Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 62 - Bulan madu


__ADS_3

"Persiapan sudah lengkap semua." Ucap Tiara.


Koper berisi pakaian dan persiapan tiket untuk penerbangan ke Eropa sudah siap. Arga dan Tiara akan pergi ke luar negeri untuk berbulan madu.


Arga sudah menyiapkan dari jauh hari, tapi baru akan kesampaian hari ini. Itu semua karena Tiara selalu menolak untuk melakukan perjalanan yang jauh.


"Kita disana akan menghabiskan waktu yang cukup lama. Dan kalau kamu mau, kita pindah saja dan tinggal disana. Bagaimana?."


"Sepertinya tidak Pak Arga ... Aku lebih cinta Indonesia, tanah dan Negara kelahiranku."


Arga meraih tangan Tiara yang sedang merapihkan baju Arga. Lalu mendekatkan wajah Tiara.


"Sayang ... Apa kamu bisa memanggilku dengan sebutan sayang?."


"Pak Arga ...."


"Ini bukan pertanyaan, tapi aku menyuruhmu untuk memanggilku dengan kata sayang. Tidak ada lagi panggilan pak Arga atau panggilan yang lain."


"Pak Arga ...."


Cup


"Jika kamu salah memanggilku lagi, mau satu kali atau beberapa kali maka aku akan menciummu sebanyak kamu melupakannya."


"Aku akan panggil mas Arga saja. Boleh ya? ... Opsi kedua."


Tiara memiringkan kepalanya dan tersenyum. Hal itu membuat Arga merasa gemas lalu melancarkan aksinya di tengah hari. Meskipun Tiara menolak tapi Arga tidak bisa memendam hasratnya. Padahal jam penerbangan tinggal beberapa jam lagi. He he.


Satu jam kemudian dua insan itu sudah dalam keadaan fresh dan siap untuk ke Bandara.


"Nayla ... Selama aku tidak ada di rumah. Jaga dirimu dan rumah ini ya."


"Siap!. He he. Tiara, jangan lupa bawakan oleh-oleh ya."


Nayla tersenyum lebar setelah mengatakannya. Padahal tidak di pinta pun Tiara pasti akan membawakan buah tangan untuknya.


Arga dan Tiara sudah lepas landas dari Indonesia menuju Eropa. Perjalanan mereka cukup cepat karena menggunakan jet pribadi.


Tibalah di sebuah Hotel yang besar dan ternama di negara tersebut. Sepasang pengantin baru itu menikmati masa-masa bulan madunya dengan penuh semangat dan power yang extra terutama Arga.


Sebenarnya sama saja mau di luar negeri ataupun di dalam negeri. Mereka melakukan perjalanan jauh-jauh tapi hanya berdiam diri di kamar. Sepanjang hari mereka menghiasi kamar hotel tersebut dengan suara-suara yang penuh nikmat dan gairah.


Seminggu berlalu berada di Eropa membuat Tiara ingin segera bertolak ke Indonesia. Walaupun di negara yang serba maju dan banyak kota-kota indah, tetap saja Indonesia nomer satu di hati Tiara.


Di kasur yang super besar, terdapat dua insan yang sedang terbaring dan berselimut. Tiara yang memainkan roti sobek milik Arga dan Arga yang mengelus rambut Tiara dan mencium harum baunya yang menjadi candu untuknya.


"Mas ... Kita pulang secepatnya ya ..."


"Kenapa?."


"Aku kangen rumah."


"Kita baru seminggu disini. Aku belum merasa puas menikmatinya masa bulan madu kita."


Tiara terdiam. Lalu Arga mengerti bahwa Tiara memang benar-benar ingin segera pulang.

__ADS_1


"Baiklah ... Besok kita akan pulang ke Indonesia."


"Benarkah??."


Tiara tersenyum bahagia. Di balas anggukan Arga.


"Tapi ... Sekarang aku tidak membiarkan mu pergi dari kasur ini. Hem."


Lagi ... Lagi dan lagi. Hari itu entah berapa kali mereka melakukannya. Akhirnya Arga tumbang dan tertidur lelap.


Tiara turun dari kasur dan berjalan menghampiri jendela. Dari sana Tiara bisa melihat pemandangan yang sangat indah.


Tiara merasa sekarang pintu hatinya mulai terbuka untuk Arga. Pintu hati yang selalu tertutup akhirnya terbuka perlahan demi perlahan.


Perlakuan Arga yang selalu baik terhadapnya, setiap perhatian yang Arga berikan untuknya telah menggetarkan hati kecil Tiara.


"Nyonya ... Aku tidak tau atas perasaan ku saat ini. Aku harap ini tidak menjadi satu pengkhianatan kepada nyonya."


Esok harinya Tiara dan Arga sampai di negara tercinta Indonesia.


_______


"Ibu... Ibu... Aku pulang bu...."


Ibu Reyhan mendengar suara Reyhan dan segera menyambut kedatangan anak satu-satunya lagi.


"Reyhan anakku. Nak ... Kamu sudah pulang."


Dengan penuh haru dan tangis bahagia, Ibu Reyhan memeluk anaknya yang begitu lama tidak dia temui.


"Ibu ... Sekarang aku sudah ada disini, aku sudah pulang. Anakmu ini tidak akan meninggalkanmu lagi. Tenanglah ibu."


Reyhan memeluk dan menenangkan ibu nya yang tiada berhenti menangis. Lalu Sarah datang menghampiri Reyhan dengan menggendong seorang anak perempuan.


" Lihatlah istrimu. Dia berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan anakmu. Tapi kamu malah berada jauh dan tidak ada di sampingnya."


Sarah lebih mendekat dan mendekatkan putrinya ke hadapan Reyhan.


"Nak ... Lihatlah, ini papa ... Ayo panggil papa. Reyhan, syukurlah sekarang kamu sudah pulang jadi aku dan keluarga tidak akan menghawatirkanmu lagi."


Tapi Reyhan mengacuhkannya dan tidak peduli.


"Ibu... Lebih baik sekarang ibu pergi ke kamar dan beristirahatlah. Nanti malam kita akan bicara lagi. Aku juga harus mengurus beberapa pekerjaan di kantor."


"Baiklah ...."


Ibu Reyhan segera pergi di antar art menuju kamarnya.


Lalu Sarah mendekati Reyhan lagi.


"Reyhan ... Ayah memilihkan nama Sandra untuknya. Dia adalah putrimu ... Kenapa kamu seperti tidak senang melihatnya?."


Reyhan tidak bergeming dan segera beranjak.


"Berhenti!."

__ADS_1


Reyhan menghentikan langkahnya. Lalu Sarah melanjutkan perkataannya.


"Jika sikapmu tidak sedingin itu padaku, mungkin aku tidak akan hampir kehilangan nyawaku karena melahirkan. Sekarang kamu sudah pulang. Apakah tidak ada satu katapun yang ingin kamu katakan padaku?"


"Banyak orang dan dokter yang membantumu."


"Tapi aku membutuhkanmu!, aku butuh perhatianmu sebagai suami."


"Sejak kamu membuat keputusan yang gila itu, aku bukan lagi suamimu!. Silahkan jika kamu ingin tetap tinggal disini. Itu hanya karena aku masih menutupi aibmu. Karena sudah melahirkan seorang putri, maka jadilah ibu yang baik untuk anakmu. Jangan mempermalukan dirimu lagi."


Reyhan hendak pergi ...


"Kamu terburu-buru ingin keluar lagi karena ingin segera menemui orang yang kamu cintai bukan?!."


"Apa yang kamu katakan?."


"Mungkin kamu belum mengetahuinya, Tiara sudah menjadi istri tuan Arga!."


Reyhan terkejut dan membelalakan matanya mendengar pernyataan Sarah.


"Lihatlah dirimu. Aku membuatmu malu kamu tidak peduli. Bahkan kehadiran Sandra juga tidak membuat hatimu tergerak. Sekarang ... membahas soal Tiara wajahmu langsung berubah."


Reyhan menelan salivanya dan menahan emosinya.


"Sudah dua tahun ... Sudah dua tahun tapi kamu masih menyimpannya di hatimu. Ha ha ha tapi sekarang ... Dia sudah menjadi milik orang lain."


"Kamu pasti berbohong!."


"Kamu akan tau jika kamu melihatnya sendiri."


Reyhan langsung beranjak pergi meninggalkan Sarah.


Sarah menangis dan berteriak mengeluarkan amarah dalam dirinya.


Di kantor...


"Sayang, kenapa kamu repot-repot membawa makan siang kemari. Aku bisa pulang dulu ke rumah kalau kamu mau."


"Tidak apa-apa, aku juga ingin ke sini. Sudah lama aku tidak berkunjung ke kantor ini sejak aku berhenti bekerja."


"Baiklah ... Apa kamu mau aku antar pulang sekarang?."


"Tidak ... Aku akan pulang sendiri saja. Sekarang kan sudah bisa bawa mobil sendiri."


Tiara senang karena sudah di ajarkan mengendarai mobil sendiri oleh Arga. Jadi sekarang mau kemana pun Tiara selalu menyetir sendiri.


"Baiklah kalau begitu hati-hati ya..."


"Siap! Bos he he."


Tiara memberi hormat layaknya polisi memberi hormat kepada komandan dengan mengangkat tangannya ke atas kepala sambil tertawa.


****


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...

__ADS_1


__ADS_2