Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 97 - Waduh waduh...


__ADS_3

Arga merasa sangat khawatir dan sedih setelah mendengar bahwa Tiara ingin bercerai darinya. Dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa Tiara dan merasa sangat menyesal atas kesalahan yang pernah dia lakukan.


Arga memutuskan untuk bertindak dan melakukan segala cara untuk meminta maaf dan memenangkan hati Tiara kembali. Dia mulai dengan memberikan bunga dan kado setiap harinya ke Tiara. Namun, Tiara tidak terlalu memperdulikan hal itu dan tetap bersikeras ingin bercerai.


Arga tidak menyerah begitu saja. Dia terus mencoba dengan meminta maaf berkali-kali. Namun, semuanya tampak sia-sia. Tiara tetap bersikeras ingin bercerai dan meninggalkannya.


Arga merasa sangat putus asa dan terus mencari cara agar Tiara mau memaafkannya. Apalagi kini Tiara sedang mengandung anaknya. Dia tidak ingin kehilangan keluarganya dan terus berusaha untuk membuat Tiara kembali padanya.


Suatu hari...


Setiap usaha yang di lakukan Arga itu di ketahui oleh Alina yang sudah resmi di ceraikan oleh Arga.


Alina yang tidak di beri kesempatan kedua oleh Arga menyimpan dendam dan berjanji pada dirinya jika dia akan membuat hidup Arga dan orang yang di cintainya menderita.


Kini Alina mengetahui jika Tiara sedang mengandung anak Arga lalu memiliki sebuah rencana yang akan membuat dia sambil menyelam minum air, pikirnya.


Tiara dan anak yang ada dalam kandungannya itu akan menjadi target Alina sehingga apapun yang akan terjadi kepada orang yang di cintainya itu, otomatis akan menjadi satu pukulan besar untuk Arga dan membuatnya menderita dan harus merasakan kehilangan.


Di sudut meja restoran terlihat Alina sedang berbicara dengan orang yang berada di ujung telepon.


"Baiklah... Lakukan saja sesuai perintahku dan pastikan aku bersih dari semua tuduhan."


Lalu Alina menutup telponnya dan berkata,


"Kali ini kalian akan hancur!."


...Hari ini, kandungan Tiara berusia 9 bulan dan sudah di taksirkan akan melahirkan bulan ini. Tiara pergi berjalan pagi di sekitar taman dekat apartemennya seperti biasa. Namun, tanpa disadarinya, Tiara telah diawasi oleh beberapa orang yang mencurigakan selama beberapa waktu....


Ketika Tiara berjalan di sekitar taman, dia merasa seperti ada yang tidak beres dan merasa gelisah. Dia memutuskan untuk berjalan pulang ke apartemennya, tetapi ketika dia sampai di depan pintu, dia melihat beberapa orang mencurigakan yang mengintip ke arahnya.


Tiara menjadi takut dan berusaha untuk masuk ke dalam apartemennya dengan cepat. Namun, ketika dia membuka pintu, beberapa orang tersebut mengejarnya dan mencoba untuk masuk ke dalam apartemennya.


Tiara merasa sangat takut dan berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang mendengarnya. Dia mencoba untuk melawan para pencuri tersebut, tetapi mereka terlalu kuat baginya.


Akhirnya, salah satu tetangganya mendengar teriakannya dan memanggil polisi. Polisi datang tepat waktu dan berhasil menangkap para pencuri tersebut.

__ADS_1


Mendengar kabar tersebut, Reyhan sangat khawatir dengan keadaan Tiara dan segera bergegas menemui Tiara di apartemennya. Ketika dia tiba di sana, dia melihat bahwa Tiara masih dalam keadaan terkejut dan ketakutan.


Reyhan mendekati Tiara dan memeluknya erat-erat,


"Kamu baik-baik saja, Tiara? Aku sangat khawatir denganmu."


Tiara masih terisak-isak dan mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri,


"Aku baik-baik saja, Reyhan. Terima kasih sudah datang. Aku sangat ketakutan tadi."


Reyhan mengusap punggung Tiara dengan lembut,


"Aku akan selalu berada di sampingmu, Tiara. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu dan juga calon anakmu."


Tiara tersenyum kecil dan merasa tenang di dekat Reyhan.


Setelah kejadian itu, Tiara merasa was-was dan khawatir akan keselamatannya dan juga janin yang sedang dikandungnya. Kondisinya yang stres dan takut membuatnya merasa lelah dan lemah secara fisik.


Beberapa hari kemudian, Tiara mulai merasakan sakit perut yang cukup hebat dan tidak bisa diatasi dengan istirahat. Reyhan pun segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.


Arga sangat khawatir dengan kondisi Tiara dan segera mendekatinya,


"Bagaimana keadaanmu, Tiara? Aku sangat khawatir denganmu."


Tiara tersenyum kecil dan mencoba memberikan kekuatan, "Aku baik-baik saja, Mas. Terima kasih sudah datang."


Arga mengusap tangan Tiara dengan lembut dan bertanya, "Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu harus dirawat di sini?."


Tiara menjelaskan tentang kejadian yang dialaminya di apartemen dan bagaimana dia harus menjalani perawatan medis untuk pulih kembali. Arga merasa sangat sedih dan terpukul mendengar kabar tersebut. Dia menyesali dirinya karena tidak bisa menjaga istri dan calon anaknya itu.


Arga memutuskan untuk tetap berada di samping Tiara dan memberikan dukungan yang kuat selama masa pemulihannya. Dia berjanji untuk selalu ada dan menjaga keselamatan Tiara.


"Mas... Kamu pulang saja. Aku bisa menjaga diriku."


Arga yang sedang mengupas buah apel menghentikan aktifitasnya sejenak dan berkata,

__ADS_1


"Menjaga diri sendiri? Benarkah?."


Lalu Arga menyuapi Tiara buah apel yang sudah dia kupas dan Tiara kunyah sampai habis lalu menyuapinya lagi.


"Aku tidak mau merepotkanmu. Lebih baik Mas menjaga diri Mas sendiri. Lagi pula sebentar lagi kita akan ber~...."


Arga menutup mulut Tiara dengan tangannya lalu menatapnya dalam-dalam.


"Selama ini aku sudah terlalu lama menunggu dan berada dalam kebodohan dengan membiarkanmu dan calon anak kita tinggal sendirian sehingga kejadian seperti ini aku tidak bisa melindungimu."


Tiara memalingkan wajahnya saat melihat netra Arga yang memancarkan ketulusan dan berbicara dengan jujur. Tiara tidak memungkiri atas perasaan suaminya itu, suaminya memang masih mencintainya.


Hanya saja Tiara tidak ingin hidup dalam satu harapan yang seringkali membuatnya merasa kecewa.


"Mulai sekarang, walaupun kamu sangat membenciku, aku akan tetap berada di sampingmu. Walaupun kamu menolak keberadaanku akau akan tetap ada di dekatmu, menjagamu dan melindungimu."


"Tapi Mas...."


Arga mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara sehingga membuatnya tersentak dan terkejut dengan sikap Arga. Dia melihat tatapan Arga yang tajam namun lembut membuat Tiara merasakan kehangatan.


Arga menurunkan pandangannya lalu melihat bibir Tiara dan menelan salivanya. Melihat hal itu, Tiara memalingkan wajahnya namun di tahan oleh Arga.


Arga merasa nafasnya semakin menderu dan terengah-engah. Dia mencoba untuk mengambil napas dalam-dalam, namun sesuatu dalam dirinya menuntutnya untuk menyentuh bibir Tiara yang sudah lama tidak dia nikmati.


Reflek Arga pun nyosor dan hendak mencium bibir Tiara, namun Tiara berpaling sehingga Arga hanya mencium angin dan memejamkan matanya. Lalu melihat ke arah Tiara yang menitikan air mata dan berkata,


"Maaf."


Hening sejenak, lalu Tiara menghapus air matanya dan Arga pun beranjak dari duduknya dan berkata,


"Aku akan keluar sebentar, hanya sebentar... dan segera kembali."


Tiara tidak membalas perkataan Arga dan hanya menatap punggung Arga yang berlalu di balik pintu. Perasaannya bercampur saat mendapat sikap Arga yang baru saja dia lihat. (wajar kali ya, udah beberapa bulan puasa wkwkwk).


Bersambung...

__ADS_1


Lanjut ceritanya gak temen-temen? Kalau mau lanjut, kasih dukungan buat karya ini ya... Biar author nambah semangat 💪😍


__ADS_2