan.. membuatku tidak bisa berobat ke rumah sakit…. ayahku hanya bisa pasrah dan minta maaf kepadaku karena tidak mampu membiayai pengobatanku.. ,, ibuku tiap hari menangis saat melihatku… mereka sama sekali tidak ada yang berani lama² didekatku… aku yang sedang menderita, tapi mereka yang tidak bisa menerima kenyataan… padahal aku sangat sangat membutuhkan mereka…. mereka terlalu sedih jika melihatku… kedua orang tuaku akhirnya bekerja lebih keras siang malam untuk membelikan obat agar membuatku tetap hidup…. sehari hari aku hanya ditemani kakakku,, dia tidak pernah sedih melihatku,, dia selalu tersenyum,, dan berjanji akan selalu menjagaku.. Hanya kakakku yang selalu ada untukku.. menemani setiap rasa sakit yang tiba² menyerang kepalaku….. Untungnya aku dan kakakku masih bisa sekolah.. seorang dermawan menyekolahkan kami di sekolah yang sangat mahal itu.. Tapi kakakku memutuskan pindah ke kota sebelah untuk sekolah sambil bekerja karena orang tuaku sudah tidak sanggup membiayai kebutuhan hidup keluargaku,,… Hingga akhirnya aku terpaksa rela melakukan hal kotor demi uang.. hanya itu yang bisa kulakukan untuk membantu keluargaku dan untuk membeli obatku sendiri… .karena aku tidak mau mengemis, dan mengharapkan belas kasihan orang lain… aku rela jadi ***** demi keluargaku dan hidupku.. Rasa malu sudah kubuang jauh² dari diriku… APA KAMU TAHU RASANYA?? KAMU TIDAK AKAN TAHU RASANYA.. NGERTI ?” air mata Ressa mulai menetes di pipinya..


“aku sudah capek menjalani itu semua.. aku ingin mati…. aku ingin mati….. Hiksss… hiks.. ” ingin kupeluk tubuh Ressa, tapi dia menolaknya… Mungkin dia marah denganku, marah dengan hidupnya,,,,


Benar apa yang dikatakannya, aku tidak akan mengerti rasanya… meskipun awalnya keluargaku tidak sekaya keluarganya Rein atau Kak Neta.. tapi aku masih jauh lebih beruntung daripada Ressa.. kalau aku punya penyakit seperti itu pasti aku sangat ketakutan, dan keluargaku juga pasti berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhanku..


Tidak kusangka, cewek yang sedang menangis didepanku saat ini ternyata lebih kuat dari kelihatannya,, lebih kuat dariku,, mungkin lebih kuat dari kalian semua.. Segala penderitaan dan air mata yang dia lalui sejak kecil membuat hatinya sekuat baja dan bertambah kuat seiring dengan bertambah usianya.


Karena Disaat anak² lain sedang dimanjakan orang tuanya, dia sudah belajar caranya bertahan hidup ditengah tengah segala keterbatasan.. Ressa adalah salah satu dari sekian banyak anak di dunia ini yang harus dipaksa merasakan pahitnya kehidupan sejak kecil, merasakan ketidakadilan hidup di dunia, Segala macam penderitaan telah dia alami seumur hidupnya.


Bahkan Sejak kecil, Monster ganas yang sangat susah dikendalikan bersemayam Didalam tubuhnya, monster itu sewaktu waktu bisa berontak.. kapanpun dimanapun monster itu bisa menjadi sangat mematikan…. Tapi dia tidak mau menyerah pada dirinya.. seolah dia merubah segala penderitaan dan kesakitan yang di derita menjadi sebuah kekuatan untuk bertahan hidup..


TES, air mataku menetes memikirkan itu…


Tapi kekuatan itu sekarang terlihat lemah, dia tidak sanggup lagi menahan segala derita yang dia alami.. Tidak kuat menanggung beban dalam hidupnya, Tidak sanggup lagi mengendalikan monster yang ada pada dirinya. karena dia merasa tidak ada lagi alasan untuknya bertahan hidup dan ingin segera mengakhiri ini semua..


Kupegang tangannya… dia masih menangis meskipun tidak sekencang tadi..


“Ress… kumohon jangan menyerah. bertahanlah Hidup..”


“UNTUK APA? UNTUK APA AKU LAMA LAMA HIDUP JIKA TERUS TERUSAN MENDERITA? AKU SUDAH GAK KUATT.. ” bentak Ressa


“Ress… kamu tidak dilahirkan didunia ini hanya untuk menyerah pada kehidupan, bukannya kita Hidup di dunia adalah untuk Hidup?….maafkan aku.. Aku tau kamu lelah dengan semua itu… tapi kumohon bertahanlah hidup.. Bertahanlah hidup bukan demi aku atau bukan demi dirimu sendiri… tapi… tetaplah hidup untuk orang² yang menyayangimu… hiduplah untuk kakakmu yang begitu menyayangimu.. Apa kamu tidak berpikir bagaimana sedihnya kakakmu jika harus kehilanganmu… Kamu tidak ingin membuatnya sedih kan? ”


Perkataanku sukses membuat air matanya mengalir deras lagi.. kupeluk dia.. kali ini dia tidak menolak pelukanku. Kuusap punggungnya…. kubiarkan dia menangis sampai tenang.. Sepertinya kepalaku konslet karena jatuh tadi, aku tidak percaya bisa bicara seperti itu…


Kemudian dia melepaskanku,,,


“dasar culuun.. Bisa²nya bikin aku nangis..” ucap Ressa


“jadi….?”


“iya.. Iya… aku akan tetap hidup untuk kakakku… benar apa yang kamu katakan.,,” ucap Ressa


Aku lega mendengarnya,, aku tersenyum kepadanya… kakaknya Ressa merupakan alasan yang tepat untuknya bertahan hidup.. karena mereka saling menyayangi satu sama lain..


“untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku ingin sembuh…” ucap Ressa


“hahhh? serius…?…..”


Dia mengangguk…

__ADS_1


”semuanya karena kamu,, makasih ya culuun…” ucap Ressa


Kami berpelukan lagi…


__ADS_2