Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 30 Aneh


__ADS_3

Seperti janjinya, sabtu sore Reyhan berkunjung ke kediaman Reyna. Sarah melihat dan segera menyambutnya.


"Selamat datang dan selamat sore tuan Rey...." Reyhan mengangguk.


"Apa kakak ada?."


"Nyonya ada di atas, silahkan duduk akan saya panggilkan dulu."


Reyhan melihat ke sekitar mencari wanita pujaannya yang tak kunjung nampak. Lalu turunlah Reyna yang di dampingi Tiara.


"Pantas saja aku cari tidak ada, ternyata dia bersama kakak." batin Reyhan.


"Rey... ada apa? Hari sudah sore dan kamu mampir kesini?."


"Kakak... aku ada satu permintaan."


"Permintaan? Apa?."


"Aku ingin mengajak Tiara keluar. Bolehkan kak?."


Semua orang terkejut tidak terkecuali Sarah. Akhirnya Reyna mengizinkannya. Dan berpesan agar tidak pulang terlalu malam.


Arga melihat keduanya pergi bersama saat berpapasan mobil di depan gerbang rumah.


Ada perasaan yang susah di katakan dalam hati Arga. Dia merasa ada yang akan mengambil sesuatu dalam hidupnya. Kembali lagi dia tepis perasaan itu ketika melihat wajah istrinya Reyna.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Arga mondar - mandir di balkon dengan gelisah. Entah apa yang membuat dia tidak bisa tidur. Lalu sampailah Tiara dan Reyhan di depan rumah Arga.


"Akhirnya mereka pulang juga. Tiara... anak itu memang tidak tau malu. Sudah larut malam baru pulang, bersama dengan laki-laki pula." gerutu Arga.


"Terima kasih ya Rey, untuk hari ini."


"Sama-sama... aku pulang dulu. Istirahatlah, Dah...."


Tiara memasuki rumah yang sebagian lampunya sudah padam. Dia menaiki tangga dan tiba-tiba.

__ADS_1


"Waduh! aku kaget sekali. Jantung ku hampir copot!."


Itu yang dikatakan Tiara saat di depannya ada Arga yang berdiri persis di atas tangga dalam kegelapan.


"Pak... ada yang bisa saya bantu? Anda memerlukan sesuatu?."


Arga hanya diam saja menatap Tiara. Lalu kembali ke kamarnya.


"Aneh sekali pak Arga itu. Mengerikan. Hi..!."


"pak Arga, ini file yang harus anda tanda tangani."


Begitulah panggilan Reyhan kepada kakak iparnya itu. Dia tidak memanggil dengan sebutan kakak. Karena sudah terbiasa beradaptasi di kantor dengan memanggilnya Pak Arga, layaknya bersikap formal.


Arga memeriksa semua file yang di berikan Rey padanya. Sambil sesekali Arga mencuri pandangan pada Reyhan.


"Ini, sudah di periksa semua. Acc semua lokasi yang di tandai."


"Baik pak, saya permisi dulu." Reyhan segera beranjak.


Arga berdiri dari duduknya dan bersandar di meja kerjanya. Lalu mengajukan pertanyaan yang membuat Reyhan senang.


" Rey... usiamu sudah tidak terlalu muda lagi, apa kamu tidak sebaiknya segera menikah dan mempunyai istri?."


Reyhan terperanjat mendengar pertanyaan kakak ipar nya itu.


" Apa kamu sudah mempunyai seseorang yang ada di hatimu? kalau belum ada, aku akan carikan seseorang yang pantas untukmu."


Reyhan segera menjawab,


" Ya, Aku sudah berniat meninggalkan status bujangku, dan anda tidak perlu repot-repot mencarikannya. Karena sudah ada seseorang yang ada di hatiku." tegas Reyhan.


Arga menelisik.


"Baguslah kalau begitu, siapa gadis itu?," lanjut Arga.

__ADS_1


"Sebenarnya anda sudah tidak asing lagi dengannya. Karna dia berada di rumah anda."


Teg...!


"Di rumahku? Aku mengerti, pantas saja kamu seringkali mengunjungi kakak mu. Ternyata itu hanya alasanmu untuk bertemu dengan pujaan hatimu kan?."


"Sarah anak yang baik dia juga dari keluarga baik-baik. Dia menemani kakakmu juga karna lulus seleksi terbaik. Aku akan mengurusnya."


"Bukan Sarah orangnya." Reyhan menolak.


"Lalu... Nayla?."


Reyhan menggeleng.


"Jangan kamu bilang wanita yang kamu sukai itu Tiara?."


"Benar, wanita yang aku cintai dan ingin aku jadikan istri adalah Tiara."


Brakkkkk!!


Arga memukul mejanya dengan sangat kencang, sehingga membuat Reyhan terkejut.


"Kamu tidak boleh menikahi gadis itu!."


"Kenapa ?Wanita yang aku cintai adalah Tiara. Dan kami berjanji akan hidup bersama."


"Tidak! Dia itu bukanlah gadis yang baik. Aku sudah bisa melihatnya. Dia itu haus akan harta. Dia hanya menginginkan kekuasaan. Dan itu tidak baik untukmu."


Reyhan mematung tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Arga.


"Saya merasa, itu tidak jadi masalah. Pak... saya lebih tau tentang Tiara. Dia orang terbaik untuk menjadi partner hidupku.


Jika tidak ada yang perlu di sampaikan lagi, saya permisi." tegas Reyhan lalu segera pergi dari sana.


Arga sangat marah dan kesal lalu melempar semua barang yang ada di meja.

__ADS_1


Akhh...!!!


__ADS_2