
Sarah menghampiri Reyhan yang sedang berada di ruang kerjanya. Reyhan nampak begitu kesal.
"Kamu sering begadang... Itu bisa merusak badanmu. Aku menbuatkanmu teh jahe agar tidak masuk angin."
Reyhan mengacuhkan Sarah.
"Reyhan... apakah aku salah memberi hukuman pada pelayan itu?."
"Sarah... kamu tau telah salah dimana?."
"Reyhan... Kita belum lama menikah, kamu setiap hari sibuk karna pekerjaan mu dan tidak memperdulikan perasaanku sedikit pun. Aku juga ada sedikit cemburu pada pelayan itu dan membuat kesalahan bodoh padanya. Aku takut kamu akan menyukainya, dia hanya seorang pelayan rendahan!."
" Dengan cemburu mu itu kamu telah menyiksa dia dengan memukulnya dan men*abut kukunya. Apa itu tidak sangat keterlaluan?. Dia itu juga manusia. Apakah di matamu nyawa begitu tidak bernilai?!."
" Kenapa kamu sangat peduli padanya!!! " Sarah berteriak sangat emosi.
" Sarah yang aku temui ketika di rumah kakak, lembut dan bijaksana, bermartabat dan sopan. Tetapi sekarang... kamu tidak bermoral."
" Kamu membahas tentang moral? Aku rasa, jelas - kelas kamu rindu pada Tiara! Oleh karena itu kamu terus mencari-cari kesalahanku!! Dan terus tidak menyukaiku!."
Reyhan memalingkan wajahnya.
" Benar, aku belum melupakannya, tetapi aku terus berusaha... berusaha baik padamu... berusaha memberikan semua yang kamu mau. Tetapi sekarang, begitu aku melihatmu maka aku akan teringat dua tangan yang berlumuran darah segar." Reyhan nampak sangat kecewa.
"Aku peringatkan padamu, Tiara lebih berbahaya dari pada aku!!!."
"Dia pandai memilih benci dan cinta! tidak pernah melukai orang yang tidak bersalah! Sedangkan kamu, karena kecemburuan sesaat kamu telah merusak hidupmu!!.
Aku tidak bisa melupakan Tiara? lalu kenapa???."
__ADS_1
" Kenapa?? Aku ini sekarang istrimu, akulah orang yang harus kamu cintai!."
"Sarah, di mataku... kamu selamanya tidak bisa di bandingkan dengan Tiara. Kekejamanmu membuatku jijik!."
Kemudian Reyhan meninggalkan Sarah yang mematung dengan emosinya.
"Reyhan... Reyhan tunggu! kenapa kamu sangat membenci ku! apa salahku padamu? Kamu sangat keterlaluan! suatu hari... aku akan membuatmu tau seberapa sakit hatiku ini."
Sumpah Sarah yang sedang menangis dan meratapi yang terjadi padanya.
Setelah kejadian hari itu, Sarah lebih sering berkunjung ke rumah Reyna dan selalu mengeluh tentang rumah tangganya.
Saat ini...
Tiara akan menyuguguhkan teh tapi di cegah oleh Nayla dan menyuruh art lain yang mengerjakannya.
"Kamu kenapa Nayla? Tadi kamu baik-baik saja." tanya Tiara.
Nayla bicara dengan nada kesal.
"Kamu dulu bukannya paling baik dengannya? Sekarang kenapa?."
"Sekarang dia sudah benar-benar berubah, aku tidak mengenali dirinya lagi."
Tiba-tiba sopir Sarah membawa sebuah koper milik Sarah ke rumah.
"Tunggu dulu pak, apa yang bapak lakukan? ini apa?." Tanya Tiara.
" Nona... ini barang milik nyonya Sarah."
__ADS_1
Tiara dan Nayla melihat koper - koper itu di bawa masuk dan keheranan.
" Tiara... apakah dia akan kembali tinggal disini?."
Tiara hanya menggelengkan kepala atas ketidaktahuannya juga.
"Kamu sungguh repot."
Reyna menegur Sarah yang sedang mengadu lagi.
"Nyonya... saya sudah bersama nyonya selama 6 tahun... sudah terbiasa melayanimu. Meskipun sudah keluar dari rumah ini tapi dalam hati saya masih tidak tega meninggalkan nyonya."
Reyna nampak tidak nyaman mendengar keluhan - keluhan Sarah.
"Sekarang saya keluarga nyonya, adik ipar nyonya, jadi tidak ada salahnya kalau saya mau tinggal disini dan menjaga nyonya."
"Sarah... tapi sekarang di sampingku sudah ada Tiara dan Nayla, kamu tidak perlu kembali lagi."
"Nyonya... Reyhan selalu sibuk dengan pekerjaannya. Satu bulan hanya pulang 2 sampai 3 kali dan juga lebih sering menghabiskan waktunya di ruang kerja. Saya di rumah merasa kesepian. Oleh karena itu saya ingin tinggal disini lagi."
"Sarah... katakan sejujurnya padaku, sebenarnya apa yang terjadi?."
"Reyhan mempunyai pelayan wanita dan sering berdebat denganku. Saya karena marah menghukum pelayan itu dan membuat Reyhan marah."
"Menurut pemahamanku tentang Reyhan, dia tidak pernah emosi sebesar itu. Berarti... kesalahan yang kamu lakukan kali ini sangat berat."
"Nyonya... tolong izinkan saya tinggal disini beberapa waktu, setidaknya tunggu kemarahan Reyhan mereda. Baru saya akan pulang, boleh?."
"Sudahlah... kamu tinggal disini saja untuk sementara waktu."
__ADS_1
Dengan terpaksa, Reyna mengizinkan Sarah untuk tinggal sementara di rumahnya.