Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 106 - Takaran yang berbeda


__ADS_3

Setelah kecelakaan Kirana jatuh dari atas pohon, Tiara menjadi sangat khawatir dan waspada terhadap keamanan putrinya. Dia sangat bersyukur bahwa Kirana selamat dari kecelakaan itu, namun kejadian tersebut membuat Tiara lebih waspada terhadap apa yang Kirana lakukan dan siapa yang berada di sekitarnya.


Tiara memutuskan untuk menempatkan batasan dalam hubungannya dengan Sandra untuk menghindari konflik atau kesalahpahaman di masa depan. Tiara tidak ingin merusak hubungan baik antara Kirana dan Sandra, jadi ia tetap terbuka untuk bertemu Sandra dan menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk...." Tiara mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata Sandra yang ingin menjenguk Kirana setelah terjatuh.


"Ma... Boleh aku masuk?," izin Sandra. Tiara menatap Sandra lalu beralih pandang dan melihat Kirana yang tersenyum karena kedatangan Sandra, Tiara pun mengizinkan Sandra masuk.


"Kakak...! Horeee...! Kakak datang... Lihatlah, Kirana jadi gak bisa jalan-jalan setelah jatuh dari pohon kemarin..."


"Apa sekarang masih sakit?," tanya Sandra.


"Masih, tapi sedikit," jawab Kirana sambil mempraktekkan tangannya berukuran kecil.


"Kakak kenapa baru menjenguk Kirana? Kemarin kemana?."


Sandra menoleh ke arah Tiara yang tidak memperhatikannya sama sekali lalu menjawab, "Kemarin kakak belajar dan belum sempat jenguk kamu, Nana... Maaf ya?."


"Kirana, kamu harus minum obat dulu lalu istirahat ya."


Seakan tidak ingin membiarkan sandra lebih lama bersama Kirana, akhirnya dengan alasan minumnya obat berhasil mengeluarkan Sandra dari kamarnya. Arka yang baru datang melihat kejadian itu dan menyadarinya memang Tiara sedang menghindari Sandra.


" Tiara, apa kamu tidak terluka keterlaluan pada Sandra? Dia hanya anak kecil."

__ADS_1


"Sttt...! Kirana baru tidur, jangan sampai dia bangun lagi, dia harus beristirahat aga cepat sembuh."


Tiara pun pergi keluar di ikuti Arga di belakangnya. Saat di luar kamar, Arga berkata jika kecelakaan kemarin bisa saja terjadi pada anak-anak entah itu tidak di sengaja, karena tidak mungkin anak-anak seusia mereka dengan sengaja melakukannya. Tiara tidak menjawab perkataan Arga dan hanya berlalu dari hadapannya.


"Tiara, kamu terlalu waspada," batin Arga.


Tiara berjalan menuruni tangga sambil melihat ke arah Sandra yang sedang duduk di meja makan. Sangat jelas sekali anak kecil yang ada di hadapannya itu mirip sekali dengan ibunya, yakni Sarah.


Tiara seakan teringat masa lalu saat dirinya berada di puncak kebencian yang mendalam pada Sarah atas penghianatannya terhadap Reyna sehingga menghasilkan putri Arga itu.


"Nyonya... Nayla... Aku merindukan kalian."


Beberapa hari kemudian...


Kirana menceritakan tentang suasana bermain sambil belajar nya yang sangat menyenangkan, Tiara mendengarkan dengan penuh perhatian dan memuji usaha dan prestasi putri kecilnya itu.


Sementara Sandra bercerita tentang kegiatan ekskul yang dia jalani bersama teman-teman sekelasnya. Namun Tiara tidak terlalu memperhatikan hanya sesekali menoleh dan tetap fokus pada Kirana, hal itu membuat Sandra merasa bersedih karena perbedaan yang dia rasakan.


Setelah sampai di rumah, mereka semua menikmati camilan dan minuman yang telah disiapkan oleh Tiara. Mereka duduk di ruang tamu dan mulai membicarakan rencana akhir pekan mereka. Tiara menanyakan apa yang mereka ingin lakukan, dan Kirana dengan antusiasme memberikan ide-ide mereka, sedangkan Sandra hanya diam dan mengikuti keinginan Kirana.


Mereka memutuskan untuk pergi ke taman bermain pada akhir pekan dan makan siang bersama. Tiara menyetujui rencana itu dan mulai membuat daftar kebutuhan untuk perjalanan mereka. Mereka semua berbicara dengan gembira tentang rencana mereka dan menantikan akhir pekan yang menyenangkan.


Setelah camilan habis, Tiara meminta Kirana dan Sandra untuk memulai pekerjaan rumah mereka. Yaitu bertanggung jawab untuk membersihkan kamar tidur masing-masing dan membereskan buku-buku setelah mereka belajar. Tiara membantu mereka dan memastikan bahwa tugas-tugas tersebut dilakukan dengan benar.


Setelah selesai, mereka semua bersantai dan menikmati waktu bersama di ruang keluarga. Tiara membacakan buku cerita untuk Kirana dan Sandra, sementara mereka bertiga menikmati waktu berkualitas bersama. Akhirnya, Tiara memastikan bahwa Kirana dan Sandra sudah siap untuk tidur dan membimbing mereka ke kamar tidur mereka.

__ADS_1


Saat di kamar Sandra dan akan mematikan lampu tidur, Sandra memegang tangan Tiara dan berkata, "Ma... Apa malam ini Mama bisa temani aku tidur?."


Tiara merasa terkejut saat mendengar permintaan Sandra yang tidak biasa. Tiara ingin menolak keinginan Sandra itu, namun saat melihat manik matanya yang sangat berharap akhirnya Tiara mengabulkannya dan menemani Sandra hingga terlelap.


Setelah beberapa saat, Tiara menyelimuti tubuh gadis kecil yang tidak berdosa itu dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Tidak di sadari ternyata Arga berada di balik pintu dan memperhatikan semuanya lalu tersenyum.


Saat Tiara keluar dari kamar Sandra, tiba-tiba Arga memeluknya erat dari arah belakang sehingga membuat Tiara terkejut.


"Mas, apa yang kamu lakukan? Membuatku terkejut saja!."


Arga berbisik di telinga Tiara "Anak-anak sudah pada tidur, sekarang giliran aku yang kamu temani tidur...."


"Mas, Arrggh!."


Tanpa aba-aba Arga langsung menggendong Tiara menuju kamar mereka dan melakukan aktifitas suami istri selama beberapa ronde. Meskipun kini Arga sudah berusia kepala empat, namun staminanya masih sangat memuaskan Tiara.


Arga membaringkan tubuhnya yang penuh keringat di samping Tiara dan memeluk Tiara dengan sangat erat dan penuh kasih sayang, "Tiara, terima kasih karena kamu sudah menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku... Aku harap jika suatu saat aku sudah tidak ada di dunia ini, kamu akan selalu menjaga dan mengasihi mereka."


Mendengar hal itu Tiara menatap wajah Arka yang bicara sambil memejamkan mata dan berkata," Mas, kamu bicara membuatku takut saja, kamu tidak akan kemana-mana dan kita akan membesarkan mereka bersama-sama."


Setelah melewati malam yang menyenangkan, Arga dan Tiara merasa lelah dan memutuskan untuk tidur. Mereka berpelukan di atas ranjang dan saling memandang dengan penuh cinta sebelum akhirnya tertidur.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2