Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 83 - Malam yang spesial


__ADS_3


Satu hari... Tiara merasa sakit dan dirawat di rumah sakit. Meskipun ia merasa sangat lelah dan sakit, ia tidak bisa berhenti memikirkan Arga dan apakah ia akan datang menengoknya di rumah sakit atau tidak.


Namun, tak lama kemudian, setelah mendapat kabar tentang Tiara, Arga memanggil Tiara lewat telpon dan menanyakan kabarnya. Tiara terharu karena Arga mengkhawatirkan dirinya dan menemukan cara untuk datang menengoknya di rumah sakit.


Setelah itu, Arga datang menemui Tiara di rumah sakit dan membawa bunga segar serta buah-buahan kesukaan Tiara sebagai hadiah. Ia duduk di samping tempat tidur Tiara dan membicarakan hal-hal ringan untuk membuatnya merasa lebih baik.


"Bagaimana kabarmu sekarang? Kamu harus lebih memperhatikan kesehatanmu, Tiara."


"Iya, Mas. Aku merasakan akibat dari tidak menjaga kesehatan dengan baik."


"Ya, kesehatan itu sangat berharga, Tiara. Kamu harus selalu memperhatikan pola makanmu dan melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatanmu."


"Baiklah...."


Arga menatap Tiara dengan hawatir dan Tiara pun menunduk lemah.


"Kamu sangat ceroboh. Padahal aku hanya meninggalkanmu beberapa waktu saja."


Tiara merasa sangat terharu dan bahagia karena Arga mengambil waktu untuk datang menengoknya di rumah sakit dan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkannya.


Malam itu, Arga menemani Tiara dan tidak pernah meninggalkannya. Ia membuat Tiara merasa tenang dan aman, dan membuatnya merasa bahwa ia tidak sendirian.


Pagi hari saat terbangun, Tiara mendapati Arga sudah tidak berada di sana.


"Nayla... Mas Arga sudah pergi?."


"Sudah Tiara. Semalam tuan Arga menjagamu sehingga dia tidak tertidur. Tiara... Aku merasa tuan Arga masih peduli kepadamu, buktinya saat mendengar kamu sakit tuan Arga langsung kemari."


"Sudahlah Nayla, tidak akan semudah itu untuk meluluhkan Arga kembali. Dia sudah terlalu jauh. Tapi aku akan tetap berusaha karena aku tidak mau dia berada dalam bahaya."


"Aku merasa aneh dengan kalian berdua, saling mencintai tapi bersikap seolah tidak saling memperdulikan."


Setelah Tiara sehat dia kembali pulang ke rumah dengan diantar Arga. Saat di rumah Tiara langsung ke kamarnya di papah Arga untuk beristirahat lalu berbaring di kasur.


Arga melihat sekitar kamar dan menghela nafas. Dia mengingat setiap kejadian dan kenangan di kamar itu.

__ADS_1


"Beristirahatlah."


Arga akan pergi dari sana lalu langkahnya terhenti saat Tiara meraih tangannya. Perasaan yang pada dasarnya masih tersimpan di hati Arga kini telah hangat kembali saat Tiara menyentuh tangannya.


"Mas... Apakah kamu tidak akan kembali tinggal disini?."


Arga menoleh dan berkata,


"Aku masih banyak urusan, nanti jika ada waktu aku akan menjengukmu."


Lalu Arga melepaskan tangannya dan bergegas pergi dari sana. Arga keluar kamar dan menutup kembali pintu nya. Saat pintu tertutup Arga berdiri cukup lama di depan kamar dan menutup matanya lalu pergi.


" Kita memang sudah jauh seperti ini, Mas." batin Tiara.


Setelah hari itu Arga belum lagi pergi menemui Tiara karena suasana hatinya dan sengaja menghindari Tiara.


Tiara merasa kesepian dan ingin Arga kembali ke rumahnya dan memperhatikannya. Setelah berpikir beberapa saat, ia memutuskan untuk merencanakan malam yang romantis dan indah untuk Arga.


Tiara mulai merencanakan semuanya dengan sangat rinci dan detail. Pertama-tama, ia memilih tempat yang sempurna untuk malam yang indah ini. Ia memilih sebuah restoran yang mewah dan romantis dengan pemandangan yang indah. Tiara kemudian memesan meja dengan pemandangan yang sangat cantik dan memesan makanan favorit Arga.


Ketika malam tiba, Tiara menunggu Arga dengan pakaian yang sangat cantik dan riasan yang sangat indah. Ketika Arga tiba di restoran, ia terpesona dengan penampilan Tiara dan mengagumi keindahannya. Tiara dan Arga menikmati makan malam yang indah dan mengobrol tentang hal-hal yang mereka sukai.


Setelah makan malam, Tiara mengajak Arga ke tempat yang indah di luar ruangan dan menunjukkan pemandangan yang indah. Ia membiarkan Arga merasakan keindahan alam dan kehangatan malam. Ketika Arga berbalik untuk melihat ke arah Tiara, Tiara memberikan hadiah kecil yang ia beli untuk Arga. Arga merasa sangat senang dan terharu dengan hadiah tersebut.


Malam berakhir dengan Arga memeluk Tiara dan mengucapkan terima kasih atas malam yang indah dan mengagumi kecantikan Tiara. Tiara merasa sangat senang dan bahagia bahwa Arga malam ini akan pulang ke rumahnya dan memperhatikannya dengan cara yang elegan.


Tiara dan Arga pulang ke rumah dengan mengendarai mobil Arga. Setelah beberapa menit mereka sudah sampai di rumah. Tiara melayani Arga dengan telaten dan Arga pun merasa senang dengan sikap hangat Tiara sekarang.


"Selamat tidur...."


Arga berbenah diri untuk siap-siap tidur. Tiara yang mulanya duduk di pinggir kasur langsing berdiri dan menghampiri Arga.


"Mas... Apa kamu masih marah padaku?."


Arga termangu saat mendengar pertanyaan Tiara dan berdalih bahwa dia tidak pernah marah pada Tiara. Lalu Tiara memeluk Arga dengan erat sambil berkata,


"Jika Mas Arga tidak marah padaku, kenapa Mas Arga terus membiarkan aku sendiri dan tidak pernah pulang kesini? Aku sangat merindukanmu."

__ADS_1


Arga mendengar suara Tiara yang pilu dan menyimpan kesedihan dan dia merasakan kejujuran pada perkataan Tiara. Awalnya Arga ragu untuk membalas pelukan Tiara, tapi secara perlahan akhirnya Arga pun memeluk Tiara dengan erat.


" Sudahlah Tiara... Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kamu jangan mengungkit ngungkitnya lagi."


Mendengar perkataan Arga, Tiara langsung melepaskan pelukannya lalu mendongakkan wajahnya ke atas melihat wajah Arga sangat dekat.


"Aku merindukan wajah ini... Cup."


Tiara menangkup pipi Arga lalu mencium bibirnya sekilas. Hal itu membuat Arga terkejut dan menyentuh bibirnya untuk meyakini kalau ini bukanlah mimpi.


"Mas... Apakah kamu tau alasan kenapa dulu aku meminum obat pencegah kehamilan?."


"Bukankah kamu sudah menjelaskan alasannya."


"Tidak, itu bukan alasan yang sebenarnya."


Tiara memeluk Arga kembali dengan terus berbicara,


"Kamu tau Mas, aku semenjak kecil sudah kehilangan ibuku. Dan apakah kamu tau alasan kenapa ibuku meninggal? Dia meninggal setelah melahirkan aku. Akulah penyebab kematiannya."


Arga terheran dan bertanya,


"Apa hubungan nya dengan semua itu?."


"Tentu saja ada Mas... Bagi seorang perempuan melahirkan seorang anak adalah sama dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, dan aku tidak mau kehilangan nyawaku hanya karena hal itu. Tapi setelah aku pikirkan lagi ternyata menjadi seorang ibu itu adalah hal yang paling spesial dan paling beruntung karena bisa memiliki sesuatu bagian dari dirinya. Maafkan aku Mas...."


Arga melihat Tiara dan menyapu air mata yang membasahi pipi Tiara lalu menenangkannya.


" Tenanglah Tiara... Jika kamu tidak mau melahirkan anak, aku tidak keberatan. Asalkan kamu sehat dan selalu berada di sampingku dan~...."


Tiara memotong perkataan Arga dengan menutup mulut Arga dengan tangannya.


"Mas... Sekarang aku sudah melepaskan rasa takutku dan sekarang aku siap menjadi ibu dari anak-anak mu dan melahirkan mereka, cup... cup... cup."


Mendapat ci*man Tiara yang agresif, jiwa lelaki Arga tergugah lalu membalas ci*man Tiara dengan ha*rat yang menggebu. Arga memangku Tiara dan berakhir di atas ranjang yang panas.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2