Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 100 - Putri kecil Kirana


__ADS_3

Beberapa minggu setelah bayi perempuan mereka lahir yang di beri nama Kirana, Tiara merasa semakin dekat dengan putrinya. Ia ingin mengurus bayinya sendiri tanpa bantuan baby suster, sehingga mereka bisa lebih dekat dan akrab satu sama lain.


Tiara merasa bahwa ia harus mengalami semua perjuangan dan tantangan dalam mengurus bayinya agar ia bisa menjadi ibu yang lebih baik dan tanggap terhadap kebutuhan Kirana. Ia ingin mengikuti setiap tahapan pertumbuhan putrinya dan memberikan perhatian penuh dalam merawatnya.


Arga menghargai keputusan Tiara untuk merawat bayinya sendiri, dan ia bersedia membantu Tiara dengan semua tugas dan kebutuhan Kirana.


Arga merasa senang melihat betapa sayangnya Tiara pada putrinya dan ia berjanji untuk selalu mendukung keputusan Tiara dan membantunya dalam mengurus bayi perempuan mereka.


Tiara mulai belajar cara mengganti popok, menyusui, dan merawat bayi perempuan mereka. Ia merasa sangat bahagia bisa mengalami semua momen indah bersama putrinya dan merasakan ikatan batin yang kuat antara mereka berdua.


Tiara juga memilih untuk tidak memperbolehkan orang lain untuk merawat bayinya, kecuali ketika ia harus pergi untuk urusan penting. Ia merasa bahwa waktu bersama bayinya sangat berharga dan ia ingin mengalami setiap momen bersama putrinya.


Pagi itu, Reyhan datang menjenguk Tiara di rumahnya. Setelah menyapa Arga dan bayi perempuan mereka, mereka berbincang di ruang keluarga.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu, Tiara? Sudah pulih sepenuhnya?," tanya Reyhan sambil tersenyum ramah.


"Aku baik-baik saja, Reyhan. Terima kasih sudah datang menjenguk," jawab Tiara dengan senyum lembut.


Reyhan menatap bayi perempuan Tiara dengan penuh rasa kagum. "Putrimu sangat cantik. Kamu pasti sangat bahagia memiliki bayi perempuan."


"Iya, aku benar-benar bahagia. Terima kasih, Reyhan," ucap Tiara sambil tersenyum kecil.


Arga merasa tidak suka dengan kedatangan Reyhan dan merasa cemburu saat Tiara menceritakan semua hal tentang anaknya kepada Reyhan. Arga merasa perlu untuk menunjukkan kepada Tiara bahwa ia lebih baik daripada Reyhan dan memperlihatkan cinta dan kasih sayang yang berlebihan pada Tiara.


Tiara merasa tidak nyaman dengan perlakuan Arga yang tiba-tiba bersikap romantis dan terus memperhatikannya di hadapan Reyhan.


Namun, Tiara tidak berani mengatakan kebenarannya pada Arga karena takut melukai perasaan Arga. Ia mencoba menghindari perlakuan Arga yang berlebihan dan berharap agar Arga bisa mengerti perasaannya.

__ADS_1


Arga sendiri semakin bersikap agresif dan berlebihan dengan merangkul Tiara dan sempat mencium hingga membuat Tiara dan Reyhan merasa risih. Arga hanya berpikir bahwa dengan bersikap lebih romantis, ia bisa membuat Tiara lebih mencintainya daripada Reyhan.


Namun, lambat laun Arga mulai menyadari jika Tiara sudah mulai kesal padanya lalu berpura-pura menerima panggilan dan beranjak menuju ruang kerjanya.


Setelah kepergian Arga, Tiara dan Reyhan menikmati waktu mereka bersama, sambil tertawa dan bercanda. Reyhan merasa senang bisa berkunjung dan melihat kebahagiaan Tiara. Mereka berbicara selama beberapa jam, sebelum akhirnya Reyhan harus pulang karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.


"Terima kasih sudah datang, Reyhan. Aku benar-benar senang bisa melihatmu lagi," ucap Tiara.


"Senang juga bisa melihatmu bahagia, Tiara. Jangan ragu untuk menghubungiku jika kamu membutuhkan sesuatu," balas Reyhan.


Setelah Reyhan pergi, Tiara merasa senang dan bersemangat untuk menghabiskan hari bersama putri kecilnya. Ia merasa bersyukur atas dukungan dari Reyhan dan merasa bahagia memiliki Kirana sebagai putrinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2