
MALAM HARINYA
...—POV META—...
Setelah memakirkan mobilku disekitaran taman, kulangkahkan kaki kedalam area taman. Dengan jalan yang sedikit lemas dengan wajah yang tertunduk aku berjalan menyusuri aspal yang biasa digunakan untuk acara acara tertentu. Sampai akhirnya langkahku terhenti saat melihatnya duduk disalah satu bangku taman itu.
Rega, dia datang lebih dulu daripadaku.. sudah pasti dia akan datang lebih dulu, karena sangat ingin bertemu denganku, akhirnya kami bertemu lagi setelah beberapa hari aku menghindarinya. Dia menyadari kedatanganku, lalu dia berdiri dari duduknya.
Aku sudah sampai disini, tidak ada jalan lagi untuk kembali. Aku harus bisa mengatakannya.. kulangkahkan kembali jalanku mendekatinya, aku tersenyum padanya.. dan dia langsung membalas senyumanku dan mendekatiku..
“Bee,, aku,,,,,” Rega berusaha mengatakan sesuatu tapi dengan cepat kupotong kalimatnya,,
“ssstt, lepas sepatumu…” perintahku kepadanya, saat aku sudah dihadapannya, kemudian aku juga berusaha melapaskan sepatuku,, dia tampak bingung..
“hah..? buat apa..?” tanya Rega…
“Uda cepat lepasinn,,” ucapku sambil aku berjalan ke belakang bangku yang tadi didudukinya,,, ke area rumput liar,, lalu kurentangkan tanganku untuk mengajaknya berjalan kearahku..
Setelah dia melepas sepatunya, dia berjalan mendekatiku,, menyambut tanganku,,
“Berdansalah denganku….” Pintaku padanya…
“Hahhh..?”
Saat dia masih kebingungan dengan permintaanku,, langsung kurangkulkan kedua tanganku diatas pundaknya, sambil tetap tersenyum memandang wajahnya…
“Ayolah, apa yang kamu tunggu? Apa kamu lupa dimana kamu harus meletakkan tanganmu?”
“Uhmm,, aku ingat,,,” ucap Rega sambil meletakkan kedua telapak tangannya di belakang pinggangku,,,
Setelah itu Aku berusaha menggerakkan kaki, sedangkan Rega masih kaku,,,
“ It’s okay,, jangan malu,, hanya ada kita disini.. bayangkan sebuah lagu syahdu sedang diputar dan gerakkan kakimu..”
Beberapa saat kemudian gerakannya sudah mulai mencair, dia bisa mengikuti gerakanku,, kami melakukannya sambil tetap bertatap muka dan tersenyum.. diatas rumput taman dan dibawah indahnya langit malam yang cerah dan penuh bintang kami berdua berdansa, melupakan sejenak masalah kami untuk sesaat. Kami tidak malu dengan beberapa orang yang sedang lewat, kami cuek dengan sekitar, kami hanya saling berpandangan sambil menikmati hembusan lembut angin malam..
Wajah polos itu lagi, entah kenapa saat saat seperti ini melihat wajahnya yang polos membawaku kembali ke hari dimana kami pertama kali bertemu di acara reuni itu. wajah dari seorang pria yang langsung membuatku kagum dengan bentuk wajahnya ketika pertama kali melihatnya, wajah seorang pria yang membuatku jatuh hati kepadanya, dan karena wajah itu juga lah yang telah membawaku hanyut kedalam serangkaian kenangan kenangan indah yang tidak akan mudah untuk dilupakan.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan setelah malam ini, siksa batin seperti apa yang kurasakan yang akan kujalani hari hari kedepan setelah kukatakan kepadanya untuk mengakhiri semua ini.. daritadi aku meyakinkan diriku sendiri kalau setelah malam ini aku akan baik baik saja, meskipun tidak bersamanya lagi,, tapi, setelah melihat wajahnya, aku tidak yakin akan baik baik saja.
“kamu semakin hebat melakukannya,,,” aku memujinya,,
“yaa, aku sedang berusaha..” balas Rega
“Bee, kamu tau kenapa Dansa dinobatkan sebagai tarian paling romantis..?”
“maybe karena dilakukan antara pria dan wanita…” balas Rega
Ya itu benar, musik yang indah dan busana yang menawan melengkapi kesan romantis bagi penari ataupun yang melihatnya,, selain itu untuk berdansa kamu harus membutuhkan partner, kamu tidak akan bisa berdansa sendirian, dan juga siapapun partner dansamu, kamu harus menganggapnya adalah orang yang paling kamu cintai.. agar kedua pasangan penari menemukan chemistry supaya tercipta gerakan yang indah dan menawan…”
Rega tersenyum mendengar penjelasanku, kemudian kusandarkan kepalaku di dadanya yang bidang, kupejamkan mataku sambil tetap menggerakkan kaki…
__ADS_1
“Bee..”
“ya..?” balas Rega
“Setelah malam ini,, aku tidak akan bisa berdansa lagi untuk waktu yang lama,,, karena setelah malam ini aku tidak punya partner lagi untuk berdansa,,,” ucapku kepadanya,, tidak butuh waktu lami bagi Rega untuk mencerna kalimatku, dan menghentikan gerakannya.
“apa maksudmu berkata seperti itu..?” tanya Rega dengan tatapan yang tajam.
Dengan sisa sisa keberanian pada diriku, kukatakan kepadanya sambil menatap wajahnya,,
“Sepertinya hatimu terlalu lemah untuk menyakiti, biar aku yang mengawali,, bisakah kita mengakhiri ini semua Bee..? Please..”
Aku tau Rega tidak akan bisa mengakhiri hubungannya denganku, dia tidak akan tega melakukan itu. dia bukan tipe pria yang menyakiti pasangannya secara langsung,, tapi aku tidak bisa terus terusan seperti ini,, mungkin benar yang dikatakan Resty,, kalau dia mencintaiku,,,tapi apa artinya cintanya kepadaku jika masih ada cinta yang lain di dalam hatinya. Resty, Dias, tidak menutup kemungkinan masih banyak wanita wanita lain yang ada didalam hatinya.
Aku menatap kepanikan dari raut wajahnya..
“Bee,, dengarkan penjelasanku.. Aku minta maaf kamu harus mendengarkan itu semua,, aku seharusnya memberitahumu.. aku benar benar menyesal,” ucap Rega
“menyesal,,? Kamu seharusnya memberitahuku,, karena itu yang biasa dilakukan sepasang kekasih,, Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku sedikitpun tentang Dias,,? Tentang hubunganmu dengannya… atau semua hubunganmu dengan wanita lain,, ”
“Aku tidak mau menceritakan itu semua kepadamu karena mereka semua adalah masa laluku,, aku merasa tidak ada alasan bagiku untuk menceritakan semua masa laluku denganmu.. karena sekarang aku lebih ingin fokus dengan masa depanku,, dan kamu adalah masa depanku Bee,,, please,, kenapa kamu jadi marah begini sih? Ini hanya masalah kecil,,,kita bisa melaui ini seperti sebelumnya,,” ucap Rega
“sampai kapan kita akan terus terusan melalui hal semacam ini? hmm? Kamu tega membiarkanku terluka setiap masa lalumu tiba tiba muncul dihadapanku? iya..? kenapa kamu tidak mengerti perasaanku sih?,, dan aku memang wanita bodoh, yang langsung kesal dan marah atas masalah kecil,, tapi bagiku masalah kecil sama pentingnya,, “
Karena aku terlalu mencintaimu Bee, lagipula kenapa dia menganggap ini hanya masalah kecil? Seolah aku kelihatan seperti ratu drama yang membesar besarkan masalah kecil…
“Aku minta maaf sudah membuatmu terluka, aku sungguh sungguh menyesal, aku tidak pernah bermaksud menyakitimu,,,” ucap Rega pelan,, saat kembali kutatap matanya,, ternyata air mata sudah membanjiri wajahnya,,,
“Ayolah,, kenapa kamu tidak bisa membuat ini semudah mungkin,, cukup lupakan aku oke? Aku tau kamu masih mencintainya,, karena kalian berpisah bukan atas keinginan kalian, Linda sudah menceritakan semuanya kepadaku..aku yakin kamu akan bahagia bersamanya…”
Setidaknya setelah ini salah satu dari kita akan tetap bahagia Bee…
“Terima kasih atas segala yang pernah kamu berikan untukku,, kamu pernah menjadikanku wanita paling beruntung sedunia.. percayalah, aku akan baik baik saja.. oke..?”
Aku masih menyiksa diriku dengan berusaha meyakinkan Rega kalau aku akan baik baik saja,, agar dia tidak terlalu merasa bersalah dan supaya dia bisa merelakanku,
“please Bee,, aku akan melakukan apapun untukmu agar kamu merubah keputusanmu ini,, jangan seperti ini kepadaku.. Bagaimana aku bisa begitu saja melupakan wanita yang benar benar mencintaiku? Kamu adalah cinta terbaik yang kumiliki,, Satu satunya wanita yang menyayangiku dan paling jujur dengan perasaannya kepadaku.. Bee, aku mencintaimu,,” ucap Rega
Rega memegang kedua tanganku,,,
“ Dengarkan aku dan percaya padaku,,, Aku lebih memilihmu daripada Dias, Resty, atau semua wanita dari masa laluku karena aku lebih mecintaimu daripada mereka,, kamu satu satunya yang aku inginkan untuk menemaniku mengisi semua lembaran hidupku selamanya, aku tidak mau kehilangamu Bee, aku tidak ingin kehilangan hal yang paling berharga lagi di hidupku, please Bee,, aku tau kamu masih mencintaiku,,,” ucap Rega
“cukup, hentikan semua itu,,, kamu membuatku semakin berat untuk melepaskanmu,,,” perlahan air mataku menetes,, astaga,, kenapa aku harus mengatakan itu kepadanya,,,
“kamu salah tentangku,, aku tidak mempunyai satu pun hal yang baik dalam diriku,, aku tidak akan pernah menjadi wanita sempurna seperti yang kamu inginkan,, please,,try to forget about us,, kamu akan lebih bahagia dengan dia yang lebih sempurna daripada aku,,,”
“ Astaga Bee.. oke memang kamu tidak akan pernah menjadi wanita sempurna untukku, dan aku tidak pernah sedikitpun mempunyai niat untuk menjadi pria yang sempurna,, tapi aku akan selalu menyayangimu ketidaksempurnaanmu, begitu juga denganmu yang akan selalu menyayngi ketidaksempurnaanku,, kita mencintai satu sama lain dengan cara kita masing masing,, dan kita akan hidup bersama dengan cara kita sendiri, dengan cara yang sama sama kita inginkan., bagiku itu adalah kesempurnaan yang sebenarnya.. seperti impian kita selama ini..” jelas Rega
Apa yang dikatakan Rega sukses membuat air mataku semakin menetes deras,,,
“Aku benci sama kamu Bee,, kamu adalah adalah alasan kenapa aku mencintaimu, dan kamu adalah alasan kenapa hatiku sakit dengan membuatku semakin berat melepaskanmu,, berhenti membuatku semakin mencintaimu,,, please stop…”
__ADS_1
Ucapku padanya, dengan tangisku yang pecah sambil memukul mukul dadanya… tak butuh lama bagi Rega untuk memelukku, menenangkanku…nyaman sekali pelukannya, sebuah pelukan hangat yang memang diperlukan oleh wanita yang sedang menangis dan sedih hatinya,, beberapa saat kemudian saat aku sudah mulai tenang dari kejauhan aku melihat seseorang datang,, dengan cepat aku melepaskan pelukannya Rega dan mengusap segala air mataku sebelum orang itu melihatku dan Rega berpelukan seperti tadi,,
“Dia sudah datang,,,” ucapku pada Rega…
Rega,,, aku tau kamu ingin menjadi hero, mencoba menyelamatkan semua hati yang terluka,, Aku, Dias, Resty, Linda,, atau semua wanita yang pernah hadir dalam kehidupanmu.. tapi kamu harus tau, bahwa ada hati yang tidak akan pernah bisa kamu selamatkan,, karena semuanya sudah terlambat,,,
Akhirnya aku tau kalau kamu memang sangat mencintaiku, begitupun juga dia yang sangat mencintaimu,,, mungkin saat ini tidak ada satu orangpun didunia ini yang membutuhkanmu melebihi aku, aku sangat membutuhkanmu Rega,,, tapi dia juga membutuhkanmu,,,
Maafkan aku karena tidak memperjuangkan hubungan kita, aku memilih mengakhiri semua ini, karena aku mencintaimu,, tapi kali ini aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri,,
“siapa yang datang..?” tanya Rega sambil melihat sekeliling,,,
“Masa depanmu,,,,”
Beberapa saat orang itu datang menghampiri kami,,,
“Meta,, uhm, Ega kamu juga disini,,,,?” tanya Dias heran, dia pasti bingung melihat Rega ada disini,, karena tadi aku tidak mengatakan kepadanya kalau Rega juga akan datang,,, begitu juga dengan Rega yang pasti kebingungan dengan kedatangan Dias yang tiba²,, aku sengaja menyetting ini semua,, aku ingin malam ini mempersatukan mereka bedua,, dan mengakhiri semuanya malam ini juga.
Rega melihatku tajam, seakan dia bertanya ‘kenapa melakukan ini?’ ,, aku hanya tersenyum kepadanya,,, seakan membalasnya dengan ucapan ‘kenapa tidak?’…
“EEGGAAA AWAASSS,,,,,” aku dan Rega kaget tiba tiba mendengar Dias berteriak memperingatkan Rega,,, belum sempat memahami apa yang terjadi, tiba tiba seseorang dengan jaket hoodie dan memakai masker entah datang dari mana memukul kepala Rega belakang dengan sebuah tongkat Baseball,,,
“Beee…”
Rega yang tidak siap langsung terjungkal di tanah dan tidak sadarkan diri,, orang yang menyerang Rega menghampiriku dan langsung membungkam mulutku,,, dia langsung mendekap tubuhku dari belakang,, aku berusaha berontak tapi tenagaku kalah dengan pria itu…
Sesaat kemudian sebuah mobil van masuk begitu saja ke area taman dan berhenti tepat dibelakang Dias,, saat pintu mobil Van itu terbuka,, seorang pria berpenampilan sama dengan memakai jaket hoodie dan masker dari dalam van keluar mendekap dan membungkam mulut Dias juga…dan dua orang lain keluar dari dalam van,, orang yang mendekap Dias berkata;
“yang mana ini bang ceweknya…?” tanya dia kepada seseorang yang terakhir keluar dari dalam van,, hanya orang itu yang tidak memakai masker, seorang pria bertubuh mungil dengan tato ular dilengannya,,,
“akkk sial,, bawa keduanya….” Mendengar perintah orang itu,, Dias langsung dibawa masuk kedalam van,,, orang yang mendekapku juga langsung membawaku menuju mobil mereka, aku melihat Rega sedikit sadar, dia melihatku sedang dibawa masuk kedalam van,,, aku tetap mencoba berontak dengan menggigit tangan orang yang membungkam mulutku,, saat mulutku terbebas aku langsung berteriak sekencang mungkin memanggil Rega….
.
.
...—POV REGA—...
Kurasakan kepalaku sakit sekali, telingaku berdenging sangat keras,, aku mencoba bangkit… aku melihat Meta sedang didekap seseorang dan membawanya pergi,,, Bibir Meta bergerak seakan berkata sesuatu kepadaku,,, tapi aku tidak bisa mendengar apa yang diucapkannya… di dalam sebuah mobil, aku juga melihat Dias sedang berusaha berontak,, disana dia juga didekap oleh seseorang,,, aku berusaha bangkit…
Lalu sesorang pria dengan tato ular di lengannya yang membawa tongkat baseball,, memukulkan gagang tongkat itu ke kepalaku,, aku pun tersungkur lagi, kepalaku kurasakan semakin sakit,,,,, lalu orang itu dan semua kelompoknya meninggalkanku, bersama dengan Meta dan Dias… aku hanya bisa pasrah melihat mobil mereka meninggalkan tempat ini…
.
Bee…
.
Dee..
.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri lagi….