Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 60 - Jebakan?


__ADS_3

"Pak Arga, istri anda tersangka yang di duga kuat. Selain tidak adanya saksi lain, bukti-bukti juga mengarah kepada istri anda. Karena sebelum hari kejadian istri anda terdapat cek cok adu mulut dengan korban."


"Apakah ada cctv disana?."


"Justru itu kami mendapati cctv sekitar rumah itu dalam keadaan mati."


Arga menghela nafas.


"Maaf Pak Arga, sebelumnya apakah istri anda kenal dekat dengan korban?."


Nampak Tiara turun dari tangga dan mendengar percakapan Arga dan pengacara.


"Ada satu saksi mata yang bersamaku saat itu. Dia tukang ojol yang mengantarku ke tempat itu. Ini orangnya."


Tiara menunjukan Identitas tukang ojol itu di aplikasi yang Tiara pakai untuk memesan ojol tersebut.


"Baiklah, Pak Arga sekarang kita menemukan celah untuk membuktikan bahwa istri anda tidak bersalah."


"Saya mempercayakan nya pada anda, Pak pengacara."


"Baiklah, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Terima kasih."


Sikap dingin Arga membuat Tiara berpikir kalau Arga juga mencurigainya.


"Pak Arga, apa anda juga menyangka akulah pelakunya?."


Arga melihat Tiara dan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.


"Aku tidak bisa memutuskannya sebelum kebenarannya terbukti. Tiara ... ada hubungan apa kamu dengan tante V (ibunya Rama) ?."


Pertanyaan Arga membuat Tiara harus mengatakan kebenaran tentang kakaknya.


"Pak Arga, apakah anda tau kenapa kakakku meninggal??."


Arga penasaran.


"Orang-orang di luaran sana mengira kakakku meninggal karena bunuh diri. Tapi yang sebenarnya terjadi dia meninggal karena ada seseorang yang membunuhnya."


"Apa maksudmu?."


"Tante anda sudah membunuh kakakku."


"Tiara! Kamu jangan bicara sembarangan!."


"Tante V ingin menghilangkan bukti kalau kakak mengandung anaknya Rama."


Arga sangat terkejut mendengar penuturan Tiara.


"Ya ... Rama sepupu anda, dia telah menodai kakakku dan membuatnya menanggung aib yang sangat memalukan!. Bukannya beritikad baik tapi tante V malah menyingkirkan kakakku dengan cara yang sangat keji!. "


Tiara menahan emosinya saat mengingat tentang kakaknya. Lalu Arga menghampiri Tiara dan berkata,


" Apakah kamu membunuh tante V karena ingin balas dendam?."


Tiara hanya tersenyum getir dan tidak menjawab pertanyaan Arga. Sehingga membuat Arga berada dalam prasangkanya dan pergi meninggalkan Tiara.


Beberapa hari setelah kejadian itu Arga semakin dingin terhadap Tiara. Bahkan Arga sering tidak pulang ke rumah. Posisinya sekarang berada diantara keluarga besar dan istrinya.


"Tiara ... Tuan Arga sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah ini. Kenapa kamu tidak menjelaskan yang sebenarnya terjadi?."


"Aku harus menjelaskan apa Nayla?."


Muka datar.

__ADS_1


"Aku tau kamu tidak bersalah atas kematian nyonya V, tapi dengan diamnya kamu itu membuatnya pak Arga merasa kamu menyembunyikan sesuatu darinya."


****


Tiara berjalan menuju dapur dan mendengar beberapa art yang sedang membicarakannya.


"Nona Tiara sebentar lagi akan di tinggalkan oleh tuan Arga."


"Siapa suruh dia membunuh keluarga tuan Arga!."


"Tapi tuan Arga sangat mencintai nona Tiara, oleh karena itu nona Tiara tidak di masukan ke penjara."


"Kita lihat saja ke depannya."


"Sepertinya aku mulai tidak betah disini, punya majikan seorang pembunuh kan ngeri."


Tiara masuk ke dapur dan seketika membuat para art terdiam ketakutan karena sudah membicarakan majikannya.


"Kalian harus fokus dalam memasak, jangan sampai makanan ini jadi tidak enak karena di campur dengan omong kosong kalian. Ya!."


Tiara menghampiri ketiga art tadi sambil memilih sayuran yang sedang mereka potong. Dan di akhiri dengan sebuah senyuman.


"Maaf nona ...," berbarengan.


Ketiga art tadi berlutut di hadapan Tiara, karena mereka menyadari telah melakukan kesalahan.


"Sudahlah ... Silahkan bekerja lagi. Dan jangan masak terlalu banyak. Pak Arga tidak akan pulang ke rumah ini lagi."


"Baik nona."


150 hari kematian Reyna sudah terlewatkan. Tiara menjalani kehidupannya sendiri tanpa kehadiran Arga yang selalu pulang ke rumahnya yang dulu.


" Tiara ... Ini sudah siang, apa kamu tidak akan bangun?." Ucap Nayla.


"Aku masih ingin tidur."


"Tiara kamu sakit, aku akan panggilkan dokter."


Tibalah seorang dokter dan memeriksa keadaan Tiara. Dokter itu memberikan resep obat untuk Tiara.


"Nyonya mengalami demam dan terlalu kelelahan. Cukup istirahat dan berikan obat ini. Mudah2han segera sembuh."


"Terima kasih dokter."


Di rumah lama Arga.


"Pak Arga, pembunuh nyonya V sudah tertangkap. Mereka adalah pembunuh bayaran yang di bayar seseorang untuk mencelakai nyonya V, dan ada indikasi itu sengaja untuk menjebak istri anda."


"Benarkah? Siapa yang ingin menjebak istriku?."


"Kami akan menyelidiki kasus ini lebih dalam, jika ada kabar lain kami akan menghubungi anda lagi. Sekarang istri anda sudah terbebas dari dugaan tersangka."


"Baiklah, terima kasih."


Pagi hari di rumah Tiara.


Arga melihat Tiara sedang berada di taman di temani Nayla. Tiara menyeduh secangkir teh tapi merasa tidak enak karena teh nya sudah dingin.


"Nayla ... Aku ingin teh panas, bisakah kamu buatkan untukku lagi?."


"Baiklah tunggu sebentar ya."


Arga melewati beberapa art yang menggunjingkan Tiara.

__ADS_1


"Nona Tiara semakin kesini semakin banyak maunya. Lihat saja tuan Arga sudah tidak pernah kemari. Dia sama dengan seorang janda! Hu a ha ha."


Jekukkkk...


Arga menendang art yang kurang ajar terhadap majikannya.


"Siapa suruh kalian kurang ajar terhadap istriku!."


Arga marah dan langsung menghukum art tadi di depan semua orang.


Tiara melihat keributan di teras depan dan segera menghampirinya.


"Kamu di pecat sekarang juga! Dan aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan dimana pun!."


Arga segera masuk rumah.


Tiara melihat kemarahan Arga yang sangat besar.


"Ampun tuan! Ampun! Saya tidak akan mengulanginya. Ampun! Nona ... Ampuni saya nona. Saya tau saya salah jangan pecat saya nyonya! Hu u u hiks...."


Tiara tidak bergeming melihat art yang menangis meminta ampun.


"Kalian sudah lihat semuanya! Inilah akibat dari tindakan kurang ajar terhadap nona!. Jika ada diantara kalian yang sperti ini lagi, kalian akan bernasib sama!."


Nasihat Nayla.


Tiara masuk ke rumah dan menyambut kehadiran Arga. Tiara menyuguhkan teh kesukaan Arga.


" Silahkan diminum teh nya."


Arga yang duduk di meja makan melihat resep obat atas nama Tiara dan mengambilnya.


" Tiara, apa kamu sakit?."


"Aku hanya demam saja."


"Kemana asisten mu, kenapa dia tidak mengabariku?."


"Sudahlah Pak Arga, saya baik-baik saja. Dan sekarang saya sudah sembuh."


Arga memperhatikan Tiara dan memang terlihat sudah membaik.


"Kamu jangan membiarkan orang-orang seperti mereka tadi menggunjingkanmu. Mereka sudah sangat keterlaluan!."


"Mereka hanya mengatakan yang sebenarnya terjadi. Pak Arga memang sudah lama tidak pulang ke rumah ini."


Arga melihat ke arah Tiara dan Tiara sengaja batuk-batuk.


"Uhuk ... Uhuk ...!."


"Kamu harus menjaga kesehatanmu ... Ekhemm."


Arga mendekati Tiara dan meraba keningnya. Lalu menyuruh Tiara untuk banyak istirahat.


"Kantor polisi sudah mencabut statusmu sebagai di duga tersangka. Pembunuh tante V yang sebenarnya sudah tertangkap."


"Syukurlah ...."


"Tiara, kenapa kamu tidak menyangkal saat aku bertanya apakah kamu yang membunuh tante V?."


"Karena jika aku bisa, aku juga ingin melenyapkan tante V, tapi orang lain juga menginginkan hal yang sama denganku."


"Tiara ... aku mengerti perasaan mu. Kejadian yang menimpa kakakmu adalah perbuatan yang sangat keji. Tapi aku harap kamu bisa melupakan semuanya. Lagi pula, Rama sedang berada di balik jeruji besi (penjara) menerima hukumannya. Dan tante V dia juga sudah meninggal. Sekarang kamu harus hidup bahagia."

__ADS_1


****


Mohon untuk selalu memberi dukungan untuk karya ini Ya 😊🙏


__ADS_2