
\*\*\*
Kirana, yang sedang bersiap-siap untuk menghadiri seminar lukisannya di galeri miliknya, merasa ragu dengan pilihan pakaiannya. "Bagus gak ya...?," ucap Kirana sambil berlenggok di depan cermin.
Dia ingin terlihat sempurna dalam momen penting ini. Tanpa ragu, dia memutuskan untuk meminta pendapat Sandra, kakaknya yang selalu memiliki selera fesyen yang baik.
Kirana menuju ke kamar Sandra dengan harapan bisa meminjamkan salah satu baju Sandra yang terlihat lebih elegan dan cocok untuk acara tersebut.
Begitu masuk ke dalam kamar Sandra, dia melihat koleksi pakaian yang menakjubkan di lemari dan rak. Tiap pakaian terlihat begitu rapi dan indah.
"Kak... Aku boleh pinjam baju Kakak untuk hari ini tidak?."
"Kenapa? Baju yang kamu pakai juga sangat bagus lho...."
"Iya sih, tapi kalau pakai baju ini lebih terlihat seperti seorang bisnis women he he he...," celetuk Kirana sambil memilah milih baju milik Sandra.
__ADS_1
Sandra, yang melihat adiknya sangat bersemangat, dengan senang hati menawarkan bantuannya. Dia mengerti betapa pentingnya penampilan bagi Kirana dalam acara tersebut. Dengan penuh kasih sayang, Sandra membantu Kirana mencari pilihan baju yang sesuai.
"Bagaimana dengan yang ini?," tanya Sandra, namun Kirana menggelengakan kepalanya tanda kurang suka. "Kalau yang ini?," tanya Sandra lagi. "Wah... Bagus juga tuh Kak...," seru Kirana yang terus mengambil baju itu dan mencobanya.
"Itu baru Kakak pakai satu kali, kalau kamu mau pakailah...." Kirana pun mengangguk. "Tapi ini terlalu wah Kak... Aku mau yang simpel aja."
Setelah beberapa saat mencoba dan memilih, Kirana menemukan sebuah gaun yang memukau diantara pakaian Sandra. Gaun tersebut memiliki desain yang elegan dan warna yang sesuai dengan kepribadian Kirana. Ketika Kirana mengenakan gaun itu, dia merasa percaya diri dan cantik.
"Aku suka yang ini Kak...."
"Ok, kamu sangat cantik...."
Kirana merasa beruntung memiliki kakak seperti Sandra, yang selalu ada untuknya dalam momen penting seperti ini. Mereka berdua saling memberi dukungan dan membantu satu sama lain untuk tampil terbaik. Kirana sangat berterima kasih kepada Sandra atas bantuannya dalam menemukan pilihan busana yang sempurna.
Dengan keyakinan dan penampilan yang memukau, Kirana siap menghadiri seminar lukisannya dengan penuh semangat. Kirana melangkah keluar dari kamar Sandra dengan senyuman dan keyakinan diri.
__ADS_1
Namun, seketika langkahnya terhenti saat Tiara memanggilnya dari kejauhan. "Kirana...!."
"Mama...!." Kirana segera berlari menghampiri ibu tercintanya itu seraya memeluknya. "Gimana Mah, aku cantik kan?."
Tiara memperhatikan penampilan putrinya itu dan mengangguk. "Cantik," jawab Tiara merasa kagum pada putrinya itu. "Hmm...cuman sayang Mama sama Papa gak bisa hadir karena harus ke luar kota," seru Kirana sambil memajukan bibirnya.
"Maaf ya sayang... Mama gak bisa hadir karena acara Mama dan Papa hari ini sangat penting, tapi lain kali Mama akan usahakan."
"Tidak apa-apa Mah, lagi pula Kak Sandra juga akan datang dan masih banyak teman Kirana yang akan hadir... Aduh... Aku sangat gerogi Mah...."
"Kamu ini, ayo siap-siap... Ini udah siang lho...," kata Tiara, namun ia menelisik lagi penampilan Kirana dan langsung menyuruhnya untuk mengganti baju saat itu juga.
Melihat reaksi Tiara yang tiba-tiba saja berubah membuat Kirana merasa heran dan mempertanyakannya. Namun satu jawaban dari Tiara membuat Kirana segera menuruti perintah ibunya itu tanpa bertanya lebih jelas alasannya. Tiara hanya berkata jika ia tidak suka melihat Kirana memakai baju yang dia pakai dan menyuruhnya untuk segera mengganti, itu saja.
Karena tidak ingin melukai perasaan ibunya, Kirana pun segera ke kabar dan menggantinya. "Kenapa Mama menyuruhku mengganti baju ya? Ini kan punya Kak Sandra, bagus lagi," ucap Kirana di kamar sambil mengganti bajunya.
__ADS_1
Sedangkan Tiara, kini ia masih berdiri di dekat kamar Kirana sambil menatap taman yang bisa ia lihat dari jendela kaca besar rumahnya itu.
"Aku tidak akan membiarkan kamu bernasib sama denganku Kirana... Aku tidak akan membiarkanmu memakai apapun yang bekas orang lain... Apalagi dari orang yang berhubungan dengan orang yang sudah membuat Mama banyak kehilangan, Sarah... Aku tidak akan melupakan semuanya."