Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 49 - Bukan darah dagingku


__ADS_3

Tibalah Reyhan yang juga akan menjenguk kakaknya. Ketika menaiki anak tangga, Reyhan melihat Tiara yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Ekspresi datar dan tanpa menoleh sedikitpun pada Reyhan membuat Reyhan merasa sudah sangat kejam pada Tiara. Reyhan hanya menatap nanar ketika berpapasan dengan Tiara.


"Kakak.. Bagaimana keadaan kakak?"


"Rey.. Kamu sudah datang?"


"Reyhan... Lihatlah keponakanmu sangat tampan". Seru Sarah. Tapi Reyhan tidak merespon nya. Reyna segera mencairkan suasana yang mulai tidak nyaman.


"Reyhan... Ibu pasti sangat senang, dalam waktu yang tidak akan lama lagi akan mendapatkan seorang cucu darimu."


Reyhan tercengang dengan pernyataan kakaknya.


"Apa maksud kakak?"


"Sarah sedang hamil kan, kenapa kamu merasa terkejut seperti itu."


"Nyonya.. Sebenarnya saya belum memberitahu Reyhan. Tadinya saya akan memberitahunya setelah sampai di rumah."


Terlihat Reyhan mengerutkan keningnya dan melihat tajam ke arah Sarah. Dan Tibalah Tiara dengan membawa camilan. Yang membuat hati Reyhan merasa tenang dan tidak tersulut emosi dan merubah raut mukanya menjadi tenang kembali.


Setelah berpamitan pulang Reyhan dan Sarah segera melajukan mobilnya. Ketika di tengah perjalanan Reyhan menghentikan mobilnya dan meminta penjelasan Sarah tentang apa yang tadi di bahas oleh kakaknya nya.


"Katakan padaku, kamu mengandung anak siapa?!"


"Apa maksudmu Reyhan? Tentu saja aku mengandung anakmu. Aku ini istrimu, siapa lagi jika bukan kamu ayahnya."


"Sarah!!!


Kamu tau aku belum pernah menyentuhmu, bagaimana mungkin kamu mengandung anakku!."


"Ha.. Ha.. Ha... Ha.."


Dengan sombong dan merasa puas, Sarah menertawakan respon Reyhan. Sedangkan Reyhan menatapnya dengan tajam dan tidak menyangka Sarah akan bertindak sejauh ini.


"Apa kamu merasa cemburu karena istrimu hamil oleh orang lain? Itu semua karenamu Reyhan! Kamu selalu tidak memperdulikan aku! Aku juga wanita normal, aku juga menginginkan kehangatan yang tidak pernah kamu berikan kepadaku!".


Tangan Reyhan sudah melayang ke atas dan hendak menampar Sarah. Tapi dia mengurungkan nya, karena dia tidak pernah bersikap kasar terhadap perempuan.


" Kenapa Reyhan? Kamu mau menamparku? Silahkan! Tampar! Tampar! ".


Reyhan menahan emosi yang menggerogoti kesabarannya dan memejamkan mata lalu berkata :


"Keluar dari mobilku! Aku akan segera menceraikanmu! Kamu telah mempermalukan keluargaku. Dengan sikapmu yang egois dan angkuh, kamu selalu melakukan hal semaumu. Keluar!"


"Menceraikan aku? Kamu tidak bisa menceraikan aku! Sampai kapanpun kamu tidak bisa menceraikanku!"


Reyhan turun dari mobil dan mengeluarkan Sarah dari mobil. Lalu melajukan mobilnya dan meninggalkan Sarah.


"Reyhan..! Reyhan..! Kamu jangan meninggalkan aku seperti ini Reyhan..!"


Sarah berteriak memanggilnya tapi Reyhan tidak menggubrisnya dan berlalu dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.


Setelah tiba di rumah Reyhan segera mengemasi barang - barang Sarah. Tidak lama kemudian Sarah tiba dan melihat semua barangnya sudah di kemas.


"Reyhan... Apa yang kamu lakukan?!"

__ADS_1


"Pergi! Mulai hari ini aku menceraikanmu!"


"Ha.. Ha... Ha.. Aku sudah mengatakan padamu. Kamu tidak bisa menceraikan aku karena anak ini. Apa kamu ingin tau siapa ayah dari annaku ini? Tentunya lebih baik jika kamu tidak mengetahuinya jika tidak..."


"Pergi!!!"


"Aku tidak akan pergi! Karena anak ini mempunyai nama belakang W I J A Y A! Anak yang aku kandung adalah anak Arga Wijaya. A.. Ha... Ha.. Ha... Ha..."


"Tidak! Pak Arga tidak mungkin melakukan hal ini."


"Arga tidak mungkin melakukannya, tapi aku! Aku bisa melakukan apa saja.!"


PLAKKKKK....


Satu tamparan membuat Sarah terjungkal ke belakang.


"Dasar wanita ib*is!"


"Kenapa Reyhan? Kamu sangat terpukul kan? Kamu harus menerima istrimu hamil oleh kakak iparmu sendiri. Dan bayangkan saja jika nyonya mengetahui hal ini. Apa yang akan terjadi padanya a.. Ha.. Ha.. Ha.."


Reyhan mengepalkan tangannya dan memukul tembok sambil berkata :


" Sejak kamu memutuskan hal ini, aku sudah bukan suamimu lagi. Anak yang kamu kandung adalah hasil kesombongan mu. Jaga dia sendiri dan jangan pernah mengungkapkan hal ini kepada kakak ku!"


Reyhan keluar dari rumahnya dan pindah ke apartemen miliknya dulu sebelum menikah.


" Aku mencintaimu... Aku ingin menikah denganmu... Aku akan menunggumu sampai kamu membuka hatimu.."


Bayangan dan perkataan Reyhan terngiang di telinga Tiara yang sedang duduk di tepi kolam.


Brusshhh..!!


Semburan air kolam menyadarkan lamunan Tiara. Arga yang sedari tadi melihat Tiara melamun, sengaja lompat ke kolam di dekat Tiara. Sehingga air kolam membasahi tubuh Tiara.


" Aaaaaaa... Pak Arga..! Apa yang anda lakukan..! Bajuku jadi basah semua..! Ih.. Menyebalkan."


"Hua.. Ha.. Ha... Ha... Kalau aku tidak mengagetkanmu seperti tadi mungkin kamu sudah terbawa melayang ke awan sana".


Arga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Tiara, lalu berpikir sejenak.


"Apa tadi kamu bilang?"


"Apa? Tiara bertanya kembali.


" Kamu mengatakan aku menyebalkan?! "


Tiara menyadari perkataannya dan menutup mulutnya lalu segera pergi dari sana dengan berlari.


"Tiara.. Apa yang terjadi padamu kenapa bajumu basah kuyup?"


Nayla mengambilkan handuk lalu membantu Tiara mengeringkan rambutnya.


"Ini semua pak Arga yang melakukannya, dia sengaja membasahi ku dengan air kolam."


"Tiara... Tiara.."

__ADS_1


Di kantor.


Arga memeriksa berkas yang tersedia di mejanya. Raut wajahnya berubah ubah. Daniel sudah terbiasa melihat bosnya dengan berbagai ekspresi ketika bekerja.


Tok.. Tok... Tok...


Daniel segera membuka pintu dan mempersilahkan masuk. Terlihat Sarah yang datang dengan berlinang air mata.


Seketika Arga termenung melihat kedatangan Sarah yang tiba-tiba. Lalu dia teringat kejadian malam yang kelam, yang sejatinya Arga tidak ingin untuk mengingatnya lagi.


"Daniel... Kamu tunggu di luar."


"Baik pak..."


Arga dan Sarah duduk berhadapan tanpa berkata-kata satu sama lain. Sarah hanya menunduk sedangkan Arga melihat ke arah jendela dan merasa gusar.


"Ada perlu apa kemari?"


"Tuan Arga.. Pernikahan yang anda berikan ini saya sangat menghargai dan mensyukurinya. Tapi Reyhan.. Dia selalu mencari cari kesalahanku hiks.. hiks.."


"Katakanlah hal intinya."


"Tuan.. Seperti yang anda tau, sebelum Reyhan menikahi saya. Dia memiliki seseorang yang dia cintai. Sampai saat ini sepertinya dia masih menyimpannya dalam hati. Meskipun kini saya sedang mengandung anaknya, tapi dia meragukan siapa ayahnya."


Arga melihat ke arah Sarah dan mengerutkan keningnya.


" Sarah, aku ingin bertanya kepadamu. Apakah benar anak ini adalah anaknya Reyhan? "


Sarah kaget dan sengaja berbohong.


" Meskipun dulu kita pernah melewati malam indah bersama. Tapi aku yakin ini adalah anak Reyhan." Sarah menegaskan.


Brakkk!


"Kita?? Tidak! Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku. Aku sangat terpengaruh minuman keras. Jika kamu tidak memasuki kamarku tanpa izin. Kejadian itu tidak akan terjadi!."


"Maaf tuan... Itu kesalahan saya."


"Tapi apakah anda bisa membantu saya, untuk membujuk agar Reyhan tidak menceraikan saya tuan?."


"Sudahlah... Kamu pulang saja. Urusan Reyhan, aku akan mencoba meluruskan nya."


"Terima kasih tuan Arga.. Hiks... Hiks.. Hiks.."


Sarah berjalan keluar dengan wajah sedih dan berurai air mata. Tapi ketika sudah berada di luar pintu Sarah merubah ekspresi nya menjadi senyuman yang menakutkan.


Daniel yang menyaksikannya merasa heran dan berkata :


" Kenapa ekspresi wajahnya bisa cepat sekali berubah."


Lebih tepatnya seperti siluman rubah ha ha.


*****


Jangan lupa kasih like vote, favorit dan komentar terbagus nya ya...

__ADS_1


Mohon dukungan nya 😊🙏


__ADS_2