Kisah Unik Seorang Gadis

Kisah Unik Seorang Gadis
Bab 17 Permintaan maaf


__ADS_3

Tibalah di sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor perusahaan ARGO grup.


Tempat yang bertema kan Garden dan di suguhkan dengan pemandangan outdoor yang indah.


Kerlap kerlip lampu hias menambah kesan romantis bagi pasangan muda mudi yang sedang di landa asmara.


Terdapat banyak pasangan yang sedang memadu kasih, rupanya karna memang malam ini adalah malam minggu yang biasanya tempat seperti ini suka ramai.


Entah kebetulan atau di sengaja Reyhan mengajak Tiara makan malam di tempat ini.


Reyhan mempersilahkan Tiara duduk dan menyiapkan kursinya. Tiara melihat ke sekeliling tempatnya duduk sekarang.


"Rey, apa ini tidak terlalu mewah? sepertinya makanan disini mahal - mahal."


Tiara adalah gadis yang sederhana, dia tidak suka berfoya - foya.


"Tenang saja disini standar, tapi makanan disini enak - enak lho."


"O ya,?"


Tiara merasa penasaran dan ingin segera mengisi perut kosongnya.


Seorang pelayan menghampiri meja mereka.


"Silahkan tuan... nona... mau pesan apa?."


Pelayan restoran itu menawarkan menu yang tersedia di sana dengan pelayanan yang ramah. Reyhan dan Tiara melihat - lihat menu dan memilih makanan nya masing masing.


"Aku mau ini, kalau kamu mau pesan apa Rey?."


"Sama saja dengan menu yang kamu pesan."


" Oh, jadi pesan ini 2 ya mbak... es lemon tea 2 juga."


" Baik kami persiapkan dulu ya nona, tuan... Silahkan menunggu sebentar."


Tiara melihat sekitar dan di meja sebrang terlihat dua orang perempuan yang sedang memperhatikan Reyhan. Tiara melihat ke arah mereka lalu ke arah Reyhan.


"Ada apa?."


Reyhan penasaran dengan tingkah Tiara.

__ADS_1


"Sepertinya dimana pun kamu berada selalu jadi pusat perhatian para gadis ya...,"


Celetuk Tiara sambil menunjuk ke arah dua perempuan tadi dengan isyarat kepalanya. Dan Reyhan pun mengikuti arah yang di tunjuk Tiara. Reyhan hanya tersenyum.


"Memang banyak gadis yang penasaran denganku dan ingin mendekatiku, tapi hanya satu orang yang tidak seperti itu padaku."


Reyhan memandang Tiara seolah memberitahu bahwa orang itu adalah Tiara. Dua pelayan datang membawakan makanan pesanan mereka.


"Yeeee...! akhirnya datang juga, aku sudah lapar sekali."


Tiara langsung menyantap makanannya.


Di suapan pertama Tiara langsung merasakan enak nya makanan mahal itu.


"Emmm... Makanan nya enak sekali."


Tiara melihat Reyhan belum mulai makan.


"Kenapa belum di makan? Coba ini, aaaa...."


Tiara menyuapi Reyhan.


Suapan demi suapan Tiara makan sehingga menghabiskan seluruh makanan yang dia pesan. Mereka pun selesai makan dan segera pulang.


"Tempat tinggalmu dimana?," tanya Reyhan sambil melihat lihat sekitar.


" Di rumah kontrakan sebrang Supermarket," jawab Tiara.


Tibalah di rumah Tiara. Sebuah rumah kontrakan yang terlihat nyaman dan aman.


Tiara turun dari mobil dan Reyhan pun ikut turun.


"Terima kasih sudah mengantarku, dan terima kasih atas makanan nya. Aku masuk rumah dulu."


Di balas Reyhan dengan anggukan. Reyhan berdiri di samping mobilnya memastikan Tiara masuk ke rumah. Tiara melambaikan tangan dan Reyhan pun membalasnya.


Pagi harinya...


Tiara harus naik kendaraan umum menuju kantor karena kendaraannya berada di parkiran kantor.


Di lorong...

__ADS_1


Rama sedang melihat dengan penasaran, apa benar dia melihat hantu di tempat ini?. Sambil melihat ke atas apakah ada cctv ternyata tidak ada.


"Kamu sedang apa?"


Pertanyaan Reyhan yang tiba-tiba membuat Rama terkejut.


"Kamu Rey ... Aku ingin tau siapa orang yang berani mengusikku semalam," jawab Rama.


"Rama, Apa kamu ingin mengetahui siapa yang melakukannya?."


"Kamu mengetahuinya?."


"Ikutlah denganku...."


Di sebuah ruangan ada tiga orang yang saling berhadapan.


"Kamu? ternyata dunia ini sangat sempit ya."


Senyum sumringah Rama nampak jelas, pucuk di cinta ulam pun tiba. Beberapa hari ini dia sangat ingin bertemu lagi dengan Tiara, dan sekarang di pertemukan disana.


"Rey ... ada apa ini? dan siapa gadis cantik ini?."


Reyhan melihat dan menelisik penampilan Tiara yang hanya berdiri menahan emosi.


"Rama, Apa kamu ingat seseorang yang bernama Tina? gadis yang meninggal bunuh diri di kantor ini?." tanya Reyhan.


Fokus Rama teralihkan saat Rama bertanya tentang Tina.


" Tina... Tina.... Entahlah, terlalu banyak wanita yang aku temui. Tapi sepertinya aku pernah mendengar namanya bahkan mengenalnya mungkin."


Sikap cuek Rama dan kesannya yang sudah melupakan Tina membuat Tiara geram.


"Rey, ada apa ini? Apa hubungannya dengan semua ini, kenapa harus mengungkit orang yang sudah meninggal?." lanjutnya.


"Dia adalah Tiara adik dari Almarhumah Tina...."


Bersambung...


****


Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya....

__ADS_1


__ADS_2