
SEBUAH KEPUTUSAN SULIT
Seperginya Tiara dari rumah Arga. Dia pergi ke rumah sakit untuk menemui Reyna terakhir kalinya. Tiara duduk di samping Reyna sambil memegang tangannya.
"Nyonya... maaf! aku akan pergi. Aku tidak bisa berada di sisi nyonya lagi dan menjaga nyonya lagi. Nyonya jaga diri nyonya... jika anda perlu sesuatu Nayla akan membantu anda... terima kasih atas semua yang sudah nyonya lakukan untukku."
Tiara berpamitan dan menyesali perpisahan ini. Tapi itu yang terbaik untuk semua.
Dengan membawa satu tas dan koper, Tiara duduk di tepi pantai. Dia terus melamun sampai malam menjelang. Dia mengenang semua hal yang sudah terjadi di kehidupannya dan menghela nafas.
Beberapa hari telah berlalu...
Dretttt...! drettt!
Reyhan memanggil (layar handphone). Tapi Tiara menonaktifkan ponsel nya. Ntah apa yang sedang Tiara pikirkan.
"Maaf, nomer yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan menghubungi beberapa saat lagi."
"Sebenarnya Tiara kemana? Handphone nya selalu di matikan."
Reyhan menerka nerka.
Lalu menuju rumah Arga.
"Selamat siang tuan Reyhan," sapa Sarah.
"Selamat Siang, Sarah... apakah Tiara ada di rumah?." To the point.
__ADS_1
"Tiara tidak ada disini dia sudah tidak tinggal di rumah ini lagi."
"Apa maksudmu? Tiara dimana?."
Terlihat Arga yang akan turun menuruni tangga. Selangkah demi selangkah Arga melangkahkan kakinya dan menatap Reyhan.
"Rupanya kamu masih tidak mengindahkan perkataanku Reyhan. Ini akibat karna kamu menentangku... Sekarang hidup gadis itu terlunta lunta di jalanan semua itu karna keras kepalamu."
Reyhan masih menyimak.
"Kamu tau, aku bisa melakukan hal yang lebih kejam lagi padanya jika kamu berusaha mencari dia."
"Aku datang kesini bukan untuk mencari Tiara. Pernikahan yang anda usulkan waktu itu, aku menyetujuinya. Aku akan menikah dengan orang yang anda pilihkan. Dengan Sarah."
Reyhan mengatakan hal itu dengan terpaksa dan berlinang air mata. Menahan kesedihan harus mengambil keputusan sebesar itu.
Ada rasa kepuasan dalam hati Arga mendengar keputusan Reyhan.
"Baguslah, akhirnya kamu menyadarinya. Untuk pernikahan, aku akan mengurus semuanya setelah kakakmu keluar dari rumah sakit. Sarah, mulai hari ini kamu pulang ke rumah orang tuamu untuk mempersiapkan pernikahan."
"Baik tuan," seru Sarah.
Reyhan langsung berbalik pulang tanpa berpamitan pada Arga.
Di perjalanan dia melihat Tiara. Orang yang selama ini dia cari dan rindukan. Betapa bahagianya karna Reyhan sudah bisa menemukannya. Dia hendak turun ingin segera memeluk kekasih hatinya itu. Tapi Reyhan mengurungkan niatnya, karena baru saja Reyhan sudah berjanji akan menikahi Sarah demi kebaikan Tiara.
Reyhan menangis dan prustasi.
__ADS_1
Reyhan memperhatikan Tiara yang sedang berjalan menelusuri pertokoan, Tiara sedang berusaha melamar pekerjaan tapi tak kunjung di terima.
Reyhan terus mengikuti Tiara dari dalam mobil lalu tibalah di sebuah rumah kontrakan yang lebih kecil dari rumah kontrakan yang dulu Tiara tempati.
Bukan tidak mampu untuk mengontrak di tempat yang lebih besar dan nyaman. Hanya Tiara tidak ingin uangnya cepat habis sebelum mendapat pekerjaan.
Melihat penderitaan yang Tiara alami. Reyhan semakin meyakini bahwa keputusan nya itu adalah benar. Karena dengan menyetujui pernikahannya dengan Sarah. Reyhan meminta syarat, bahwa Arga tidak akan melakukan hal yang akan membuat Tiara celaka.
Di rumah sakit...
"Kakak...!."
"Tuan... nyonya belum siuman," seru Nayla.
"Kakak... aku tau kamu bisa mendengarku. Dokter mengatakan kondisimu akan pulih secara perlahan. Tapi kakak tidak mau menerima kenyataan bahwa kakak kehilangan calon anak lagi. Kakak Tidak bersedia untuk sadar. Apa kamu mendengarkanku kakak?."
"Tuan... anda begini hanya menggangu nyonya istirahat." cegah Nayla.
"Kakak, ibu setiap hari menangis... dia sakit karena menghawatirkanmu. Ayah mendesah setiap hari tidak bersemangat untuk bekerja. Semua orang bersedih karena mu. Bukankah kakak menyayangi Tiara? Sekarang dia dalam kesulitan. Apakah kakak tidak bisa bangun dan membantunya lagi?."
Reyna perlahan menggerakkan tangannya lalu Reyhan menggenggamnya.
"Kakak... aku terpaksa akan menikahi Sarah untuk melindungi Tiara. Kakak... aku mohon tolong aku, tolong Tiara... hanya kamu yang bisa menolongnya."
Reyhan memohon sambil menangis. Terlihat Reyna pun meneteskan air mata walaupun dalam keadaan mata tertutup.
Bersambung...
__ADS_1