Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 46 - Kehamilan yang di nanti


__ADS_3

Sekuat tenaga Tiara melempar dan menendang botol bekas yang ada di hadapannya untuk melampiaskan kemarahannya. Sehingga sesuatu yang tidak di sangka terjadi.


"Aduh! Apa ini? Siapa yang melemparku menggunakan botol bekas ini?".


Botol yang di lempar Tiara tepat mengenai hidung mancung Arga Wijaya. Awalnya Tiara tidak menunjukan dirinya dan bersembunyi di balik tembok. Lalu Tiara menyembulkan kepalanya untuk melihat situasi dan terlihat Arga sudah tidak ada di tempat itu. Akan tetapi ketika Tiara berbalik ke belakang terlihat Arga sudah berada tepat di depannya.


"Oh... Ternyata kamu pelakunya ya!" Kamu anggap aku ini tempat pembuangan sampah ya?! "


Dengan cengengesan Tiara merasa bersalah atas ketidaksengajaan yang telah dia lakukan.


" Maaf pak... Saya tidak sengaja."


Meminta maaf biasanya senjata yang paling ampuh untuk terbebas dari hukuman.


"Pak... Lihat, burung itu kenapa??"


Tiada habis pikir. Bukannya sungguh-sungguh meminta maaf akan kesalahannya. Tiara malah mengelabui Arga dan berlari secepat kilat bagaikan kekuatan super.

__ADS_1


"Burung apa?"


Bagaikan orang yang kikuk. Arga planga plongo melihat keberadaan burung yang di tunjuk Tiara. Padahal orang di sebelahnya sudah lari entah kemana. Ketika Arga mengalihkan pandangannya.


"Kemana dia??"


Terlihat tubuh tiara yang berlari sambil sesekali melihat ke Arga dan menakupkan kedua tangannya sebagia isyarat kata maaf. Arga hanya tersenyum senang melihat tingkah Tiara yang sperti anak kecil itu.


Beberapa bulan telah berlalu. Kondisi badan seseorang yang tengah hamil tentunya membuat perutnya semakin membesar karena ada satu kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Begitu pun dengan yang di alami Reyna sekarang.


Nampak Reyna sedang berjalan santai. Olahraga yang di anjurkan untuk di lakukan oleh setiap ibu hamil. Untuk menjaga kesehatannya juga bayi yang ada dalam kandungannya.


Walau dalam kejauhan Tiara selalu memperhatikan kemana langkah majikannya itu tertuju. Tidak ada rasa aman dalam hatinya untuk membiarkan Reyna hanya berdua dengan Sarah. Sekalipun dia itu adik iparnya.


Bertemankan jarum dan alat sulam. Tiara melihat dan mendengar percakapan juga keakraban di antara kakak dan adik ipar itu. Yang semestinya dialah yang berada di posisi Sarah sekarang.


"Reyhan pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaannya dengan waktu yang sangat lama. Awalnya ibu pun menyuruhku untuk menemani Reyhan disana. Tapi aku lebih memilih untuk tinggal disini menjaga nyonya sampai melahirkan nanti."

__ADS_1


Bagaikan sakit di tusuk jarum yang sedang dia pakai untuk menyulam. Rasa teriris pisau tajam yang baru di asah. Ketika rasa yang dinamakan iri dan cemburu sesaat mengunjungi hati. Tetapi dengan kemantapan hati dan tekad, sejenak Tiara menata hatinya kembali.


"Tiara... Kenapa kamu memperhatikan nyonya dengan begitu cemas? Tenang saja disisi nyonya kan ada Sarah."


Tiara diam tidak bergeming.


"Tiara.. Apa kamu masih marah padaku atas kejadian yang telah lalu?".


"Nayla.. Apa kamu tidak melihatnya aku sedang menyulam. Kalau aku tidak memiliki fokus bukannya kain ini yang terjahit, tapi tanganku. Mengenai kejadian waktu itu aku memang belum bisa memaafkanmu. Tapi sekarang nyonya sudah terlanjur hamil. Yang harus kita lakukan adalah untuk selalu berada di sisinya dan menjaganya. Aku memang tidak tenang membiarkan nyonya bersama Sarah. Kamu ikuti mereka, sana.."


"Baiklah... Baiklah. Kamu ini masih menyimpan curiga pada Sarah. Ini sudah berlalu lama. Aku yakin Sarah pun sudah berubah lagi. Atau mungkin tidak."


Bersambung....


****


Jangan lupa.. Tolong kasih like, vote, favorit dan komennya ya..

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca mohon dukungannya 😊🙏


__ADS_2