
Satu minggu kemudian ...
"Mas ... Lihatlah. Baju ini bagus kan?."
Tiara memperlihatkan beberapa baju yang akan di kenakan oleh Arga saat pernikahan. Tapi Arga menanggapinya dengan malas dan tidak suka.
"Mas, satu jam lagi Kamu akan menikah. Mas harus melakukan persiapan bukan santai begini...."
"Ini bukan pernikahan keinginanku. Aku melakukannya hanya karena kamu yang minta. Jika kesalahan itu tidak terjadi aku tidak perlu melakukan semua ini."
Tiara melihat Arga yang begitu terpaksa, lalu mencoba untuk menguatkannya. Tiara memeluk Arga dan mengelus dada bidang Arga yang sempurna.
"Mas ... Ini yang terbaik untuk Mas ...."
Arga mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Tiara. Dengan sentuhan mereka yang begitu intim, Arga merasa hasratnya timbul.
"Tiara, kamu begini jangan salahkan aku ya."
"Kenapa Mas?."
Dengan secepat kilat Arga menggendong Tiara dan membawanya ke atas kasur.
"Mas! Apa yang akan hmpt~."
Arga langsung membungkam bibir Tiara dengan mulutnya. Lalu Tiara mendorong Arga agar menjauh dan tidak melakukannya. Secara satu jam lagi Arga akan menikah dia malah meminta jatah kepada Tiara.
"Tiara ... Aku mohon ... sudah tanggung, aku tidak bisa menahannya lagi."
Arga memohon pada Tiara untuk mengabulkan keinginannya. Tiara merasa tidak tega melihat suaminya yang memelas. Lalu Tiara memberikan ciuman yang membuat Arga semakin semangat melakukannya.
Akhirnya mereka bercocok tanam dalam waktu yang cukup lama, sehingga mereka telat datang ke acara akad.
"Mas, kamu sungguh keterlaluan. Kita jadi telat datang."
Tiara terus mengomeli Arga sambil terus bersiap. Sebaliknya Arga merasa sangat fresh dan terus memeluk Tiara yang sedang sibuk sendiri.
"Mas, jangan seperti ini. Kita sudah terlambat."
"Aku tidak mau pergi, aku hanya ingin tinggal di kamar Ini bersamamu."
Cup cup cup
Arga terus menciumi bagian-bagian tubuh Tiara yang dia inginkan, sehingga menimbulkan jejak merah di atas gunung kembar Tiara. Untung saja baju Tiara tertutup jadi tidak akan terlihat oleh orang lain.
Setelah siap semua, mereka segera pergi ke tempat acara. Dan langsung di sambut oleh keluarga besar Arga juga keluarga besar Alina.
"Arga, kamu kemana saja? Pernikahan sudah akan di mulai kamu baru hadir." Ucap ibunda Arga.
Lalu Arga di tuntun menuju altar pernikahan, sedangkan Tiara ditinggal begitu saja.
Keluarga besar Arga sangat senang dengan pernikahan Arga dan Alina ini. Pasalnya mereka sangat menginginkan hal ini sejak dahulu.
Arga terus melihat ke belakang. Melihat Tiara yang menatapnya. Lalu Tiara tersenyum untuk meyakinkan Arga bahwa dirinya tidak apa-apa.
Tiga puluh menit kemudian terdengar suara riuh orang memberikan selamat kepada Arga dan Alina karena sudah sah menjadi suami istri.
"Tiara, aku tidak pernah melihat istri pertama menyaksikan pernikahan suaminya dengan wanita lain setegar dirimu ini."
"Nayla, bukankah umurmu sekarang sudah 25 tahun? Lebih baik kamu juga segera menikah ya?."
"Tiara! Kamu ini malah mengubah topik pembicaraan."
__ADS_1
Tiara tersenyum, kemudian dia melihat dari kejauhan seseorang yang pernah dia lihat.
"Nayla lihatlah, bukan kah pria itu polisi yang dulu kamu tendang?."
Tiara menunjuk kepada seseorang yang sedang menghadiri tamu undangan.
"Iya itu Doni."
"Sepertinya dia cocok untukmu."
Tiara terus meledek Nayla.
Lalu Tiara melihat orang yang berada di samping Doni adalah Reyhan. Seperti yang Tiara duga, Reyhan sedang mencari keberadaannya. Lalu Tiara mencoba bersembunyi agar tidak terlihat oleh Reyhan.
"Tiara kamu kemana saja? aku mencarimu dari tadi."
"Mas Arga, kenapa Mas kesini? Harusnya Mas di atas sana dengan Alina."
"Tiara sudah cukup! Aku sudah melakukan pernikahan ini. Jangan paksa aku lagi untuk melakukan hal yang tidak aku inginkan. Ayo kita pulang."
Arga meraih tangan Tiara dan mengajaknya meninggalkan acara pesta itu. Lalu Alina hadir dengan menarik tangan Arga.
Posisi mereka sekarang sangatlah dramatis. Arga yang berada di tengah dan di kedua sisinya terdapat dua perempuan yang satu sangat dia cintai dan satu lagi perempuan yang baru saja dia nikahi.
"Mas Arga mau kemana?."
Tanya Alina.
Kejadian itu terlihat oleh Reyhan. Dan dia merasa sakit hati karena perempuan yang sangat dia cintai sekarang telah di madu oleh suaminya.
"Mas, jika Mas meninggalkan aku sendiri disini. Keluarga kita akan merasa di permalukan Mas." lanjut Alina.
Sementara Arga bersama Alina menyambut kedatangan tamu yang datang silih berganti. Tiara duduk di meja dengan Nayla. Seperti bukan suaminya yang menikah, Tiara begitu menikmati acara demi acara dengan senang dan gembira. Lebih seperti menghadiri undangan pernikahan teman.
"Tiara, apakah aku bisa berbicara denganmu?."
Tiba-tiba meja Tiara di hampiri Reyhan dan memintanya untuk mengobrol.
"Ada apa Rey?."
Reyhan duduk tanpa di minta.
"Tiara, apa kamu sungguh tidak apa-apa dengan pernikahan pak Arga ini?."
Dengan meminum segelas jus kemudian Tiara menghela nafas dan berkata,
"Reyhan, ini adalah rumah tanggaku. Ini adalah urusan kami berdua. Kamu adalah orang luar, tidak baik jika ingin mengetahui lebih tentang rumah tangga orang lain." muka datar.
"Aku hanya menghawatirkanmu Tiara."
"Reyhan, lihatlah ... Sekarang Arga memperhatikan kita. Aku tidak ingin
hal ini akan membuat kesalahan pahaman di antara kami."
Reyhan melihat ke arah Arga. Dan benarlah Arga melihat ke arah mereka dengan tatapan yang menakutkan. Lalu Reyhan tersenyum kecil. Seolah merasa kesal karena Arga tidak bisa menjaga hati Tiara.
"Tiara, ingatlah. Jika terjadi hal apapun dalam hidupmu, aku akan selalu ada untukmu. Datanglah ... Aku akan selalu terbuka."
"Terima kasih Rey."
Reyhan terenyuh mendengar ucapan terima kasih Tiara. Pasalnya dalam ucapan terima kasih itu seperti terkandung kesedihan yang Tiara rasakan tapi tidak dia tampakkan.
__ADS_1
Reyhan mengepalkan kedua tangannya. Dia merasa marah. Tapi apalah daya untuk saat ini dia tidak bisa melakukan hal yang lebih untuk melindungi Tiara.
"Nayla, aku rasa aku ingin pulang sekarang. Aku sudah merasa ngantuk."
"Tapi Tiara, apa kamu sudah meminta izin kepada tuan Arga?."
"Biar saja, lihatlah mas Arga sedang sibuk. Aku tidak ingin mengganggunya."
Sebelum acara selesai Tiara sudah pulang terlebih dahulu. Dia pulang mengendarai sendiri mobilnya.
Sampailah di rumah. Tiara segera membersihkan badannya yang sudah terasa lengket. Setelah segar kembali Tiara segera beristirahat. Saking lelahnya Tiara langsung terlelap tidur.
Di tengah malam ketika Tiara sedang terlelap dia merasakan ada sesuatu yang menggerayangi tubuhnya. Semakin lama semakin terasa bahwa ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang.
Kemudian Tiara membuka matanya lalu menoleh ke belakang.
"Mas Arga!."
Rupanya Arga menyusul Tiara yang pulang ke rumah. Seharusnya sekarang dia berada di kamar pengantin bersama Alina. Tapi Arga malah ingin tidur bersama istri tercintanya.
"Mas!."
"Diamlah Tiara ... Hari ini aku sangat lelah. Aku ingin terus memelukmu seperti ini. Biarkan aku tidur."
Arga mengeratkan pelukannya lalu terlelap tidur. Tiara membiarkannya karena percuma saja, tidak mungkin menyuruh Arga kembali ke Alina. Karena hari sudah tengah malam, juga Arga sudah sangat kelelahan.
\*\*\*\*
Jangan lupa kasih like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...
Selamat membaca 😊🙏
__ADS_1