Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 92 - Penyesalan Arga


__ADS_3

Suatu hari... Arga sedang mencari suatu berkas yang dia rasa itu berada di di rumah Tiara, lalu Arga bergegas pergi menuju rumah istri pertamanya itu.


Saat tiba di rumah, Arga tidak menemukan Tiara dan keadaan rumah pun sepi tidak berpenghuni. Bermacam dugaan muncul di benak Arga, dia mulai mengecek isi kamar Tiara dan menemukan baju-bajunya masih ada tapi kenapa rumahnya nampak begitu sepi dan terbengkalai.


Arga mencoba menghubungi Tiara tapi di urungkan kembali. Setelah beberapa saat akhirnya Arga memutuskan untuk menghubungi Tiara.


"Nomor tang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silahkan menghubungi beberapa saat lagi."


Tidak ada jawaban dari Tiara tapi hanya ada suara operator saja yang terdengar di seberang telpon sana.


Arga keluar rumah dan melihat sekitar halaman yang luas itu dan masih tidak nampak batang hidung seseorang sekalipun hanya tukang kebun.


" Kemana semua orang di rumah ini?."


Arga terus berbicara pada dirinya sendirinya sambil duduk di kursi teras rumah berharap Tiara segera pulang yang menurutnya Tiara sedang pergi keluar.


Satu jam... tiga jam...


Arga yang menunggu Tiara pulang merasa gelisah karena Tiara tidak kunjung pulang. Dia mencoba menghubungi Tiara, tetapi tidak mendapatkan jawaban dari telepon atau pesan teksnya. Semakin lama Arga menunggu, semakin cemas dia menjadi.


"Bisa-bisanya dia keluyuran hingga lupa pulang!." Arga mulai emosi karena menyangka yang tidak-tidak.


Lalu ada seorang ibu-ibu yang lewat di depan rumah Arga sambil sesekali melihat Arga yang sedang gelisah. Alamat Arga tidak terlalu memperhatikannya tapi setelah berpikir sejenak akhirnya Arga menghampiri ibu-ibu tersebut dan berharap mungkin ibu itu mengetahui tentang keadaan rumahnya itu.


"Permisi Bu, apakah ibu tinggal di sekitar sini?."


"Ya, benar." jawab ibu itulah datar.


"Aku Arga, pemilik rumah ini. Apakah ibu melihat istri saya? Tiara."


"Maaf, Pak... Setau saya nona Tiara sudah tidak tinggal disini setelah di rawat di rumah sakit."


Deg!


Arga merasa jiwanya melayang mendengar kabar Tiara yang di rawat di rumah sakit tanpa sepengetahuannya.


"Tiara, di rawat di rumah sakit?."


"Itu yang saya dengar, dan maaf anda suaminya? Bukankah nona Tiara selama ini hanya tinggal sendirian?."

__ADS_1


Arga melihat ke sembarang arah dengan tatapan kosong.


"Dan kalau tidak salah, waktu nona Tiara ke rumah sakit, yang membawanya adalah seorang polisi," lanjut ibu tadi.


"Doni? Apakah Doni yang membawa Tiara?." batin Arga.


"Saya permisi, Pak."


Arga tidak mendengar kata pamit ibu itu dan hanya terus berpikir lalu segera menghubungi Doni dan memintanya untuk segera bertemu.


Arga dan Doni sepakat untuk bertemu di sebuah kafe untuk membicarakan keadaan Tiara yang tidak terdengar kabarnya dalam beberapa hari terakhir. Ketika Arga tiba di kafe, dia merasa cemas karena tidak bisa menghubungi Tiara dan tidak tahu keadaannya.


Doni terlihat sedikit gugup ketika Arga bertanya tentang Tiara. Arga memperhatikan reaksi Doni dan merasa semakin cemas. Dia bertanya lagi tentang keadaan Tiara dan mengapa tidak bisa menghubunginya.


Doni merasa terpaksa untuk mengungkapkan sesuatu pada Arga. Dia memberitahu Arga bahwa Tiara baik-baik saja dan sedang berada di suatu tempat di kota itu. Doni mengatakan bahwa Tiara memintanya untuk tidak memberitahu siapa pun tentang keberadaannya, termasuk Arga.


Arga terus meminta Doni untuk memberitahu nya tapi Doni pun tidak tau kejelasan tentang keberadaan Tiara karena dia hanya mengantarkan Tiara ke rumah sakit saja dan setelah pulang dari rumah sakit Doni tidak tau lagi kabarnya.


Arga, yang sedang merasa sedih dan bingung. Akhirnya, Arga memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri. Dia mengunjungi tempat-tempat yang sering dikunjungi Tiara. Tapi hasilnya nihil.


Saat Arga sedang berjalan di dekat rumah Tiara, dia melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan Tiara sedang berjalan bersama seorang pria yang tidak dikenal. Arga langsung mengikuti mereka dengan hati-hati.


Setelah beberapa hari pencarian, Arga pulang ke rumah Alina dengan muka semrawut.


"Mas... Mas dari mana saja?."


Alina menyapa Arga dan melihat raut wajah suaminya itu tidak bersahabat.


"Aku ada beberapa pekerja di luar."


"Oh... Aku kira, Mas mencari keberadaan Tiara."


Ceplos Alina lalu menutup mulutnya dengan tangannya. Hal itu membuat Arga melicinkan matanya dan berpikir lalu bertanya kepada Alina.


"Kamu sudah tau jika Tiara sudah tidak tinggal di rumah itu?."


Arga merasa kesal karena Alina hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Arga.


"Alina?."

__ADS_1


"Hm, Mas... Aku hanya mendengar kabar dari orang saja. Untuk pastinya aku juga tidak tau. Lagi pula Mas Arga pergi tidak pernah menghunungiku, kamu tau tidak? Aku kan jadi cemas."


Arga memijit dahinya dan meminta maaf karena sudah membuat Alina merasa hawatir.


Di malam hari...


Arga duduk di balkon teras kamarnya, dia terus memikirkan keberadaa Tiara yang belum juga dia ketahui.


" Tiara... Apakah kamu marah padaku? Sehingga kamu sakit pun tidak mengabari aku?."


Pikiran Arga terus bergelut dalam hatinya, banyak rasa penyesalan karena selama ini dia telah mengabaikan orang yang sangat dia cintai itu.


Saat sedang berpikir keras, Alina muncul memeluk dan membelai dada Arga yang langsung membuat Arga tersadar dan melepaskan pelukan Alina.


"Mas... Ayo, aku kangen sama kamu...."


Alina meraba dan membeli wajah juga tubuh Arga dan mengajaknya menuju ranjang, tapi Arga tidak merespon nya dan mengatakan,


"Maaf Alina, aku sedang tidak berselera."


"Kenapa Mas? Apa kamu tidak menginginkanku?."


Alina semakin menggoda dan melancarkan aksinya, tapi Arga langsung berdiri dan menghindari kontak fisik dengan Alina oleh karena itu Alina merasa kesal dan langsung pergi ke kamarnya dengan marah-marah.


Arga berdiri di sana, menatap ke kejauhan. Pikirannya dipenuhi oleh kenangan-kenangan indah bersama Tiara. Dia menyesali cara dia telah mengabaikan Tiara dan meremehkan perannya.


Saat memandang ke kejauhan, Arga teringat akan pertama kali ia bertemu Tiara. Keduanya bertemu di balkon teras atas perusahaan Arga. Tiara berteriak dan memaki dengan suara yang keras sehingga membuatnya terganggu apalagi saat Tiara berbalik mengatainya akan dia jadikan martabak. Hingga membuat Arga tersenyum mengingatnya.


Mereka telah berbagi banyak momen bahagia bersama-sama, dari tertawa pada lelucon konyol hingga hal yang sangat romantis. Arga selalu memikirkan Tiara sebagai istri tercintanya tetapi dia tidak pernah menyadari jika selama ini sudah menyakiti hati perempuan yang selama ini susah untuk dia miliki.


Arga mulai menikahi gadis lain karena suatu kesalahan, dan dia mulai menjauhi Tiara sccara perlahan. Dia meremehkannya, menganggap bahwa Tiara akan selalu ada untuknya. Tapi sekarang, saat ia berdiri di sana sendirian, dia menyadari betapa salahnya dia telah bertindak.


Dia ingin bisa kembali ke masa lalu dan membuat segalanya menjadi benar. Dia ingin meminta maaf pada Tiara dan memberitahunya betapa ia peduli padanya. Namun, ia tahu sudah terlambat untuk itu.


Saat terus menatap ke kejauhan, dia membuat janji pada dirinya sendiri. Dia tidak akan meremehkan Tiara lagi. Dia akan menghargai Tiara di hidupnya dan memastikan bahwa dia tahu betapa berartinya Tiara baginya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Jangan lupa kasih like, subcribe hadiah dan komen nya ya...

__ADS_1


__ADS_2